Blog Archive

Popular Posts

3>

88Sahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-1

88Sahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

technology-services>

88Sahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-3

88Sahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-4

88Sahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Friday, November 15, 2019

Perawan Hilang Karena Salah Kamar

SahabatQQ - My name santoso. saya bekerja di pabrik di kota B. Sudah hampir setahun saya bekerja di pabrik itu. Umur saya 20 tahun dengan berat badan 65 kg dan tinggi 170cm. Aku dapat jadwal libur. Saya langsung bergegas ke pantai untuk Holiday. perjalanan ke pantai hanya 30 menitan saja.

Perawan Hilang Karena Salah Kamar



Setelah sampai di pantai, aku mengambil koperku ke tempat resepsionisdan memesan hotel untuk istirahat. Tapi aku terkejut ketika seseorang bangun dari tempat duduknya. Dia adalah perempuan yang sangat cantik dengan tubuh tinggi sekitar 160cm.Aku agak terbengong sejenak dan tibatiba.. Ada apa pak? tanya cewek itu.
Eee Saya ingin memesan kamar. Jawabku.
Mau pesan yang mana mas?, disini ada tiga macam kamar. tanya lagi dengan menunjukan papan harga tiga kamar.
Aku agak bingung memilih kamar karena aku terpesona oleh kecantikan gadis ini.
Saya ingin kelas menengah Jawabku setelah berusaha menghilangkan melamunnya.
Harganya Rpxxx Jawab cewek itu.

Lalu aku membayar uang tersebut. Pada saat dia mengetik komputer resepsionis, aku sengaja melihat namanya yang menempel di baju sakunya. Lia namanya.
Aku juga lihat tubuhnya dan aku mengelengkan kepalaku sambil berpikir, Benar benar sempurna. Walaupun dia mengunakan jas seperti layaknya karyawan tapi tubuhnya sangat seksi. Aku terus bengong sambil menunggu dia selesai mengetik. Akhirnya dia mengangkat kepalanya dan mengasih kunci itu sambil berkata Selamat menikmati hotel kami. Aku mengambil kunci itu dan naik ke kamar hotel. Sesampai di kamar hotel, aku berbaring di ranjang dan memikirkan perempuan tersebut. Tapi lamakelamaan aku jadi mulai terangsang dan burungku berdenyut ingin keluar dari sarangnya. Aku ingin berusaha untuk tidak memikirkan yang tidak tidak, tapi burungku terus berontak ingin keluar. Jadi aku melorotkan celana jeans dan celana dalamku sampai ke paha. Muncullah Elang tanpa sayap yang tegak itu.

Aku mulai memegang penisku sendiri sambil memikirkan perempuan tersebut. Aku tidak tahan dan mulai mengocok penisku sendiri dengan irama pelan. Setelah mengocok lama, aku merasakan kamarku menjadi panas jadi aku berdiri dan berhenti sejenak untuk melepaskan semua pakaian. Aku ingin memulainya lagi tapi tibatiba ada orang yang membuka pintu kamarku. Aku sangat kaget dan berusaha memakai bajuku tapi seseorang terlanjur melihatku. Ternyata perempuan lain yang tak kukenal tapi sangat cantik. Kami saling bertatapan sejenak dan perempuan itu mulai bicara.
Ap..akah. in..i kamar no.xxx?
Aku terkejut mendengar perkataannya karena biasanya perempuan langsung menutup pintunya kalau melihat tubuh telanjang lawan jenis. Aku bingung harus menjawabapa karena takut salah. Masih dalam keadaan telanjang,aku memberanikan diri dan menjawab. Tolong anda masuk dan tutup pintunya dulu.
Aku mulai merasa sangat kacau karena aku tidak tahu apa yang kukatakan benar atau salah. Perempuan itu tersenyum dan masuk ke dalam kamarku. Setelah menutupi pintu kamarku, dia bertanya lagi.
Apakah ini kamar no.xxx?
Aku sangat pusing melihat keadaan sekarang dan bermaksud untuk lari tapi aku tidak bisa lari. Aku menghembus napasku dalamdalam dan berkata. Ini.. bukan.. kamar xxx..
Setelah mendengar jawabanku, dia tidak pergi malah mendekatiku dan berkata.

Kenapa kau masih dalam keadaan telanjang?
Setelah mendengar perkataan itu, aku masih bingung sekaligus terangsang seolah ingin cepatcepat bergumul dengannya tapi juga takut karena belum pernah melakukan hubungan dengan lawan jenis.
Tangan kanan perempuan itu mulai memegang badan badanku dengan usapan kecil. Aku masih belum tahu apa yang harus kulakukan. Tangan kirinya memegang alat vitalku dan bertanya. Apakah kau pernah melakukannya?
Aku tidak menjawab dan langsung mencium bibir mungil itu secara acak acakan. Dia pun mulai membalasnya. Aku kaget dengan reaksiku sendiri karena aku tidak memerintahkan untuk mencium. Dia mulai mengeluarkan lidahnya dan mencari lidahku. Aku jadi mulai membalasnya.

Setelah beberapa saat kami ciuman, dia melepaskan ciumannya dan berkata di dekat telingaku. Tenang saja, kita akan bersenang senang.
Dia membuka semua bajunya dan melempar di lantai. Tampaklah bukit kembar yang lumayan besar dan garis feminimnya dengan sedikit berbulu. Aku menelan ludah setelah melihat tubuh wanita yang begitu indahnya tepat di depan mataku. Dia mendorongku ke tempat ranjang dan aku jatuh terbaring di ranjang. Dia datang dan mulai mengusap elangku. Ahh Gunamku.
Apakah enak mas? Tanya si cewek
En..ahhkk.k
belum sempat aku menjawab, dia sudah memasukin penisku ke dalam mulutnya. Dia masih mengulum penisku yang membuatku meremmelek dengan napas yang tidak teratur.
Ahhhkkkkk.
Ahhhkkkkk
Ahhhkkkkk.
Aku mengerang saat lidahnya menjilati lubang penisku. Dia terus menjilati lubang penisku jadi rasanya seperti mau cepat cepat keluar. Setelah beberapa saat, aku mulai gatal dan berdenyut di sekitar penisku.
A..khhhhu ti.d..ahkkkhh..uu..aaaatttt. Teriakku.

Aku langsung menyemburkan cairan kejantananku ke dalam mulut perempuan itu. Cairan yang kukeluarkan sangat banyak tapi sepertinya perempuan itu menelan sebagian spermaku. Badanku langsung terasa lemas dan serasa ingin tidur.
Mas jangan tidur dulu dong mas!! teriak cewek itu sambil menepuk dadaku.
Aku terbangun dan ingat bahwa aku sedang melakukan hubungan.
Ak..u be..nar be..nar di..buat kamu pingsan,
eh ngo..mong ngomong kamu siapa? Aku berbicara setelah ingat bahwa aku ingin tahu siapa dia.
Kalo mas ingin tahu siapa aku, kau harus melakukannya sekali lagi, setuju tidak? tantang cewek itu.

Iya deh. jawabku dengan lebih percaya diri dan langsung bangun dari tempat tidur untuk melakukan seksual. Aku membalikkan badan cewek itu menjadi tidur berbaring dan langsung menjilat payudaranya mulai dari kiri dan menekan
jari telunjuk ke punting kanan cewek itu.
Ahh.. Gunam cewek itu.
Aku terus menjilat puting kirinya cewek itu dengan lembut dan menghisap sambil mengoyangkan jari telunjuk kiri ke punting kanannya. Ini membuat dia meremmelek dan
Ahhhhgeli. geeelliiiii ahhh. Masssss rintih cewek itu dengan suara menggoda.

Aku yang tadinya sudah kecapean mulai terangsang lagi setelah mendengar suara merdu yang mengoda. Aku terus menjilati kadang kadang mencium, menghisap dalamdalam supaya ingin merasakan nikmat punting susu seorang wanita.
Setelah puas dengan yang punting kiri, aku menghisap yang kanan. Ini kulakukan berulang kali sampai payudaranya basah penuh oleh cairan ludahku. Tangan kananku mulai menurun dan memegang bagian feminim wanita tersebut. Aku mencoba memegangnya dengan seluruh tangan tetapi wanita tersebut menolaknya dengan mengrapatkan kedua pahanya. Aku
ingin berusahanya tetapi dia mengatakan sesuatu diiringi dengan rintihan.

Mas s ja ngan. duuullluuuuu..mas
Sayyaaa. massiihhh.. pe..rrraaaa.wwa.aannn kata cewek itu.
Aku tidak perduli dengan rintihan tersebut dan mencobanya dengan mencium bibirnya dengan tangan kiriku memijit bagian kanan punting wanita tersebut. Setelah mencium bibir tersebut aku menulusuri leher wanita tersebut. Gellllliiiiii.. ahhhhh. ngillluuuu rintih wanita tersebut.

Aku ingin sekali rasanya untuk cepat cepat menghabisinya tetapi aku masih bingung harus merangsangkan bagian mana lagi supaya dia terangsang. Jadi aku mendekatkan kuping wanita itu dan mengatakan sesuatu. Sayang, saya ingin sekali mencicipi keharuman feminim mu.
Tuunnnnngggguuuuu. Masssssss.. Ahhhh. Jawab Cewek itu.
Tetapi kata kata tersebut mulai melemah dan pada saat tangan kananku mulai membuka bagian paha cewek itu, dia sepertinya tidak menolak. Dia membuka pahanya dan aku mulai merasakan kehangatan bagian bawah cewek tersebut.
Aku mulai memegangnya dengan telapak penuh dan mengerakannya naik turun dengan irama pelan.


ShhhhhShhh Cewek itu merintih.
Hhhhhh.hhhhhh Aku memberanikan diri dan mulai mengosokkan vaginanya dengan agak cepat sambil menghisap puntingnya sangat dalam. Ini membuat dia tambah terangsang dan aku mulai merasakan lembab vagina perempuan tersebut.Aku melepaskan ciuman tersebut dan langsung menurun ke bagian feminim tersebut. Aku mengendus dan merasakan keharuman yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku pun memulainya dengan jilatan kecil di permukaan vagina yang membuat napasnya tidak teratur.

Hhhhh.hhhhhh A..ku.ahhhhhhssssshhhh Cewek itu sepertinya ingin mengatakan sesuatu tetapi aku tidak memperdulinya dan menjilatinya dengan lebih cepat. Aku menjilatinya terusmenerus sampai aku mulai merasakan ada sesuatu yang seperti bola kecil mencuat keluar. Aku tidak mengerti dan coba untuk menjilatinya tapi tibatiba.
Ahhhhkkkkk.. Ge..lllllliiiiii.. niiikkkAhhhhh.mat ahh..
Cewek itu merintih lebih keras seolah olah ingin minta tolong pada seseorang. Aku pun mengerti ternyata dia merasa nikmat kalau dijilat di daerah situ. Dia mulai menjambak kepalaku yang membuatku kesakitan tapi aku tidak raguragu lagi dan mulai menjilatinya terusmenerus sampai tiba tiba aku mendengar sesuatu.

Ahhhhh.. kk. Akuuuu iiiiinnngggiiinnn. kkkkeeeelllluuuuaarrr
Bersamaan dengan suara itu, aku merasa ada cairan yang keluar sangat deras. Kepalaku pun dijepit eraterat yang membuatku tidak bisa bergerak. Aku merasa sesak napas karena tidak ada ruangan yang bisa buat bernapas. Aku diam sejenak untuk mengetahui apa yang terjadi. Setelah beberapa saat, tangan yang memjambakku mengendor dan kaki yang menjepitku pun melepas. Aku mengangkat kepala dan lihat matanya mulai terbuka.
Ma..sss.kamuhebbaattt. Ujar cewek itu.
Kamu juga hebat sayang. Jawabku
Masss, kau.. tahu.tidak. bahwa. kau. sala.h kam..ar? Tanya cewek itu dengan suara lemas.
Aku agak bingung dan berbicara kembali. Ini kan kamar yyy.
Tidak, Ini kam..arxxx tutur cewek itu.
Aku kaget setengah mati dan baru mengerti bahwa akulah yang salah.
Nama kamu siapa sayang? Aku tanya dia setelah tenang dengan memegang pipinya.

Ak.u ada..lah Cellia. Jawabnya.
Apakah kau mau jadi istri saya? Tanyaku.
Kau be..narbe..nar nak..al. Jawabnya.
Setelah menjawab itu, aku langsung mencium bibirnya dan memulai permainannya lagi. Aku mengeluarkan lidahku dan mencari lidahnya untuk dimain. Dia pun membalasnya dengan penuh nafsu.
mmm..mmmmm.. itulah suara yang dikeluarkan waktu lidah kamiberadu. Aku terus memainkan lidahnya sambil kuangkat setengah badannya. Keadaanku sekarang lebih tenang dibanding yang tadi jadi aku melepas ciumannya dan dengan santai menjilati lehernya naik turun.

Hhhhhhh..hhhhh.. itulah suara cewek yang lagi mendesah. Permainan di leher sudah cukup untukku dan aku
bermaksud untuk mulai lagi di bagian dadanya. Aku turun dan mulai menghisap payudara kirinya. Aku menyedot, mencium, mengendus payudaranya. Sedangkan tanganku mulai lagi memijit kanan payudara indah itu. Aku menghisap
terusmenerus sampai payudara kirinya basah kuyup dan aku pun berpindah lagi menghisap ke punting kanan. Aku mengulang terusmenerus dari kirike kanan, dan kanan ke kiri.
Ahhhh Ahhhhh Ahhhhh. geeee.llliiii. ngillluuuu. Itulah katakata
yang terulang terus menerus.

Maaaassssss. co.bbbaaa.. mm..aa..sssuuuukkkiiiinnn. mmm..aaaa..ssss.. Akkkuuuuu suuu..dd..ahhh siiiaaappppAkhh.
Sepertinya kata itu mulai muncul ketika aku mengigit kecil di punting kanan wanita itu.Aku masih belum ingin menancap gas karena pikiranku sudah agak tenang, aku ingin dia merasakan kehebatan permainanku. Tetapi dia sangat ganas. Dia membalikan tubuhku dan menindihnya di atas tubuhku. Aku tidak bisa apaapa dan mengikuti permainannya. Dia menunduk dan menjilati puntingku.
Ahhhkk.Ahhhh.

Desahku sambil berusaha mengangkat kepalanya. Tetapi dia melarang dan menepis kedua tanganku. Setelah menjilat sebentar puntingku, dia duduk memegang penisku dan berusaha memasukinya ke dalam liang vaginanya. Astaga, ini perempuan masih perawan tapi berani memasukinya, benar benar lihai. pikirku. Saat memasuki ke dalam liang vaginanya, aku mengalami kesulitan. Aku merasa susah sekali memasukinya. Dia mulai menekan sedikit demi sedikit dan akhirnya masuk setengah. Setelahmemasukinya, dia mulai mengenjot dengan irama pelan.

AhhhAhhh. Kami berdua mendesah secara bersama. Aku merasa sepertinya ada sesuatu yang menyentuh seperti dinding di dalam vaginanya tetapi aku tidak tahu apa itu karena yang kurasakan saat itu hanyalah nikmat. Aku mulai
mengangkat pinggulku untuk menusuknya lebih dalam.
Ahhhh.Ahhhh. Kami terus mendesah tidak beraturan. Permainan yang menyenangkan ini kuteruskan dengan irama agak cepat tapi sepertinya cewek itu agak kesakitan.
A.dduu..hhh sssaakkkkk..iiiitttt Say..,
ke..na..pa? Tanyaku.
Akuuu suudddaahh.Ahhhhh. Jawabnya
terhenti. Ke..na..pa? Tanyaku penasaran.

ttiiiddaakkkperaawwa..nnn Lanjutnya lagi. Pada saat bersamaan dengan teriakan itu, aku merasakan seperti menembus sesuatu dan aku sadar pada saat darah mengalir di daerah perutku. Ternyata aku telah meregut
keperawanan gadis itu. Celaka, aku tidak sadar bahwa dia masih gadis karena saya terlalu keasyikan bermain. Pikirku. Pada saat yang sama, pikiranku juga merasakan menyesal sekaligus nikmat. Mau gimana lagi, nasi sudah jadi bubur!
Aku diam sejenak untuk menenangkan situasi. Setelah agak tenang, perempuan itu melihat ke arahku dengan agak merangsang sambil menekan dadaku dan mulai mengenjotnya lagi. Aku pun tersenyum dan mengetahui bahwa dia tidak menyesal kehilangan kegadisannya.

AhhhAhhhhhh. Kami mulai lagi mendesah hebat ketika enjotannya semakin cepat.
A.yooo.. masss. Dia mengatakan itu sambil mendesah.
massuuukkkiinn. ahhh ke.. daaaalaam. Dia terus berusaha mengatakan sesuatu.
akkk.uuuu in.giiin mera.a..saa..kan elangaahhhh.. bbeee..sss..aaa..rrr.
Aku tidak begitu jelas apa yang dia katakan, tetapi saya tahu bahwa dia menikmatinya karena dia terus mengenjotnya dengan irama lumayan cepat dibanding tadi. Marathon yang melelahkan masih terus berlanjut, permainan ini kurasakan sangat lama sampai aku mulai merasa ada yang berdenyut lagi di sekujur burungku.

Celliiaa, akkkkuuu..ahh iinnngggiinnnkkkeee..lllluuaaarrr..
Aku berbicara sambil memegang pinggul perempuan itu.
Sayyaa jjjuuu.gggaaa ttiiiddaakkk.aahhhhh ttaahhaaannn. Suara histeris perempuan itu mulai kencang. Tibatiba aku merasakan ada cairan banyak yang keluar dari liang tersebut dan memuncratkan di penisku. Cairan ini membuat permainanku ingin cepat berakhir karena sangat licin dan.
Ahhhhkkkkkkkk..Ahhhkkkkkk

Aku teriak sekencang kencangnya sambil menaikturunkan pinggul perempuan itu dengan sangat cepat.
CrooottttCrooottttt. Burungku akhirnya mengeluarkan cahaya putih yang sangat banyak. Kurasakan bahwa aku menyemburkannya 7 kali didalam liang vagina perempuan tersebut. Setelah beberapa saat, tanganku mulai berhenti dan melepaskannya. Aku pun terasa sangat lemas. Aku memejamkan mataku dan aku pun tertidur. Di detik terakhir, aku hanya merasakan bahwa perempuan itu tertidur di pangkuan dadaku. Setelah matahari terbit di pagi hari, aku pun pelanpelan membuka mataku. Aku masih bingung apakah kemarin aku bermimpi atau tidak. Aku pun menengok kiri dan kanan untuk mengetahuinya. Ternyata aku tidak mimpi dan aku melihat ada wanita sedang merapikan bajunya dan siap untuk pergi. Aku memanggilnya tapi.

Sayang, kau mau ke mana? Tanyaku.
Dia hanya tersenyum dan pergi keluar.
Aku pun tidur lagi karena aku benar benar kecapean. Sejak kemarin aku selesai kerja, aku tidak istirahat. Aku bangun lagi setelah segar dan memakai kembali pakaianku. Setelah selesai, aku pun keluar dengan bagasiku.
Aku melihat pintu nomor yang ditempel di pintu dan ternyata aku benarbenar salah. Ruanganku ada di sebelah. Aku taruh barangbarang di kamarku dan keluar. Pada saat aku keluar dan berjalan di lorong, aku melihat ada pembersih
ruangan berjalan menuju ke sini. Aku pun mengsenyum pagi ke pembersih lakilaki itu. Aku melewati pria itu dan mendengar suara pintu terbuka. Aku menengok sebentar dan aku kaget karena pintu yang dibuka adalah ruangan yang aku tidur bersama perempuan kemarin. Aku bergegas kembali ke sana dan menghentikannya
Tunggu dulu pak, jangan dibersihin ruangan ini. Ah?
Pria itu sepertinya bingung. Ruangan ini kan sudah check out tadi pagi. Lanjut pria itu.
Emangnya ini ruangan bapak? Lanjut lagi dengan pertanyaan.
Aku bingung sekaligus kaget karena wanita yang bersetubuh denganku pergi begitu saja tanpa pemberitahuanku.
Tidak pak, aku pikir itu ruangan saya. Aku jawab setelah mengetahuinya.
Aku pun keluar hotel dengan menyesal dan pergi makan siang. Sisa liburanku hanyalah hampa karena aku sendiri di dalam hotel sambil menyedih hati berbaring di ranjang.

Thursday, November 14, 2019

Setubuhi Mertuaku yang Montok

SahabatQQ - Sebentar lagi akan ada acara peringatan 3 tahun meninggalnya almarhum ayah mertuaku. Saya dan istriku sudah menyiapkan sedikit anggaran untuk keperluan kegiatan tersebut untuk membantu ibu mertuaku

Setubuhi Mertuaku yang Montok


Namun yang membuatku terkejut, sebelum pulang Indra menyeretku dan berbisik memberitahu bahwa di kampung belakangan santer beredar isu bahwa ibu mertuaku ada main dengan Okto, tukang ojek warga setempat.

Saya kira Okto hanya mengincar duitnya Bude Tia (nama ibu mertuaku Fatia). Bude kan sudah tua, masa sih Kang Okto mau kalau nggak ngincar uangnya, kata Indra, saat aku mengantar dia keluar rumah dan tidak ada Vita di dekat kami. Menurut Indra, ia menyampaikan itu agar aku jangan kaget jika mendengarnya. Juga diharapkan dapat mengingatkan ibu mertuaku.

Karena menurut Indra, warga kampung sudah geregetan dan berniat menggerebeknya kalau sampai ketahuan. Terima kasih informasinya Dra. Saya akan mencoba mengingatkan ibu kalau ada saat yang tepat. Saya nanti pulang sendiri ke kampung karena kehamilan Vita sudah hampir memasuki bulan ke sembilan,ujarku sebelum Indra pergi dengan sepeda motornya.

Kabar perselingkuhan ibu mertuaku dengan tukang ojek itulah yang membuatku banyak termenung dalam bus yang membawaku dari Jakarta menuju ke desa di sebuah kabupaten di Jawa Tengah.

Seperti halnya Indra, aku juga tidak habis pikir kenapa ibu mertuaku sampai terlibat selingkuh dengan Okto. Sebagai bekas istri Sekdes dan tergolong orang berada di kampungnya, ibu mertuaku termasuk pandai merawat diri di samping tergolong lumayan cantik.

Maka meskipun usianya telah 52 tahun, masih nampak sisa-sisa kecantikannya. Wanita berkulit bersih itu juga bisa dibilang masih menyimpan pesona untuk membangkitkan hasrat lelaki. Jadi tidak benar anggapan Indra bahwa ibu mertuaku tidak menarik lagi bagi laki-laki. Bagian pantat dan busungan buah dadanya memang masih menantang.

Aku tahu itu karena ibu mertuaku sering hanya mengenakan kutang dan menutup tubuhnya dengan balutan kain panjang saat di dalam rumah. Bagian dari tubuh ibu mertuaku yang sudah kurang menarik hanya pada bagian perutnya. Seperti kebanyakan wanita seusia dia, perutnya sudah tidak rata.

Juga lipatan yang sudah mulai muncul di bagian leher dan kelopak matanya. Namun untuk bagian tubuh yang lainnya, sungguh masih mampu membuat jakunku turun naik. Kakinya yang panjang, betisnya masih membentuk bulir padi dengan paha yang mulus dan membulat kekar. Dadanya juga sangat montok. Entah kalau soal masih kenyal dan tidaknya.

Aku sendiri suka ngiler karena tetek istriku tak sebesar punya ibunya itu di samping kulit istriku tak secerah kulit ibunya. Pernah ketika ibu berkunjung dan menginap beberapa lama di rumahku, aku nyaris gelap mata. Saat itu Vita istriku baru melahirkan anak pertamanya.

Ibu sengaja datang dan tinggal cukup lama untuk menggantikan peran Vita mengurus dapur. Saat tinggal di rumahku, kebiasaan ibu mertuaku di desa yang hanya mengenakan kutang dan membalut tubuh bagian bawah dengan kain panjang saat di rumah, tetap dilakukannya.

Alasannya, Jakarta sangat panas hingga ia merasa lebih nyaman berbusana ala Tarzan seperti itu. Sebenarnya tidak ada masalah, karena ibu mertuaku hanya berpakaian seperti itu saat ada di dalam rumah. Namun khusus bagiku saat itu jadi terasa menyiksa.

Betapa tidak, sementara harus berpuasa syahwat karena istri yang tidak bisa melayani selama 40 hari setelah melahirkan sementara setiap saat aku seolah disodori pemandangan menggiurkan penampilan ibu mertuaku.

Apalgi ibu mertuaku tanpa merasa risi sering berpakaian setengah telanjang memperlihatkan bagian-bagian tubuhnya yang masih merangsang di hadapanku. Bahkan kutang yang dipakainya kerap tampak kekecilan hingga susunya yang besar tidak bisa muat sepenuhnya terbungkus kutang yang dipakainya.

Aku jadi tersiksa, terpanggang oleh nafsu yang tak tersalurkan. Aku bahkan pernah gelap mata dan nyaris nekad. Malam itu, saat hendak buang air kecil ke kamar mandi, aku sempat berpapasan dengan ibu mertuaku yang juga baru dari kamar mandi.

Namun yang membuat mataku melotot, ia keluar dari kamar mandi nyaris bugil. Hanya mengenakan BH, sementara kain panjang yang biasa dipakainya belum dilitkan di tubuhnya. Mungkin ia mengira semua orang sudah tidur.

Bahkan dengan santainya, sambil jalan digunakannya kain panjang itu untuk mengelap bagian bawah tubuhnya yang basah. Terutama di selangkangannya untuk mengelap memeknya yang baru tersiram air. Ee..ee.. kamu belum tidur Dik katanya tergagap ketika menyadari kehadiranku.

Be.. be.. belum Bu. Saya mau ke kamar mandi dulu, ujarku sambil memelototi tubuh telanjangnya itu. Ia jadi tersipu ketika merasa sorot mata menantunya terarah ke selangkangannya. Ia berusaha dengan susah-payah melilitkan kain panjangnya untuk menutupi bagian tubuhnya itu. Lalu bergegas menuju ke kamarnya.

Namun sebelum masuk ke kamar ia sempat berpaling dan melempar senyum padaku. Senyum yang sangat sulit kuartikan. Jadilah malam itu menjadi malam yang sangat menyiksa. Sebab kendati sepintas aku sempat melihat kemulusan pahanya serta memeknya yang berjembut lebat serta pinggul dan pantatnya yang besar.

Akibatnya kejantananku yang sudah hampir setengah bulan tak mendapatkan penyaluran langsung berdiri mengacung dan tak mau ditidurkan
alau tidak menimbang bahwa dia adalah ibu dari wanita yang kini menjadi istriku dan nenek dari anakku, rasanya aku nyaris nekad mengetuk pintu kamarnya. Sebab dari senyumnya sepertinya ia memberi peluang. Dan aku sangat yakin di usianya yang telah 52 tahun ia masih memiliki hasrat untuk disentuh laki-laki.

Untuk meredakan ketegangan yang sudah naik ke ubun-ubun, malam itu aku menyalurkan sendiri hasrat seksualku dengan beronani. Aku mengocok di kamar mandi sambil membayangkan nikmatnya meremasi tetek besar ibu mertuaku serta menancapkan kontolku ke lubang memeknya yang berbulu sangat lebat. Cerita soal ibu mertuaku yang terlibat perselingkuhan dengan tukang ojek, ternyata bukan isapan jempol.

Itu kutahu setelah sampai di kampungku. Aku mendapatkan kepastian itu dari Riki, temanku yang menjadi guru di salah satu SD di kampungku. Aku memang sempat mampir ke rumahnya sebelum ke rumah ibu mertuaku. Kalau mungkin setelah acara peringatan almarhum ayah mertuamu, sebaiknya Bu Tia kamu ajak saja ke Jakarta Dik.

Jadi tidak menjadi aib keluarga. Soalnya orang-orang sudah mulai menggunjingkan, kata dia saat aku berpamitan. Kuakui saran Riki memang sangat tepat. Tetapi kalau ibu mertuaku menolak, rasanya sulit juga untuk memaksanya.

Untuk berterus terang bahwa sudah banyak warga kampung yang tahu bahwa ibu mertuaku berselingkuh dengan Okto dan warga berniat menggerebeknya, ah rasanya sangat tidak pantas mengingat kedudukanku sebagai menantu.

Setelah berpikir keras dalam perjalanan ke rumah ibu mertuaku, kutemukan sebuah solusi. Bahkan ketika aku mulai memikirkan langkah-langkah yang akan kulakukan, tak terasa batang penisku jadi menegang.

Hingga aku segera bergegas agar segera sampai ke rumah dan tidak kemalaman. Aku takut ibu mertuaku sudah tidur dan tidak bisa menjalankan siasatku. Ternyata ibu mertuaku belum tidur dan ia sendiri yang membukakan saat aku mengetuk pintu. Seperti biasa setelah kucium tangannya, ibu langsung memelukku.

Namun berbeda dari biasanya, pelukan ibu mertuaku yang biasanya kusambut biasa-biasa saja tanpa perasaan kali ini sangat kunikmati. Bahkan kudekap erat hingga tubuhnya benar-benar merapat ke tubuhku. Seperti biasa ia hanya memakai kutang dan melilitkan kain panjang di pinggangnya.

Saat kupeluk buah dadanya terasa menekan lembut ke dadaku. Teteknya yang besar masih lumayan kenyal, begitu aku membathin sambil tetap memeluknya. Bahkan dengan sengaja aku sempat mengusap-usap punggungnya dan mukaku sengaja kudekatkan hingga pipiku dan pipinya saling menempel.

Tidak hanya itu, aku yang memang punya rencana tersendiri, sengaja mencoba memancing reaksinya. Puas merabai kehalusan kulit punggungnya, tanganku meliar turun. Ke pinggangnya dan terus ke bokongnya yang terbalut lilitan kain panjang. Tampaknya ibu mertuaku tidak memakai celana dalam. Karena tidak kurasakan adanya pakaian dalam yang dikenakan.

Namun yang membuatku makin terangsang, pantat besar ibu mertuaku ternyata masih cukup liat dan padat. Ah, pantas saja Okto mau menjadi pasangan selingkuhnya. Rupanya Okto punya selera yang bagus juga pada tubuh perempuan, pikirku kembali membathin.

Entah tidak menyadari atau menikmati yang tengah kulakukan, ibu mertuaku tidak memprotes saat tanganku mulai meremasi bongkahan pantatnya. Namun setelah beberapa lama akhirnya ia bereaksi.

Uu udah Dik nggak enak kalau ketahuan si mbok. Ia belum tidur, masih bersih-bersih di dapur, ujarnya. I.ii.. iya Bu. Maaf saya kangen banget sama ibu,Vita dan Hendro nggak ikut Dik kata ibu mertuaku.

Kukatakan padanya kehamilan Vita sudah masuk ke hitungan sembilan bulan dan Hendro sering rewel kalau berpergian jauh tanpa ibunya jadi mereka tidak ikut pulang. Ohh ya nggak apa-apa. Yusfri (adik istriku) juga katanya tidak bisa datang. Dia cuma kirim wesel, ujarnya lagi.

Oleh ibu aku diantar ke kamar yang biasa kupakai bersama Vita saat pulang kampung. Namun saat ia menyuruhku mandi, kukatakan bahwa tubuhku agak meriang. Oh.. biar si mbok ibu suruh merebus air untuk kamu mandi biar seger. Sudah kamu tiduran saja dulu.

Kalau mau nanti ibu pijitin dan dibalur dengan minyak dan bawang merah ditambah balsem gosok setelah mandi biar hilang masuk anginnya, katanya sambil bergegas keluar dari kamar. Saat ia melangkah pergi, kupandangi goyangan pantat besarnya yang tercetak oleh lilitan kain panjang yang dipakainya. Pantat yang masih padat dan liat. Perutnya memang mulai sedikit membunci
Maklum karena usianya sudah tidak muda lagi. Namun dengan posturnya yang tinggi besar kekurangannya di bagian perut itu dapat tertutupi. Melihatnya gairahku makin tak tertahan. Usai mandi dan makan malam, aku pamit pada ibu mertuaku untuk masuk kamar. Tetapi sambil jalan aku kembali berpura-pura seperti orang yang tengah tidak enak badan.

Maksudku untuk mengingatkan ibu mertuaku perihal tawarannya untuk memijiti tubuhku. Dan benar saja, melihat aku memegangi kepalaku yang sebenarnya tidak pusing dia langsung tanggap.Oh ya mbok, tolong ambilkan minyak goreng, bawang merah dan balsem untuk memijit Nak Dik.

Sesudah itu si mbok tidur saja istirahat karena besok harus siap-siap masak, perintah ibu mertuaku pada Mbok Dar, pembantu yang sudah lama ikut keluarga istriku. Tidak lebih dari lima menit, ibu mertua menyusulku masuk kamar membawa piring kecil berisi minyak goreng, irisan bawang merah dan uang logam serta balsem gosok.

Katanya mau dipijit. Ayo buka kaos dan sarungnya. Kalau dibiarkan bisa tambah parah masuk anginnya, ujarnya setelah duduk di tepian ranjang tempat aku tiduran.

Saat itu aku hanya memakai celana dalam tipis di balik sarung yang kupakai. Maka setelah sarung dan kaos kulepas, seperti halnya ibu mertuaku yang hanya memakai kutang dan membalut tubuh dengan kain panjang, tinggal celana dalam tipis yang masih melekat di tubuhku.

Sepintas kulihat mata ibu mertuaku menatapi tonjolan yang tercetak di celana dalamku. Sejak memeluk dan meremas pantat ibu mertuaku serta merasakan busungan buah dadanya menempel di dadaku, penisku memang mulai bangkit.

Kuyakin batang kontolku itulah yang tengah menjadi perhatiannya. Boleh jadi ia mengagumi batang kontolku yang memang ukurannya tergolong panjang dan kekar. Atau tengah membandingkan dengan milik Okto Kembali aku membatin.

Ia memang tidak menatapi secara langsung ke selangknganku. Tetapi sambil mencampurkan bawang merah, minyak dan balsem di piring untuk dibalurkan di tubuhku sebelum dipijat, sesekali ia mencuri pandang.

Aku makin yakin bahwa gairahnya dalam urusan ranjang memang masih belum padam. Dan karena lirikan mata ibu yang sering tertuju ke selangkanganku itulah aku menjadi makin berani melaksanakan siasat yang telah kurencanakan. Bu sebenarnya saya nggak meriang.

Saya hanya ingin ngoborol berdua dengan ibu karena kangen dan ada yang ingin disampaikan,ujarku akhirnya. Ibu mertuaku tampak kaget. Ia yang tadinya hendak membalurkan campuran balsem, minyak kelapa dan bawang merah ke dadaku diurungkannya dan menatapku penuh tanda tanya.

Bahkan terlihat makin panik ketika kukatakan bahwa yang ingin kuketahui adalah soal hubungannya dengan Okto, pria yang berprofesi sebagai pengojek termasuk soal kegeraman masyarakat yang ingin menangkap basah ibu dan selingkuhannya itu. Takut piring kecil berisi ramuan untuk urut yang dipegangnya tumpah karena kekagetannya, segera kuambil alih.

Sambil bangkit dari tidur, kuugenggam tangan ibu mertuaku setelah piringnya kutaruh di meja kecil dekat tempat tidur. Ibu ceritakan saja sejujurnya pada saya biar nanti kalau sampai Vita tahu saya bisa membantu menjelaskan dan memberinya pengertian, kataku. Jangan Dik, tolong jangan.

Jangan sampai Vita tahu soal ini. Dia belum tahu kan Ibu mertuaku menghiba. Ia tampak makin panik. Belum Bu. Hanya saya yang tahu dari orang-orang. Makanya ibu ceritakan saja semuanya. Ibu benar-benar serius hubungannya dengan Okto Setelah kudesak dan kuyakinkan bahwa aku tidak akan menceritakannya pada Vita, ia akhirnya bercerita.

Menurutnya, ia sampai berhubungan dengan Okto karena iseng dan kesepian. Setelah mencobanya sekali, menurut pengakuan ibu mertuaku, sebenarnya ia tidak berniat mengulangnya lagi. Takut menjadi gunjingan masyarakat.

Tetapi di setiap kesempatan Okto sering datang dan mendesak. Bahkan mengancam akan menceritakan kepada orang-orang bila ibu mertuaku tidak melayaninya. Hingga sudah tiga kali terpaksa ibu mertuaku melayani Okto. Setelah bapaknya Vita tidak ada ibu sering kesepian Dik.

Sampai akhirnya ibu khilaf, ujarnya. Kalau dengan Pak Lurah, hubungannya sejauh mana Bu, Aku mempertanyakan itu karena selain dengan Okto ada pula kabar miring yang kudengar dari teman di kampung, Pak Lurah juga sering bertandang ke rumah ibu mertuaku. Namun kabar miring itu ditepisnya tegas-tegas oleh ibu mertuaku.

Ia mengakui beberapa kali Pak Lurah datang ke rumah. Bahkan pernah mengajaknya untuk menikah siri atau menikah tidak resmi. Tetapi menurut ibu mertuaku, ia dengan tegas telah menolaknya hingga akhirnya tidak pernah datang lagi. Ibu memang cantik dan sexy sih. Saya saja suka nggak tahan kalau melihat ibu, kataku mencoba memancing.

Huussh.. ngomong apa kamu Dik. Ibu kan sudah tua,Eeh bener lho Bu. Ingat nggak waktu saya memergoki ibu malam-malam keluar dari kamar mandi dan sempat melihat i.. itunya Ibu Kuceritakan pada ibu mertuaku bahwa saat itu aku benar-benar sangat terangsang. Bahkan nyaris nekad menyusul ibu ke kamar. Namun karena takut ibu menolak, akhirnya kuurungan.

Hanya di kamar, sampai pagi aku tidak bisa tidur karena hasrat yang tak terlampiaskan. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Menurutnya, saat itu ia memiliki perasaan serupa karena gairahnya juga lagi tinggi. Kalau saat itu kamu nekad masuk kemar pasti kejadian deh, ungkapnya.

Pengakuannya itu mendorongku bertindak nekad. Kulingkarkan tanganku ke pundaknya dan kukecup lembut pipi ibu mertuaku. Ia agak kaget dengan tindakan nekadku itu namun tidak berusaha menolak.

Kalau begitu sekarang saja ya Bu. Saya pengin banget, kataku berbisik di telinganya. Ta.. ta.. tapi Dik, Tetapi ibu mertuaku tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena mulutnya langsung kusumbat dan kulumat dengan mulutku. Ia sempat gelagapan.

Namun ia yang awalnya hanya diam atas serangan mendadak yang kulancarkan, akhirnya memberi perlawanan saat lidahku mulai kujulurkan menyapu di seputar rongga mulutnya. Ia juga ikut melumat dan menghisap bibirku. Sambil terus melumat bibirnya, aku makin berani untuk bertindak lebih jauh.

Kuremas teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam. Namun karena kurang puas, tanganku merogoh untuk meremas langsung gunung kembarnya. Payudaranya ternyata sudah agak kendur. Hanya ukurannya benar-benar mantap. Bahkan lebih besar dibanding susu Vita meski dia sedang mengandung.

Putingnya juga besar dan menonjol. Aku jadi makin gemas untuk terus meremas dan memain-mainkan pentil-pentilnya. Ibu mertuaku menggelinjang dan mendesah. Bahkan tanpa kuminta dilepaskannya pengait pada BH yang dipakainya hingga penutup buah dadanya terlepas.

Aku jadi makin leluasa untuk terus meremasi teteknya. Tetek ibu udah kendor ya Dik kata ibu mertuaku lirih. Ah nggak. Tetek ibu besar dan mantep. Saya sangat suka tetek ibu. Ngegemesin banget,Punya Vita juga besar kanTapi masih kalah besar di banding punya ibu ini, kataku sambil meremas gemas dan membuat ibu mertuaku memekik tertahan.

Mertuaku yang semula pasif menyandar ke tubuhku sambil menikmati belaian dan remasan tanganku di teteknya, kian terbangkitkan hasratnya. Tangannya mulai menjalar dan menyentuh kontolku. Mengelus dan meraba meski masih dari luar celana dalam yang kupakai. Mungkin ia sudah kebelet ingin menggenggam dan melihat penisku.

Aku membantunya dengan memelorotkan celana dalamku. Benar saja, setelah terlepas ibu mertuaku langsung meraih batang zakarku. Mengelus kepala penisnya yang membonggol dan mengocok-ngocoknya perlahan batangnya. Tampaknya dia benar-benar ahli untuk urusan memanjakan pria.

Bahkan biji-biji pelir kontolku diusap-usapnya perlahan. Sambil menikmati kocokannya, kulepas lilitan kain panjang yang membungkus tubuh ibu mertuaku. Tidak terlalu sulit karena ia hanya melilitkan dan menggulungkannya di atas pusarnya. Sekali tarik langsung terlepas.

Dugaanku tidak keliru. Ia tidak memakai celana dalam di balik kain panjang yang dipakainya. Wow memeknya terlihat sangat membukit di antara kedua pangkal pahanya. Aku yang sudah dua bulan puasa karena perut Vita yang makin membesar akibat kehamilannya menjadi tidak sabar untuk segera menyentuhnya.

KUbaringkan tubuh ibu mertuaku lalu aku mengambil posisi berbaring dengan arah berlawanan. Maksudnya agar aku bisa leluasa menjangkau memeknya dan ibu tetap bisa bermain-main dengan kontolku. Bukan cuma tetek Vita yang kalah besar dengan milik ibunya. Dari segi ukuran dan ketebalannya, memek mertuaku juga lebih unggul.

Mantap dan menawarkan kehangatan yang menantang untuk direguk. Aku langsung mengecup dan mencerucupi inchi demi inchi organ vital milik ibu mertuaku. Menjilatinya mulai lipatan bagian dalam pahanya hingga ke bagian yang membukit dan ke celahnya yang hangat dan sudah mulai basah. Ibu tak mau kalah. Kurasakan biji-biji pelirku dijilati dan dicerucupi serta dikulumnya.

Tubuhku mengejang menahan kenikmatan yang tengah diberikan ibu mertuaku. Meski harus setengah dipaksa, Vita memang sering mengulum penisku sebelum bersetubuh. Namun yang dilakukan ibu mertuaku dengan mulutnya pada penisku sangat menggetarkan.

Kalau terlalu lama pertahananku bisa jebol dan KO sebelum dapat memberi kepuasan kepada ibu mertuaku. Aku tidak mau ibu mertuaku menyangsikan kejantananku. Apalagi di perselingkuhan pertama kami.

Untuk mengimbangi permainannya, lidahku kubenamkan dalam-dalam di lubang memeknya dan mulai mencongkel-congkel itilnya. Tubuh ibu mertuaku tergetar ketika ujung kelentitnya kukulum dan kuhisap-hisap dengan mulutku. Kudengar ia mulai mengerang tertahan.

Ia membuka lebar-lebar pahanya dan menghentikan jilatan serta kulumannya pada kontolku. Rupanya ibu mulai menikmati permainan mulutku di liang sanggamanya. Itilnya makin menyembul keluar akibat pososi pahanya yang makin mengangkang. Makin kuintensifkan fokus permainanku pada kelentitnya.

Kukecupi, kuhisap dan kutarik-tarik itilnya dengan bibirku. Aakkhhhh. ssshh aahhhkkkhh enak bangat Win. Kamu apakan itil ibu Win. Aakkkhh aakhhhh aaaaaahhhhh, Rintihan dan erangan ibu makin menjadi. Bahkan sesekali terlontar kata-kata jorok dari mulutnya.

Bisa-bisa Mbok Darmi, pembantu ibu mertuaku yang tidur di belakang mendengar dan menaruh curiga. Maka langsung kutindih tubuh ibu dan kusumbat mulutnya dengan mulutku. Lalu dengan tanganku, kuarahkan kontolku ke liang sanggamanya

Kugesek-gesekkan kepalanya di bibir luar memeknya dan kemudian kutekan. Akhirnya,  ssleseeep.. bleeessss! Tubuh ibu mertuaku menggerinjal saat batang penisku menerobos masuk di lubang memeknya. Ia memekik tertahan dan dicubitnya pantatku. Ih.. jangan kenceng-kenceng nusuknya.

Kontol kamu kegedean tahu kata ibu mertuaku tapi tidak dalam nada marah. Seneng juga dipuji ibu bahwa ukuran penisku cukup gede. Sama punya Okto gede mana Bu Ibu rupanya kurang suka nama itu disebut.

Ia agak merengut. Membayangkan ibu disetubuhi Okto saya cemburu Bu. Makanya saya pengin tahu, ujarku berbisik di telinganya. Ibu tidak akan mengulang lagi Dik. Ibu janji. Punya dia kalah jauh dibanding kontolmu.

Memek ibu kayak nggak muat dimasuki kontolmu. Ah.. marem banget, jawabnya melegakan. Kembali ibu mendesah dan merintih ketika mulai kukocok lubang nikmatnya dengan penisku.

Awalnya terdengar lirih. Namun semakin lama, saat ayunan dan hunjaman kontolku makin laju, kembali ia menjadi tak terkendali. Ia bukan hanya merintih tetapi mengerang-erang. Kata-kata joroknya juga ikut berhamburan. Ah..sshhaaahh terus Dik.. ya.. ya terus coblos memek ibu.

Ah..aaahhh sshhh enak banget kontolmu Dik. Gede dan mantep banget. aahhhh .aaaooooohhhh..ssshhhh, Celoteh dan erangannya membuatku makin bernafsu. Apalagi ketika ibu mulai mengimbangi dengan goyangan pinggulnya dan membuat batang kontolku serasa diremas-remas di lubang memeknya.

Ternyata memeknya masih sangat legit meski terasa sudah longgar dan kendur. Erangan ibu makin keras dan tak terkendali, tapi aku tak peduli. Memek ibu juga enak banget. Saya suka ngentot sama ibu. Sshhh. aaahh.. yaa terus goyang bu aahh.. ya. ya buu.aahsshhh,

Berkali-kali hunjaman kontolku kusentakkan di lubang memek ibu mertuaku. Ia jadi membeliak-beliak dan suara erangannya makin kencang. Goyangan pinggulnya juga terus berusaha mengimbangi kocokan kontolku di liang sanggamanya. Benar-benar nikmat dan pandai mengimbangi lawan mainnya.

Bahkan, ini kelebihan lain yang tidak kutemukan pada diri Vita, memek ibu yang tadinya terasa longgar otot-otot yang ada di dalamnya kini seakan hidup. Ikut bergerak dan menghisap. Ini mungkin yang dinamakan memek empot ayam. Aku jadi ikut kesetanan. Sambil terus menyodok-nyodokkan kontolku di lubang vaginanya, pentil tetek kuhisap sekuatnya.

Ibu mengerang sejadi-jadinya. Saat itulah kedua kakinya melingkar ke pinggangku, membelit dan menekannya kuat-kuat. Rupanya ia hendak mendapatkan puncak kenikmatannya. Makanya kusumbat mulut ibu dengan mulutku.

Lidahnya kukulum dan kuhisap-hisap. Akhirnya, setelah kontolku serasa diperah cukup kencang, pertanahanku ikut jebol. Air maniku menyemprot cukup banyak di liang sanggamanya bercampur dengan cairan vaginanya yang juga membanjir. Tubuhku ambruk dan terkapar di sisi wanita yang selama ini kuhormati sebagai ibu mertua.

Entah berapa lama aku tertidur. Namun saat bangun, ibu mertuaku sudah tidak ada di ranjang tempat tidurku. Rupanya ia sedang berada di dapur membuatkan teh panas untukku setelah membersihkan diri di kamar mandi. Seulas senyum memancar di wajahnya saat kami saling tatap sebelum aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri

Wednesday, November 13, 2019

Sesi Foto Menjadi Sesi Mesum

SahabatQQ - Suatu sore di saat aku menunggu rekanku. Aku duduk di depoan teras Dimana suasana saat itu hujan baru berhenti dan jalanan masih basah. Saat itu pukul 16.10 WIB

Sesi Foto Menjadi Sesi Mesum


Hari itu emangnya sedang ada janji untuk penerimaan anak model perlu aku ceritakan sedikittemenku si Andi ini adalah foto grapher untuk boutique dan sering juga menangani penyediaan model untuk iklan baik di majalah maupun brosur dan hari ini rencananya ada anak baru yang ingin bergabung maka dari itu kita sepakat untuk mewawancarai dan melakukan testing dan hal lain sesuai standart Andi emang gua pikirin dia yang punya studio sedang aku khan cuma temen aja pangkatnya.

Ada dua orang cewec naik Black Astrea berhenti depan pagar studio Andi cewec yang duduk di boncengan turun dan menanyakan  Apa betu ini Andi Studio   Betul, kamu yang ada janji dengan Bang Andi ya  tanyaku sambil menyebut Andi Bang sesuai pesan dia.
Iya saya dan temen saya ada janji ketemu dengan Bang Andi di sini sore ini, Bang Andinya ada
 Bang Andi belum dateng, lagi cari film, kebetulan kehabisan film, tunggu aja bentar juga datengmotornya masukin aja jawabku sambil membuka pintu.
Mas ini siapa  tanya yang bawa sepeda motor sambil dorong motornya memasuki halaman studio.
 Saya cuman kacungnya jawabku asal.  Tunggu di dalem aja, sekalian isi formulirnya dulu ya

Singkat cerita mereka udah duduk di sofa ruang tunggu sambil mengisi formulir data sheet yang dititipkan Andi untuk diisi oleh semua calon modelnya. Mereka menulis di meja sofa sehingga sedikitnya aku bisa lihat pemandangan 4 gunung indah rasanya seperti dalam mimpi aja mereka tidak sadar dan aku selalu pasang gaya serius tanpa maksud
4.37 WIS baru aku dengan Andi datang dengan BMW kuningnya Hai udah lama nunggu ya katanya sambil terus ngloyor ke studionya tanpa nunggu jawaban dari yang ditanya.
Jos , sudah kamu suru isi data sheet form  teriaknya dari dalam Udah lagi diisi
Kalo udah sekalian kamu bantu ukur mereka  maksudnya ukuran badan untuk melengkapi form data sheet. Akupun segera masuk ke studio untuk ambil meteran jahit Anaknya kece gara  tanya Andi. Sip Ndi toketnya bagus dech gue sempet ngelihat sebentar mo diacarain tanyaku. Boleh aja cuman kalem ya biar ngga nyolok  sahut Andi sambil memasang film di cameranya.
 Okay siapa yang sudah selesai coba kamu siapa nama kamu yang pake kaos hijau Saya Ditha Mas sahutnya. Sini kamu saya ukur dulu sambil nunggu temen kamu ngisi form  AKu mulai melingkarkan meteran kain di dadanya sambil menepatkan angka aku coba baca 92 Cm  lalu aku tulis di kolom Bust ( dada ) 86 Cm  aku tulis pada kolom waist ( pinggang ) dan untuk kolom hips ( pinggul ) aku isi angka 96 Cm, Height 169 Cm Ukuran gila ini pikirku paling tidak BHnya 36 B minimal ini itu aja pasti floating ( tumpah keluar ).
 Udah Joss  tanya Andi saat keluar ruang studio dia mulai lihat pada catatan yang aku buat  Masa dadanya 92 sich sambungnya.  Paling 90 kurang. ngga gede2 banget kok kamu ngukurnya ketat apa longgar . Ya sepantasnya pas gitu  jawabku.  Coba meterannya  dan Andipun mulai mengukur si dada besar tadi. rupanya dia pengen juga nyenggol dan merasakan si dada besar. Dia coba dengan dipaksakan pada posisi 90 Cm, sampai dada tersebut kelihatan banget terjepit,, lalu dia goyang2 kanan dan kiri, sampai dada itu terguncang. menrangsang banget Sempit ngga rasanya kalo segini sambil pura2 nanya pada Ditha Iya rada sempit jawab Ditha polos. Andi berusaha melonggarkan meteran tapi tangan dia bagian telapaknya sengaja dipaskan pada bulatan dada tersebut sambil sedikit menekan aku lihat itu dan entah Ditha merasa apa tidak EGP ajalah. Selesai dengan mengukur tiba2 tangan Andi kedua-duanya meremas kedua dada besar tersebut sambil bilang  Sorry ya eh dada kamu ini besar dan emang 92 Cm tapi sebaiknya kamu pake BH kecilan dikit dech. kamu pake ukuran berapa . 36 C  jawab Ditha.  Coba dech kamu pake 36 B  lanjut Andi sambil terus meremas alus banget gayanya ngga nyolok kalo lagi napsu.  Sini dech ikut saya ke studio Jos loe selesaiin pengukuran temennya ya gua mo langsung shoot  kata Andi sambil menarik tangan Ditha. Aku dengar dari luar Andi amsih berceloteh soal BH dan penampilan ach no reken ajalah masih ada satu lagi cukup gede juga nich temennya
Nuke  nama temen si dada besar ukurannya 90, 86, 92 dan tinggi 171 Cm ngga kalah nich maka kalo Ditha dapat julukan si dada besarmaka Nuke sebaiknya aku kasi julukan Big Tits artinya sama kan.


Selesai semua pengukuran aku aja Nuke masuk studio saat itu Andi sedang memperbaiki gaya Ditha untuk arsip shoot melengkapi data sheet pokoknya udah kaya di majalah Playboy aja pake data sheet dan photo segala mana saat itu photonya semi lagi Ditha hanya pake BH ( stock, bukan BH dia waktu dateng dan emang di studio udah banyak stock bikini dan lain-lain pakaian ) dan bagian bawahnya ditutup kain sutra tipis warna magentha wak terlambat gua pasti Ditha udah ditelanjangi ama si Andi tapi biar ach gua juga remes2 dada si Nuke tadi coba praktekin teori Andi pada Ditha. Lumayan konak aku saat ngeremes tadi mana Nuke diem aja lagi aku ngga jelas Nuke takut, sungkan atau sebaliknya menikmati remasanku yang penting dapat remasan dada gede sore ini dan cukup lama lagi.
Nuke kamu ganti baju kamu dulu dech kataku mulai bikin acara lanjutan mumpung Andi lagi sibuk photoin Ditha Aku pilih2 baju dan costum yang ada kali aja ada yang pas bisa buatach bodo pusing mikirnya sampe aku temu kaos gambar Winny the Pooh warna putih tipis Ndi loe jadi buat photo wet look tanyaku asal sambil coba kasi kode ke Andi.  Oo.. jadi donk langsung aja sekarang suru ganti kaosnya iya itu yang loe pengang itu aja suru pake nanti Ditha gua ambilin yang di ruangan sebelah  sahut Andi. Nuke mulai membuka pakaiannya satu per satu termasuk BHnya saat itu jantungku udah ngga karuan lagi berdegub gila dadanya gile banget putingnya tampak rata warna rada pink ach gila dech aku tak kuat untuk cerita di sini karena terlalu banyak dan cepatnya otakku untuk mengurai lagi kata2 dan kecepatan ketikku ini tidak mampu menampung kata2 yang tersusun lagi pokoknya bayangin aja toket ukuran 90 Cm ring dada BH 36 B, kulit warna putih pokoknya gila abis dah Dia mulai pakai kaos pemberianku dan Yuk ke kamar mandi untuk basahin kaosnya Dia nurut aja saat itu emang kaosnya panjang banget dan doi ngga pake rok cuman CD dan kaos ajakebetulan CD doi warna putih jadi pas banget dengan kaos Poohnya. Sampe di kamar mandi aku mulai ambil gayung air dan bilang  Sorry ya kalo dingin bilang langsung aku guyur dia pas di bagian dadanya Aku sengaja siram agak banyak dan dia melompat kedinginan terus terang aja kamar mandinya khan nyambung dengan studio dan studio itu pake AC dingin banget dari siang udah nyala jadi airnya juga ikut dingin.Okay sini aku bantu  aku mulai ngelus dadanya karena ada bagian yang menggelembung isi angin khan jadi toketnya ngga kelihatan becetak di kaossambil neken aku rasakan rabaan di dadanya dan walau dingin seeerrrr juga. dia masih diem nurut aku elus terus berputar-putar di dadanya aku alasan kalo supaya tampak benar bercetak. makanya harus ditempelin semua permukaan kaos ke kulit. Sudahannya aku seperti melihat di telanjang polos karena betul-betul bsah kuyup dia saat itu barangku udah ngga keruan lagi full konak mana tahan. sakit rasanya aku masih berusaha mengusap dadanya sedikit meremas walaupun sudah complit tercetak seluruh badannya di kaos Pooh tadi aku baru tersadar sejenak saat mendengar dia mulaimendesah. ( saking asyiknya lupa kalo udah cukup lama dan gilanya dia diem aja terus ) saat itu baru aku berhenti dan bilang udah kayaknya pas sekarang Mas tangannya tadi anget banget di dada saya  katanya perlahan hampir tak terdengar. Saat kami keluar kamar mandi dia berpegangan lenganku yang kanan mungkin masih terlena dengan kemesraan barusan ( kali aja mana aku tau  ).

Saat ini mereka sedang dalam pemotretan wet look kaos mereka basah total dada mereka tercetak abis seakan telanjang meriamku konaknya minta ampun. Aku beranjak ke kamar mandi mo pipis saking ngga kuatnya melihat pemandangan yang menguras tenaga detak jantungku sudah seperti apa tau
Di kamar mandi sekalian pipis aku check meriam jagurku busyet palanya merah banget meradang seperti jamur kesukaan Sammy ( yang punya HP ini ) orang lain boleh saja bangga dengan ukuran diameter atau panjang meriam tapi bagiku kepala meriam adalah segalanya ngga salah kalo Sammy suka banget sama jamur ( mushroom ) abis pipis aku cuci dulu Kabag Meriam ( Kepala Bagian Meriam ) sudah itu aku basahi juga celanaku dengan air segayung Aduh basah dech celetukku pura-pura tidak sengaja
Aku keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan CD dan pakaian atas sedang celena panjangku sengaja aku tenteng aku jalan melewati kedua mahluk halus tersebut aku cari hair dryer untuk mengeringkan celana panjangku.
Saat melewati mereka mata mereka berdua seakan terpaku pada si Kabag tadi terpesona kali baru sekali ini lihat Kabag begitu menggoda Kok kaos kaki dimasukkin CD sich Mas celetuk Ditha
 Ini asli lho bukan gulungan kaos kaki ngga percaya balasku menantang Kamu semua belum tau Jossy punya. kaya jamur kepalanya gede banget sampe menuh-menuhin bungkusnya sambung Andi
Kasi unjuk Joss biar mereka tau  lanjut Andi lagi Akupun datang menghampiri mereka yang sedang pada pose duduk di lantai, aku berdiri pas di depan mereka. dengan mata melotot keduanya memandang Kabagku Hhhhhgghhh terdengar helaan nafas Nuke.Gila banget baru kali ini gue lihat ucap Ditha ngga dapat melanjutkan kata-katanya karena tertegun abis. Kalo mo pegang silahkan mumpung masih baru yang ini dijamin halal kataku. Tangan Nuke hampir saja diraihkan pada Kabag tapi urung karena masih malu kali.  Udah Nuk terusin aja boleh khan Mas  lanjut Ditha.
Sini tangan kamu kalo ragu dengan apa yang kamu lihat Kataku sambil langsung meraih tangan Nuke. Pleeek aku letakkan tangan Nuke pada seluruh batang tubuh meriamku. Shock tampak dari sorot mata Nuke. tiga jenak kemudian aku rasakan jemari Nuke mulai bergerak lembut seakan memijit batang meriam kuuntuk lebih meyakinkan kali ya.
Gila banget Dit komentar Nuke.  Mas boleh lihat ya masa dari tadi Mas-Mas ini lihatin kita kaya gini biar fair dan seri ya pinta Ditha. Andi yang sedari tadi udah ngga ketahaan tampaknya. langsung aja maju dan Okey kalo kamu semua mo bikin seri, kita buka semua pakaian masing-masing  sambil melepas kaos Andi maju menghampiri posisi pemotretan.

Kita berempat telah telanjang bulat saling pandang saling bengong kayanya mereka ini juga belum senior banget. Badan mereka indah sekali entah bagaimana melukiskannya dengan kata-kata kamu semua bayangin aja sendiri. Aku yang sudah dari tadi konak meriamku sudah mengacung posisi jam 11 demikian juga dengan Andi Kok kalian sama sich sudah pada siap tempur semua kita mo diapain kok anunya sudah kaya gitu tanya Nuke sediit ngeri. Dalam kepolosan itu kami berdua tidak dapat lagi menyembunyikan ketegangan kami yang memuncak. Kami mulai pilih masing-masing pasangan aku dapat Nuke Andi dapat Ditha langsung kami peluk dan aku mulai menghunjami dengan ciuman mautku yang terkenal dengan sebutan ciuman bidadari pencabut sukma demikian julukan dari Sammy terus terang aku dan Sammy berteman dan sempat beberapa kali aku ikut pesta Sammy dan beberapa kali pula Sammy sempat merasakan ciuman mautku, sampe-sampe dia memberi julukan seperti itu karena katanya terlalu melenakan dan membawa korban ke langit gelap . Tampak Nuke mulai memejamkan mata persis dengan apa yang dilakukan Sammy pada saat menerima ciuman pertama dariku. Lama kami berciuman tapi bagiku lama dan sebentar bukanlah ukuran untuk menghanyutkan korban melainkan kwalitas dari ciuman dan aliran emosi yang terkandung di dalamnya Mhhhh. desahku sambil bergetar kecil menambah hangatnya suasana dan melenakan Nuke. Sementara itu Andi dan Ditha sudah sabil meremas dan bergumul di lantai studio.. panas aku melihatnya dan sengaja aku arahkan pandangan Nuke supaya dia makin terpengaruh

Lima belas menit kira-kira kami bergumul aku lihat Andi mulai berganti posisi 69 dan aku mulai makin spaneng votageku mulai tinggi aku berusaha berdiri menuntun Nuke mendekati pasangan Andi dan Ditha Kamipun lalu membentuk formasi bujur sangkar. Aku hisap milik Ditha, Ditha hisap meriam Andi, Andi memasukan lidahnya pada lobang Nuke dan Nukenya malah asyik menjilatin dua peluru meriamku sambil tangan kirinya memainkan Kabagku entah berapa puluh bahkan may be ribu jenak kemudian aku mengusulkan ganti posisi Sekarang giliranku menyerang Nuke Nuke ke AndiAndi memainkan clits Ditha dan Ditha langsung memasukkan Kabagku dalam mulutnya yang diawali dengan jilatan rata pada Kabag Gile. Joss loe punya sakit mulut gue sempit masuknya kemulut gue kata Ditha, yang lalu disahutin Nuke  Salah loe sendiri dari tadi gue cuman berani ngejilatin aja mo masukin kemulut ngeri robek mulut gue.
Aduh gimana rasanya kalo dimasukin dalam anu ya  tanya Dith Kayanya bakalan penuh lobang gue entar cowoc gue tau lagi gue abis kesruduk gajah.  lanjut Ditha.
Emang cowok loe punya segede apa sich Dit  tanyaku menyelidik.  Gede sich panjang lagi Ditha bilang  Tapi loe punya ini gile kepalanya bener-bener besar kepala
Ya udah jangan loe puji terus ntar aja dicoba makin loe puji makin besar kepada dia nanti  sahutku membahas meriamku. Nuke udah ngga kuat rasanya dia langsung bilang dan minta duluan Joss gue pengen cobain sekarang kayanya dengan banjir gini gue bisa nahan loe punya. . Aku bergerak untuk ambil ancang-ancang, Nuke aku sandarin pada bantal besar di situ. dengan posisi dia di bawah aku mulai jongkok untuk siap menyerang. tampak memang barang Nuke telah basah kuyup. aku sentuh dulu dengan jari-jari kiriku. hangat dan basah total tangan kananku membimbing meriamku dan aku tempelkan pada gua garba Nuke hangat terasa lembab basah jantungku saat itu sudah kaga keruan lagi bedegupnya maklum mo nyantap cewec kencur yang bodynya ajubile

Bleeesssssssssssssshhhhhg pelan namun pasti aku benamkan langsung 3/4 bagiannya aku tarik sampe Kabag  lalu berhenti biar Nuke sempat menikmati pembukaan itu persembahan kepala besar. merem meringis dan entah apa lagi expresi Nuke saat itu aku bingung antara sakit nikmat dan gejolak yang tidak tertahankan Hhhhhhhhgg helaan nafas Nuke terdengar Aduh gile Dit rasanya  kata Nuke sambil mengeleng-geleng kepala seperti orang yang pasrah tak sanggup berujar. Aku mulai tekan lagi, kali ini langsung diteruskan dengan manuver berputar saat mentok berasa sekali ujung goa Nuke. grekkena lo ikirku Eeemmmmmhhhhhhhhhh erang Nuke saat kayuhan mentok tersebut tangannya langsung merangkulku era akupun masih terus menusuk-nusuk Nuke sambil manuverbeberapapuluh sodokan aku ayunkan pada posisi itu sebelum aku cabut dan menuntun Nuke ke kursi sofa yang ada di runag studio itu Aku suruh Nuke meletakkan kaki kanannya di atas dudukan sofa dan kaki kirinya tetap di bawah sedang tangannya bertumpu pada sandaran sofa posisi pantatnya nungging mempesona aku mulai lagi mengarahkan meriamku pada sasaran. bleeeeeshhh. mulai masuk dan beberapa goyang maju mundur standart mengawali permainan aku bungkukkan badan untuk meraih si Big Tits dapet dan aku mulai meremas lembut sambil terus menggoyang maju mundur dan sesekali aku sendok ke atas untuk memberi shock terapi Hhhgg itu saja yang sempat keluar dari mulut Nuke di sela erangan-erangannya yang terus meluncur tanpa henti
Aku geser dengan tanpa mencabut dulu meriam terbenam aku suruh Nuke tiduran di atas sandaran sofa dan kakinya masih menggantung di lantai. aku lanjutkan sodokan dari arah belakang kali ini lebih tenang karena pegangan Nuke cukup akupun mulai mengayun keras kemudian setelah beberapa menit aku cabut dan tiduran di sofa selonjor kakiku ke bawah dan aku minta Nuke duduk di atasku Nuke melakukannya dengan membelakangiku pelan-pelan dia memasukkan dengan bantuan bimbingan tangannya lama juga kami bergoyang di posisi itu sampe Nuke menggelinjang tegang Joss. ak aku keluar . achhhh emmmhhhhhhhh. aduh Joss. enak banget ehhhhk erangnya yang aku sambut dengan sodokan makin keras dan kuremas pinggulnya. aku coba bangkit dan meremas dadanya sambil menekan tubuhnya lebih kebawab biar mentookEeeeehhhhmmmmmmmmmmm.. hhhhheeeeeeeechhhhhhhhhh..emmmmmm. acchhhhhh
aduuuuuuhhhh.hhhhh  itu saja yang terus keluar dari mulutnya sedari tadi. Tampaknya Nuke sudah lunas.

Kali ini dia cabut dan berbalik arah menghadapku kembali dia masukkan meriamku ke dalamnya. Permainan kali ini berawal lamban dan beberapa goyangan berlalu makin cepat Nuke memutar pinggulnya yang aku iringi dengan dengan sodokan memutar dan ke atas. Tanganku kedua-duanya asyik meremas Big Tits. memilih putingnya. dan sesekali naik ke pundaknya. balik lagi ke dada Addduuuu..uhhhhhhh. keluar lagi ni  katanya setelah beberapa menit aktif di panggung politik dengan manuver-manuver canggihnya. Aku masih tegar dan belum ada rencana upload sperma ke Home Page Nuke.  Gile lemes gue udah dua kali.  katanya sambil terengah-engah Dit loe gimana  tanya Nuke melihat temennya lagi digoyang keras banget sama Andi batang Andi emang panjang banget sehingga dia bisa menarik jauh dan menyodok dalam. sampai terdengar suara Ditha  Hekheeekkkk  berkali-kali.  Ditha kita keuar bareng yuk ajak Andi Gue udah ngga bisa keluar lagi kayanya udah tiga kali Bang sahut Ditha creeethh crrreeeee thhhhh.. Andi keluar tanpa dibarengi Ditha. Merekapun ngegelosor berduaan di lantai. Andi tampak sekali kelelahan. Sedang Nuke mulai mencoba menggoyang sekali lagi dengan sisa tenaganya Nuk kamu di bawah aja kataku dan Nukepun pindah kelantai aku mulai menghunjam keras milik Nukedengan bertumpu pada kedua lenganku sehingga membentuk segitiga kakiku lurus ke belakang ayunan lurus jarak panjang.. sampe mentok. aku ayun cepat. dalam hunjaman luruh tanpa kombinasi terus terus terus terus terus terusterus dan terus tapi belum juga keluar sampe Nuke teriak Aaaaaaaaccccccchhhhhhhh sambil badannya menggelinjang hebat. aku masih dalam gaya yang sama dan  Aaaaacccccchhhhhhhhhh.. ahhhaaaaahhhhhhhhh. aaaaaaaccccccchhhhhhhhhhhhhhhhhhh aaahhhhhhhh.  itu erangan panjang yang aku pernah dengar dari seorang gadis yang aku setubuhi selama ini sering sudah aku bikin puas cewe tapi erangan klimaksnya tidak sepanjang ini.  Aduh.. hhhhheeeeeeeeeeeeeeehhhhh  Lemes sudah tampaknya si Nuke abis keluar orgasme panjang seperti itu.
Aku masih menindihnya walau tidak menggoyang lagi takut dia ngilu dan aku peluk dia dengan penuh kasih.. rasanya aku sayang banget dengan dia.wajah mudanya tampak tak berdayabeberapa jenak kemudian aku bangkit dan mencabut meriamku yang belum selesai bertempur aku lihat Ditha setengah tertidur aku hampiri dia dan aku belai rambutnya yang acak menutup sebagian wajahnya Dit panggilku perlahan Tidak menyahut dia tapi tangannya merangkul ke tengkukkusambil bermalas-malasan. aku ambil lap camera yang ada dekat kakiku aku keringkan milik Ditha Setelah kering aku coba sorongkan meriamku langsung masih tegak gagah perkasa diasebelum masuk aku gosokdulu di depan lobang buaya lalu dep bleeesssshhhh. Kabag mulai menengok ke dalam blleeeeeeeessssssshhhhhhh semuanya sisa meriam aku benamkan pada tusukan kedua pelan sambil kupeluk Ditha aku goyang pelan sekali. tenang. terus sampai lama sekali. aku merasakan kemesraan yang dalam.. hangat. dadanyayang lebih besar dari punya Nuke. sesak mendorong di dada bidangku lamunanku berputar sambil meriamku terus mengucek milik Dithayang bikin aku makin panas adalah membayangkan Ditha yang pasrah dan penuh kehangatan dalam dekapan dan goyanganku ini ternyata masih baru merayakan ulang tahun yang ke 17 beberapa hari lalu itu aku lihat dari data sheetnya sebelum main tadi. Perasaan bermain dengan anak kecil yang baru tumbuh. hangat. dan lain-lainnya yang mengangkat imajinasiku semakin tinggi membuat aku mulai kewalahan mengatur nafsuku sendiri rupanya aku telah terangsang oleh imajinasiku sendiri. maka sebelum akhir dari semua demonstrasi ini aku percepat dan kusodok abis dengan manuver-manuver tingkat tinggi. Byaaaarrrrrr.. jebol juga pertahananku tapi pada saat yang sama aku lihat Ditha juga mengejang dan mencengkeram pundakku makin keras aku tahan terus. tambah cepat sodokan dan akuirnya berhasil juga aku upload spermaku ke Home Page Ditha sementara Ditha mulai delete sperma hasil upload dan yang lainnya karena tampaknya terlalu banyak yang harus ditampung dalam buffernya hingga tertumpah sebagian . meleleh keselangkangannya di antara kedua paha mulusnya. lalu aku cabut karena ingin membagi sisa file ke Home Page Nuke Nuke masih mengangkang pada posisi seperti waktu aku log off tadi blesshhh sisa tegang masih dapat menembus main frame Nuke dan aku kucek-kucek sejenak dan tidur lemas tanpa mencabut batangku dari Nuke

Nuke sesekali dengan lemas masih berusaha membelaiku Terima kasih Joss. baru kali ini aku merasakan yang seperti ini nikmat sekali biasanya aku ngga pernah nyampe yang seperti tadi kaya kesetrum  kata dia perlahan sambil merem.
Kamipun tertidur berempat sampe sadar-sadar ketika nuke mengeliat dan aku lihat arlojiku sudah menunjukan jam 10.25 dingin terasa menusuk karena telanjang dan keringat telah lama mengering dari tubuh kami lalu aku bangun dan disusul dengan Nukeberdiri dan kami hendak membasuh tubuh yang penat ini dengan air hangat di shower kamar mandi studio. Sebentar di kamar mandi dengan tetap berpelukan dan saling menyabun badan yang lain air hangat shower tetap mengucurtiba-tiba pintu terbuka dan Andi tampak menggendong Ditha masuk Join donk  kata Andi lalu kami mandi berempat Ndi loe pake dech shower ini aku mo di corner bath tub aja dech kataku lalu aku nyalakan air hangat di bath tub aku isi dengan shower gel  sambun khusus untuk bath tub  aku aduk sampai buihnya banyak Aku dan Nuke masuk tak lama kemudian disusul oleh Andi dan Ditha kami berempat berendam dalam satu bath tub emang bath tubnya gede banget karena bukan beli jadi kayanya pesenan soalnya dari batu granit dan muat untuk orang lima sekeluarga kali.
Berempat kami ulangi lagi permainan tadi sampe perut kami terasa perih baru kami basuh badan dan ganti pakaian lalu keluar cari makan dengan tubuh lemes banget

Monday, November 11, 2019

Staf Baru yang Sangat Menggoda

SahabatQQ - Kejadian ini saat aku belum menikah dan masih bekerja di perusahaan distribusi makanan. Aku saat itu menjadi Chief Account Officer dan salah seorang stafku yang baru bekerja 4 bulan namanya Alexa , dia seorang sarjana ekonomi yang baru setahun lulusnya umurnya masih 23 tahun .

Staf Baru yang Sangat Menggoda


Kejadian ini terjadi saat aku belum menikah dan status masih pekerja di perusahaan distribusi makanan. Saat itu aku bekerja di bagian Chief Account Offiver dan salah seorang stafku yang baru kerja 4 bulan bernama alexa. Alexa seoarang sarjana ekonomi lulus di saat umurnya 23 tahun

Dulu saat pertama kali masuk kantor kulihat sering diantar dan dijemput pakai motor oleh pacarnya , tetapi sudah ada seminggu terakhir Alexa selalu mengendarai motor sendiri . Memang Alexa berwajah manis, hanya sayang kurang tinggi sedikit.

Yang menarik buat lelaki semacam saya adalah bibirnya yang selalu kelihatan basah terus karena lidahnya sering dipakai membasahi bibirnya dan selain itu model rambutnya yang pakai gaya sedikit yang terurai di dekat telinga dan diberi jelly hingga kelihatan basah.
Juga yang kelihatan sensual adalah cara berpakaiannya karena Alexa ?selalu pakai baju atau kaos yang agak ketat sehingga perutnya kelihatan ramping dan buah dadanya terlihat agak menonjol. Memang buah dadanya sendiri tak terlalu besar tetapi cukup bagus bila pakai baju atau kaos yang ketat.

Suatu saat aku tegur dia,
Alexa , kenapa sekarang kamu naik motor sendiri
Yaahh , yang antarin sudah nggak ada, sahutnya .
Masak iya , kemana pacarmu itu  tanyaku.
Aach, nggak tahu pergi kemana dia , biarin saja  , jawabnya dengan nada kesal .
Beberapa hari kemudian, saat makan siang , aku melewati kamarnya , kebetulan cuma Alexa seorang diri dan sedang makan, rupanya yang lain makan keluar , segera kumasuk dan duduk di depan mejanya .
Kalau gitu besok malam ya Pak
Boleh, Bapak jemput jam berapa
Alexa sampai kost jam 5 sore, lalu mandi dulu, jadi kira ? kira pukul 6 sore ya
Oke , sahutku.

Besok sorenya setelah saya pulang ke kost dan mandi lalu siap ke kostnya Alexa . Sampai di sana ternyata Alexa belum selesai hingga kutunggu beberapa menit, kemudian kita langsung berangkat . Karena baru pukul 6 . 10 padahal filmnya mulai pukul 7 , maka kita putar- putar kota dulu.

Dalam mobil aku bilang dengan Alexa kalau lagi nggak dinas begini jangan panggil aku Pak, sebab umur kami paling hanya berbeda 7 tahun , aku jadi nggak enak dong. Akhirnya setelah putar  putar kita langsung ke bioskop dan beli tiket lalu masuk, aku memang sengaja minta tempat duduk yang di pinggir . Rupanya filmya kurang bagus , sebab sampai saat mulai penontonnya hanya sedikit

Memang artis- artis yang main seksi  seksi, apalagi film Mandarin terhitung banyak yang berani juga actionnya. Kalau pas adegan yang hot Alexa tiba ?tiba memegang tanganku, suatu saat kalau adegan panas sebelum tangannya Alexa yang beraksi kupegang dulu telapak tangannya erat  erat .

Walaupun adegan panas sudah berlalu tangannya tetap kupegang terus dan perlahan  lahan tangannya kuletakkan di atas pahanya . Ketika Alexa masih diam saja atas aksi ini , maka jari  jariku kupakai untuk mengutik- utik pahanya yang sudah terbuka karena roknya yang agak pendek itu naik kalau buat duduk . Beberapa menit hal itu kulakukan dan Alexa pun masih diam, lalu tangannya kutarik ke paha lebih atas sekaligus untuk menyingkap roknya supaya naik ke pangkal paha .

Setelah kulihat roknya menyingkap sampai hampir pangkal pahanya sehingga paha yang mulus itu terlihat remang- remang dengan penerangan cahaya dari film saja . Aku pura pura diam sebentar, kebetulan ada adegan panas lagi dan tanganku segera memegang pahanya dan tangan Alexa memegang bagian atas tanganku .

Makan sendirian saja
Iya Pak, sahutnya . Sambil makan, Alexa melihat- lihat iklan bioskop di koran . Tiba -tiba Alexa berbicara,
Waah , film Mandarin ini bagus Pak, Alexa kepingin nonton tapi nggak ada teman sekarang.
Kalau memang nggak ada teman nanti saya temani kataku.
Ah, Bapak bisa saja , nanti pacar Bapak marah lho  sahutnya .
Yaa, jangan sampai ketahuan dong, sekali -kali kan nggak apa- apa , kataku.
Kalau sungguh , kapan Bapak bisanya asal jangan yang malam  malam , paling lambat yang pukul 7 .00 malam , jelas Alexa .
Besok malam  Pokoknya jangan Sabtu dan Minggu malam itu acara Bapak sudah patent? kataku

Sunday, November 10, 2019

Dipuaskan 2 Wanita Cantik

SahabatQQ - Suatu siang hp ku berbunyi di saat aku hendak makan siang. ada seorang wanita yang menelponkan dan setelah ku angkat..
Dipuaskan 2 Wanita Cantik


“Hallo, selamat siang joko,” suara wanita yang sangat manja terdengar. “Helo juga, siapa ya ini?” tanyaku serius. “Namaku Karina,” kata wanita tersebut mengenalkan diri. “Maaf, Mbak Karina tahu nomor telepon kantor saya dari mana?” tanyaku menyelidiki. “Oya, aku temannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu,” jelasnya. “Ooo… Yanti,” kataku datar.

Aku mengingat kisahku, sebelumnya yang berjudul empat lawan satu. Yanti adalah seorang wanita karir yang juga ‘mewarnai’ kehidupan sex aku.

“Gimana kabarnya Yanti dan dimana sekarang dia tinggal?” tanyaku. “Baik, sekarang dia tinggal di Surabaya, dia titip salam kangen sama kamu,” jelas Karina.

Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang sudah kenal lama. Suara Karina yang lembut dan manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana bentuk fisiknya dari wanita tersebut. Saat aku membayangkan bentuk fisiknya, Karina membuyarkan lamunanku.

“Hallo… Joko, kamu masih disitu?” tanya Karina. “Iya… Iya Mbak… ” kataku gugup. “Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yanti yaa?” tanyanya menggodaku. “Nggak kok, malahan mikirin Mbak Karina tuh,” celetukku. “Masa sih… Aku jadi GR deh” dengan nada yang sangat menggoda. “Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?” tanya Karina. “Boleh aja Mbak… Bahkan aku senang bisa bertemu dengan kamu,” jawabanku semangat “Oke deh, kita ketemuan dimana nih?” tanyanya semangat. “Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut aja?” jawabku pasrah. “Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa senayan,” katanya. “Oke, sampai nanti joko… Aku tunggu kamu jam 18.30,” sambil berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku.

Aku segera meluncur ke kantin untuk makan siang yang sempat tertunda itu. Sambil membayangkan kembali gimana wajah wanita yang barusan saja menelpon aku. Setelah aku selesai makan aku pun langsung segera balik ke kantor untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku pulang kantor dan aku segera meluncur ke plasa senayan. Sebelumnya prepare dikantor, aku mandi dan membersihkan diri setelah seharian aku bekerja. Untuk perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya dikantin karena aku nggak mau ketemu wanita dengan tanpak kotor dan bau badan, kan aku menjadi nggak pede dengan hal seperti itu.

Tiba di Plasa Senayan, aku segera memarkirkan mobil kijangku dilantai dasar. Jam menunjukkan pukul 18.15. Aku segera menuju ke MC. Donald seperti yang dikatakan Karina. Aku segera mengambil tempat duduk disisi pagar jalan, sehingga aku bisa melihat orang lalu lalang diarea pertokaan tersebut.
Saat mataku melihat situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang wanita setengan baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku, wanita ini berumur sekitar 32 tahun. Wajahnya yang lumayan putih dan juga cantik, membuat aku tertegun, nataku yang nakal, berusaha menjelajahi pemadangan yang indah dipandang yang sangat menggiurkan apa lagi abgian depan yang sangat menonjol itu. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan pahanya yang putih dan juga montok dibalik rok mininya, membuat aku semakin gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya diriku bila yang aku lihat itu adalah orang yang menghubungiku tadi siang dan aku lebih bahagia lagi bila dapat merasakan tubuhnya yang indah itu.

Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Dadaku berdetuk kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja dengan aku.

“Maaf apakah kamu Joko?” tanyanya sambil menatapku. “Iy… Iyaa… Kamu pasti Karina,” tanyaku balik sambil berdiri dan mengulurkan tanganku.

Jarinya yang lentik menyetuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa mendesr ketika tangannya yang lembut dan juga halus meremas tangaku dengan penuh perasaan.

“Silahkan duduk Karina,” kataku sambil menarik satu kursi di depanku. “Terima kasih,” kata Karina sambil tersenyum. “Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kesini aja sih?” tanyaku. “Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko,” jelasnya. “Aku juga tadi berpikir, apakah wanita yang cantik itu adalah kamu?” kataku sambil tersenyum.

Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan, kadang-kadang kami berdua saling bercanda, saling menggoda dan sesekali bicara yang ‘menyerempet’ ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah cantik saja wajahnya yang semakin matang.

Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Karina adalah seorang wanita yang sedang bertugas di Jakarta. Karina adalah seorang pengusaha dan kebetulan selama 4 hari dinas di Jakarta.

“Karin, kamu kenal Yanti dimana?” tanyaku.

Yanti adalah teman chattingku di YM, aku dan Yanti sering online bersama. Dan kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga kisah rumah tangga, bahkan masalah sex sekalipun. Mulutnya yang mungil menjelaskan dengan penuh semangat.

“Emangnya Yanti menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih,” tanyaku penuh penasaran. “Dia menikah dua minggu yang lalu dan aku nggak tahu kenapa dia nggak mau memberi tahu kamu sebelumnya,” Jawabnya penuh pengertian. “Ooo, begitu… ” kataku sambil manggut-manggut. “Ini adalah hari pertamaku di Jakarta dan aku berencana menginap 4 hari, sampai urusan kantorku selesai,” jelasnya tanpa aku tanya. “Sebenarnya tadi Yanti juga mau dateng tapi berhubung ada acara keluarga jadi kemungkinan dia akan datang besok harinya dia bisa dateng,” jelasnya kembali. “Memangnya Mbak Karina menginap dimana nih?” tanyaku penasaran. “Kebetulan sama kantor sudah dipesankan kamar buat aku di hotel H… “jelasnya. “Mmm, emangnya Mbak sama siapa sih?” tanyaku menyelidik. “Ya sendirilah, Joko… Makanya saat itu aku tanya Yanti,” katanya “Tanya apa?” tanyaku mengejar. “Apakah punya teman yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta,” katanya. “Dan dari situlah aku tahu nomor telepon kamu,” lanjutnya.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.25 wib, dan aku lihat sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mulai larut malam. Dan toko pun sudah mulai tutup.

“Jok… Kamu mau anter aku balik ke hotel nggak?” tanyanya. “Boleh, masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke hotel sendirian,” kataku.

Setelah obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan segera meluncur ke hotel H… Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Plasa Senayan. Aku dan Karina bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 5, dan sesampainya di depan kamarnya, Karina menawarkan aku untuk masuk sejenak. Bau parfum yang mengundang syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika berjalan dibelakangnya.

Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang sedang asyik ngegosip dan mereka pun tersenyum setelah aku masuk kekamarnya. Dalam batinku, aku tenyata dibohongi ternyata dia nggak sendiri. Karina pun memperkenalkan teman-temannya yang cantik dan juga sex yang berbadan tinggi dan juga mempunyai payudara yang besar dia adalah Miranda(36b) sedangkan yang mempunyai badan yang teramat sexy ini dan juga berpayudara yang sama besarnya bernama Dahlia(36b). Dan mereka pun mempersilahkan aku duduk.

Tanpa dikomando lagi mereka pun perlahan-lahan memulai membuka pakaian mereka satu persatu, aku hanya bisa melotot saja tak berkedip sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera bangun dari tidurnya dan segera bangun dan langsung mengeras seketika itu juga. Setelah mereka telanjang bulat terlihatlah pemandangan yang sangat indah sekali dengan payudara yang besar, Karina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku sampai nggak bisa bernafas karena serangan yang sangat mendadak itu dan aku mencoba menghentikannya.

Setelah itu dia pun memohon kepadaku agar aku memberikan kenikmatan yang pernah aku berikan sama Yanti dan kawan-kawan. Setelah itu Karina pun langsung menciumku dengan garangnya dan aku pun nggak mau tinggal diam aku pun langsung membalas ciumannya dengan garang pula, lidah kamipun beraduan, aku mulai menghisap lidahnya biar dalam dan juga sebaliknya. Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya, mengocok dimulutnya yang membuat sensasi yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mendesah.

“Aaahh enak Mir, terus Mir hisap terus, aahh… ”

Sedangkan Dahlia menghisap buah zakarku dengan lembutnya membuat aku semakin nggak tertahankan untuk mengakhiri saja permaianan itu. Aku pun mulai menjilati vagina Karina dengan lembut dan perlahan-lahan biar dia bisa merasakan permaianan yang aku buat. Karina pun menjerit keras sambil berdesis bertanda dia menikmati permainanku itu.

Mirandapun nggak mau kalah dia menghisap
payudaranya Karina sedangkan Dahlia mencium bibir Karina agar tidak berteriak ataupun mendesis. Setelah beberapa lama aku menjilati vaginanya terasa badannya mulai menegang dan dia pun mendesah. “Jok… Akuu mauu keeluuarr.”

Nggak beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak itu akupun langsung menghisapnya sampai bersih tanpa tersisa. Setelah itu aku pun langsung memasukkan penisku ke dalam vagina Karina, perlahan-lahan aku masukkan penisku dan sekali hentakan langsung masuk semua ke dalam vaginanya yang sudah basah itu. Aku pun langsung menggenjotnya dengan sangat perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan yang aku lakukan dan Karina pun mulai mendesah nggak karuan.

“Aaahh enak Jok, terus Jok, enak Jok, lebih dalam Jok aahh, sstt… ”

Membuat aku bertambah nafsu, goyanganku pun semakin aku percepat dan dia mulai berkicau lagi.

“Aaahh enak Jok, penis kamu enak banget Jok, aahh… ”

Setelah beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang yang kedua kalinya akupun semakin mempercepat kocokanku dan tak beberapa lama aku mengocoknya keluarlah cairan dengan sangat derasnya dan terasa sekali mengalir disekitar penisku. Akupun segera mencabut penisku yang masih tegang itu. Miranda segera mengulum penisku yang masih banyak mengalir cairan Karina yang menempel pada penisku, sedangkan Dahlia menghisap vaginanya Karina yang masih keluar dalam vaginanya dengan penuh nafsunya.

Miranda pun mulai mengambil posisi, dia diatas sedangkan aku dibawah. Dituntunnya penisku untuk memasuki vaginanya Miranda dan serentak langsung masuk. Bless… Terasa sekali kehangatan didalam vaginanya Miranda. Dia pun mulai menaik turunkan pantatnya dan disaat seperti itulah dia mulai mempercepat goyangannya yang membuat aku semakin nggak karuan menahan sensasi yang diberikan oleh Miranda.

Dahlia pun mulai menghisap payudara Miranda penuh gairah, sedangkan Karina mencium bibir Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat goyangannya yang membuat aku mendesah.

“Aaahh enak Mir… Terus Mir… Goyang terus Mir… Lebih dalam lagi Mir… Aaahh sstt”

Dan selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai berdenyut,

“Mir… Aku… ingiin keeluuaarr”

Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam vaginanya, entah berapa kali munceratnya aku nggak tahu karena terlalu nikmatnya dan diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu juga tubuhnya mulai menegang dan terasa sekali vaginanya berdenyut dan selang beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak sekali, aku pun langsung mengeluarkan penisku yang sudah basah kuyup ditimpa cairan cinta. Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada dipenisku, Dahlia pun langsung menjilati vaginanya Miranda yang masih mengalir cairan yang masih menetes di vaginanya. Akupun melihat mereka seperti kelaparan yang sedang berebutan makanan, setelah selang beberapa lama aku mulai memeluk Dahlia dan aku pun mulai mencium bibirnya dan mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku yang mulai menari-nari diatasnya.

“Ooohh… Joko… Geelli… ” desah Dahlia.

Serangan bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku.

Miranda dan Karina mereka asyik berciuman dan saling menjilat payudara mereka. Setelah aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhnya sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan 2 buah bukit kembarnya yang masih ketat dan kencang. Aku pun mulai menjilati dan sekali-kali aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang membuat dia tambah terangsang lagi dan dia medesah.

“Aaahh enak sekali Jok… Terus Jok hisap terus Jok enak Jok aahh sstt… ”

Dahlia pun membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya dan setelah itu turun ke pusar dan setelah itu dia mulai mengulum, mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya. Setelah dia puas aku kembali menyerangnya langsung ke arah lubang vaginanya yang memerah dan disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya, membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama lagi, lidahku langsung aku julurkan kepermukaan bibir vagina.

Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tumbuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati vaginanya
“Ssstt… Jok… Nikmat sekali… Ughh,” rintihnya.

Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya. Gerak tubuh Dahlia yang terkadang berputar-putar dan naik turun, membuat lidahku semakin menghujam lebih dalam ke lubang vaginanya.

“Joko… Gila banget lidah kamu… ” rintihnya “Terus… Sayang… Jangan lepaskan… ” pintanya.

Paha Dahlia dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku untuk menjilatnya. Dahlia menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa nikmat yang bergejola dihatinya.

“Oohh… Joko, aku nggak tahan… Ugh… ” rintihnya. “Joko cepet masukan penis kamu aku sudah nggak tahan nih,” pintanya.

Perlahan aku angkat kaki kanannya dan aku baringkan ranjang yang empuk itu. Batang kemaluanku sudah mulai mencari lubang kewanitaannya dan sekali hentak.

“Bleest… ” kepala penisku menggoyang vaginanya Dahlia. “Aowww… Gila besar sekali Jok… Punya kamu,” Dahlia merintih.

Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Dahlia mengelinjang hebat danm sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dibatang kemaluanku.

“Joko… Jangan berhenti sayang… Oogghh,” pinta Dahlia.

Dahlia terus menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri seirama dengan penisku yang menghujam dalam pada lubang kewanitaannya. Sesekali Dahlia membantu pinggulnya untuk berputar-putar.

“Joko… Kamu… Memang… Jagoo… Ooohh,” kepalannya bergerak ke kiri dan ke kanan seperti orang triping.

Beberapa saat kemudian Dahlia seperti orang kesurupan dan ingin memacu birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Dahlia semakin liar. Tempo yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina Dahlia.

“Joko… Terus… Sayang… Jangan berhenti… ” Dahlia meminta.

Permainanku benar-benar memancing birahi Dahlia untuk mencapai kepuasan birahinya. Sesaat kemudian, Dahlia benar-benar tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak hebat.

“Joko… Aakuu… Kelluuaarr… Aaakkhh… Goyang sayang,” rintih Dahlia.

Gerakan penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat birahi Dahlia semakin tak terkendali.

“Jok… Ooo… Aaammpuunn,” rintihnya panjang.

Bersamaan dengan rintihan tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Dahlia. Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh penisku.

Dahlia yang sudah mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih berusaha untuk mencari kepuasan birahiku. Posisi Dahlia, sekarang menungging. Penisku yang masih tertancap pada lubang vaginanya langsung aku hujamkan kembali ke lubang vaginanya Dahlia.

“Ooohh… Joko… Kamu… Memang… Ahli… ” katanya sambil merintih.

Kedua tanganku mencengkeram pinggul Dahlia dan menekan tubuhnya supaya penisku bisa lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya.

“Dahlia… Vagina kamu memang enak banget,” pujiku. “Kamu suka minum jamu yaa kok seret?” tanyaku.

Dahlia hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya menikmati tusukan penisku yang tiada hentinya. Batang kemaluanku terasa dipijiti oleh vagina Dahlia dan hal tersebut menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Permainan sexku diterima Dahlia karena ternyata wanita tersebut bisa mengimbangi permainan aku.

Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang mulai tadi sudah mengoyak birahiku.

“Dahlia… Aku mau… Keluar… “kataku mendesah. “Aku juga sayang… Ooohh… Nikmat terus… Terus… ” Dahlia merintih. “Joko… Keluarin didalam… Aku ingin rasakan semprotan… Kamu… ” pintanya. “Iya sudah… Ooogh… Aaakhh… ” rintihku.

Gerekan maju mundur dibelakang tubuh Dahlia semakin kencang, semakin cepat dan semakin liar. Kami berdua berusaha mencapai puncak bersama-sama.

“Joko… Aku… Aku… Ngaak kkuuaatt… Aaakhh” rintih Dahlia. “Aku juga sudah… Ooogh… Dahh,” aku merintih. “Crut… Crut… Crut… ” spermaku muncrat membanjiri vaginanya Dahlia.

Karena begitu banyak spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai keluar dicelah vagina Dahlia. Setelah beberapa saat kemudian Dahlia membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku.

“Joko, ternyata Yanti benar, kamu jago banget dalam urusan sex. Kamu memang luar biasa” kata Dahlia merintih. “Biasa aja kok Mbak, aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja,” kataku merendah. “Kamu luar biasa… ” Dahlia tidak meneruskan kata-katanya karena bibirnya yang mungil kembali menyerang bibirku yang masih termangu.

Segera aku palingkan wajahku ke arah Karina dan Miranda, ternyata mereka sudah tertidur pulas mungkin karena sudah terlalu lelah, dan akupun tak kuasa menahan lelah dan akhirnya akupun tertidur pulas. Dan setelah 4 jam aku tertidur aku pun terbangun karena ada sesuatu yang sedang mengulum batang kemaluanku dan ternyata Miranda sudah bangun dan aku pun menikmatinya sambil menggigit bibir bawahku. Dan kuraih tubuhnya dan kucium bibirnya penuh dengan gairah dan akhirnya kami pun mengulang kembali sampai besok harinya. Dengan terpaksa aku menginap karena pertarunganku dengan mereka semakin seru aja.

Ketika pagi telah tiba akupun langsung ke kamar mandi di ikuti oleh mereka dan akupun mandi bareng dan permainan dimulai kembali didetik-detik ronde terakhir. Tanpa terasa kami berempat sudah naik didalam bathup, kami mandi bersama. Guyuran air dipancurkan shower membuat tubuh mereka yang molek bersinar diterpa cahaya lampu yang dipancarkan ke seluruh ruangan tersebut. Dengan halus, mereka menuangkan sabun cair dari perlengkapan bag shop punya mereka. Aku mengosok keseluruh tubuh mereka satu persatu, sesekali jariku yang nakal memilih punting mereka.

“Ughh… Joko… ” mereka merintih dan bergerak saat aku permainkan puntignya yang memerah.

Sebelum aku meinggalkan mereka, kami berempat berburu kenikmatan. Dan entah sudah berapa kali mereka yang sedang membutuhkan kehangatan mendapatkan orgasme. Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami berempat memburu birahinya yang tidak kenyang.
Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, dimana aku harus berangkat kerja dan pada jam seperti ini jalanan macet akupun mempercepat jalannya agar tidak terkena macet yang berkepanjangan. Aku meninggalkan Hotel H… Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang sudah ditinggalkan oleh permainan tadi

Saturday, November 9, 2019

Selingkuh di Saat Suami Pergi

SahabatQQ - Dulu aku tinggal bersama suamiku mas seno di kalimantan. Dikarenakan kalimantan sangat jauh dari kota membuatku tidak betah. aku hanya bertahan selama 6 bulan di kalimantan setelah itu akun pindah. Suamiku juga menyadari mengapa aku tidan mau tinggal disana.


Selingkuh di Saat Suami Pergi


Setiap bulan Mas Seno menyempatkan waktu untuk pulang melepas rindu. Mas Seno sosok pria yang bertanggungjawab dan perhatian dengan keluarga. Setiap tanggal muda dia selalu mentransfer uang untuk kebutuhan aku dan anakku. Tidak sedikit uang yang Mas Seno kirim, satu bulan dia memberi aku 25 juta. Aku bisa berbelanja apa saja yang aku inginkan.

Untuk menjaga penampilan karena aku masih muda. Haru stetap cantik dan segar. Walaupun tubuhku yang sexy ini jarang dijamah suamiku. Mas Seno bahagia banget hidup denganku, aku bisa memberikan kepuasan seks untuknya. Namun Mas Seno tenaganya sudah tidak sekuat dulu, mudah loyo dan capek.

Paling sekali aja udah merasa puas, walaupun sebenarnya aku tidak merasakan kepuasan dari Mas Seno. Rasanya hambar berhubungan seks dengan Mas Seno, tapi mau bagaimana lagi ini sudah kewajibanku. Apalagi Cuma satu bulan sekali pulangnya, bagiku kepuasan seksku sangat berkurang. Hiburanku hanya bermain dengan temanteman ngemall dan pergi kemana aja.

Setiap jalan dengan teman rasanya ngiri semua cerita tentang suaminya, sedangkan suamiku jauh disana. Kadang temanku sering mengejek aku , tapi yasudahlah itu hanya gurauan sesaat. Pada waktu itu Mas Seno tidak bisa pulang selama 3 bulan karena disana sedang menunggui tanaman sawitnya. Selama 3 bulan itu berasa 3 tahun, hanya meteri yang aku dapat.

Batinku tertekan karena selalu jauh kebutuhan akan seks aku tidak terlampiaskan. Aku suntuk setiap hari aku pergi dengan temanku. Temanku bernama Hendra , dia dulu teman sekolah aku. Dia masih bujang belum menikah, kita amsih sering WA atau BBMan. Dan hanya dia yang selalu punya waktu kosong untuk aku. Mungkin kegiatannya hanya berkuliah dan nokrong, namanya anak muda.

Dia menjadi teman curhat aku, dia tau semua keluh kesah aku. Kadang kalau bertemu dengan Hendra aku mengajak anakku supaya tidak menimbulkan fitnah. Anakku juga sangat terbiasa dengan Hendra. Paling aku ke kafe atau ke timezone jika putriku ikut denganku. Setiap kali bertemu aku selalu menceritakan rumah tangga aku dengan Mas Seno.

Saat itu Hendra selalu memberikan nasehat agar aku selalu sabar. Memang tidak baik jika berumah tangga tetapi tidak tinggal serumah. Mau bagaimana lagi aku tidak bisa hidup di Kalimantan. Waktu itu Hendra mengajakku pergi nonton, aku bergegas pergi untuk meghilangkan penat. Kita nonton film romantic, berasa masih jaman pacaran saja.

Hendra memang tipical cowok yang romantic tapi hingga saat ini dia masih asyik jomblo. Setelah film usai aku dan Hendra pulang ke rumah. Besok Hendra mengajakku pergi ke puncak dengan anakku. Ya nggak papa sih asal sama anak aku mau aja. Sesampainya di rumah aku bersiapsiap packing untuk besok.

Keesokan harinya aku sudah bersiap untuk pergi berlibur ke puncak. Aku sudah ijin dengan Mas Senp, tetapi aku sengaja menutupi jika aku pergi dengan Hendra. Sebenarnya nggak ada apaapa Cuma aku takut mas Seno berprasangka buruk terhadap ku. Aku, putriku dan Bik Sumi berangkat menuju rumah Hendra. Tampak Hendra sudah menunggu di depan rumah dengan membawa tas ransel.

Penampilan anak muda kece banget aku juga nggak mau kalah dong,

ayo Hen kita pergi..

Iya Karin tunggu sebentar kameraku tertinggal..

Setelah semua sudah siap aku dan Hendra menuju puncak, perjalan sekitar 3 jam dari rumah. Sepanjang perjalanan putriku diam tidak menangis tampaknya dia sangat happy. Dia dan Bik Sumi tertidur pulas karena jalan macet total,mungkin karena hari libur. Sesampainya di villa tepat jam 1 siang, Hendra memesan kamar 1,

loh Hen kok Cuma pesan kamar satu sih..?

kan satu Villa ada dua kamar di dalamnya Rin, daripada sewa banyak kamar kan sayang buang uang..

Oh gitu yah, yaudah, hhe

Setelah kunci diberikan kita berempat menuju kamar. Memang benar apa kata Hendra masuk ke kamar ada ruang tamu bed 2. Dan di dalam ada ruangan 1 lagi untuk Hendra tidur. Aku, putriku dan Bik Sumi tidur di dua bed depan. Ya okelah, kita siap berlibur 2 hari disini. Udara yang sangat dingin membuat putriku hanya berdiam diri di kamar ditemani Bik Sumi.
Aku dan Hendra pergi untuk menikmati pemandangan dan ke kebun teh. Hendra bertingkah seperti suamiku jadi teringat mas Seno. Jalan ke kebun teh sangat jauh keringat bercucuran membasahi pipiku. Tibatiba Hendra mengusap keringatku. Aku terdiam dan memandangi Hendra. Dalam hati berkata perhatian banget sama aku, apke mengusap keringat dan menggandeng tanganku ketika berjalan.

Aku terbawa suasana dan menikmati udarab yang sangat dingin ini. Aku dan Hendra berdiri di warung pinggiran disitu jual minuman hangat serta jagung bakar yang khas. Aku berhenti di warung itu istirahat sejenak,

kamu sudah ijin sama suami kamu kan Rin..?tanya Hendra.

sudah..dia mengijinkan kok..

yasudah berarti aman tidak akan timbul masalah, lama banget Mas Seno nggakpulang Rin..

iya Hen lama banget, kangen sih tapi mau gimana lagi. Pengen banget nyusul tapi aku kurang cocok disana, aku harus bersabar menunggu suamiku pulang dan aku harus menahan rasa..

rasa apa Rin..

enggak kok..Hen biasa suami istri juga butuh berhubungan layaknya pasangan..

walaupun aku belum menikah aku tahu kok Rin apa yang kamu maksud..

Dengan sedikit malu aku menatap wajah Hendra. Aku curhat mengenai pribadiku, dia menyadarinya. Dia mengelus rambutku sambil memberikan pengertian. Rasanya nyaman banget berada di samping Hendra. Pas lagi curhat Hendra memeluk ku dengan tibatiba, aku sangat terkejut. Aku berfikiran mungkin hanya pelukan seorang sahabat saja.

Waktu semakin sore, aku harus pulang ke villa. Sampai di kamar putriku sudah tertidur pulas. Aku membersihkan badan mandi agar terlihat fresh. Dengan mengenakan baju santai seperti rok pendek dan aku bersolek. Setelah mandi aku dan Hendra duduk di ruang Tv kita bercanda. Dia sampai menggelitik aku hingga aku tertawa keras
Aku sudah mengantuk , aku pergi ke tempat tidurku. Hendra masih menonton tv, tengah malam Hendra mendekati tempat tidurku. Ntah malam itu, dia tidur disampingku menarik selimutku. Aku sungguh sangat terkejut. Padahal disamping aku ada Bik Sumi, aku takut jika mereka terbangun melihat aku tidur dengan Hendra,

Hen, apaan sih kok tidur disini..

aku pengen menikmati malamku bersamamu Rin,..

jangan Hen aku sudah berkeluarga aku nggak mungkin menghianati Ma Seno..

sudahlah jangan menolak aku tahu kamu rindu belaian lakilaki kan?

Hendra langsung mencium kening aku kemudian bibir aku dia kecup. Padahal samping bed aku ada putri dan pembantuku. Rasanya nggak tenang banget,

pindah di kamar aku yuk Rin..

Tanpa berfikir panjang Hendra menggendong aku menuju kamarnya. Ntah apa yang akan dilakukan Hendra aku sangat terbawa suasana. Seperti biasa dia bercanda aku selalu digodanya. Layaknya suami istri yang sedang bergurau di ranjang. Kembali memeluk aku dengan erat, aku yang memakai lingeri tanpa bra seakan payudaraku menempel di dada Hendra.

Gairah nafsuku muncul dengan tibatiba, Hendra mencium bibirku dengan sangat . Lingeriku terbuka terlihat pahaku yang mulus. Sangat nafsu ciuman Hendra, aku terbawa dan membalas ciuman itu. Hendra membuka lingeriku aku hanya mengikuti saja. Payudaraku menggantung kencang Hendra tampak semakin bersemangat.

Tangannya siap menerkam payudaraku ini, aku ditidurkan. Tangan Hendra meremas payudaraku, dia berusaha membangkitkan gairah seksku. Mulut mencium dan mengulum putting susuku. Tangan kanan memainkan jemarinya memutar putting dan meremasremas,

aku horny banget Hen

tenang aja Rin aku bakal puasin kamu malam ini..

Terus membuat ku semakin horny, kedua payudara dia mainkan sangat lama. Enak banget permainan Hendra malam ini. Hendra melepaskan payudaraku, dia melepas celananya. Tampak dari dalam celana dalam penis Hendra tegak berdiri,

buka sekalian dong Hen

Hendra menuruti perintahku, dan wowww penis yang sangat besar berbulu lebat. Hendra membuka celana dalamku, kakiku dia buka lebar. Selakanganku dia jilat hingga tubuhku menggeliat karena nikmat. Tangannya kembali bermain dimemekku yang besar yang rimbun akan bulubulunya,

memekmu menggemaskan.. ucap Hendra

Pemandangan yang sangat indah menantang Hendra untuk segera memainkannya. Tangannya membuka lipatanlipatan memekku. Dibuka lebar dan dia berusaha mencari lubang memekku itu. Dia membasahi memekku dengan mengecup ujung luar lubang itu. terus dia kecup hingga aku basah, keluar cairan. Namun Hendra semakin bersemangat cairan itu dibiarkan meleleh ,

ahhhh..ahhhHend ciumi lagi Hen..kecup lagi lubang memekku katakata itu keluar dari mulutku.

Sangat lama dia memainkan aku, hingga aku tak kuasa. Hendra kembali k etas mencium bibirku, dadanya bergesekan dengan payudaraku sedangkan penis bergesekan dengan memekku. Nafsu birahi itu terus memuncak. Hingga saatnya Hendra mencoba memasukkan Penisnya,

akkkhhhhakkkhhhmasuk lagi terus ke dalam Hen terus.

Setengah batang penis masuk , ohhhhhooohhh lagi Hen terus dorong penismu masuklagi.. ahhhhhhhhhhhh..sudah masuk Hen ayo Hen mainkan di dalam

Hendra mengocok kemaluannya di dalam, maju mundur gerakannya. Keringatku bercucuran membasahi tubuhku. Hendra melihat payudaraku terlihat montok, dia tak kuasa melihatnya. Sambil memainkan penisnya, mulut Hendra mengecup putting susuku yang berwarna kecoklatan,

ouughhh nikmat ougghhhh.. hendra terus menggoyangkan gerakangerakan nikmat.

Aku memeluknya erat dan tak kuasa aku mengeluarkan cairan lagi,

Hen aku keluar nih..lagi Hen buat basah lagi.. aku selalu meminta lebih Hendra pun selalu merespon permintaanku. Aku sudah pasrah dan sangat menikmati goyangan penis Hendra di dalam lubang kenimatanku,

aku sudah nggak tahan keluarin sekarang ya Rin..

croooottt..crrrroootttcrroooottt

Hendra menyemprotkan cairan tepat di luar pas didepan lubang memekku. Nikmat banget rasanya udah lama tubuhku ini tak disentuh pria. Hendr amengambil tisu membersihkan tubuhku. Aku terbaring lemas Hendra mendekatiku mencoba memberikan selimutnya. Udara yang dingin membuat gairahku muncul kembali,

Hen lagi dong..

Tanpa bersuara Hendra mengelus payudaraku, putting dia putarputar memang sengaja menggairahkanku kembali. enak banget Hen..kecup dong biar makin nikmat.. mengecup putingku sangat lama, di belahan dadaku dia mengecup hingga ada tanda bibir merahnya.

aku boleh nggak emut penismu..

boleh Rin apa aja boleh kita samasama menikmati..

Hendra terbaring aku yang memainkannya, aku kocok penisnya sembari mulutku mengecup penisnya. Nggak lama membuat penis Hendra berdiri, gampang banget deh. Aku mengulum dengan bersemangat, penis yang panjang itu tidak masuk sepenuhnya di mulutku,

ahhhhh..ahhhhh Rinnn. Desahan Hendra sambil menekan kepalaku agar lebih dalam mengulum penisnya.

Karena sangat nikmat Hendra tak kuasa akhirnya keluar kembali sperma itu. croooottt..crooooott membasahi mulutku, banyak dan sedikit asin aku telan sebagian. Kenikmatan tersendiri bagiku merasakan sperma pria. Aku dan dia tak tahan sudah sangat capek. Kita tidur berdua di ranjang dengan posisi masih telanjang.

Tangan Hendra tidak lepas dari dekapan dia terus memelukku memegang erat payudaraku seakan tidak mau aku tinggalkan. Hingga kita tertidur pulas, alarm berbunyi tepat jam 5. Aku membangunkan Hendra untuk mandi. Aku dan dia mandi bareng di bath up, disitu kita masih sempet ngeseks di air. Setelah itu aku bergegas membangunkan Bik Sumi untuk pulang.

Jam 8 kita chek in dari villa, aku menyempatkan pergi ke taman biar putriku bermain disana. Waktu semakin sore aku menagajak Hendra pulang. Sepanjang perjalanan pulang aku terus mengingat kejadian semalam. Sejak saat itu aku menjalin hubungan dengan Hendra. Bik Sumi pun tau hubunganku, karena Hendra sering menginap di rumahku. Perselingkuhan berjalan hingga Mas Seno meninggal dunia dan aku menikah resmi dengan Hendra