Blog Archive

Popular Posts

technology-services>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-1

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

NEW10>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Showing posts with label Tante. Show all posts
Showing posts with label Tante. Show all posts

Saturday, November 9, 2019

Selingkuh di Saat Suami Pergi

SahabatQQ - Dulu aku tinggal bersama suamiku mas seno di kalimantan. Dikarenakan kalimantan sangat jauh dari kota membuatku tidak betah. aku hanya bertahan selama 6 bulan di kalimantan setelah itu akun pindah. Suamiku juga menyadari mengapa aku tidan mau tinggal disana.


Selingkuh di Saat Suami Pergi


Setiap bulan Mas Seno menyempatkan waktu untuk pulang melepas rindu. Mas Seno sosok pria yang bertanggungjawab dan perhatian dengan keluarga. Setiap tanggal muda dia selalu mentransfer uang untuk kebutuhan aku dan anakku. Tidak sedikit uang yang Mas Seno kirim, satu bulan dia memberi aku 25 juta. Aku bisa berbelanja apa saja yang aku inginkan.

Untuk menjaga penampilan karena aku masih muda. Haru stetap cantik dan segar. Walaupun tubuhku yang sexy ini jarang dijamah suamiku. Mas Seno bahagia banget hidup denganku, aku bisa memberikan kepuasan seks untuknya. Namun Mas Seno tenaganya sudah tidak sekuat dulu, mudah loyo dan capek.

Paling sekali aja udah merasa puas, walaupun sebenarnya aku tidak merasakan kepuasan dari Mas Seno. Rasanya hambar berhubungan seks dengan Mas Seno, tapi mau bagaimana lagi ini sudah kewajibanku. Apalagi Cuma satu bulan sekali pulangnya, bagiku kepuasan seksku sangat berkurang. Hiburanku hanya bermain dengan temanteman ngemall dan pergi kemana aja.

Setiap jalan dengan teman rasanya ngiri semua cerita tentang suaminya, sedangkan suamiku jauh disana. Kadang temanku sering mengejek aku , tapi yasudahlah itu hanya gurauan sesaat. Pada waktu itu Mas Seno tidak bisa pulang selama 3 bulan karena disana sedang menunggui tanaman sawitnya. Selama 3 bulan itu berasa 3 tahun, hanya meteri yang aku dapat.

Batinku tertekan karena selalu jauh kebutuhan akan seks aku tidak terlampiaskan. Aku suntuk setiap hari aku pergi dengan temanku. Temanku bernama Hendra , dia dulu teman sekolah aku. Dia masih bujang belum menikah, kita amsih sering WA atau BBMan. Dan hanya dia yang selalu punya waktu kosong untuk aku. Mungkin kegiatannya hanya berkuliah dan nokrong, namanya anak muda.

Dia menjadi teman curhat aku, dia tau semua keluh kesah aku. Kadang kalau bertemu dengan Hendra aku mengajak anakku supaya tidak menimbulkan fitnah. Anakku juga sangat terbiasa dengan Hendra. Paling aku ke kafe atau ke timezone jika putriku ikut denganku. Setiap kali bertemu aku selalu menceritakan rumah tangga aku dengan Mas Seno.

Saat itu Hendra selalu memberikan nasehat agar aku selalu sabar. Memang tidak baik jika berumah tangga tetapi tidak tinggal serumah. Mau bagaimana lagi aku tidak bisa hidup di Kalimantan. Waktu itu Hendra mengajakku pergi nonton, aku bergegas pergi untuk meghilangkan penat. Kita nonton film romantic, berasa masih jaman pacaran saja.

Hendra memang tipical cowok yang romantic tapi hingga saat ini dia masih asyik jomblo. Setelah film usai aku dan Hendra pulang ke rumah. Besok Hendra mengajakku pergi ke puncak dengan anakku. Ya nggak papa sih asal sama anak aku mau aja. Sesampainya di rumah aku bersiapsiap packing untuk besok.

Keesokan harinya aku sudah bersiap untuk pergi berlibur ke puncak. Aku sudah ijin dengan Mas Senp, tetapi aku sengaja menutupi jika aku pergi dengan Hendra. Sebenarnya nggak ada apaapa Cuma aku takut mas Seno berprasangka buruk terhadap ku. Aku, putriku dan Bik Sumi berangkat menuju rumah Hendra. Tampak Hendra sudah menunggu di depan rumah dengan membawa tas ransel.

Penampilan anak muda kece banget aku juga nggak mau kalah dong,

ayo Hen kita pergi..

Iya Karin tunggu sebentar kameraku tertinggal..

Setelah semua sudah siap aku dan Hendra menuju puncak, perjalan sekitar 3 jam dari rumah. Sepanjang perjalanan putriku diam tidak menangis tampaknya dia sangat happy. Dia dan Bik Sumi tertidur pulas karena jalan macet total,mungkin karena hari libur. Sesampainya di villa tepat jam 1 siang, Hendra memesan kamar 1,

loh Hen kok Cuma pesan kamar satu sih..?

kan satu Villa ada dua kamar di dalamnya Rin, daripada sewa banyak kamar kan sayang buang uang..

Oh gitu yah, yaudah, hhe

Setelah kunci diberikan kita berempat menuju kamar. Memang benar apa kata Hendra masuk ke kamar ada ruang tamu bed 2. Dan di dalam ada ruangan 1 lagi untuk Hendra tidur. Aku, putriku dan Bik Sumi tidur di dua bed depan. Ya okelah, kita siap berlibur 2 hari disini. Udara yang sangat dingin membuat putriku hanya berdiam diri di kamar ditemani Bik Sumi.
Aku dan Hendra pergi untuk menikmati pemandangan dan ke kebun teh. Hendra bertingkah seperti suamiku jadi teringat mas Seno. Jalan ke kebun teh sangat jauh keringat bercucuran membasahi pipiku. Tibatiba Hendra mengusap keringatku. Aku terdiam dan memandangi Hendra. Dalam hati berkata perhatian banget sama aku, apke mengusap keringat dan menggandeng tanganku ketika berjalan.

Aku terbawa suasana dan menikmati udarab yang sangat dingin ini. Aku dan Hendra berdiri di warung pinggiran disitu jual minuman hangat serta jagung bakar yang khas. Aku berhenti di warung itu istirahat sejenak,

kamu sudah ijin sama suami kamu kan Rin..?tanya Hendra.

sudah..dia mengijinkan kok..

yasudah berarti aman tidak akan timbul masalah, lama banget Mas Seno nggakpulang Rin..

iya Hen lama banget, kangen sih tapi mau gimana lagi. Pengen banget nyusul tapi aku kurang cocok disana, aku harus bersabar menunggu suamiku pulang dan aku harus menahan rasa..

rasa apa Rin..

enggak kok..Hen biasa suami istri juga butuh berhubungan layaknya pasangan..

walaupun aku belum menikah aku tahu kok Rin apa yang kamu maksud..

Dengan sedikit malu aku menatap wajah Hendra. Aku curhat mengenai pribadiku, dia menyadarinya. Dia mengelus rambutku sambil memberikan pengertian. Rasanya nyaman banget berada di samping Hendra. Pas lagi curhat Hendra memeluk ku dengan tibatiba, aku sangat terkejut. Aku berfikiran mungkin hanya pelukan seorang sahabat saja.

Waktu semakin sore, aku harus pulang ke villa. Sampai di kamar putriku sudah tertidur pulas. Aku membersihkan badan mandi agar terlihat fresh. Dengan mengenakan baju santai seperti rok pendek dan aku bersolek. Setelah mandi aku dan Hendra duduk di ruang Tv kita bercanda. Dia sampai menggelitik aku hingga aku tertawa keras
Aku sudah mengantuk , aku pergi ke tempat tidurku. Hendra masih menonton tv, tengah malam Hendra mendekati tempat tidurku. Ntah malam itu, dia tidur disampingku menarik selimutku. Aku sungguh sangat terkejut. Padahal disamping aku ada Bik Sumi, aku takut jika mereka terbangun melihat aku tidur dengan Hendra,

Hen, apaan sih kok tidur disini..

aku pengen menikmati malamku bersamamu Rin,..

jangan Hen aku sudah berkeluarga aku nggak mungkin menghianati Ma Seno..

sudahlah jangan menolak aku tahu kamu rindu belaian lakilaki kan?

Hendra langsung mencium kening aku kemudian bibir aku dia kecup. Padahal samping bed aku ada putri dan pembantuku. Rasanya nggak tenang banget,

pindah di kamar aku yuk Rin..

Tanpa berfikir panjang Hendra menggendong aku menuju kamarnya. Ntah apa yang akan dilakukan Hendra aku sangat terbawa suasana. Seperti biasa dia bercanda aku selalu digodanya. Layaknya suami istri yang sedang bergurau di ranjang. Kembali memeluk aku dengan erat, aku yang memakai lingeri tanpa bra seakan payudaraku menempel di dada Hendra.

Gairah nafsuku muncul dengan tibatiba, Hendra mencium bibirku dengan sangat . Lingeriku terbuka terlihat pahaku yang mulus. Sangat nafsu ciuman Hendra, aku terbawa dan membalas ciuman itu. Hendra membuka lingeriku aku hanya mengikuti saja. Payudaraku menggantung kencang Hendra tampak semakin bersemangat.

Tangannya siap menerkam payudaraku ini, aku ditidurkan. Tangan Hendra meremas payudaraku, dia berusaha membangkitkan gairah seksku. Mulut mencium dan mengulum putting susuku. Tangan kanan memainkan jemarinya memutar putting dan meremasremas,

aku horny banget Hen

tenang aja Rin aku bakal puasin kamu malam ini..

Terus membuat ku semakin horny, kedua payudara dia mainkan sangat lama. Enak banget permainan Hendra malam ini. Hendra melepaskan payudaraku, dia melepas celananya. Tampak dari dalam celana dalam penis Hendra tegak berdiri,

buka sekalian dong Hen

Hendra menuruti perintahku, dan wowww penis yang sangat besar berbulu lebat. Hendra membuka celana dalamku, kakiku dia buka lebar. Selakanganku dia jilat hingga tubuhku menggeliat karena nikmat. Tangannya kembali bermain dimemekku yang besar yang rimbun akan bulubulunya,

memekmu menggemaskan.. ucap Hendra

Pemandangan yang sangat indah menantang Hendra untuk segera memainkannya. Tangannya membuka lipatanlipatan memekku. Dibuka lebar dan dia berusaha mencari lubang memekku itu. Dia membasahi memekku dengan mengecup ujung luar lubang itu. terus dia kecup hingga aku basah, keluar cairan. Namun Hendra semakin bersemangat cairan itu dibiarkan meleleh ,

ahhhh..ahhhHend ciumi lagi Hen..kecup lagi lubang memekku katakata itu keluar dari mulutku.

Sangat lama dia memainkan aku, hingga aku tak kuasa. Hendra kembali k etas mencium bibirku, dadanya bergesekan dengan payudaraku sedangkan penis bergesekan dengan memekku. Nafsu birahi itu terus memuncak. Hingga saatnya Hendra mencoba memasukkan Penisnya,

akkkhhhhakkkhhhmasuk lagi terus ke dalam Hen terus.

Setengah batang penis masuk , ohhhhhooohhh lagi Hen terus dorong penismu masuklagi.. ahhhhhhhhhhhh..sudah masuk Hen ayo Hen mainkan di dalam

Hendra mengocok kemaluannya di dalam, maju mundur gerakannya. Keringatku bercucuran membasahi tubuhku. Hendra melihat payudaraku terlihat montok, dia tak kuasa melihatnya. Sambil memainkan penisnya, mulut Hendra mengecup putting susuku yang berwarna kecoklatan,

ouughhh nikmat ougghhhh.. hendra terus menggoyangkan gerakangerakan nikmat.

Aku memeluknya erat dan tak kuasa aku mengeluarkan cairan lagi,

Hen aku keluar nih..lagi Hen buat basah lagi.. aku selalu meminta lebih Hendra pun selalu merespon permintaanku. Aku sudah pasrah dan sangat menikmati goyangan penis Hendra di dalam lubang kenimatanku,

aku sudah nggak tahan keluarin sekarang ya Rin..

croooottt..crrrroootttcrroooottt

Hendra menyemprotkan cairan tepat di luar pas didepan lubang memekku. Nikmat banget rasanya udah lama tubuhku ini tak disentuh pria. Hendr amengambil tisu membersihkan tubuhku. Aku terbaring lemas Hendra mendekatiku mencoba memberikan selimutnya. Udara yang dingin membuat gairahku muncul kembali,

Hen lagi dong..

Tanpa bersuara Hendra mengelus payudaraku, putting dia putarputar memang sengaja menggairahkanku kembali. enak banget Hen..kecup dong biar makin nikmat.. mengecup putingku sangat lama, di belahan dadaku dia mengecup hingga ada tanda bibir merahnya.

aku boleh nggak emut penismu..

boleh Rin apa aja boleh kita samasama menikmati..

Hendra terbaring aku yang memainkannya, aku kocok penisnya sembari mulutku mengecup penisnya. Nggak lama membuat penis Hendra berdiri, gampang banget deh. Aku mengulum dengan bersemangat, penis yang panjang itu tidak masuk sepenuhnya di mulutku,

ahhhhh..ahhhhh Rinnn. Desahan Hendra sambil menekan kepalaku agar lebih dalam mengulum penisnya.

Karena sangat nikmat Hendra tak kuasa akhirnya keluar kembali sperma itu. croooottt..crooooott membasahi mulutku, banyak dan sedikit asin aku telan sebagian. Kenikmatan tersendiri bagiku merasakan sperma pria. Aku dan dia tak tahan sudah sangat capek. Kita tidur berdua di ranjang dengan posisi masih telanjang.

Tangan Hendra tidak lepas dari dekapan dia terus memelukku memegang erat payudaraku seakan tidak mau aku tinggalkan. Hingga kita tertidur pulas, alarm berbunyi tepat jam 5. Aku membangunkan Hendra untuk mandi. Aku dan dia mandi bareng di bath up, disitu kita masih sempet ngeseks di air. Setelah itu aku bergegas membangunkan Bik Sumi untuk pulang.

Jam 8 kita chek in dari villa, aku menyempatkan pergi ke taman biar putriku bermain disana. Waktu semakin sore aku menagajak Hendra pulang. Sepanjang perjalanan pulang aku terus mengingat kejadian semalam. Sejak saat itu aku menjalin hubungan dengan Hendra. Bik Sumi pun tau hubunganku, karena Hendra sering menginap di rumahku. Perselingkuhan berjalan hingga Mas Seno meninggal dunia dan aku menikah resmi dengan Hendra

Wednesday, November 6, 2019

Tante Bandal Suka Nikmati Perjaka Brondong

SahabatQQ - Saya sudah sangat sering beruhubungan badan dengan bi meri. Bibi meri sudah berumur 37 tahun di usianya yang sudah kepala 3 dia memiliki gairah seks yang kuat dia juga pandai merawat diri.

Tante Bandal Suka Nikmati Perjaka Brondong


Heru nama saya, usia saya saat ini berusia 22 tahun, saya masih kuliah. Memiliki perawakan yang sangat menarik, dari ABG bahkan bibi. Dengan tinggi 181cm dan berat yang proporsional ditambah sixpack.Tentu tubuh saya yang saya rajin berolahraga untuk menjaga stamina. Karena dalam hubungan seksual, Meri bibi selalu meminta berbagai gaya. Tentu saja, untuk mendapatkan kepuasan surgawi.

Suatu hari Meri bibi memanggil saya untuk bertemu di sebuah mal. Seperti biasa aku bergegas dengan keinginan bibi Meri. Dan saya datang paling menakutkan mall yang telah ditentukan oleh tante Meri. Tapi ada saya tidak melihat bibi sendirian.Dia Meri dengan seorang teman yang saya usia tafsir tua dengan dia. Tapi dari pandangan saya seorang teman bibi Meri lebih menarik. Dia cantik, tubuh seksi dan wajah juga terlihat lebih bergairah. Pengenalan Lau saya dengan seorang teman dari bibi Meri. Namanya Bibi Vera. Bibi yang memiliki menjada 3 tahun.

Kami mengobrol ber tiga sangat menyenangkan ? seperti sudah tahu satu sama lain. sampai Meri bibi meminta saya untuk menemaninya dan Bibi Vera ke jalan mencari pakaian. Aku seperti biasa hanya mengikuti Meri bibi dan bibi Vera dari belakang sementara aku melihat tubuh Bibi Vera sangat fantastis semua. tubuh tidak sesuai dengan usianya, karena tubuhnya mirip dengan gadis-gadis remaja saat ini.

Waktu memiliki agak terlambat di sore hari, dan Bibi Vera memutuskan untuk kembali. ?Oke, Mer. Aku harus pulang, hampir sore ya, aku akan bertemu lagi Heru? kata Bibi Vera sambil tersenyum penuh arti padaku yang membuat saya lebih bingung dan dia melenggang menuju carcall untuk memanggil sopirnya. Setelah kematian Bibi Vera kami menuju ke food court untuk membeli minum dan istirahat. ?Her, menurut Bibi Vera Anda bagaimana?? Bibi Meri tanye saya setelah membeli minum dan duduk di agak memojok dan minum minuman.

Mmm .. bagaimana pantat bibi?? Aku berkata, bingung di pertanyaan Bibi Meri minuman ringan, mengisap saya pesan.
Ah kau ini, pura-pura tidak mengerti apa emang tidak mengerti? Ya orangnyalah alam, bodynyalah, facenyalah dan begitu sedikit lain? jawab Bibi Meri agak bertele-tele.
Oo, jika sifatnya tidak tahu aku benar, hak baru sekali ketemu, tapi keliatannya baik dan ramah orang, terus kalo wajah dan tubuh mm .. tuh biasa aja? Aku tersenyum.

Benar-benar mengapa bibi, Tante bertanya-tanya mengapa begitu? Menulis membuat saya bingung. Kalau terus berbicara tentang apa sih? Kok menggunakan berbisik terus Bibi Vera sikap aneh? aku bertanya Bibi Meri.
Her, Anda memberitahu kami jika Bibi Vera telah lama hidup sendiri sejak memisahkan dengan suaminya. Nah terakhir kali Anda melihat Bibi Vera langsung tertarik dengan Anda, dan dia nanyain tentang kamu terus Tante karena ia tidak percaya jika Anda jauh keponakan bibi, sehingga Bibi terpaksa Dech cerita Kedia yang Anda benar-benar.

Anda tidak mendapatkan ya marah, abis tante Vera itu seperti memaksa keinginannya jika tidak tercapai ?kata Bibi Meri.
Lanjutkan .. mm .. dia inginkan dengan Anda Her .. bagaimana? Kamu tidak?? Tanya Bibi Meri dengan wajah serius.
Nah bagaimana ya, nich kerumitan membalas dia pula untuk orang lain, dapat terkontaminasi dengan nama Tante. Jika menurut bibi dia bisa menyimpan rahasia dengan cara jadi ya kita punya, saya akan melayaninya? kataku serius, terlalu.
Tapi kemudian Anda jangan lupa itu Tante ya jika sudah dekat dengannya? kata Bibi Meri was-was.

Ah bibi sungguh-sungguh, tidak mungkin untuk benar-benar lupa bibi saya, Tante pertama sayakan tahu Bibi baru Vera? Aku kata Bibi Meri menghibur yang terlihat ekspresi agak sedih dari wajahnya.
Yah .. halo tahu Anda bisa mendapatkan lebih dan melupakannya Tante Tante Vera deh? katanya lagi sambil menarik napas.
Jangan khawatir bibi, saya bukan tipe orang yang mudah ngelupain jasa baik orang kepada saya, jadi tenang saja Tante? kataku kemudian.
Oke kalau begitu nanti Tante Tante menghubungi Vera, meskipun ia akan menelepon Anda? kata Bibi Meri kemudian. Setelah itu Bibi Meri lebih diam apa pun dalam pikirannya dan segera kita juga kembali.

Malam itu Bibi Vera menghubungi saya melalui telepon. ?Hallo Heru, Bibi Vera ini masih mengingatkan Anda?? Tanya Bibi Vera di sisi lain.
O ya masih, pertemuan sore baru, ada apa Bibi?? Saya menjawab, bertanya-tanya.
Itu cerita Bibi Meri sendiri dengan Anda tentang Tante belum?? Dia bertanya lagi.
Itu memang Tante mm .. serius?? Aku bertanya lagi pada Bibi Vera.
Jadilah serius, bagaimana Anda okekan?? Tanya Bibi Vera lagi.

Jika demikian apa Dech? jawabku singkat. Kemudian kami mengobrol sebentar dan kami akhirnya mendapat janji besok pagi dilobby hotel ?XX? daerah jakarta barat dan dia akan datang lebih awal karena akan check-in pertama, kemudian teleponpun ditutup.

Keesokan harinya seperti biasa aku pakai rapi sebagai orang yang bekerja sehingga tidak terlalu mencolok dan aku menunggu di lobi hotel karena saya datang lebih awal, sebelum lama saya menunggu telepon saya berdering.

Hallo Heru, Bibi ini Vera. Tante sudah di atas, Anda segera naik aja di kamar 313 yang tepat? Tante menunggu ya? kata bibi memberitahu kamarnya.

Oke bibi saya segera ke sana, saya juga memiliki di lobi? jawabku singkat dan menutup telepon. Setelah mematikan telepon agar tidak diganggu, aku naik lift ke ruang Bibi Vera. Di depan pintu bell dan Bibi Vera menekan membuka pintu.

Ayo masuk, sudah daritadi Tante sampai dan langsung cek-in. O ya, Anda akan ingin minum atau makan apa pesan? Tante pesan sendiri masih makan dan minum untuk dua orang, tetapi jika Anda ingin memesan pesan lain saja, sehingga semua nanti diantarnya ?Bibi Vera katanya memungkinkan saya untuk masuk dan menutup pintu.

Yah kalau Tante pesan sendiri, tidak memiliki pesan lagi, nanti sebagian besar makanan bahkan bingung? jawab saya.

Bagaimana bingung tepat untuk Anda gantiin daya he he he? Bibi Vera menjawab dengan bercanda. Kemudian Bibi Vera duduk di sofa besar yang ada di ruangan, dan aku duduk di sampingnya, kami mengobrol sambil menonton TV dan kemudian saya mendekati Bibi Vera dan memeluk bahunya, kemudian meletakkan kepalanya kepundakku Bibi Vera, aku membelai rambutnya dan mencium keningnya Bibi Vera.

Mmm .. ya Anda romantis nya, pantes cinta Meri dengan Anda. Hh .. Tante tidak lama merasakan suasana romantis seperti ini? kata Bibi Vera saat ia menarik napas. ?Oh well bibi, Tante penting hari ini akan merasakan cinta yang hangat dan romantis, karena hari ini aku milik sepenuhnya Tante? Jawabku lagi menghibur dia sementara aku mencium keningnya.

Tante Vera menatapku dan tersenyum kecut. ?Terima kasih sayang? kata Bibi Vera. Dan menatap sendu mata dalam dan mencium bibirnya. Kecupanku bibirnya perlahan berubah menjadi ciuman lembut yang menjawab Tante Vera lembut juga, Bibi Vera tampaknya benar-benar ingin merasakan nikmatnya berciuman belum terasa.

Kami saling mencium, saling kulum, dan masing-masing memainkan lidah. lidah tante Vera Kugelitik dengan lidah saya dan langit-langit aku menyeka mulutnya sambil memeluknya dan kuraba wajah dan leher dan leher dengan tangan yang lain.

?Ahh sayang, aku suka menciummu, menciummu lebut mm .. dan merangsang, um .. kau berciuman begitu cerdas, ahh .. datang bibi sayang memberikan lebih dari ini? kata Bibi Vera sela-sela ciuman dan mencium lagi,

tangan saya mulai bergerak untuk memeras kedua payudara milik Bibi Vera ternyata. Tapi tindakan kita terganggu oleh pelayan yang memberikan makanan diperintahkan oleh Bibi Vera. Setelah pelayan keluar dan Bibi Vera meninggalkan tip, Bibi Vera tiba-tiba menabrak saya dan mendorong saya jatuh di tempat tidur dan kejam ia segera dilucuti celana dan celana dalamnya, untuk ayam masih tidur bebas dari sarang dan langsung menerkamnya .

Mengisap, menggigit dan menggigit penisku mulai bangkit dengan nafsu dan kekejaman, dan tangannya tak henti-hentinya mengocok dan bermain bola saya. ?Ahh .. perlahan Tante Tante .. ahh .. enak sekali Tante .. ohh? Aku mendesah menahan nikmat yang diberikan oleh Bibi Vera kepada saya. Tanganku hanya bisa meremas rambut Bibi Vera dan seprei kasur yang sudah mulai berantakan, tak lama sebelum aku melepaskan kepala ayam saya Bibi Vera, aku dijemput Bibi Vera dan aku berbaring kasur
?Sekarang giliranku, Tante diam dan menikmati permainan ini ya,? kataku sambil mencium Bibi Vera dan mulai menggerayangi Tante Tante Vera Vera sementara duduk diam, menatap saya dengan melankolis.

Cumbuanku dimulai dengan miliknya dan perlahan-lahan turun kelehernya sementara Tante Vera membuka kancing kemejanya satu persatu sambil terus turun dadanya. Setelah terbukan semua tombol nya. Aku meraih bra kait di belakang dan dibuka sehingga ikatan BHnya terbuka dan bibi saya Vera BH rilis melalui tangannya tanpa melepas baju Bibi Vera, setelah mengambil langsung kedua payudara saya mencium Bibi Vera.

Aku mencium semua tapi putingnya sudah berdiri dikulum atas bertanya tapi tidak pernah kukulum, setiap ciuman dan jilatanku sudah dekat dengan putingnya ciuman dan jilatanku turun payudara lagi kepangkal dan terus turun ke perut dan bermain dipusar sementara pusar lubang kujilati Bibi Vera dan lagi terus berulang, rok kusingkap dikenakan oleh Bibi Vera kemudian tangan saya mulai bekerja meraba-raba paha tante Vera dan lutut dan mulai melepaskan celana yang dikenakan oleh Bibi Vera.

Saat pertandingan mencapai perut ditarik saya celana mulut Bibi Vera, dan Bibi Vera mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah lepas dari tempatnya. celana Kupelorotkan Bibi Vera sampai lutut dan mencium lagi menuju payudaranya. Dan ketika jilatanku mendekati puting Tante Tante Vera Vera tangankupun mendekati vagina dan ketika bibir dan lidah mulai memainkan Bibi Vera puting tangan dan jari-jari saya mulai bermain dibibir bibi vaginanya Vera yang sudah basah.

Ketika kukulum puting tante Vera yang berdiri pada terakhir saya dimainkan dengan baik clit dengan jari-jari saya langsung membuat tubuh Bibi Vera melengkung ke atas.

Heru Akhh .. .. Kau benar-benar gila, kau mempermainkan begitu kejam akhh Tante .. .. .. akhh sayang Heru lezat .. gila .. Anda adalah sayang benar-benar gila? Bibi Vera menangis histeris sambil meremas nya tangan dan seprei kepala rambut ternyata.

Aku mengabaikan tangisan Bibi Vera dan aku terus mengisap dan menjilati puting kedua payudara tante Vera ternyata. Segera saya merasa tante Vera tumbuh vaginanya basah dan tubuhnya mulai bergetar erangan disertai, Bibi Vera akhirnya mendapatkan orgasme pertama.

Pada saat tubuhnya mulai bersantai, melepaskan cumbuanku di payudaranya dan langsung aku mengangkat kaki saya sehingga kepala saya dengan mudah dan langsung menuju kevaginanya kujilat dan kukulum dan kusedot-hisap vagina dan klitoris tante Vera.

Akhh .. ahh .. gila .. ini disebut penyiksaan kenikmatan .. ahh .. kau begitu gila sayang .. ahh .. aku tidak kuat lagi sayang .. ahh .. terus sayang hisap yang kuat .. ahh .. tusuk sate dengan menusuk jari sayang .. ahh .. kuat .. ahh sayang .. Tante mau .. ahh .. mau dapet lagi sayang .. ahh .. Anda benar-benar gila ?teriak histeris memohon Bibi Vera, dan tubuhnya mulai gemetar lagi merasakan orgasme kedua yang datang kepadanya.

Kuturuti menusukan permintaanya dengan jari saya dan saya bermain jari-jari saya dengan menyentuh jari kedinding bibir berkedut vagina dan lidah sambil terus memainkan perannya dikelentit Bibi Vera.

tubuh Bibi Vera bergetar keras dan pinggulnya bergoyang mengikuti irama tusukan jari saya sementara gencarnya berteriak histeris sambil meremas tangannya dan merobek rambut saya.

Ahh .. Heru y .. sayang .. ahh .. bagus sayang .. ahh .. didorong keras sayang .. ahh .. itilku kuat hisap .. ahh .. kuatt yang ..

Histeris Bibi Vera melaju orgasme kedua. Dan ketika tubuh Bibi Vera hampir tenang lagi, saya berhenti juga semua kegiatan saya dan saya melepas celana masih terbatas Tante Vera Lulut sangat longgar semua.

Lalu aku mengatur posisi saya dan penisku ke dalam lubang vagina kutusukkan Bibi Vera. ?Okhh .. jangan selalu sayang .. jangan .. ahh .. berhenti .. berhenti .. biar Bibi sayang istirahat dulu? pinta Bibi Vera kepada saya, tapi saya mengabaikan permintaannya sambil terus ayam kutusukan sampai berhenti dan mulai kugoyang , aku berbalik dan kukocok ayam di vagina Bibi Vera.

Segera aku mengangkat tubuh Bibi Vera untuk posisi bibi Vera sekarang di pangkuanku, dan dalam posisi tante Vera naik pantat lebih rendah dan menggoyangkan pinggulnya aku melepas baju bibi Vera masih menempel dan aku melemparkannya di suatu tempat dan kemudian saya membuka kait dan zipper rok Bibi Vera dan aku melepas rok Tante Vera dari atas dan juga melemparkan beberapa tempat hingga saat ini tidak ada sepotong benang yang melekat Tante Vera tubuh dan kemudian saya akan merilis pakaian saya sendiri dan melemparkan sembarangan.

Setelah merilis pakaian mulai aku berbalik pantat sampai penisku lebih dalam menggesek Tante Vera dinding vagina. ?Akhh .. sayang .. ahh .. kau begitu gila sayang .. ahh .. Anda .. ahh .. kamu gila .. ohh .. penis Anda benar-benar .. ahh .. kamu begitu pintar sayang pintar. . dan gila .. ahh .. .. ahh .. Tante mau keluar lagi .. ahh.

Tante tidak kuat lagi .. ahh sayang ?Bibi Vera berteriak histeris dan tubuhnya mulai bergetar mendapat orgasme ketiga, saya merasa diliang cairan vagina Tante Vera biak dan merasa baik-kedutan kedutan dinding vagina Bibi Vera.

Lalu aku meletakkan tubuh Bibi Vera dan terus kugenjot ayam di dalamnya yang kadang-kadang aku berbalik pinggulku, tubuh Tante Vera menambahkan bergetar keras, goyang dan mengocok penisku juga ditambahkan lebih cepat.

Lalu aku bermain tanganku sementara aku meletakkan kepala saya dikelentitnya dadanya dan dengan kusedot kukulum kuat dan juga kedua puting tante Vera berbalik dan kedutan-kedutan Tante Vera dinding vagina juga tumbuh lebih kuat sehingga penisku merasakan sensasi yang membuat saya merasa sesuatu yang akan segera meledak.
Akh .. Aku ingin keluar Tante Tante akhh .. .. aku keluar Tante? kataku di sela-sela kuluman mulut diputingnya sambil terus mengocok penisku dengan cepat dan kuat dalam vagina Bibi Vera.

Ahh .. ya sayang .. ahh .. keluarkan .. ahh .. Tante juga .. ahh .. sudah tidak kuat lagi .. ahh? tante Vera menangis dan memelukku erat-erat sambil tubuhnya terus bergetar, aku merasa dia kuku mencakar punggungku.

Kemudian meledak kesenangan cair saya mengambil di bibi vaginanya Vera yang sudah basah sehingga tumbuh basah lagi, ketika saya kesenangan meledak dan tubuh saya bergetar kesenangan kukocok keras dan kontol yang kuat di vagina Bibi Vera sehingga ada cairan yang keluar dari vagina Tante Vera aku merasa dari tangan basah karena masih memainkan klitoris Bibi Vera.

tubuh kita bergetar sama keras, kita berkeringat bersama-sama dan seluruh ruangan dipenuhi oleh suara rintihan dan jeritan kenikmatan yang kita dapatkan pada saat yang sama.

Setelah saya dan Bibi Vera mulai tenang, aku melepaskan penisku dari vaginanya sudah sangat basah, kemudian membersihkan vagina diisi dengan kenikmatan cairan kami berdua dengan sedotan dan jilatanku, kujilati untuk membersihkan dan samar-samar kudengan erangan rendah Bibi Vera, yang menutup matanya untuk merasakan kenikmatan dia baru saja.

Setelah bersih aku berbaring saya di samping Bibi Vera, dan kemudian aku memeluknya dan mencium pipi Bibi Vera. ?Ahh .. terima kasih sayang .. terima kasih .. uhh .. saya lebih muda meninggalkan tubuh saya terasa begitu ringan seperti kapas yang masih terbang diawang melamun, ahh .. mendukung sekali sebelum aku, kau sayang sangat cerdas, hanya sekali saya merasa beruntun orgasme seperti sebelumnya, sampai tubuh lemas Tante ?Bibi Vera berkata sambil membuka matanya dan tersenyum padaku.

Ah tante Vera bisa kemudian .. Saya juga punya nikmat sekali, kedutan dinding vagina Tante Vera membuat penisku merasa seperti kusut, nikmat sekali? kataku sambil menyeka keringat di dahinya dan mencium keningnya Bibi Vera , dan kemudian aku bangun dan menuju kamar mandi kamar untuk membersihkan tubuh penuh keringat dan diikuti oleh Bibi Vera dan kami juga mendapat manfaat membersihkan tubuh.

Selesai membersihkan tubuh dan dalam keadaan telanjang makanan makan kita yang telah diperintahkan oleh Bibi Vera, berbicara dan bercanda, sementara tangan Bibi Vera tidak pernah lepas dari selangkangan saya.
Selesai makan kami melanjutkan pembicaraan kami di tempat tidur sambil memeluk satu sama lain sampai akhirnya kami juga tertidur untuk memulihkan energi yang akan membuat pertarungan berikutnya lebih menarik. Dan sejak saya masih muda daun menjadi favorit Tante Vera dan Ms Meri

Saturday, November 2, 2019

Nikmatnya di Manja Oleh Tante April

SahabatQQ - Namaku Ronald umurku 38 tahun, diusiaku yang kepala 3 ni aku terlihat sangat muda. Ada seorang janda bernama tante april usianya sudah kepala 4 tapi dia selalu menjaga dan merawat tubuhnya . mukanya sangat cantik.

Nikmatnya di Manja Oleh Tante April



Kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante April yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C. Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu.

Bodi tante April yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi. Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku.

Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor aku jalankan pelan keluar dari gerbang rumah. Dikejauhan aku melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian.

Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, aku terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir.

Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante April. Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kontolku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat.
Perlahan-lahan motor aku arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante April.

Eh tante April. Mau kemana tante??, sapaku.

Tante April agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.

Ehm.. Kamu Ron. Tante mau ke kantor. Kamu mau ke kampus??, tante April balik bertanya.

Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi?, kataku sambil menawarkan jasa dan berharap tante April tidak menolak ajakanku.

Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho.?

Suara tante April yang empuk dan lembut sesaat membuat penisku semakin menegang.

?Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat?, kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi aku tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.

?Benar nih Ronald mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu?, kata tante April sambil melangkahkan kakinya diboncengan.

Aku sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu. Tapi bagaimanapun aku tetap diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan empuknya payudara tante yang memang sangat aku kagumi.

Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku. Pagi itu tante April aku anter sampai ke kantornya. Dan aku segera menuju ke kampus dengan perasaan senang.

Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering. Segera saja aku angkat. Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita.
Bisa bicara dengan Ronald??
Iya saya sendiri??, jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.
Selamat pagi Ronald. Ini tante April!?, aku benar-benar kaget bercampur aduk.
Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante??, kataku agak gugup.
Pagi ini kamu ada acara nggak Ron? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan??, pinta tante Aprily dari ujung telepon.
Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante?, jawabku. Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kontolku yang mulai membesar karena membayangkan tante April.
Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya. Met pagi Ronald.. Sampai nanti!? Suara lembut tante April yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana.

Pagi itu aku benar-benar senang mendengar permintaan tante April untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana-mana. Sementara tanganku masih saja mengelus-elus penisku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan jika yang memegang kontolku itu adalah tante April. Karena hasratku sudah menggebu, maka segera saja aku lampiaskan birahiku itu dengan onani menggunakan boneka didol montok yang aku beli beberapa bulan yang lalu.

Aku bayangkan aku sedang bersetubuh dengan tante April yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok menunggu untuk diAprilyut dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh boneka itu.
Tante? Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah?, mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante April.

Karena sudah tidak tahan lagi, segera saja batang penisku, kumasukkan ke dalam vagina didol itu. Aku mulai melakukan gerakan naik turun sambil mendekap erat dan menciumi bibir boneka yang aku umpamakan sebagai tante April itu dengan penuh nafsu.
Ehm.. Ehs.. Nikmat sekali sayang..?
Kontolku semakin aku kayuh dengan cepat.
tante.. Nikmat sekali memekmu. Aaah.. Punyaku mau keluar sayang..?, mulutku meracau ngomong sendiri.

Akhirnya tak lama kemudian penisku menyemburkan cairan putih ke dalam lubang vagina boneka itu. Lemas sudah tubuhku. Setelah beristirahat sejenak, aku kemudian segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan kontol dan tubuhku.

Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Aku sudah selesai mandi dan berdandan.
Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante April. Aku sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan tubuhmu dari dekat sayang?, gumamku dalam hati.

Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante April yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku. Sampai di rumah janda montok itu, segera saja aku ketuk pintunya.
Ya, sebentar?, sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante April.

Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante April yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku. Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya yang agak ke bawah.

Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa. Tante April kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu. Aku sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.

Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala??, tanyaku penasaran.
Senyuman indah dari bibir sensual tante April mengembang sesaat mendengar pertanyaanku.
Oh, biar aman aja. Kan aku mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV?, jawab tante April seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.

Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi penisku tegang karena terangsang oleh penampilan tante April. Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kontolku nggak bisa diajak kompromi karena semakin besar aja.
Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya. Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.

Ayo Ron diminum dulu sirupnya?, kata tante padaku.
Aku kemudian mengambil gelas dan meminumnya.

Ron. Kamu tahu nggak Aprilapa aku minta kamu datang ke sini??, tanya tante April sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup
Ehm.. Eng.. Nggak tante?, jawabku.

Tante sebenarnya butuh teman ngobrol. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana. Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian. Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!?, kata tente April seperti mengiba.

Dalam hati aku senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas. Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi Aprilyataan.

Kalau sekiranya saya dibutuhkan, ya boleh-boleh aja tante. Justru saya senang bisa ngobrol sama tante. Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok.?

Tante tersenyum mendengar jawabanku. Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV. Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan-anganku semakin melayang jauh.

?Ron, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak??, tanya tante April yang kali ini sedikit manja.

Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin?, jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul, seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya.

Mata Tante April terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi, meski sebenarnya birahiku sedang menanjak. Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku.

Kalau panas dilepas aja ya Ron, biar cepet adem?, kata tante April sembari membuka satu-persatu kancing bajuku, dan melepaskannya hingga aku telanjang dada?

Aku saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku. Dan aku pun hanya bisa diam terbengong-bengong. Aku tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente April pagi itu yang memintaku untuk membantu melepaskan kaos ketatnya.

Ron, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..?, pinta tante April dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.

Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini, aku lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante April.

Dan apa yang berikutnya aku lihat sungguh membuat darahku berdesir dan penisku semakin tegang membesar serta jantung berdetak Aprilcang. Payudara tante April yang besar tampak nyata di depan mataku, tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak Aprilcang dan padat sekali.
Aprilapa Ron. Kok tiba-tiba diam??, tanya tante April padaku.

E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante?, jawabku spontan sambil menundukkan kepala.
Ala.. enggak usah pura-pura. Aku tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. Ronald sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?? kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok.
Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..?, aku seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup. Apalagi tubuh tante April semakin merapat ke tubuhku.

?Ron.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu. Nggak usah takut-takut sayang. Aku sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki?, rajuk tante April sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya.

Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai. Aku semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja. Dengan nafsu yang membara, susu tante April aku remas-remas.

Sementara bibirku dan bibirnya saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas, yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh. Permaianan kami semakin panas. Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya.
Uuhh? Aah?? Tante April mendesah-desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu.

Aku permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya. Sekali-kali putingnya aku gigit hingga membuat Tante April menggelinjang merasakan Kenikmatan. Sementara tangan kananku mulai menggerayangi ?vagina? yang sudah mulai basah. Aku usap-usap bibir vagina tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.
Ron.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasilah tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu?, suara itu keluar dari bibir janda montok itu.

Aku menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya. Perlahan setelah puas bermain-main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah menuju vagina tante April yang bersih terawat tanpa bulu. Dengan leluasa lidahku mulai menyapu vagina yang sudah basah oleh cairan.

Aku sudah tudak sabar lagi. Batang penisku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan vagina janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang penisku ke celah-celah vagina. Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya. Kutekan perlahan dan?
Aaah??, suara itu keluar dari mulut tante April setelah penisku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya.

Kupompa penisku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.
Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..?, tante April mulai menikmati permainan itu.

Aku terus mengayuh penisku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul. Aku merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.
Tante.. Punyaku sudah mau keluar..?
Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..?, akhirnya tante April tidak tahan lagi.

Kamipun mengeluarkan cairan Kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke dalam liang senggama tante, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru.

Terima kasih Ronald. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan. Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante??, tanya beliau padaku.

Aku tersenyum sambil menciumkening janda itu dengan penuh sayang.

Aku sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan Kenikmatan ini padaku. Karena sudah lama sekali aku berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini?

Tante April tersenyum senang mendengar jawabanku.

?Ronald sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja, karena tubuh tante sekarang adalah milikmu. Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin? Ronald temani tante ya.?, kata tante April kemudian.
Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju. Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya. Hari itu adalah hari yang tidak pernah bisa aku lupakan. Karena angan-anganku untuk bisa bercinta dengan tante April dapat terwujud menjadi Aprilyataan. Sampai saat ini aku dan tante April masih selalu melakukan aktivitas sex dengan berbagai variasi. Dan kami sangat bahagia

Thursday, October 31, 2019

Tubuh Tante Kost Yang Sangat Nikmat

SahabatQQ - Kebiasaanku tidur ngelantur belum bisa di hilangkan sejak SMA. Udara dingin di kota bandung membuatku semakin untuk bangun dari tempat tidur. Aku  tinggal di kost-kostan bersama teman temanku. Ketika aku bangun untuk sarapan dan mandi maka mereka semua sudah tidak ada di dalam kamar. Kebiasaanku adalah sarapan sambil nonton TV.

Tubuh Tante Kost Yang Sangat Nikmat


Tante kost-ku termasuk yang baik, tak jarang untukku sengaja disiapkannya secangkir kopi atau kue untuk sarapan, atau semangkuk mie rebus hangat. Aku disayangnya, karena bila pagi hari rumah kost itu kosong dan akulah yang menemaninya mengurus segala sesuatu, menyapu, masak, atau apa saja. Walau aku suka tidur ngelantur, tapi aku termasuk anak yang rajin kerja di rumah. Tante ini masih muda, tetapi sudah janda. Ia hanya punya satu orang anak dan sudah bekerja di Sumatera. Praktis, ia hanya seorang diri di rumah. Namun kecantikannya tetap ia pelihara, sehingga di usianya yang mendekati kepala lima ia masih tetap cantik dan kencang.

Suatu hari aku nonton film biru pinjaman dari kawanku. Di rumah rupanya seperti biasa hanya aku saja lagi yang merupakan penghuninya. Aku ke kamar kecil sebentar, lalu memutar film itu di VCD komputerku. Karena asyiknya, melihat adegan yang panas aku tidak tahan, aku melucuti satu-satu pakaianku, tinggal CD-ku saja yang bertahan, itupun cuma sebentar, lalu kupelorotkan hingga ke paha. Aku merasa penisku menghentak-hentak minta dikeluarkan. Aku nonton dengan mata setengah membuka, sambil berbaring kuelus-elus penisku yang makin tegak. Gerakan tanganku sudah menjadi cepat, ah.. aku nggak tahan lagi, lalu aku kocok terus dan terus, kugigit selimut untuk menahan jeritan nikmat yang benar-benar menyelimuti pagi yang indah itu. Sesaat kemudian nafasku mendengus sambil menyemprotkan mani ke dadaku.
?Ah.. hmm.. ah..? aku merasa tubuhku ringan, lalu aku merasa ngantuk dan terlelap.

Tiba-tiba aku merasa pahaku dielus orang. Aku tersentak kaget. Ah, ternyata tante sudah ada di dalam kamarku. Ia menggunakan gaun putih yang tipis dan longgar. Kuhirup bau segar parfumnya yang menawan. Aku buru-buru bangkit menarik CD yang kupelorotkan, air maniku meleleh ke sprei, nggak kupedulikan. Tante kemudian menatap mataku, tampak bergelora api nafsu yang menggelegak di balik pandangannya itu.
Tangannya meraih tanganku, ?Raf, Tante minta maaf masuk kamarmu tanpa mengetuk, abis tadi Tante lihat pintu kamarmu nggak dikunci. Tante bawa sarapan, tapi, Tante lihat kamu lelap kayak gitu,? katanya sambil mengelus pahaku kembali.

Aku salah tingkah. Matanya melirik VCD-ku yang ternyata masih memainkan film ?laga? itu. Adegan demi adegan diawasinya, sambil tangannya meremas bahuku. Dielusnya tanganku sambil menarikku duduk di kasur. Kurasakan getaran halus lewat jari-jarinya, menahan gelora nafsunya yang membahana. Aku mulai aktif dan terbakar suasana. Kupeluk ia dari belakang, lalu kuhembuskan nafasku ke tengkuknya. Ia menggeliat dan menjadi lebih beringas.

Tubuhnya berbalik. Dibalasnya hembusan nafasku dengan ciuman lembut. Kedua tangannya dengan liar menelusuri pinggulku, perutku, lalu puting susu di dadaku.
?Raf, beri Tante.. Tante mau..? katanya penuh harap.
Ia kemudian menarik CD-ku sampai tuntas, lalu dengan lembut mengelus rambut kemaluanku, penisku yang masih terkulai lemas diremasnya dengan lembut pula. Aku menggelinjang kegelian, tapi tangan tante lebih dahulu menekan tanganku, seakan isyarat agar aku menurut.

Aku memejamkan mata. Nafasku bergemuruh, kemudian tubuh kami terhempas di kasur. Tante kemudian mengulum zakarku, sambil sesekali mencium penisku.?Aku hanya dapat menahan nafas, sambil mengerang penuh nikmat. Kemudian lidahnya dengan liar menjilat penisku yang sudah tegak, sambil sesekali mengulum dan menyedotnya penuh gairah. Aku benar-benar sudah siap laga, ketika ia kemudian merebahkan tubuhnya di sampingku. Aku maklum.

Kubuka gaunnya yang longgar, kemudian BH dan CD-nya. Tante dan aku sudah sama-sama bugil. Aku mengambil posisi di atas, untuk memulainya. Pelan kupeluk badannya, lalu kubelai rambutnya yang mulai beruban itu. Kucium leher dan kupingnya, ia menggelinjang kegelian. Nampak, bulu lengannya merebak menahan rasa itu, tapi mulutnya hanya mengerang. Lalu, bagian leher bawahnya kujilat lembut, sambil sesekali jenggotku yang habis dicukur kemarin kugesekkan. Badan tante kemudian menggeliat lebih liar, sambil mendesahkan kata-kata yang tidak jelas
Aksiku kulanjutkan dengan memainkan puting susunya yang menegang, sambil kujilat dan kuhisap perlahan.
?Ayo Raf, ayo!? katanya.
Aku tidak peduli. Aku telusuri terus semua titik nyerinya. Sampai kemudian wajahku berada di selangkangannya yang mulai berpeluh. Kubelai pubisnya dengan lidahku. Kubuka labia minora-nya dengan lembut, kemudian tanganku membelai perlahan labia minora-nya yang sudah mulai basah itu berkali-kali.

Kakinya kemudian menekuk dan mengangkat pinggulnya. Dimainkannya pinggulnya dengan goyangan yang berirama. Lidahku kemudian beraksi, menjilat bagian labia minora-nya, lalu naik hingga klitorisnya. Kulihat klitoris itu sudah menonjol kemerahan. Lalu, aku mengangkat pinggulnya, dan kumasukkan penisku perlahan, sambil kugoyang maju-mundur. Tante mengerang dengan tangan memegang erat pinggir kasur.

?Ayo, Raf, terus..!? katanya menyuruhku menggoyang badanku terus.
Aku menengkurapinya, lalu dengan sigap kusentakkan pinggulku sehingga penisku menghujam dalam ke vaginanya.
?Aduh, aduh.. Raf, nikmat sekali,? katanya sambil memelukku.

Leher dan puting susunya terus kucium dan kujilat.
?Teruskan Raf! ayo sayang, aku sudah hampir sampai nih,? katanya.
Aku makin menyentak. Keringatku mulai bercucuran, sementara tante pun demikian pula. Rupanya tante sudah sampai ketika tiba-tiba tante memelukku dengan tangan dan kakinya erat-erat sehingga aku tidak dapat bergerak sama sekali. Di mulutnya hanya suara desah puas selama beberapa saat. Kemudian pelukannya mengendur. Tante lemas.

Aku masih penasaran, karena aku belum sampai. Kutarik perlahan penisku yang masih menegang. Kulihat penisku berkilat-kilat karena lumasan vagina tante. Kubuka selangkangan tante, ia mengerang dan menggelinjangkan pantatnya ketika vaginanya kuraba lagi. Kurangsang tante agar aku dapat mencapai orgasme. Lidahku beraksi, kugapai labia minora-nya lalu kujilat habis bagian itu, bahkan maniku yang meleleh di situ kujilat sampai habis.
Lalu, klitorisnya yang memerah itu kusedot perlahan, ?Ah, emm.. mm,? ia memekik lirih.

Badannya yang mulai menggelinjang itu kemudian kutelungkupkan. Kunaiki pantatnya, lalu kutekankan penisku ke vaginanya. Kemudian terasa suatu sensasi di penisku, karena tante menutup rapat kakinya. Tanganku kemudian memeluknya dari belakang, lalu aku menciumi tengkuknya yang wangi. Tanganku terus memainkan putingnya yang mengeras itu sambil kugoyang pinggulku, perlahan mula-mula, dan kemudian kemudian makin cepat.

?Rafael, terus Raf, Tante hampir dapat lagi nih,? katanya berbisik.
Aku tidak dapat menyahut. Nafasku memburu, karena nafsuku mulai memuncak. Kurasakan nikmat menyelimutiku sampai habis, lalu rasanya itu maniku sudah menghentak-hentak hendak keluar.
?Tante, Rafael mau keluar nih,? kataku berbisik.
Ia hanya mengangguk. Kemudian dengan sekali hentakan lagi, aku merasakan suatu sensasi baru, kenikmatan yang sangat panjang, ?Crot.. croot.. croot..? terasa maniku menyemprot deras ke dalam vagina tante, sambil tanganku memeluknya dengan erat.
Aku hanya dapat mengerang penuh nikmat surgawi. Aku lemas di atas badan tante, lalu terlelap beberapa saat lagi.

Beberapa saat ia menggeliat. Ia bangkit dan mengenakan kembali pakaiannya. Kurasakan tante memeluk dan menciumku mesra sekali. Disekanya keringatku yang meleleh, lalu diselimutinya badanku yang masih telanjang. Pergulatan itu memporak-porandakan kasurku, tapi aku kini merasa tidak sendiri dalam menikmati dunia ini. Tante Win, di pagi hari siap selalu mengantarkan sarapanku, dan jika suatu saat ia memerlukan kehangatan diriku, aku Rafael, boy friend-nya, selalu ada di sampingnya

Tuesday, October 29, 2019

Nikmatnya bersetubuh dengan Tante Nita

SahabatQQ - Kejadian ini sudah hampir 1 bulan yang lalu, selama itu juga kami tidak pernah melakukan hubungan badan lagi. Menurut saya mungkin tante nita sudah sadar dengan kekhilafannya. Sata juga berusaha melupakan kejadian itu. Saya juga malu dan juga merasakan nikmatnya persutubhan kami. Mungkin ini perasaan yang ada di dalam hati tante nita

Nikmatnya bersetubuh dengan Tante Nita



Seperti biasanya, saya kalau sedang bernafsu sering saya lampiaskan pada film porno dan tentu saja akan berakhir dengan onani. Kalau setiap habis menonton film porno, saya sering membayangkan sangat ingin menikmati tubuh Tante Nita kembali.

Pada suatu sore, ketika saya sedang menikmati film porno dan sedang dalam tahap sangat ingin melakukan hubungan seks, (mungkin seseorang kalau sekali sudah merasakan nikmatnya hubungan seks, akan sulit untuk melupakannya) tiba-tiba berdering telepon dan tentu saja membuatku terhentak seketika dan dengan sedikit mengomel saya bangkit dan menjawab teleponnya (pembaca dapat merasakan kalau kita sedang menikmati sesuatu, terus ada hal yang mengganggu).
Dengan berat saya menjawab, ?Halo.., mau cari siapa..??
Lalu terdengar suara seorang wanita, ?Saya ingin mencari Endy, Endynya ada..??
Dengan sedikit rasa ingin tahu, saya jawab, ?Yah, saya Endy, disana siapa yach..??

Kemudian terdengar suara yang agak genit tapi sangat merangsang, ?Hayo.., sudah lupa yach sama saya, padahal belum juga satu bulan..!?
Hati saya langsung berdebar-debar, lalu saya bertanya kembali, ?Disana Tante Nita yach..??
Dan terdengar suara, ?Emangnya kamu pikir sapa, sembarangan aja..!?
Lalu saya pun berkata, ?Ada keperluan apa Tante..??
Dengan pelan tetapi agak kesal, Tante Nita berkata, ?Kamu kayak nggak tau aja, rumah tante lagi sepi nih, selain itu tante lagi pengen nih, kamu bisa khan nolongin tante..??
Dengan sedikit jahil saya bertanya lagi, ?Nolongin apa tante..??
Tante Nita yang mungkin sudah kesal sekali, lalu berkata, ?Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sich, udah hampir satu bulan nich.. apa kamu nggak ingin kenikmatan kayak waktu itu..??

Dalam hati, tentu saya saja saya sudah sangat berharap karena selain rangsangan dari film porno yang saya tonton, saya juga tidak merasa puas akan onani yang saya sering lakukan.
Lalu saya berkata, ?Tante tunggu yach, saya segera kesana, paling cuman 10 menitan.?
Dan Tante Nita menjawab, ?Yach udah.., cepatan yach, tante tunggu nih..!?

Dalam 10 menit, saya sudah tiba di rumah Tante Nita, dan ternyata Tante Nita sudah menunggu saya di depan rumahnya, terlihat Tante Nita memakai setelan piyama. Lalu kami pun masuk ke dalam rumah dengan nafas terengah-engah.
Saya berkata, ?Tante ini bikin capek saya aja..!?
Dan dengan agak manja, Tante Nita berkata, ?Masak gitu aja capek, tapi kamu juga dapat enaknya khan, kamu ini juga kok masih juga panggil tante, khan udah dibilang panggil aja dengan Nita, gimana sech..!?
Dengan tertunduk saya berkata, ?Iya juga sech, saya lupa tante.. eh.. Nita maksud saya.?

Lalu saya masuk ke dapur dan mengambil minum. Tante Nita pun menyusul saya masuk ke dalam. Sesudah meminum habis air dalam gelas, saya segera menarik Tante Nita dan memeluknya. Dengan manja Tante Nita berusaha untuk melepaskan peluksan saya, tapi saya segera mendaratkan ciuman saya ke bibirnya. Tante Nita terlihat sangat menikmatinya dan mulai membalas ciuman saya dengan mengigit pelan lidah saya, tapi saya juga berusaha membalas ciumannya.

Kami berciuman hampir 3 menit, lalu saya melepaskan ciuman saya dan bertanya, ?Nit, saya bole nanya nggak..??
Yach.., nanya aja, emang kenapa..? jawab Tante Nita.
Lalu saya berkata kembali, ?Kalo bole tau, kamu pake celana dalam warna apa hari ini..??
Dan Tante Nita berkata, ?Eh kamu.. memalukan, masak nanya hal yang gituan..??
Saya berkata lagi, ?Masak nggak bole sich..??
Tante Nita berkata, ?Yach udah.., kamu lihat aja sendiri..!?
Lalu tangan saya mulai bergerilya di sekitar wilayah pinggang ke bawah dan dengan pelan saya mulai membuka celana piyama nya dan telihat kalau Tante Nita memakai CD warna putih dan terlihat bayangan kehitam-hitaman di sekitar lipatan kakinya.

Lalu Tante Nita berkata, ?Nah udah tau khan, kok masih diam aja, kayak ngak pernah gituan aja..!?
Dengan tersenyum saya lalu mengendong Tante Nita segera menuju kamarnya.
Tante Nita berkata, ?Kamu ini kok nggak sabaran sech..??
Sampai di kamarnya, saya membaringkan Tante Nita ke ranjang dan segera membuka pakaian serta celana saya, sehingga saya hanya tinggal memakai CD. Sedangkan terlihat kalau kemaluan saya sudah menegang. Lalu saya segera mencium bibir Tante Nita, sedangkan tangan saya mulai aktif bekerja meremas payudara Tante Nita. Kemudian saya pun membuka baju Tante Nita, sehingga tampaklah payudara Tante Nita yang masih terbungkus oleh BH yang berwarna putih juga (dalam pikiranku mungkin BH dan CD Tante Nita adalah satu set, sehingga tampak sangat serasi).

Lalu tangan saya mulai bergerak ke belakang untuk mencari kait dan membuka BH-nya tante, tapi dengan tersenyum Tante Nita berkata, ?Ini model baru Ndy.., kaitnya terletak di depan.?
Dan tangan Tante Nita sendiri yang melepaskan kait BH-nya, sehingga tampaklah oleh saya payudara Tante Nita yang masih kencang. Saya segera menenggelamkan wajah saya ke dalam payudaranya. Dengan gerakan meremas dan mulut saya menghisap putingnya, Tante Nita mulai terangsang, ini terlihat dari erangan Tante Nita.
Uuh.. enak sekali.. terus Ndy.. ehmm..?

Lalu tangan saya mulai bergerak ke bawah, masuk ke dalam celananya dan mulai menyentuh bagian di sekitar selangkangannya, meskipun hanya dari luar celana dalamnya.
Lalu tante berkata dengan sedikit tertekan, ?Ndy.. tante nggak tahan lagi nih..!?
Tanpa berpikir panjang lagi, saya segera melepaskan celana sekaligus CD Tante Nita, karena nafsu saya juga telah memuncak. Lalu terlihatlah kemaluan Tante Nita yang ditumbuhi bulu-bulu yang terawat dengan rapih
Kepala saya segera turun dan segera menjilati kemaluan Tante Nita.
Terdengar Tante Nita menjerit, ?Aduh Ndy.., nikmat sekali.. terus.. tante merasa nikmat terus Ndy.. uh.. uh.. ahh..?
Tiba-tiba tubuh Tante Nita mengejang dan pinggangnya terangkat ke atas. Saya mengetahui kalau Tante Nita sudah hampir mencapai klimaksnya, tapi saya segera menghentikan permainan saya, sehingga terlihat kalau Tante Nita sangat kecewa dan berkata, ?Kamu kok gitu sech Ndy..!?
Saya berkata lagi, ?Nit, nanti saya akan memberikan kenikmatan yang sebenarnya, tapi sekarang kamu harus meluruskan kembali dulu adik saya ini..!? sambil menunjukkan batang kemaluan saya yang sudah agak mengecil.

Saya bangkit dan segera mengarahkan kemaluan saya ke dalam mulut Tante Nita. Tante Nita nampaknya sangat liar dan segera melahap habis kemaluan saya, terlihat kalau kemaluan saya terbenam seluruhnya ke dalam mulut Tante Nita. Dengan gerakan menghisap Tante Nita berhasil membuat kemaluan saya sudah dalam keadaan siap tempur dan sudah dalam ukuran yang maksimum.

Lalu Tante Nita menyuruh saya untuk memasukkan kemaluan saya ke dalam kemaluannya, lalu saya bergerak turun dan tubuh saya menimpa tubuh Tante Nita. Saya mengarahkan kemaluan saya ke lubang kemaluan Tante Nita. Dengan pelan tapi pasti, saya mulai menekan kemaluan saya ke dalam lubang Tante Nita. Karena sudah basah oleh ludah Tante Nita dan kemaluan Tante Nita sudah basah oleh cairan kemaluannya, sehingga memudahkan kemaluan saya menekan, meskipun masih terasa sakit di sekitar kepala kemaluan saya.
Tante Nita mulai menjerit dengan tertahan, ?Aduh.. duh.. sakit.. Ndy.. teruskan.. uh.. ah.. ehm.. tapi nikmat sekali..!?
Karena ingin segera mencapai klimaksnya, saya pun segera membenamkan habis kemaluan saya dan terasa kenikmatan yang hebat baik saya maupun Tante Nita.

Kemudian saya segera melanjutkannya dengan gerakan naik turun, sedangkan Tante Nita berusaha mengimbangi permainan saya dengan gerakan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Dan sesudah 5 menit, kemudian Tante Nita menjerit dan kakinya mengunci pinggang saya, kemudian mulai menendang ke atas.
?Ndy.. saya sampai nih.. ah.. uh.. uh.. ehs.. nikmat sekali..!?desahnya menahan kenikmatan.
Sedangkan tangannya bergerak tidak karuan dan mencakar punggung saya, tapi saya sudah tidak mempedulikannya lagi dan terus memompa kemaluan saya ke dalam lubang surgawi Tante Nita.

Selang beberapa detik kemudian, saya merasa ada sesuatu yang akan meledak keluar, dan saya merasakan segera mencapai klimaks.
Lalu saya berkata, ?Nita, tahan.., sebentar lagi saya segera keluar..!?
Saya mengerang, ?Uuh.. uh.. enak sekali, sungguh enak sekali.?
5 detik kemudian, saya pun menghujani kemaluan Tante Nita dengan siraman air sperma saya dan saya merasakan adanya cairan hangat dalam kemaluan Tante Nita dan dinding kemaluan Tante Nita menjadi agak licin.
Saya tahu Tante Nita dan saya sudah mencapai orgasme bersamaan dan terdengar jeritan, ?Uuh.. Ndy.. enak sekali.. tante sampai.. uh..!?

Setelah mencapai orgasme, saya jatuh tertidur di samping Tante Nita.
Tante Nita berkata, ?Terima kasih Ndy.. tante puas sekali.., sudah lama tante nggak merasa puas seperti ini..!?
Lalu saya tersenyum dan berkata, ?Saya juga puas tante, kemaluan tante nikmat sekali, sungguh saya puas Nit..!?
Kemudian kami pun saling berpelukan dan berciuman kembali.

Setelah hampir setengah jam beristirahat, kami mengulangi kembali permainan seks kami, hanya kali ini Tante Nita berada di atas, sedangkan saya di bawah. Permainan ini hanya berlangsung sekitar 5 menit, karena kami masing-masing sudah lelah pada permainan yang pertama, sehingga pada permainan kedua ini kami merasa tidak senikmat permainan pertama. Setelah lelah dan tertidur, tidak sadar hari sudah sore, maka segera saya membersihkan diri dan ingin segera pulang ke rumah. Tante Nita mengantar saya sampai ke pintu rumahnya.
Dia berkata, ?Endy.., tante puas hari ini..!?
Saya berkata membalasnya, ?Saya juga tante, tante hebat sekali..!?

Dengan tersipu, Tante Nita berkata, ?Kapan-kapan kita lanjutkan lagi..??
Saya menjawab, ?Iya Nita, saya akan dengan senang hati melayanimu, soalnya kamu hebat sech..! Saya suka deh ama kamu..?
Tante Nita berkata lagi, ?Iya, kalo kamu ingin, kamu bisa kok telepon tante, nanti kita bisa cari tempat yang aman, soalnya tante juga malu khan kalo tiap hari tante aja yang minta..!?
Lalu saya berkata lagi, ?Iya dech tante.., nanti kalo saya pengen, tante harus siap loh..!?
Dengan senyuman, Tante Nita menganggukkan kepalanya.

Saya kembali memeluk Tante Nita dan menciumnya, sedangkan tangan saya bergerak ke arah selangkangannya dan menggosoknya.
Tapi Tante Nita berkata, ?Udah donk Ndy.. Tante malu nih digituin terus..!?
Tapi saya terus saja memainkan kemaluan Tante Nita dan berkata, ?Malu apanya tante, saya juga udah pernah lihat ama menikmati seluruh tubuh tante kok, tante juga suka khan..??
Sambil tertunduk, Tante Nita berkata, ?Aah.. udahlah.. lain kali aja deh, saya janji pasti akan terus memberi kenikmatan yang lebih ama kamu, udah dech yang lainnya udah mo pulang tuh..! (maksudnya keluarga Tante Nita) Kamu harus segera balik tuh..!?
Lalu saya mengiyakannya dan segera melepas ciuman dan pelukan serta tangan saya dari selangkangan Tante Nita.

Hubungan kami berlansung lama dan hampir 2 tahun. Kami selalu berhubungan dengan diam-diam dan saya selalu puas denga permainan Tante Nita. Sedangkan Tante Nita juga sebaliknya merasa puas akan permainan kami, tapi kami selalu melakukan hubungan seks dengan cara-cara yang tradisional dan tidak pernah mencoba gaya-gaya yang agak berani, seperti gaya anjing, 69 ataupun yang lainnya.

Belakangan ini, dari cerita Tante Nita, saya tahu kalau suaminya (papa teman saya) mempunyai istri simpanan di luar, sehingga Tante Nita merasa sering ditinggalkan dan kebutuhan batinnya tidak pernah tercukupi.

Setelah hubungan yang begitu lama, saya mulai merasakan kalau saya menyukai Tante Nita, tapi saya tidak tahu apakah saya mencintainya atau hanya perasaan karena kami sering berhubungan intim.
Pernah sekali saya mengutarakannya, tapi Tante Nita memberi penjelasan, ?Kamu ini hanya terbawa perasaan, diantara kita memang ada rasa suka, tapi tidak pernah saling mencintai, kita hanya membutuhkan masing-masing untuk memuaskan kebutuhan kita..!?
Dan saya mulai mengerti kalau hubungan ini tidak akan berlangsung lama. Setelah saya melanjutkan pendidikan saya di luar kota, saya mulai jarang kembali ke kampung halaman saya. Tetapi saat saya kembali, saya dan Tante Nita selalu mencari kesempatan untuk melakukan hubungan seks kami.

Cerita ini merupakan pengalaman nyata yang saya alami, bukan rekayasa. Meskipun dalam cerita ini, cerita seksnya kurang dominan, tapi saya ingin pembaca tahu konflik batin yang terjadi dan pertentangan-pertentangan dalam diri kita. Terima kasih atas perhatiannya, saran dan kritik saya tunggu di email saya.

Thursday, October 10, 2019

Selingkuh dengan Tante Githa

SahabatQQ - Wajahku mirip seperti wajah bule padahal ayah dan ibuku orang indonesia. Tetapi ibuku poernah memiliki sejarah diperkosa oleh orang bule saat bekerja menjadi baby sister di USA

Selingkuh dengan Tante Githa


Karena trauma ibuku langsung pulang keindonesia dan menikah dengan ayahku itulah sejarah kenapa aku kayak orang indo/bule. Okey sorry terlalu panjang pendahuluannya, kita langsung saja ke ceritanya. Kejadian ini bermula dimana saya memiliki pacar yang sangat cemburu dan sayang sama saya, maka saya dianjurkan mengontrak rumah di rumah tantenya yang tentunya berdekatan dengan rumahnya.

Saya bekerja di salah satu perusahaan Asing yang berkecimpung di Akuntan Public yang terkenal dan ternama, maka saya mendapatkan uang yang secukupnya untuk membiayai adik saya 5 orang yang sedang kuliah di Jakarta.

Dan untung saja 3 orang masuk UI dan 2 orang masuk IPB, maka dengan mudah saya bayar uang semesterannya. Sedangkan saya sendiri hanya membutuhkan uang makan dan ongkos, dimana saya tinggal di kawasan Bogor yang terkenal dengan hujannya.

Setelah dua tahun saya mengontrak di rumah yang sampai sekarang juga masih saya tempati, terjadilah kejadian ini. Dimana waktu itu kelima adik saya pulang kampung karena liburan panjang ke Kalimantan, sedangkan saya yang kerja tidak dapat pulang kampung dengan mereka, maka tinggallah saya seorang diri di Jakarta.

Waktu itu tepat hari Sabtu, dimana Om Boyke atau suami Tante Githa ini biasanya kerja pada hari Sabtu, maklum dia adalah pegawai swasta dan sering juga ke lapangan dimana dia bekerja di perminyakan di lepas pantai. Jadi waktu itu Om Boyke ke lapangan dan tinggallah Tante Githa sendirian di rumah.

Tante Githa telah menikah, tetapi sudah lama tidak mendapatkan anak hampir sudah 8 tahun, dan hal itu menjadi pertanyaan siapa yang salah, Tante Githa apa Om Boyke. Okey waktu itu tepatnya malam Sabtu hujan di Bogor begitu derasnya yang dapat menggoda diri untuk bermalas-malas. Secara otomatis saya langsung masuk kamar tidur dan langsung tergeletak.

Tiba-tiba Tante Githa memanggil, ?Jack.. Jack.. Jack.. tolong dong..!?

Saya menyahut panggilannya, ?Ada apaan Tante..??

?Ini lho.. rumah Tante bocor, tolong dong diperbaiki..!?

Lalu saya ambil inisiatif mencarikan plastik untuk dipakai sementara supaya hujannya tidak terlalu deras masuk rumah. 10 menitan saya mengerjakannya, setelah itu telah teratasi kebocoran rumah Tante Githa.Kemudian saya merapikan pakaian saya dan sambil duduk di kursi ruang makan.

Terus Tante Githa menawarkan saya minum kopi, ?Nih.., biar hangat..!?

Karena saya basah kuyup semua waktu memperbaiki atap rumahnya yang bocor.

Saya jawab, ?Okelah boleh juga, tapi saya ganti baju dulu ke rumah..? sambil saya melangkah ke rumah samping.

Saya mengontrak rumah petak Tante Githa persis di samping rumahnya.

Tidak berapa lama saya kembali ke rumah Tante Githa dengan mengenakan celana pendek tanpa celana dalam. Sejenak saya terhenyak menyaksikan pemandangan di depan mata, rupanya disaat saya pergi mandi dan ganti baju tadi, Tante Githa juga rupanya mandi dan telah ganti baju tidur yang seksi dan sangat menggiurkan.

Tapi saya berusaha membuang pikiran kotor dari otak saya. Tante Githa menawarkan saya duduk sambil melangkah ke dapur mengambilkan kopi kesenangan saya. Selang beberapa lama, Tante Githa sudah kembali dengan secngkir kopi di tangannya.

Sewaktu Tante Githa meletakkan gelas ke meja persis di depan saya, tidak sengaja terlihat belahan buah dada yang begitu sangat menggiurkan, dan dapat merangsang saya seketika. Entah setan apa yang telah hinggap pada diri saya.

Untuk menghindarkan yang tidak-tidak, maka dengan cepat saya berusaha secepat mungkin membuang jauh-jauh pikiran kotor yang sedang melanda diri saya.

Tante Githa memulai pembicaraan, ?Giman Jack..? Udah hilang dinginnya, sorry ya kamu udah saya reporin beresin genteng Tante.?

?Ah.. nggak apa-apa lagi Tante, namanya juga tetangga, apalagi saya kan ngontrak di rumah Tante, dan kebetulan Om tidak ada jadi apa salahnya menolong orang yang memerlukan pertolongan kita.? kata saya mencoba memberikan penjelasan.

?Omong-omong Jack, adik-adik kamu pada kemana semua..? Biasanya kan udah pada pulag kuliah jam segini,?

?Rupanya Tante Githa tidak tau ya, kan tadi siang khan udah pada berangkat ke Kalimantan berlibur 2 bulan di sana.?

?Oh.. jadi kamu sendiri dong di rumah..??

?Iya Tante..? jawab saya dengan santai.

Terus saya tanya, ?Tante juga sendiri ya..? Biasanya ada si Mbok.., dimana Tante??

?Itu dia Jack, dia tadi sore minta pulang ke Bandung lihat cucunya baru lahir, jadi dia minta ijin 1 minggu. Kebetulan Om kamu tidak di rumah, jadi tidak terlalu repot. Saya kasih aja dia pulang ke rumah anaknya di Bandung.? jelasnya.

Saya lihat jam dinding menunjukkan sudah jam 23.00 wib malam, tapi rasa ngantuk belum juga ada. Saya lihat Tante Githa sudah mulai menguap, tapi saya tidak hiraukan karena kebetulan Film di televisi pada saat itu lagi seru, dan tumben-tumbennya malam Sabtu enak siarannya, biasanya juga tidak.

Tante Githa tidak kedengaran lagi suaranya, dan rupanya dia sudah ketiduran di sofa dengan kondisi pada saat itu dia tepat satu sofa dengan saya persis di samping saya.

Sudah setengah jam lebih kurang Tante Githa ketiduran, waktu itu sudah menunjukkan pukul 23.35.
?Aduh gimana ini, saya mau pulang tapi Tante Githa sedang ketiduran, mau pamitan gimana ya..?? kata saya dalam hati.
Tiba-tiba saya melihat pemandangan yang tidak pernah saya lihat. Dimana Tante Githa dengan posisi mengangkat kaki ke sofa sebelah dan agak selonjoran sedang ketiduran, dengan otomatis dasternya tersikap dan terlihat warna celananya yang krem dengan godaan yang ada di depan mata. Hal ini membuat iman saya sedikit goyang, tapi biar begitu saya tetap berusaha menenangkan pikiran saya.

Akhirnya, dari pada saya semakin lama disini semaking tidak terkendali, lebih baik saya bangunkan Tante Githa biar saya permisi pulang. Akhirnya saya beranikan diri untuk membangunkan Tante Githa untuk pulang. Dengan sedikit grogi saya pegang pundaknya.

?Tan.. Tan..?
Dengan bermalas-malas Tante Githa mulai terbangun. Karena saya dengan posisi duduk persis di sampingnya, otomatis Tante Githa menyandar ke bahu saya. Dengan perasaan yang sangat kikuk, tidak ada lagi yang dapat saya lakukan. Dengan usaha sekali lagi saya bangunkan Tante Githa.

?Tan.. Tan..?
Walaupun sudah dengan mengelus tangannya, Tante Githa bukannya bangun, bahkan sekarang tangannya tepat di atas paha saya.

?Aduh gimana ini..?? gumam saya dalam hati, ?Gimana nantinya ini..??

Entah setan apa yang telah hinggap, akhirnya tanpa disadari saya sudah berani membelai rambutnya dan mengelus bahunya. Belum puas dengan bahunya, dengan sedikit hati-hati saya elus badannya dari belakang dengan sedikit menyenggol buah dadanya.

Aduh.., adik saya langsung lancang depan. Dengan tegangan tinggi, nafsu sudah kepalang naik, dan dengan sedikit keberanian yang tinggi, saya dekatkan bibir saya ke bibirnya. Tercium sejenak bau harum mulutnya.

Pelan-pelan saya tempelkan dengan gemetaran bibir saya, tapi anehnya Tante Githa tidak bereaksi apa-apa, entah menolak atau menerima. Dengan sedikit keberanian lagi, saya julurkan lidah ke dalam mulutnya. Dengan sedikit mendesah, Tante Githa mengagetkan saya. Dia terbangun, tapi entah kenapa bukannya saya ketakutan malah keluar pujian.

?Tante Githa cantik udah ngantuk ya..? Mmuahh..!? saya kecup bibirnya dengan lembut.

Tanpa saya sadari, saya sudah memegang buah dadanya pada ciuman ketiga.

Tante Githa membalas ciuman saya dengan lembut. Dia sudah pakar soal bagaimana cara ciuman yang nikmat, yaitu dengan merangkul leher saya dia menciumi langit-langit mulut saya. 10 menit kami saling berciuman, dan sekarang saya sudah mengelus-elus buah dadanya yang sekal.

?Ahk.. ahk..!? dengan sedikit tergesa-gesa Tante Githa sudah menarik celana saya yang tanpa celana dalam, dan dengan cepat dia menciumi kepala penis saya.

?Ahkk.. ah..!? nikmatnya tidak tergambarkan, ?Ahkk..!?

Saya pun tidak mau kalah, saya singkapkan dasternya yang tipis ke atas. Alangkah terkejutnya saya, rupanya Tante Githa sudah tidak mengenakan apa-apa lagi di balik dasternya. Dengan agak agresif saya ciumi gunung vaginanya, terus mencari klistorisnya.

?Akh.. akh.. hus..!? desahnya.

Tante Githa sudah terangsang, terlihat dari vaginanya yang membasah. Saya harus membangkitkan nafsu saya lebih tinggi lagi.

30 menit sudah kami pemanasan, dan sekarang kami sudah berbugil ria tanpa sehelai benang pun yang lengket di badan kami.

Tanpa saya perintah, Tante Githa merenggangkan pahanya lebar-lebar, dan langsung saya ambil posisi berjongkok tepat dekat kemaluannya. Dengan sedikit gemetaran, saya arahkan batang kemaluan saya dengan mengelus-elus di bibir vaginanya.

?Akh.. huss.. ahk..!? sedikit demi sedikit sudah masuk kepala penis saya.

?Akh.. akh..!? dengan sedikit dorongan, ?Bless.. ss..!? masuk semuanya batang kejantanan saya.

Setelah saya diamkan semenit, secara langsung Tante Githa menggoyang-goyang pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Tanpa diperintah lagi, saya maju-mundurkan batang kemaluan saya.

?Akh.. uh.. terus Sayang.., kenapa tidak dari dulu kamu puasin Tante..? Akh.. blesset.. plup.. kcok.. ckock.. plup.. blesset.. akh.. aduh Tante mau keluar nih..!?

?Tunggu Tante, saya juga udah mau datang..!?

Dengan sedikit hentakan, saya maju-mundurkan kembali batang kemaluan saya.
Sudah 15 menit kami saling berlomba ke bukit kenikmatan, kepala penis saya sudah mulai terasa gatal, dan Tante Githa teriak, ?Akh..!?

Bersamaan kami meledak, ?Crot.. crot.. crot..!? begitu banyak mani saya muncrat di dalam kandungannya.
Badan saya langsung lemas, kami terkulai di karpet ruang tamu.

Tante Githa kemudian mengajak saya ke kamar tamu. Sesampainya disana Tante Githa langsung mengemut batang kemaluan saya, entah kenapa penis saya belum mati dari tegangnya sehabis mencapai klimaks tadi. Langsung Tante Githa mengakanginya, mengarahkan kepala penis saya ke bibir vaginanya.

?Akh.. huss..!? seperti kepedasan Tante Githa dengan liarnya menggoyang-goyangkan pinggulnya.
?Blesset.. crup.. crup.. clup.. clopp..!? suara kemaluannya ketika dimasuki berulang-ulang dengan penis saya.

30 menit kami saling mengadu, entah sudah berapa kali Tante Githa orgasme. Tiba saatnya lahar panas mau keluar.

?Crot.., crot..!? meskipun sudah memuncratkan lahar panas, tidak lepas-lepasnya Tante Githa masih menggoyang pantatnya dengan teriakan kencang, ?Akh..!?

Kemudian Tante tertidur di dada saya, kami menikmati sisa-sisa kenikmatan dengan batang kejantanan saya masih berada di dalam vaginanya dengan posisi miring karena pegal. Dengan posisi dia di atas, seakan-akan Tante Githa tidak mau melepaskan penis saya dari dalam vaginanya. Begitulah malam itu kami habiskan sampai 3 kali bersetubuh.

Jam 5 pagi saya ngumpat-umpat masuk ke rumah saya di sebelah, dan tertidur akibat keGithahan satu malam kerja berat. Begitulah kami melakukan hampir setiap malam sampai Om itu pulang dari kerjanya.

Dan sepulangnya adik saya dari Kalimantan, kami tidak dapat lagi dengan leluasa bercinta. cerita seru ngentot hanya di ceritaserudewasa.info Begitulah kami hanya melakukan satu kali. Dalam dua hari itu pun kami lakukan dengan menyelinap ke dapurnya. Kebetulan dapurnya yang ada jendela itu berketepatan dengan kamar mandi kami di rumah sebelahnya.

3 bulan kemudian Tante Githa hamil dan sangat senang. Semua keluarganya memestakan anak yang mereka tunggu-tunggu 8 1/2 tahun. Tapi entah kenapa, Tante Githa tidak pernah mengatakan apa-apa mengenai kadungannya, dan kami masih melakukan kebutuhan kami

Thursday, September 26, 2019

Bersetubuh dengan Supirku

SahabatQQ - Usiaku saat ini 29 tahun biasa aku di panggil ayu. Aku memiliki seorang anak laki laki yang berumur 3 tahun suami saya seoarng pengusaha sukses namanya mas sigit. Dia menikahiku di usia 25 tahun. Aku tidak memandang usia tetapi kehidupan dia yang sudah mapan.

Bersetubuh dengan Supirku


Dari awal menikah hingga sekarang aku tidak merasakan kekurangan. Rumah mobil dan uang selalu mengalir. Di rumah juga ada pembantu rumah tangga yang mengurus rumah dan anak. Hidupku hanya pergi kesana kemari shopping ke salon dan kemana aja yang aku mau. Suamiku over protective dia selalu melarang aku pergi sendiri karena sebisa mungkin dia mengantar aku pergi.

Aku juga tidak diperbolehkan menyetir mobil. Kemana-mana selalu ada suamiku bisa dibilang dia terlalu sayang sama aku. Apalagi aku terlahir sebagai wanita yang cantik mulus dan sexy. Dia takut aku berselingkuh dibelakangnya, maka dari itu dia bersifat seperti itu. Selama 4 tahun menikah banyak banget aturan yang dia berikan.

Terkadang aku malas dengan aturan itu , tidak masuk akal karena aku selalu saja dilarang bergaul dengan teman. Temanku pun pergi satu persatu meninggalkan aku, ya ulah suamiku selalu saja tidak mengijinkan aku keluar. Yang ngajakin aku keluar pasti kena amarahnya. Entah suamiku beda dengan yang lain super nyebelinnya.

Pernah aku berbohong dengan dia, selalu saja ketahuan. Yang dia inginkan aku di rumah setiap hari hanya nonton tivi dan mengurus anak. Jelas aku boring di rumah setiap hari tanpa hiburan. Sekalinya mau ke salon aja dianterin cuma mau ke indomart juga dianter. Karena sifat hyperprotectiv-nya itu lama-lama membuat aku bosan dan muak dengan sifatnya.

Setiap hari hiburan Cuma diwaktu malam ngeseks dengannya udah itu aja. Rasanya udah mati rasa udah males mau melihat wajahnya. Karena yang digenggam dengan erat pasti akan selalu hilang. Sku berfikiran untuk menyudahi hubunganku dengan mas Sigit namun setelah aku pikir lagi aku enggan. Karena hidup dengannya itu sangat makmur semua tercukupi hanya batin ku yang tersiska.
Suatu hari mas Sigit ada acara di luar kota selama 10 hari. Dia mengajakku untuk ikut namun anakku sakit jadi dia memutuskan untuk berangkat sendiri. Kesempatanku semakin leluasa mau kemana saja tidak ada yang melarang. Ternyata mas Sigit jauh lebih pandai dari aku dia menyiapkan sopir pribadi untuk mengantarku kemana saja.

Anak buahnya namanya Fery dia tangan kanan suamiku. Bukan rejeki lagi karena Fery kepercayaan suamiku kalau ada apa-apa jelas dia lapor sama mas Sigit. Ketika itu suamiku berangkat pagi aku mengantar ke bandara dengan Fery. Setelah menunggu satu jam di bandara akhirnya terbang juga suamiku.

Semoga lebih dari 10 hari dia di sana aku ingin menghirup udara segar tanpa adanya kekanggan dari suamiku. Sepanjang perjalanan aku bercerita keluh kesahku dengan Fery. Dia juga mengetahuinya karena suamiku juga sering cerita bahwa aku diperlakukan sangat over protective. Dan yang paling aku kejutkan Fery mendukung aku dia menyalahkan cara mas Sigit mendidik istri.

Fery yang masih usia 26 tahun itu lebih dewasa dibandingkan suamiku. Fery juga mau diajak kerja sama selama suamiku pergi. Dia aku biarkan istirahat di rumah saja sedangkan aku mulai berkelana. Kesalon ke mall dan kemana saja yang aku inginkan. Rasanya bebas banget seharian ini, namun teman-temanku banyak yang menghindari aku.

Mereka susah dihubungi dan tak ada satu pun yang mau jalan dengan aku. Hari kedua ditinggal suami aku berencana pergi ke mall untuk berbelanja. Aku terpaksa mengajak Fery karena nggak mungkin aku pergi sendirian,

Fery anter aku ke mall ya,  pintaku.

oh iya bu, sekarang bu..

 iya dong, panggil saja mbak jangan bu

 Iya Buk, eh Mbak maksudnya  jawabnya.

Aku lihat Fery hari ini rapi banget dan terlihat ganteng tidak seperti biasanya. Aku dan Fery beranjak pergi meninggalkan rumah. Sesampainya di tujuan aku mengajak Fery menemani ku belanja. Dia pun tidak menolak aku jalan dengan dia berasa jalan dengan brondong. Fery asyik banget orangnya, humoris sering bikin aku tertawa. Ya lumayan lah aku dapat hiburan gratis.

Aku mengajakknya di butik wanita, saat itu aku memilih-milih baju lama banget. Tiba-tiba saja Fery memilihkan untukku dress cantik berwarna hitam namun bahanya sedikit menerawang. Pintar sekali pilhannya, rasanya aku cocok dengan pilihan Fery. Karena cocok aku-pun masuk ke ruang ganti, aku mengaca terlihat cantik sekali aku dengan dres pilihan Fery.

Karena aku merasa canrik, tanpa sadar aku memanggil Fery untuk masuk ke dalam ruang ganti untuk melihat aku. Karena aku minta dia mendekat dan melihat aku dengan mengenakan dress itu. saat itu Fery tampak terkejut melihatku dari kaca karena memang aku terihat sexy dan cantik sekali. Payudara yang montok dan paha mulusku terlihat jelas dengan mengenakan dress itu.

Seketika Fery bengong dan memandangiku dari kaca. Yah mungkin saja dia terkagum-kagum dengan kemolekan tubuhku, hhe. Tanpa sadar tiba-tiba saja dia memegang penisnya,

heeyy. Fer..helloo.heyy ucapku sembari melambai-lambaikan tanganku di depan wajahnya.
 Eh Iya mbak, maaf saya bengong gara-gara melihat mbak Ayu cantik dan sexy sekali jawabnya kaget lalu memujiku.

Ah kamu Fer bisa aj deh, Oh iya, terimakasih ya Fer dress pilihanmu sangat cocok sekali aku pakai.., ucapku sambil menggerakkan tubuhku di depan kaca.

Tak lama kemudian Fery keluar akupun berganti baju kembali, dan membayar ke kasir. Karena waktu udah sore aku dan Fery pulang kena macet juga. Mas Sigit menelpon aku berkali-kali, setelah aku jawab dia lega karena aku pergi dengan tangan kanannya yaitu Fery.

Sepanjang perjalanan Fery melirik-lirik aku dan anehnya aku aku merasa sedikit gerogi. Saat itu aku menggunakan rok mini dan kaos ketat warna putih. Dengan pakianitu pahaku yang mulus dan belahan payudara yang montok dilirik oleh Fery sabil dia menyetir. Aku yang duduk bersebelahan dengan Fery saat itu dia puas sekali memandangi kemolekan tubuhku. Karena aku penasarn akupun bertanya
kenapa sih Fer kok kelihatannya dari tadi kamu memandangiku terus, ada yang salah ya sama aku

ee..ee,eeenggak kog mbak, mbak Ayu kok cantik dan sexy sekali yah, saya jadi terpesona deh mbak..,  ucapnya.

aaahhhmasa sih Fer tanganku sembari mengelus pundaknya.

iya mba aku serius,  jawabnya dengan memandangiku.

Sepanjang perjalanan kami-pun terus mengobrol, dan sepanjang perjalan itu Fery selalu mencuri-curi pandang padaku. Tidak terasa setelah beberapa saat perjalanan, pada akhirnya kami sampailah kami di rumah. Sesampainya dirumah tidak lama kemudian hujanpun turun sangat deras. Melihat cuaca yang seperti itu, akupun menyuruh Fery untuk tidur di rumah.

Tanpa basa-basi dia menyetujui permintaanku karena besok pagi-pagi sekali dia juga harus jemput mas Sigit dibandara. Rencana Mas Fery yang pergi selama 10 hari ternyata hanya 5 hari, entah mengapa dia mendadak pulang, mungkin saja dia khawatir denganku, soalnya diakan hiperprotectiv, huhhh. Saat itu aku sempat melihat anakku dan pembantuku, ternyata mereka sudah tertidur lelap.

Karena aku merasa tubuhku lengket maka aku masuk kekamar dan segera mandi . Sesampainya dikamar mandi aku melepas bajuku dan hanya menggunakan handuk saja. Aku nyalakan menyalakan kran tetapi air tidak mengalir. Karena hal itu aku terpaksa keluar kamar dengan memakai handuk, dan aku mencari Fery untuk membetulkan kran air yang ada dikamar mandi yang ada dikamarku,
Ferr.bantuin aku dong, kran kamar mandiku mati nih

iya mbak, coba saya lihat dulu..,  jawabnya.

Saat itu aku hanya memakai handuk saja untuk menutupi tubuhku, bisa dibayangkan kan dengan jika tubuhku hanya terbalut handuk saja, pastinya akanterlihat hot sekali, hhe. Fery-pun segera bergegas masuk ke kamar dan mencoba membetulkan kran kamar mandi. Saat itu aku mengikutinya dan menunggunya dikamar mandi. Entah mengapa dia tampak gagal focus gara-gara melirik kearahku,

Coba mbak krannya dibuka dulu sudah bisa belum..
Akupun segera mencoba membuka kran, ketika membuka kran, eh handuk yang aku pakai kendor, Dan apahang terjadi  alhasil terbukalah handuk dari tubuhku, aku malu banget karena aku telanjang di hadapan Fery. Payudaraku yang besar tamak menggantung dan terlihat jelas di hadapan Fery. Memekku yang rimbun akan rambut kemaluan itu juga terlihat sangat jelas dimata Fery.

Secara spontan Fery-pun terus memandangiku dengan tajam, dengan wajah penuh nafsu dia-pun mendekati aku. Sepertinya gairah sex Fery si pemuda itu tergerak untuk mencoba menikmati indah tubuhku. Dia berjalan mendekati aku , kedua tangannya memegang pundakku dan langsung dia dekap tubuhku yang tak berbusana itu.

Entah mengapa aku seperti terhipnotis oleh Fery, saat itu aku hanya yang terdiam merasakan hangatnya pelukan Fery. Dia memandang wajahku dan mulai mencium bibirku dengan penuh kelembutan. Terus mengulum bibirku yang manis ini, aku dan dia berciuman sambil berjalan keluar dari kamar mandi kita pun menuju ranjang.

Aku ditidurkan di ranjang mulut Fery terus mengulum bibirku, nikmat sekali. Tangannya meremas-remas payudaraku yang besar itu. Terus dia remas sambil bibirnya menciumi bibirku. Mulutnya mulai turun ke bawah hingga ke payudaraku yang montok. Bibirnya mengulum putting susuku tangannya meremas payudaraku. Terasa sangat horny, aku pun hanya mendesah menikmati permainan mesum Fery,

Sssssss aaahhhhFery. Ouhhh

Putingku diputar-putar dengan jemarinya, gairahku semakin keluar. Sinyal-sinyal nafsu itu dengan cepat keluar dari tubuhku. Fery mengkulum payudaraku dengan penuh gairah lama sekali. desahanaku terus keluar dari mulutku secara liar. Tubuhku menggeliat hebat dan rasanya aku lemas tak berdaya dibuatnya. Aku akui dia lihay sekali membuatku aku terangsang dan melayang.
Rasanya aku tak ingin aku lepas dan ingin terus di belai Fery,

ooouuhh.ooouugghhh.nikmat aaahhh

Mulutnya ke bawah hingga ke pusar, memekku yang sudah siap dihadapan wajahnya. Dia mengelus memekku dengan jemarinya dari atas hingga bawah. Tubuhku menggeliat merasakan kenikmatan yang tiada tara itu,
 aaaakkhhhhaaakkkkkhh.aaakkhhhhFeraaaahhhh

Fery mencoba menjilati selakanganku dengan lidahnya, kanan kiri secara bergantian. Aku semakin tak kuasa di buatnya. Setelah itu Fery memasukkan jari tengahnya ke dalam memekku. Diputar-putar jarinya hingga masuk ke dalam. Aku tak tahan hingga keluar cairan dari memekku,

aaaaahhhhh..aaahhhhhhhhhaaaakkkkkhhh
Setelah itu dia membuka celananya diapun telanjang bulat. Ku lihat penisnya yang besar itu berdiri tegak. Dia kembali menciumiku dan menggesek-gesekkan penisnya ke memekku. Terasa sangat nikmat, aku terus meracau merasakan kenikmatan itu. Dia menggesekkan penisnya pada memekku sementara mulutnya terus menciumiku. Aku sangat horny dibuatnya.

Setelah beberapa saat dia menggesekan kepala penisnya pada bibir vaginaku, kemudian dia memasukan penisnya pada lubang memekku,
Ahhhhhhhhhhhhhh Sssssshhh Ouhhhhhhh. Fer  aahhhh

Ujung penisnya berhasil masuk ke dalam memekku aku semakin tak kuasa menahan birahiku. Dia terus menggerakan tubuhnya agar seluruh penisnya masuk ke dalam. Seluruh penis itu masuk mentok ke dalam memekku, aku semakin merasakan kenikmatan yang sudah sampai di ubun-ubun. Fery menggoyangkan pantat dan penisnya serasa menancap di memekku.

Dia terus mengoyak vaginaku dengan penisnya, dia memberikan tekanan maju mundur hingga aku tak mampu menahan gejolak sexs-ku,

 aaahhhhhhhhh.ahhhhhhh.aaaahhhhhfery lagiaaaakkkhhh

Keringat bercucuran dari tubuh Fery menetes di tubuhku. Dia terus menggenjot vaginaku dengan mulutnya terus saja mengulum putting susuku yang menonjol itu. Seakan-akan dia tidak mau menyia-nyiakan sesuatu yang di depan matanya saat itu,

ooohhh..ooohhh aaahhhh oooohh .oooh.fery.ohhh

Fery sangat kuat dalam berhubungan sex, gairah nafsunya sangat tinggi, wajahnya memerah terlihat sangat beringas menikmati kemolekan tubuhku. Penisnya keluar masuk ke dalam memekku dengan cepatnya. Secara terus menerus dia mempompa penisnya keluar masuk didalam mememku agar aku dan dia terus merasakan kenikmatan sex.

Beberapa menit dia menikmati dengan poisis sex man on top, secara tiba-tiba dia merubah posisi sexs kami. Dia memintakju aku menungging dan dia langsung menancapkan penisnya dari belakang,

Ahhhhhhhhhh Ssssssshh desahku.
Dengan posisi menungging pantatku terlihat sangat lebar dan menggairahkan. Dengan gaya sex doggie style kenikmatanya tidak kalah dengan posisi sex sebelumnya. Dengan gaya sex itu Fery lebih keras memberikan tekanan pada penisnya kedalam memekku. Untuk mengimbanginya, aku memberikan perlawan dengan menggerakkan pantatku maju mundur.
Pantatku di remas dengan kerasnya hal itu membuat aku mulai beringas,

EuhhhSssshahhhaahhhhahhh.aaahhh ouhhh Yeahhh racauku semakin liar.

Nafasku semakin cepat dan gayaku semakin keras. Sesekali tangan Fery meremas payudaraku dengan gemasnya,hal itu membuat aku semakin bergairah,
Ouhhhh.aaakkkhhh..akkkhhhhooohh desahku lagi.

Setelah beberapa menit penis Fery menjajah memekku dengan gaya doggie style, tiba-tiba saja terasa ada cairan yang keluar didalam vaginaku,
crooooooooooooooottt crottttttttttttt. crootttt

Ahhhhhhhhhhhhhh aku keluar mbak, Ahhhhhhhhh ucapnya puas mendapat orgasmenya.

Iya Fer, Euhhhhhh. Hangat Fer seprma kamu Ouhhhh ucapku puas juga merasakna semburan sperma Fery.
Lega dan sangat puas rasanya, Itulah yang terpancar dari raut wajah Fery setelah dia mendapatkan klimaksnya. Beberapa saat Fery menancancapkan penisnya pada vaginaku untuk mengahabiskan semua spermanya. Aku lemas tak berdaya setelah bercinta dengan Fery, entah berapa kali aku orgasme aku tidak tahu. Yang aku ketahui hanyalah kepuasan sex yang tiada tara malam itu.
Setelah beberapa saat Fery langsung saja mengenakan pakaianny kembali sedangkan aku aku masih terkapar di ranjang, Fery pun begegas keluar dari kamar agar tidak ketahuan oleh anak maupun pembantuku. Aku masih tiduran sambil mengelap sperma yang mengotori vaginaku. Setelah kejadian itu aku dan Fery sering banget melakukan hubungan seks ketika suamiku bepergian jauh.

Saturday, September 14, 2019

Tante Genit yang Menggoda

SahabatQQ - Pagi ini aku sedang membereskan pakaian pakaian ku. Ayah ku selalu memandangku dikarenakan anak laki laki tunggalnya harus pergi untuk mencari masa depan yang indah. Aku akan pindah ke surabaya tinggal bersama tanteku
Tante Genit yang Menggoda

Papa harap kamu bisa menjaga diri dan berbuat baik, menurut pada Oom Benny dan Tante Lenny?? kata papaku.

Aku hanya diam menoleh menatap papaku yang nampak kurang bersemangat karena kepergianku, lalu kupeluk papaku. Saya tidak akan mengecewakan Papa. kataku sambil menuju ke pintu.

Aku naik angkot menuju ke terminal bus. Ketika sudah di atas bus, aku membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya sambil berharap semoga cita-citaku dapat tercapai. Sesampainya di terminal, aku melanjutkan dengan naik angkot menuju perumahan mewah di daerah Darmo.

Apa ini rumahnya..?? kataku dalam hati.
Nomornya sih bener. Maklum aku belum pernah ke rumahnya.
Gila.., ini rumah apa istana..?? gumamku bicara pada diriku sendiri.

Aku segera menekan bel yang ada pada pintu gerbang. Beberapa saat kemudian pintu gerbang dibuka. Seorang satpam berbadan gemuk mengamatiku, lalu menegurku.

Cari siapa ya..?? tanyanya.
Apa betul ini rumah Oom Benny..?? tanyaku balik.
Ya betul.. sampean siapa?? tanyanya lagi.
Saya keponakan Oom Benny dari Jember.?
Kenapa nggak bilang dari tadi, Sampean pasti Den Wellly, kan..? Tuan sedang keluar kota, tapi Nyonya ada lagi nungguin.?
Sekejap aku sudah berada di ruangan dalam rumah mewah yang diisi perabotan yang serba lux. Tak lama kemudian seorang wanita cantik berkulit putih bersih dan bertubuh seksi muncul dari ruang dalam. Kalau kutebak usianya sekitar 35 tahunan, tapi bagikan seorang gadis yang masih perawan.

Dia tersenyum begitu melihatku, ?Kok terlambat Well..? Tante pikir kamu nggak jadi datang..? ucap wanita seksi itu sambil terus memandangiku.

Iya Tante.. maaf?? jawabku pendek.
Ya sudah.., kamu datang saja Tante sangat senang.. Pak Bowo.., antarkan Welly ke kamarnya..!? perintah Tante Lenny pada Bowo.

Lalu aku mengikuti Pak Bowo menuju sebuah kamar yang ada di bagian bawah tangga. Aku cukup senang menempati kamar itu, karena aku langsung tertidur sampai sore hari. Ketika bangun aku segera mandi, lalu berganti pakaian. Setelah itu aku keluar kamar hendak jalan-jalan di halaman belakang yang luas.

Ketika sedang asik menghayal, tiba-tiba suara lembut dan manja menegurku. Aku agak kaget dan menoleh ke belakang. Ternyata tanteku yang sore itu mengenakan kimono dengan rokok di tangannya, rupanya ia baru bangun tidur.

Oh Tante?? sapaku kikuk.

Tante tersenyum, dan pandangan yang nakal tertuju pada dadaku yang bidang dan berbulu lebat. Badanku memang cukup atletis karena sering berenang, fitness, dan aku memang mempunyai wajah yang lumayan ganteng
Kamu sudah mandi ya, Wel..? Tampan sekali kamu..? kata tanteku memuji.
Aku kaget bukan main ketika ia mendekatiku, tangannya langsung mengelu-elus kontolku, tentu saja aku jadi salah tingkah.

Saya mau ke kamar dulu Tante..? kataku takut kalau nanti dilihat Oom Benny.
Tunggu sebentar Wel, Tante ingin minta tolong mijitin kaki Tante.., soalnya keseleo waktu turun tadi..? kata Tante Lenny sambil merengek.

Lalu dia duduk seenaknya, hingga kimono yang tidak dikancing seluruhnya tersingkap, dan bagian dalam tante terlihat olehku. Gila.., ternyata ia tidak memakai CD, sempat juga kulihat bulu-bulu tipis di sekitar memeknya seperti habis dicukur.

Aku menahan nafas dan mencoba mengalihkan pandangan, tapi Tante Lenny yang tahu hal itu malah menarik lenganku dan mengangkat kaki kanannya menunjukkan bagian yang sakit. Aku terpaksa melihat betis dan paha tante yang mulus dan padat itu.

Tolong diurut ya Wel.., tapi pelan-pelan aja ya..? ucapnya lembut.

Terpaksa aku memijit betis tanteku, meskipun hatiku cemas dan bingung. Apalagi ketika aku mencuri pandang melihat paha dan selangkanganya, sehingga nampak sekilas bagian yang berwarna merah muda itu. Tanteku melirik ke arahku sambil tersenyum genit, aku semakin bingung dan malu.
Itu pengalamanku di hari pertama di rumah Oom Benny. Sudah tiga Hari Oom Benny belum pulang juga, padahal aku ingin bertemu dengannya, sedangkan tiap malam aku diminta oleh tante untuk menemaninya ngobrol, bahkan tidak jarang disuruh menemani menonton VCD porno. Benar-benar gila. Hingga pada suatu malam tanteku merintih kesakitan. Waktu itu tante sedang nonton TV sendirian.

Tiba-tiba wanita itu memekik, ?Achhhh.., aduh.., tolong Wel..!? keluhnya sambil memegangi keningnya.

Kenapa Tante..?? tanyaku kaget dan khawatir.
Kepala Tante agak pusing.., aduh? tolong bawa Tante ke kamar Wel..!? keluh tante sambil memegangi kepalanya.
Aku jadi kebingungan dan serba salah.
Saya panggil Pak Bowo dulu ya Tante..?? usulku sambil ingin pergi.
Tapi dengan cepat tanteku melarangnya, ?Nggak usah, lagi pula Pak Bowo Tante suruh ke Pasuruan ngawal barang.?

Aku jadi bertambah bingung. Terpaksa kutuntun tanteku untuk naik ke ruang atas. Tante merebahkan kepalanya pada pelukanku, aku jadi gemeteran sambil terus menaiki tangga. Sesampainya di dalam kamar, tante merebahkan tubuhnya yang seksi itu dengan telentang. Aku menarik napas lega dan bermaksud meninggalkan kamar. Baru saja kubalikkan tubuh, suara lembut itu melarangku.

Kamu mau kemana..? Jangan tinggalkan Tante.., tolong pijitin Tante.. Wel..!?

Mendengar itu seluruh tubuhku jadi teringat pesan papa agar menuruti perkataan Oom dan Tanteku. Perlahan kubalikkan badan, ternyata tanteku telah melepas kimononya. Dan kini hanya tinggal CD saja.

Tubuhnya yang masih padat membuat nafsuku naik, payudara yang masih montok dan menantang itu membuat kontolku mulai tegang, karena aku belum pernah melihat keindahan tubuh wanita dalam keadaan telanjang seperti ini, apalagi tanteku menggeliat perlahan. Desahan bibirnya yang tipis mengundang nafsu dan birahiku, dan kontolku semakin dibuatnya tegang. Kuberanikan diri melangkah menuju ranjang.

Begitu sampai, tanteku yang pura-pura pusing itu tiba-tiba bangkit, lalu memelukku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu. Wanita yang hipersex itu dengan cepat melucuti seluruh pakaianku.

Jangan Tante.., jangan, saya takut..? pintaku sambil mau memakai pakaianku kembali.
Kalo kamu menolak, Tante akan teriak dan mengatakan pada semua orang bahwa kamu mau memperkosa Tante?? ancam tanteku.
Aku hanya terdiam dan pasrah. Wanita itu kembali mencumbuku, diciuminya dan dijilatinya tubuhku. Begitu tangan halusnya mengenggam kontolku, aku langsung membalas ciumannya dan mulai menjilati payudaranya, lalu kukulum putingnya yang berwarna merah agak kecoklatan itu. Tanteku mendesah perlahan.

Selanjutnya kami memainkan posisi 69, sehingga kontolku dihisap dan dikemutnya. Nikmat sekali, kurenggangkan kedua pahanya sambil kujilat-jilat memeknya yang mulai basah itu.

Ahhhh.., aahhh.., ayo terus jilat Wel..! Jangan berhenti..!? erang tanteku keenakan.

Rupanya tanteku mengeluarkan cairan dari dalam liang memeknya. Cairan itu memuncrat di wajahku, lalu kuhisap dan kutelan semua. Aku semakin terangsang, kujilati lagi kali ini lebih dalam, bahkan sampai ke duburnya. Kemudian kami berganti posisi, kali ini aku berdiri dan tante jongkok sambil mengulum kontolku yang sudah sangat tegang.

Ternyata tanteku pandai sekali menjilat kontol, tidak sampai lima menit aku sudah keluar.

Ahhh.., ayo Tante.., terus jilat sayang.., acchhh..!? desahku sambil kudorong keluar masuk di mulutnya kontolku yang besar ini.
Tante mau keluar nih.., achhh.. yeahhh..!? erangku sambil kumuncratkan maniku di mulutnya.

Tante menelan semua maniku, bahkan masih mengocoknya berharap masih ada sisanya.
Setelah beberapa saat kontolku mulai bangun kembali. Setelah tegang dibimbingnya kontolku masuk ke liang memeknya. Kali ini aku di atas dan tante di bawah. Agak susah sih, mungkin sudah lama tidak service oleh Oom Benny. Setelah kepalanya masuk, kudorong perlahan hingga masuk semuanya ke dalam.

Ayo Wel..! Gerakin dong Sayang..!? pinta tanteku sambil menggerakkan pantatnya ke atas dan ke bawah karena ia sekarang berada di bawah.

Akhirnya kudorong keluar masuk kontolku dengan gerakan yang cepat, sehingga semakin keras erangan tanteku. Beberapa saat kemudian aku sudah ingin keluar, ?Aahhh..! Tante.., Welly udah mau keluar.., ahhh..!? kataku, demikian info dari?Situs Bokep Terkini.

?Sabar Sayang.., Tante sebentar lagi nih..! Yeahh.. ohh.. ahh.., **** me Wel..! Kita barengan ya Sayang..? Oh.. yeah..!?

Rupanya tanteku juga hampir orgasme. Rasanya seperti ada yang memijat-mijat kontolku dan kakinya dilingkarkan ke pantatku. Tante bergetar hebat dan memelukku sambil memeknya mengeluarkan cairan yang menyemprot kontolku. Tidak lama aku juga mengeluarkan air mani dan spermaku di dalam memeknya. Terasa begitu nikmatnya dunia ini. Akhirnya kami berdua terkapar lemas.

Hebat bener kamu Wel.., Tante nggak nyangka baru kali ini Tante merasakan kenikmatan yang luar biasa..!? tuturnya dengan nafas terengah-engah.
Aku diam tak menjawab, tapi dalam hati aku merasa bersalah telah berhubungan dengan tanteku dan takut ketahuan Oom Benny. Tante turun dari ranjang tanpa busana, lalu dia menyalakan sebatang rokok.

Bagaimana kalau Oom Benny sampai tahu, Tante..? Saya takut.., saya merasa berdosa?? kataku lemah.

Tapi tanteku malah tersenyum dan memelukku dengan mesra.

Asal kamu tidak memberitahu orang lain, perbuatan kita aman. Lagi pula Oommu itu udah nggak bisa melakukan hubungan badan sejak lama. Dia itu impotent, Wel..!? tutur wanita tanpa busana yang penuh daya tarik itu.

Jadi semua ini Tante lakukan karena Oom Benny tidak bisa menggauli Tante lagi, ya..?? tanyaku.

Ya. Bukan sekali ini saja Tante melakukan hal seperti ini.., sebelum sama kamu, Tante pernah melakukannya dengan beberapa teman bisnis Oommu. Terus terang Tante nggak tahan kalau seminggu tidak disentuh atau dipeluk laki-laki..? tutur Tante.

Aku jadi geleng kepala mendengar penjelasan tanteku. Lalu aku bergerak mau pergi, tapi dengan cepat tante menahanku dan mengusap-usap dadaku yang berbulu.

Well.., kamu harus bersihkan badanmu dulu.., mandilah supaya segar..!? ucapnya lembut.

Aku tak menjawab hanya menarik nafas panjang, lalu melangkah ke kamar mandi. Tubuhku terasa letih namun puas juga.

Begitulah pengalaman di Surabaya yang kualami. Dan sampai saat ini aku telah mempunyai istri dan seorang anak