Blog Archive

Popular Posts

technology-services>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-1

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

NEW10>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Tuesday, May 7, 2019

Pengantin Muda Siap Disetubuhi

Cerita Dewasa Terkini - Setelah lulus dari universitas aku bekerja di salah satu perusahaan swasta terkemuka di jakarta, meniti karir sebagai eksekutif muda yang merupakan impian banyak orang sekarang ini. Semuanya berjalan normal sampai suatu hari, kedua orang tuaku yang sudah berusia senja menyuruhku menikah dengan salah seorang anak dari kerbat mereka.

SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya


Pernah terlintas di kepalaku untuk tidak menuruti kemauan kedua orang tuaku, tetapi apa lagi yang bisa kuperbuat untuk mereka selain menjalani pernikahan tanpa adanya hubungan rasa cinta sebelumnya.

Namaku ****, karena merupakan anak satu-satunya , kedua orangtuaku sangat ingin cepat-cepat memiliki cucu dariku,Wanita itu namanya Nadia, dia seumuran denganku dia juga bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai general manager. Hari pernikahan kami berjalan lancar, yang kami berdua lakukan hanya tersenyum dan melambaikan tangan saja sepanjang hari, tidak seperti pasangan lainnya yang sangat antusias dengan perkawinannya kami berdua atau mungkin saya lebih tepatnya malah seolah-olah tidak perduli dengan apa yang terjadi dengan apa yang terjadi hari itu.

Malam pertama kami bisa di bilang sangat aneh,tak ada hiasan pengantin, suasana yang harusnya romantis berubah menjadi sekaku es. Sepanjang malam tidak ada satupun dari kami yang memutuskan untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu. Matahari mulai menampakan diri di ufuk timur, kuputuskan untuk keluar dari kamar ku untuk membuat secangkir kopi di dapur. Setengah jam sudah dan kopi di cangkirku hampir habis,

“gue ke kantor dulu, pulangnya mungkin agak kemaleman” ujar Nadia sambil mengenakan sepatu di ruang tengah
Kata-katanya tidak dapat ku hiraukan, seakan terbawa dalam lamunan banyak hal yang menghantui pikiranku, suara pintu depan kemudian menyadarkanku bahwa wanita yang menyapaku tadi adalah istriku. Waktu terasa begitu lambat berjalan, setelah semua pekerjaanku di kantor selesai kuputuskan untuk pulang dan beristirahat. Setibanya di rumah keadaan sepertinya masih sama seperti dulu saat aku masih membujang, tidak ada yang berubah,….. tiba tiba

“udah pulang kamu?” tanya ida diiringi dengan senyum

“sorry yah tadi gue nggak sempet masak, kita delivery aja yah” sambungnya.

Tanpa berkata satu katapun aku berjalan pergi meninggalkannya, seperti belum yakin kalau semua ini sudah terjadi. Setelah mandi ku nyalakan televisi, tidak lama setelah itu terdengar bunyi bel dari pintu depan, ternyata kedua orang tua kami datang berkunjung.

“eh, kok nggak bilang kalau mau dateng?” tanya Nadia kepada kedua orangtua kami sambil menggandeng tanganku,

Tangan Nadia terasa dingin, mungkin karena dia baru selesai mandi dan sepertinya Nadia belum memakai daleman. Kedua buah dadanya menjepit lenganku,dan entah sengaja atau tidak Nadia mulai mengosokan kedua buah dadanya naik turun, sebenarnya kejadian itu sangat aku nikmati namun karena memang pada dasarnya kami tidak memiliki rasa cinta, jadi aku memutuskan untuk bersikap normal.

Kunjungan kedua orang tua kami berakhir pukul 23.30 malam, kejadian tadi membuatku bingung harus bersikap seperti apa. Seumur hidup baru pernah aku diperlakukan seperti tadi, bisa saja kejadian tadi kunikmati, tetapi Nadia bukanlah wanita yang kucintai.
Yang anehnya lagi, hingga kedua orang tua kami pulang Nadia tetap menggandeng tanganku, seakan tidak ingin dilepaskannya. Tidak ingin terus dalam keadaan yang membuatku seperti orang bodoh itu, kulepaskan tanganku dari dekapannya dan pergi ke ruang kerjaku

Langkah kakiku menuju ruang kerja terasa semakin berat, Nadia sebenarnya hanya ingin memulai sesuatu yang baik, tetapi mungkin aku terlalu serius menanggapinya. Saat pekerjaan kantorku hampir selesai Nadia datang menghampiriku

“masih marah ya?, maaf deh lain kali gue bakal ngasih tau lo dulu kalo gue mau berimprovisasi” suara Nadia terdengar pelan penuh penyesalan,

“Nggak, gue nggak marah.. gue cuma bingung aja tadi, mau nanggepinnya gimana” balasku, perlahan mulai ku sadari bahwa tidak ada jalan keluar lain selain membicarakan semua masalah dengan baik-baik

“ya udah, kalo gitu gue tidur duluan yah..”sambung Nadia dengan senyum manis di wajahnya.

Untuk ukuran kecantikan, Nadia termasuk wanita yang cantik dan menawan, sebagai wanita karir yang selalu mementingkan penampilan, Nadia sebenarnya sangat sexy. Walaupun orangnya perfectionis Nadia tetap bisa membagi diri agar tetap bisa jadi orang yang asik, contohnya di kantor dia selalu berusaha terlihat berwibawa dan selalu rapih sedangkan di rumah dia sering hanya memakai celana jeans pendek dan baju tanpa lengan. Selain itu Nadia sebenarnya orang yang mudah mencairkan suasana dan nyambung jika diajak bercerita tetapi karena pada dasarnya belum memiliki rasa sayang jadi masih sangat sungkan bagiku untuk melakukan sesuatu padanya.
Malam itu sofa di ruang tv menjadi tepat tidurku, sengaja kubiarkan Nadia tidur sendiri di kamar karena masih ada sesuatu yang mengganjal dalam diriku. Keesokan harinya Nadia bangun lebih dulu, segera ia menuju ruang tv dan melihatku yang sedang tidur

“loh, nggak tidur di dalem? Entar masuk angin loh” suara Nadia terdengar di pagi hari saat ku coba untuk mengumpulkan nyawa,

“nggak apa-apa,…….kalo gue tidur ama lo, entar kesannya gimana gitu” kataku sambil mengusap mata

“gue buatin kopi mau nggak?” tanya Nadia.

“nggak, nggak usah gue bisa buat sendiri kok” jawabku

“udah, nih…” ujar Nadia sambil menyodorkan secangkir kopi kepadaku, setelah itu dia duduk tepat disampingku, sangat dekat hingga paha kami berdua bersentuhan. Pagi itu Nadia menggunakan hotpants dan baju kaos oblong yang kebesaran, membuatnya semakin terlihat sexy
“nggak ngantor?” tanyaku basa-basi, jantungku berdetak kencang saat selesai bertanya ida menaruh tangannya di pahaku, dan menatapku dengan matanya yang indah,

“jam sembilan lewat dikit baru gue berangkat, lo?” tanya Nadia balik

“sama, gue juga…… kita berangkat bareng mau nggak?” Balasku

“Siap komandan,,.” Jawab Nadia sambil tertawa.

Waktu sebelum berangkat ke kantor itu kami gunakan untuk bercanda dan saling mengenal lebih dekat lagi. Hari itu terasa sangat singkat, tugas-tugas di kantor terasa lebih ringan mungkin karena suasana hatiku yang sedang senang. Sepulang kantor kujemput Nadia di kantornya kemudian kami makan malam di sebuah restoran dekat rumah kami, setelah itu kami pulang

Sesampainya di rumah, kuputuskan untuk mandi dan langsung menonton tv. Jam menunjukan pukul 21.00 tetapi mataku sudah terasa berat, sambil menahan rasa kantuk kulangkah-kan kakiku menuju kamar, segera pintu kamar kubuka sedikit dan hendak masuk kedalamnya tetapi langkahku tertahan oleh sebuah pemandangan yang baru pertama kali ku lihat seumur hidup, lemari baju Nadia terbuka, Nadia sedang sibuk mencari-cari bajunya dalam keadaan topless dan hanya memakai celana jeans pendek . Refleks langsung kututup pintu itu sembari meminta maaf.

Walaupun beberapa detik tadi sangat kunikmati, melihat kedua buah dada Nadia yang lumayan besar dihadapan mataku, sangat ranum dan bentuknya pun bulat sempurna juga kencang, tapi kembali lagi rasa bersalah memenuhi kepalaku hingga membuatku lupa bahwa itu adalah hal yang wajar bagi suami istri
“Da, sorry gue mau ngambil bantal, gue nggak ngintip kok” ujarku dari luar kamar, memang terdengar sangat bodoh jika ada seorang suami yang meminta maaf saat melihat istrinya telanjang, tetapi itulah yang terjadi padku sekarang ini

“nggak apa-apa masuk aja….” sahut Nadia dari dalam kamar

Dengan menggunakan tangan kiri, kututup mataku sedangkan tangan kananku meraba-raba permukaan tempat tidur untuk mencari bantal

“udah, tanganya dilepas aja, matanya dibuka” suara Nadia terdengar sambil mencolek pinggangku

“Sorry, gue bukan mau ngintip tadi, gue bener-bener nggak sengaja”ujarku sedikit malu-malu.

“nyantai aja lagi, gue yang di intip kok lo yang panik……gue juga baru pertama kali diintipin cowok” balas Nadia sambil tertawa,

“eh, nggak pegel apa tidur di sofa? Enakan tidur di sini bareng gue…” sambung Nadia sambil menepuk tempat tidur.

“udah, cepetan tvnya di matiin dulu”lanjut wanita itu sambil sedikit mendorongku,

Setelah tv ku matikan, terus langkahku kuarahkan kembali ke kamar. Di kamar Nadia sudah berada di atas tempat tidur, kakinya yang jenjang dan putih membuat suasana hatiku tak-karuan. Sikap Nadia yang sangat baik padaku membuatku mulai menikmati perjodohan ini dan sedikit membuka hatiku bagi wanita ini.

“sini,” ujar Nadia sambil membetulkan posisi bantal yang berada di sampingnya
Kurebahkan tubuhku tepat disampingnya dan langsung kupejamkan mataku, berharap tidak terjadi hal-hal yang aneh malam itu

“lo masih punya pacar yah waktu kita nikah” kucoba untuk membuka mataku pelan-pelan, kutatap wajahnya yang kini sangat dekat denganku, posisi tubuh Nadia sudah menindih sebagian tubuhku

“nggak,, emang napa?” tanyaku balik

“penasaran aja, abisnya lo dingin banget..serem tau” jawab ida sambil tersenyum kecil

“gue cuman kaget aja, keadaan berubah drastis banget” ujarku

“ohh… gue kira lo jeruk makan jeruk lagi…” sambung wanita itu

“ahh….lo kate gue maho?” jawabku bercanda, tangan Nadia perlahan mulai memelukku perutku dan mulai lah dia menutup matanya
“abisss…..” cekikik Nadia memenuhi ruangan itu

Karena tidak bisa lagi menahan kantuk akhirnya kami berdua tertidur sampai pagi, hanya tertidur tanpa melakukan sesuatu. Keesokan harinya Nadia bangun terlebih dahulu, sepanjang malam dia memelukku dan tertidur dengan posisi setengah tubuhnya menindih tubuhku, dengan posisi seperti ini kedua buah dadanya menempel pada tubuhku dan kurasakan kehangatan yang beda dari sebelumnya.

“beb,…bangun ih nggak ngantor kamu?” tanya Nadia sambil menjepit hidungku.

“beb?,,, bebek kali?” jawabku bercanda

“iiih tuh kan bercanda lagi, teus maunya dipanggil apa?” tanya Nadia lagi,

“terserah kamu deh…” ujarku sambil mengucek-ngucek mata.
Mulai pagi itu, di kantor hidupku terasa semakin indah. Nadia sangat perhatian padaku dan terus saja mengirimkan SMS yang menanyakan kegiatanku dan lain-lain. Dan mulai pagi itu kehidupan kami mulai berubah seperti pengantin baru pada umumnya.

Sehabis jam kantor, ku arahkan mobilku langsung pulang. Dirumah, Nadia ternyata pulang lebih cepat. Malam itu ida mengenakan baju kaos bola barcelona dengan celana hotpants, baju itu dimodifikasinya hingga bahu sebelah kanannya terlihat keluar dari leher baju bola itu.

“baju bola gue tuh?.”tanyaku

“iya..,, emang istri itu nggak boleh pake baju suaminya?” tanya Nadia balik,

“nggak juga sih,,,eh tapi kamu cantik loh kayak gitu” ujarku menggodanya

“udah ah…makan dulu sana….keburu dingin”kata ida sambil menunjuk ke arah ruang makan
Selain cantik, baik hati dan sangat profesional dalam segala hal, Nadia juga jago masak. Sehabis makan, aku segera pergi ke ruang tv menemui Nadia yang sedang asik mencari siaran film-film box office yang biasa diputar di tv saat larut malam.

“duduk sini,…deket gue” suara Nadia terdengar saat kakiku mulai menginjak ruang tv.

Sambil memegang sekaleng minuman dingin, perlahan kutempatkan tubuhku tepat disampingnya. Nadia langsung menarik tanganku dan menggengam jemariku erat-erat. Perasaan ku tidak menentu, sudah lama sekali sejak aku duduk di bangku SMA baru sekarang lagi ada cewek yang begitu dekat denganku seperti ini.

Sebegai laki-laki normal, firasatku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh Nadia tetapi dia masih malu karena sikapku yang masih begitu cuek, kucoba untuk memberi perhatian sedikit untuknya. Kucoba sandarkan tubuhku ke kursi dan benar saja, Nadia langsung menyandarkan kepalanya di bahuku. Ku naikan tanganku sedikit agar Nadia bisa meletakkan kepalanya di dadaku. Tubuh Nadia sangat hangat, kubiarkan tangannya menyusuri pinggangku lalu dipeluknya.

“da,….kalo mau minta tolong, atau mau ngomong sesuatu, kasih tahu aja…,,, aku siap bantu kok” ujarku untuk memecah suasana.

“kamu masih belum nerima kenyataan kalo kita udah nikah ya?” tanya Nadia pelan,

“dulu sih iya,,,, tapi sekarang udah nggak,…abis kamu baik, cantik lagi” gombal ku

“ih gombal,.” Balas Nadia, sambil mencubit pinggangku
“kalo aku sih pasrah aja ama orang tuaku mau di suruh apa juga, yang penting pekerjaanku nggak keganggu” sambung Nadia

“aku mau minta sesuatu sama kamu” lanjut Nadia

“minta apa?” tanyaku

“ehm,,…gimana ngomongnya ya..” jawab Nadia

“udah,. Bilang aja nggak usah malu” Ujarku

“beneran nih , gak apa-apa?..”tanya Nadia

“iya…beneran..,,trus apa?”

“boleh minta cium nggak?” pinta Nadia

“ooh..” langsung kudaratkan bibirku ke pipinya.
“iiihh…bukan di situ, tapi di sini” ujar Nadia sambil menunjuk bibirnya.

Sebenarnya pada waktu itu, hatiku ingin sekali menciumnya tetapi seumur hidupku, belum ada satupun wanita yang pernah ku cium, gaya pacaranku saat SMA dulu juga paling Cuma gandengan tangan saja, tidak lebih. Oleh karena itu beberapa lama kupikirkan hingga

“kamu nggak mau yah.,, nggak apa-apa deh kalo gitu” ujar Nadia dengan nada sedikit kecewa

“nggak ,, gue cuma..” perkataanku terhenti

“Cuma apa…?” tanya Nadia

“belum pernah ciuman…” ujarku malu-malu, mukaku semakin merah saat selesai mengatakannya.

“astaga,.. jadi kalo nanti kita ciuman, itu jadi first kiss lo dong?”

Masih dalam keadaan bingung dan malu, Nadia menganggkat wajahku yang tertunduk malu. Menatapnya dengan penuh rasa cinta.

“gue yang pertama, mau nggak?” tanya Nadia,

Perasaan ku seperti melayang-layang diudara. Senang sekali rasanya, memang dulu tidak pernah kuharapkan Nadia yang menjadi First kiss ku, tetapi karena dia begitu baik dan menyenanggakan akhirnya kubiarkan semuanya berjalan seperti air mengalir.

“gue ajarain dulu yah, terus nanti kalo udah bisa, lo bales ya?” pinta ida.

Segera diciumnya kedua bibirku. Bibir Nadia sangat tipis dan hangat, beberapa detik kunikmati bibirnya yang menempel pada bibirku. Tak lama setelah itu, Nadia mulai memagut bibirku dan mulai menjulurkan lidahnya kedalam mulutku.

“dibales dong” ujar Nadia di sela-sela serangannya ke bibirku

Kubalas ciumannya dengan cara yang sama seperti yang dia ajarkan.

“mmhhh” hanya itu segelintir suara yang dapat kudengar dari mulut Nadia

Setelah beberapa menit, kulepaskan ciumanku. Nadia tertawa lepas sambil memandangiku.

“nah, bibir lo udah nggak perjaka lagi.,, sapa dulu dong gurunya.” Ujar Nadia sambil menepuk dadanya

“gila juga lo ya,.. master banget deh kayaknya,.. buka kursus juga yah?” tanyaku

“ya nggak lah,… gue juga baru pertama kali praktek nih, yang biasanya cuman gue baca di buku ama di film bf ternyata rasanya dahsyat yah” jawab Nadia
Baru ku tahu kalo Nadia juga baru pertama kali ciuman dengan cowok, mungkin karena sepintas dia orangnya perfectionist jadi cowok-cowok pada sungkan mau jadi pacarnya.

“jadi bibir lo juga udah nggak perawan nih?” candaku.

“apa lagi yang masih perawan?” tanyaku menggodanya

“ya semuanya lah…” jawab Nadia sambil menarik bibirku.

“mau dong nyobain…?” candaku

“sok atuh,…silahken…” jawab Nadia sambil menarik tanganku mendekati tubuhnya.

“sorry,.. gue becanda kok…,,” ujarku

“beneran juga nggak apa-apa” sambung Nadia

“nanggung gak sih rasanya kalo cuman gitu-gitu aja” lanjut Nadia memancing ku

“terus maunya gimana?” tanyaku

“nggak ngerti-ngerti juga?” jawab Nadia

“ngomongnya langsung aja, nggak usah berbelit-belit bingung gue” sambungku

“gue mau dientotin ama lo..beiby” balas Nadia sambil menarik bajuku
Kurasakan seperti ada yang mencongkel keluar jantungku dengan pisau yang sangat tajam, tak ku sangka sebenarnya selama ini walaupun perbuatanku kepada Nadia sangat kasar, ternyata dia masih memendam hasrat yang begitu dalam padaku.

“yah…,,gue tabu…nggak tau harus gimana duluan” ujarku

“kan ada film Bokep..,, liat dari situ aja bisa kan?” balas ida

“gue coba deh,..”jawabku

Ida segera berjalan menuju kamr tidur kami dan kembali membawa kotak kecil yang kukira isinya adalah segala macam peralatan make up seperti yang biasa wanita-wanita career koleksi, tapi ternyata isinya adalah kumpulan DVD film-film porno dari jepang, latin, blonde, redhead, amateur, dan lain-lain.

“lengakap banget,..hobby nonton ginian yah?” tanyaku sambil melihat-lihat koleksi kasetnya

“eh, ini punya temen kantor aku lagi,..nonton sih sering tapi kalo punya koleksi sebanyak ini….enggak deh” jawab Nadia

“gue kira lo hyper ” kataku bercanda

“eh hyper juga asik tau, bisa siap setiap saat” sambungnya sambil tertawa dan terus mencari sebuah kaset yang menurutnya sangat bagus
“nah ini dia akhirnya ketemu.” Ujar Nadia sambil merapihkan kaset-kaset lain yang berantakan di atas sofa di ruang tv.

“nontonnya di kamar aja, supaya kalau capek bisa langsung tidurr” sambung Nadia

“emangnya kita mau nyangkul? Capek?” tanyaku bercanda. Sebenarnya suasana hatiku saat ini sangat takkaruan ada senang bercampur bingung, kata-kata yang keluar dari mulut Nadia menandakan bahwa dia sudah sangat mempercayaiku dan sangat menyayangiku, sementara aku masih bingung dengan perasaanku sendiri

Adegan film pertama di kaset itu dipenuhi dengan ciuman, Nadia menyuruhku duduk diatas tempat tidur dan dia duduk di pangkuanku
“tau gak, itu tuh namanya foreplay” ujar Nadia

Mulailah ida memagut bibirku, selama beberapa menit kami mempertahankan posisi seperti itu. film pun berganti adegan, sekarang pemeran cowok di film itu mulai menggerayangi tubuh pemeran wanitanya. Baju pemeran wanita di singkap keatas dan payudara wanita itu mulai diemut oleh pemeran pria itu.

“pengen deh di gituin” Nadia tiba-tiba melepaskan ciuman kami dan mengatakannya,

Posisi ida sekarang duduk berhadapan denganku, Nadia duduk di pangkuanku

“ya udah,..bajunya di buka” ujarku

Ida membuka bajunya perlahan, sedikit demi sedikit gumpalan daging di dadanya itu mulai tersingkap, ukuranya benar sangat besar, sama seperti saat pertama kali kulihat dengan tidak sengaja. Seperti orang bodoh, kedua buah dadanya hanya kuperhatikan tanpa berbuat apa-apa

“kok cuman diliatin doang, aku pake lagi nih bajunya” ujar Nadia ngambek

“sorry, speechless aja gue….gede amir…seumur-umur baru pernah liat yang ginian,…eh besar pula lagi dapatnya” balasku untuk meredakan ngambeknya

“ya udah.,,, di emut dong” ujar ida lagi kali ini diiringi dengan senyum

“nggak ahh….entar lecet, terus kalo lo mandi pasti nyeri” kataku

“jadi gimana dong?” tanya Nadia

“aku jilatin aja mau nggak?” tanyaku balik
Ida langsung menarik kepalaku ke arah buah dadanya, lidahku kujulurkan dan mulai menyentuh permukaan kulit buah dadanya. Kujilat melingkar membentuk huruf O disekitar putingnya dan ujung putingnya ku sentuh perlahan menggunakan ujung lidahku.

“Mmhh…enak beb,,,terus..,,terus.. yang kanan juga,..aahh” desah ida yang membuatku bersemangat melakukannya.

Lima belas menit kuserang kedua payudaranya, hanya suara desahan yang keluar dari bibir manis Nadia,..saat tubuh ida mengelijang hebat, kurasakan ada cairan membasahi celanaku.,

“da,..celana lo basah.,,” ujarku, ku biarkan dadanya basah dan kutatap wajahnya yang sangat manis.

“iya,..gue ‘jadi’ tadi..”ujar ida sambil menciumi pipiku

Adegan di film kini berubah lagi, penis si pemeran pria yang sudah sedari tadi “tegang” mulai diurut turun naik oleh pemeran wanitanya. Dan setelah sudah cukup tegang, mulailah penis itu dimasukkan kedalam mulut wanita itu.

“mau gue gituin nggak?” tanya Nadia

“udah gak usah, lain kali aja” jawabku cepat.

“nggak apa-apa, nggak usah malu…..enak lagi” balas Nadia

Ida segera menarik celanaku, dan langsung menggenggam penisku yang belum menegang sama sekali dibalik celana dalamku.
“gila,…gue udah hampir dua kali orgasme,…lo bediri aja belon…make obat apa?” tanya ida

“obat apaan?,…gue aja baru sekali diginiin” jawabku

Ida kemudian menarik turun celanaku.

“besar juga.,,beda dikit lah ama yang di film” ujar ida, sambil tersenyum Nadia mengenggam penisku

Ida mulai menganggkat penisku dan mulai mengurutnya dari atas ke pangkal paha selma 10 menit, rasanya seperti berenang di awan, apa lagi saat Nadia menempelkan bibirnya ke ujung kepala penisku dan menghisapnya pelan..,,

“udah…udah…”ujarku sambil mencoba menarik penisku keluar dari mulut Nadia,

Tak lama setelah itu kerasakan sesuatu keluar dari penisku, tidak dapat lagi kutahan. Kupejamkan mataku dan saat ku buka, Nadia masih berada dalam posisi jongkok dan wajahnya berlumuran cairan berwarna putih yang tak lain dan tak bukan adalah spermaku.

“aku kan dah bilang,….” ujarku

“hahaha…asik…asik” bukanya marah, Nadia justru tertawa kegirangan,

Ku kenakan lagi celanaku dan segera mengambil handuk di lemari untuk membersihkan spermaku di wajah Nadia
“ketelen gak?” tanyaku

“dikit..” jawab Nadia sambil tersenyum.

Tibalah film itu di puncak aksinya, si pemeran pria di film itu menarik turun celana dalam pemeran wanitanya dan mulai melumat daerah kewanitaan perempuan itu.

“rebahan deh…..” ujarku

Saat Nadia berbaring di tempat tidur, kutempatkan tubuhku tepat diatasnya dan mulai menciumnya lagi. Kali ini tidak terlalu lama, segera kupindahkan sasaranku ke bagian lehernya, seperti instruksi di film itu.

“Mmhh..”suara Nadia pelan

Tak lama setelah itu, kedua buah dadanya kumainkan, kupijat pelan dan mulai kujilat perlahan. Turun ke bagian perut dan anehnya lagi, tali hotpants Nadia sudah tidak terikat dan sepertinya Nadia tidak mengenakan celana dalam

“cewek kok nggak pake celana dalam,” ujarku sambil mencubit pipinya

“kalo nggak ada lo sih gue pake,… tapi kalo ada lo, masa iya gue pake,..entar tiba-tiba lo minta? Gimana?” balas ida.

Ida mulai menaikan pinggulnya dan menurunkan celananya. Sekarang Nadia sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya. Semua yang selama ini tertutup kain baju ataupun celana sekarang jelas terlihat dihadapanku, pinggul ida lumayan besar, pantatnya montok dan yang membuatku sangat bahagia dalah vaginanya yang tidak memiliki bulu sedikitpun.
“sering cukur neng?” tanyaku

“nggak juga sih,..gak tau kenapa,, bulunya lama numbuh” jawab ida.

Ida menarik kepalaku mendekati vaginanya yang sudah basah sedari tadi. Aroma kewanitaan yang baru pernah seumur hidup ku cium ternyata sangat wangi, mungkin karena seringnya dirawat.

Perlahan mulai kujilati daging yang berada di belahan vagiannya itu, ku mainkan suasana dengan sesekali mempercepat jilatanku di liang kemaluannya. Semakin cepat kujilat, semakin Nadia menjepit kepalaku di tengah kedua pahanya.

“kalo gue tau enaknya gak ketulungan gini,…gue minta aja yah dari awal” gumam Nadia

Kali ini, kusingkap lobang kemaluannya dan ku hisap menggunakan bibir membentuk huruf O, sesuai dengan instruksi yang ada di film itu. Nadia semakin mengejang hebat dan mencoba menarik rambutku agar kepalaku menjauh dari vaginanya, tetapi seperti yang ku baca di buku jika terjadi hal seperti itu kita malah sering menghentikan permainan. Tentu saja itu adalah sebuah kesalahan yang sangat besar.

Ku teruskan permainanku hingga kurasakan suatu cairan keluar membasahi lidahku.

“Keluar lagi?” tanyaku

“iya,…enak deh” jawab ida

“ya udah,…gitu aja dulu yah,…kepala gue sakit banget, abis lo jambak tadi” ujarku

“masa udahan sih?… sorry tadi gue kelepasan jadinya narik-narik rambut kamu gitu deh…” balas Nadia.

“entar baru nyambung lagi..yah” pintaku

“iya, tapi jangan lama-lama” jawab Nadia,

Ida hanya terbaring di tempat tidur, kututupi tubuhnya dengan selimut. Film porno itu kami ‘pause’ sebentar. Aku segera menuju westaffel untuk mencuci muka, kulihat waktu menunjukan pukul 03.00 pagi hari. Saat itu ku sadari bahwa sekarang dalam diriku tidak hanya ada cinta, tetapi juga ada nafsu untuk istriku Nadia. Setelah meminum segelas air, aku segera kembali ke kamar. Nadia menyambutku dengan senyum penuh rasa sayang, ku rebahkan tubuhku disampingnya.
“da.,,gue mau,..minta maaf,..kalo gue udah kasar sama lo sejak kita nikah, padahal lo juga nggak tahu apa-apa kan? Sekarang gue ngerasa bersalah banget” ujarku

“biarin aja berlalu yang kayak gitu mah,…gak usah dipikir lagi, Nadia juga udah lupa……kamu juga makin hari makin asik….seneng aku” jawab ida.

Saat itu terasa sangat panas, ku buka baju kaos ku dan tinggal memakai celana basket yang sejak tadi ku pakai.

“ribet banget nih selimut…”ujar ida sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya

Ida segera memulai lagi adegan di film yang tadi kami ‘pause’. Nadia menarik tanganku dan menempelkan telapak tanganku ke selangkagannya. Kini adegan di film itu bertambah panas, pemeran pria di film itu mulai memasukkan penisnya kedalam vagina pemeran wanita. Pemeran wanita di film itu hanya menggumam takkaruan.

Beberapa menit kami menyaksikan film itu. Kali ini Nadia hanya terpana melihat adegan di film itu. Mungkin Nadia masih takut untuk mencobanya.

“mau coba gituan?” tanya Nadia

“kalo sekarang nggak bisa, gak apa-apa juga…..lo aja yang master belum siap apa lagi gue” ujarku

“kita coba tapi pelan-pelan yah…soalnya gue masih perawan” ujar Nadia

“gak apa-apa nanti aja,…”jawabku
“tapi gue pengen banget..” sambung Nadia

“ya uda.,,,tapi bakal sakit loh nanti..”balasku

Ida mulai menaikan pinggulnya dan pantatnya kusanggah dengan bantal. Ku buka sedikit lebar lubang kemaluannya, memang benar. Selaput dara masih utuh didalamnya, merah merona dan terlihat segar.

“beneran masukin sekarang?” tanyaku.

“iya tapi pelan-pelan yah” jawab ida

“iya” balasku

Kumasukkan penisku perlahan kedalam vagina Nadia. Hangat, perih dan sempit, terasa seperti disedot vaccum cleaner. Saat semua bagian sudah mulai terbenam, kulihat Nadia meneteskan air mata. Sedih sekali melihatnya seperti itu, kulihat darah membekas di batang penisku. Sejenak kupikir untuk melepaskan penisku dari dalam vagina Nadia. Tetapi apa yang terjadi, ida malah menggoyangkan pinggulnya

“sakit?’ tanyaku pelan
“udah nggak kok,…perih aja tadi, banget…” jawabnya

“mau diterusin?” tanyaku lagi

“iya..” jawab ida manja
Perlahan mulai ku maju mundurkan pinggulku, makin lama makin cepat. Nadia hanya menggumam sambil meremas buah dadanya.

“ennnaaakk,,,” ujar Nadia

“mmhh …guuee….keelluuaarr..” jerit Nadia

Orgasme Nadia disusul olehku, senang sekali melihatnya malah tertawa diakhir permainan kami. Cairan yang keluar dari vagina Nadia bercampur sedikit dengan darah.

“da..sorry tadi gue keluarin di dalem..”ujarku

“nggak apa-apa kali,..kalo nanti gue bunting,,bapaknya ni anak kan elo” jawab ida.Hanya bisa tertawa, kami berdua tertawa sejadi-jadinya melihat perbuatan kami tadi. Akhirnya kami pun kelelahan dan tertidur.Daftar SahabatQQSahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Monday, May 6, 2019

Mendapatkan Dua Perawan Sekaligus

Cerita Dewasa Terkini - Berawal dari perjalananku keluar kota aku bertemu dgn 2 gadis hot yg menemaniku sepanjang perjalanan hingga aku tak merasa jenuh. Malam itu aku memutuskan utk pergi kejawa. Aku berangkat dari Jakarta dgn naik bus antar propinsi, dari terminal aku berangkat sore hari sekitar jam 5 sorean. Saat aku mencari tempat dudukku aku melihat 2 gadis yg sangat aduhai sekali. Umurnya sekitar 24 tahunan dan juga memiliki body yg sangat istimewa menurutku.
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Sambil terus berpurapura mencari tempat dudukku aku terus melirik 2 gadis cantik itu, hingga akhinrya aku menemukan tempat dudukku yg berada di sebelahnya persis. Aku pun tersenyum ketika melihatnya duduk disampingku, dan ketika aku tersenyum 2 gadis itu pun membalas senyumanku dgn manis. Hingga aku terus berpikiran utk mengajaknya berkenalan. Namun baru saja aku mau mengajaknya berkenalan malah salah seorang gadis itu sudah menanyaiku lebih dulu.

Mau pergi kemana mas. tanyanya
Eh mau ke Bojonegoro, mbak mau kemana, tanyaku.
Sy mau ke Rembang, nih mulangin anak bandel ini ke orang tuanya, katanya .
Rumah orang tuanya di Rembang ya, tanyaku lebih lanjut.
Bukan sih masih jauh di desa, ke Randublatung, katanya.

Aku tdk tahu dimana Randublatung tp seingatku ketika melihat peta, desa itu letaknya jauh dari Rembang. Akhirnya kami akrab ngobrol dan dia mengaku bernama Tiwi dan di Jakarta bekerja sebagai SPG. Dari gayanya sepertinya Tiwi agak gampang di goyang.

Suasana makin redup dan akhirnya bus berhenti di wilayah Sukamandi Jawa barat, kami mendapat makan malam gratis. Ketika aku tinjau, menunya hanya sepotong bandeng, sambel dan lalapan. Mereka berdua aku tawari traktir makan yg lebih enak di bagian lain restoran. Mulanya Tiwi agak canggung, tetapi Nina, gadis kecil itu langsung setuju. Maka kami makan dgn hidangan yg lebih baik.

Setelah makan kami kembali duduk di bus, dan obrolan kami makin akrab. Seperti biasanya, bus ini sesampai di Rembang masih gelap mungkin sekitar jam 3 pagi. Menurut Tiwi mereka mau menunggu di warung tempat pemberhentian bus sampai hari agak terang. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan ke Desa.

Trenyuh juga mendengar kisah mereka, sehingga aku menawarkan utk menginap saja di hotel, sampai hari mulai terang, setelah itu baru jalan ke kampung.

Sy gak punya duit mas, lha wong ini aja uangnya ngepas banget, kata Tiwi. Aku lalu menawarkan biar aku saja yg bayar, dan aku juga akan ikut turun di Rembang.
Sejak naik dari rumah makan tadi, Tiwi makin akrab saja, dia memeluk tanganku. Katanya dia merasa dingin. Aku merasakan tekanan dari susunya ke bagian lenganku. Perlakuan ini membuat voltase di tubuhku meningkat. Aku lantas berpikir, buat apa turun di Rembang kalau memang tujuannya utk menginap. Aku menawarkan utk menginap saja di Semarang. Tanpa pertanyaan sedikit pun Tiwi langsung menyetujui. Dia makin erat memelukku, seperti kami sudah lama berkenalan.

Sementara rangsangan makin tinggi, aku belum menemukan jalan, bagaimana cara mengeksekusi Tiwi, kalau ada keponakannya. Tdk ada titik terang, sementara bus sudah mulai memasuki Kendal, yg berarti tdk lama lagi akan sampai Semarang. Sesampainya di Semarang kami turun dari bus dan langsung berpindah ke taksi. Aku memilih hotel Ciputra di Simpang lima Semarang.

Tiwi dan Nina seperti terheranheran melihat hotel pilihanku.

Oom bagus banget hotelnya, kan mahal nginep di sini, kata Nina.

Aku mendapat kamar double bed.

Mas sayang banget kalau cuma nginep sebentar di sini, kamarnya enak banget, kata Tiwi sambil melihat sekeliling.

Nina mencoba tempat tidur yg memang empuk dia duduk sambil menggenjotgenjot kasur. Setelah mengemas barang, yg hanya sebuah ransel, aku pamit mau menyegarkan badan. Sambil menggosok gigi aku mengisi bak dgn air hangat. Rasanya nikmat sekali berendam berlamalama dlm bak mandi. K0ntolku dari tadi sudah menegang, jadi semakin keras ketika terendam air hangat.
Aku dikejutkan oleh pintu kamar mandi yg tibatiba terbuka. Tiwi sambil cengarcengir mengatakan tdk tahan, kebelet pipis. Setelah memelorotkan cd nya dia langsung duduk di closet. Terdengar desiran air kencingnya cukup lama juga. Aku tdk bisa berlindung, karena sedang telentang dan full telanjang. Tiwi mencoba merasakan hangatnya air.

Enak ya mas, tanyanya.
Seger banget, kataku.
Aku ikutan ah berendam, badan ku yo terasa lengket, karena tadi mau berangkat gak sempet mand
Setelah membersihkan kemaluannya dgn semprotan air. Tanpa ragu Tiwi mulai membuka bajunya satu persatu. Aku memperhatikan, bodynya cukup menggiurkan, Susunya tegak menantang dgn pentil yg masih kecil. Itu menandakan dia belum pernah hamil. Yg luar biasa bulu di bawah sana hitam lebat. Warnanya kontras sekali dgn kulitnya yg putih. Tiwi tanpa ragu langsung melangkah masuk ke dlm bath tub. Tiwi mengambil posisi membelakangiku. Tanpa komando tanganku langsung mencengkram kedua bongkahan susunya. K0ntolku makin mengeras dan menerjang bagian belakang Tiwi.

Merasa k0ntolku menrjang badannya Tiwi berbalik posisi dan langsung meraih k0ntolku. Digenggamgenggamnya. Nikmat yg luar biasa membuat aku makin menyelonjorkan tubuhku sehingga posisiku jadi telentang terendam air hangat.

Tiwi menyelam dan mulutnya langsung melahap k0ntolku. Aku tdk menduga dia secepat ini melakukan itu, Sehingga aku agak berjingkat ketika bibirnya menyentuh kepala k0ntolku. Dia tdk bisa berlamalama karena sesak nafas di dlm air. Tanpa kuminta, Tiwi menduduki k0ntolku dan k0ntolku dipegangnya lalu dibimbingnya memasuki lubang meqinya.

Memasukkan k0ntol ke meqi di dlm air, terasa agak sulit, karena lubang meqi Tiwi terasa kesat. Namun Tiwi tdk putus asa, dia mencoba terus sampai akhirnya terbenam juga seluruh batangku di dlm meqinya. Nikmat sekali rasanya, meqi Tiwi terasa sempit sekali. Mungkin karena pengaruh berendam di dlm air, atau memang aslinya sempit begini. Aku tdk ambil pusing, karena pikiranku terfokus menikmati genjotan Tiwi
Pintu kamar mandi terbuka tibatiba. Muncul si kecil Nina. Dia terkejut dan melakukan gerakan menutup mulutnya dgn tangan. Posisi kami tdk bisa disembunyikan lagi, karena Tiwi yg bugil sedang berada diatas tubuhku yg juga bugil.

Nina kebelet pipis nih, dari tadi ditunggui lama banget. Kata Nina.

Dia seperti juga Tiwi tadi langsung memelorotkan celana dan duduk di closet. Desiran air kencingnya terdengar nyaring. Sementara dia duduk di closet, Tiwi seperti tdk perduli dia terus menggenjotku sampai aitnya tertumpah dari bak.

Nina duduk termangu menonton kami berhubungan, meski kencingnya sudah selesai dari tadi.
Situasi sudah tanggung, Nini kugamit utk bergabung berendam di bak. Dia kuminta membuka bajunya.

Tdk terlalu repot, Nina mengikuti anjuranku. Dia melolosi satu persatu bajunya. Setelah baju luarnya yg terdiri dari celana jins dan kaus putih di lepas, tinggallah celana dlm pink bergambar tokoh kartun dan miniset. Dia melepas minisetnya terlebih dahulu. Teteknya langsung menyembul gempal dgn pentil yg masih kecil sekali. Ukuran tetek Nini seharusnya sudah memerlukan BH, karena minisetnya sudah kelihatan sempit.

Setelah menggantungkan minisetnya dia meloloskan cd ya. Aku tdk bisa langsung melihat kemaluannya. Yg tampak hanya bongkahan pantat kecilnya. Sepintas terlihat meqinya yg masih gundul, ketika dia masuk ke dlm bak mandi. Nina mengambil tempat di bagian kakiku. Bak mandi jadi sesak diisi tiga orang, dua diantaranya sedang beraktifitas.
Gerakan jadi tdk leluasa lagi sehingga aku menyarankan Tiwi keluar dari bak mandi dan meneruskan di luar. Tiwi kuatur memunggungiku dgn posisi merunduk bertopang wastafel, Aku menggenjotnya dari belakang. Batangku dgn mudah masuk ke dlm lubang meqinya yg terasa sangat licin. Tiwi seperti tdk peduli dgn kehadiran Nina. Dia mendesahdesah dan merintih sampai akhirnya menjerit dan kakinya dirapatkan. Terasa lubang meqinya berkedutkedut. Tiwi mendapatkan orgasmenya yg pertama. Sementara aku sebetulnya sudah hampir, tetapi terinterupsi karena Tiwi menghentikan gerakannya. Di lepasnya batang k0ntolku dari lubang meqinya sehingga k0ntolku mengacung kedepan tegap.

Tiwi berusaha memuaskanku dgn jongkok sambil mengulum dan menghisap k0ntolku. Namun karena konsetrasiku sudah buyar, aku jadi sulit menikmati, oralnya. Bosan mengoralku yg tak juga mencapai ejakulasi, akhirnya Tiwi berdiri dan dia lalu membersihkan dirinya dgn meraih shower.

Aku kembali masuk ke bak mandi yg di situ masih ada Nina. Aku berhadaphadapan dgn Nina. Kuperhatikan teteknya sangat mengkal dgn putting susu yg menajam diujungnya. Nina kuraih sehingga dia kupeluk dgn posisi membelakangiku. Aku meremas perlahanlahan tetek mengkalnya. Beda sekali rasa tetek Tiwi dgn Nina. Jika tetek Tiwi terasa lembut oleh lemak, tetek Nina terasa mengkal dan lebih keras.. Puas memainkan teteknya aku menggapai belahan meqinya. Jari tengahku langsung merasa clitorisnya mencuat dan ketika kuraba halus dia sudah mengeras. Aku terus memainkan clitorisnya sampai akhirnya Nina kelojotan mencapai orgasme
Sementara itu Tiwi sudah mengeringkan badan dgn berkemben handuk dia meninggalkan kami berdua. Aku mentas dari bak mandi. Nina juga kuminta keluar. Aku duduk di colset dgn posisi menyandar, sehingga k0ntolku bebas tegak. Nina kubimbing berada di atasku . Dia menuruti saja kemauanku. Sambil berdiri mengangkangi badanku Ninai mendekatkan lubang meqinya ke kepala k0ntolku yg telah memerah karena sangat tegang. Aku mengolesngoles kepala k0ntolku di sekitar lubang meqinya sampai terasa ada cairan lendir keluar dari dlm.

Setelah kurasa pelumasan mencukupi, aku berusaha memasukkan kepala k0ntolku ke meqi gundul itu. Agak sempit rasanya, tetapi k0ntolku bisa terus menerobos kedlm. Kesanku Nina sudah jebol perawannya. Meski jepitannya lebih kuat dibanding meqi Tiwi, tetapi k0ntolku lancar majumundur di lubang meqinya. Aku terus mendekapnya sampai akhirnya aku menjelang orgasme kutarik badannya dan begitu lepas, meledaklah ejakulasiku. Lemas sekali badanku. Kami berdua lalu mandi membersihkan diri dgn shower.

Selama mandi itu kutanya Nina soal keperawanannya. Dia mengaku memang sudah pernah berhubungan, dgn pacarnya yg sudah SMA. Karena itulah dia sempat ketahuan selagi asyik main dikamarnya. Akibatnya Nina dipulangkan ke kampungnya. Sekarang inilah proses pemulangan Nina ke orang tuanya di kampung. Di Jakarta Nina tinggal di rumah budenya, yaitu ibunya Tiwi.

Mbak Anti, bebas menerima cowoknya menginap di kamarnya, kenapa aku gak boleh ajak pacarku ke kamarku, kata Nini dgn muka agak merajuk.

Aku tdk mau berkomentar, karena rasanya tdk ada gunanya berkomentar pada saat seperti ini. Aku berbalut handuk dan juga Nina berkemben handuk kami masuk menyelinap ke bawah selimut. Tiwi sudah mengorok tidur di sisi kiri, aku memilih posisi ditengah dan Nina di sisi kananku. Tdk nyaman rasanya tidur berbalut handuk lembab, maka kubuka handukku dan kulempar ke kursi, Handuk Nina juga kulepas, sehingga kami berdua telanjang di bawah selimut. Sementara itu Tiwi yg juga berbalut handuk perlahanlahan kulepas dan ku lempat juag ke kursi. Kami bertiga tidur bugil di bawah selimut. Rasa lelah dan kecapaian ngentot membuat aku cepat tertidur.
Aku terbangun karena rasa geli di kemaluanku. Kuintip ke bawah, ternyata Nina sedang menghisap k0ntolku. Mungkin dia berusaha membangunkan k0ntolku. Aku berpurapura tidur. Kulirik di celah korden sudah masuk cahaya terang matahari. Kulirik jam di meja sudah menunjukkan hamper jam 7 pagi. Kubiarkan Nina beroperasi sendiri, sementara Tiwi masih ngorok disebelahku. Nina berusaha memasukkan k0ntolku ke lubang meqinya dgn posisi menduduki badanku. Dia berhasil menelan semua batang k0ntolku lalu dia melakukan gerakan naik turun, kadangkadang maju mundur. Mungkin dia bosan pada posisi itu, dia bangkit berdiri dan membalikkan badannya sehingga memunggungiku.

Nina kembali jongkok dan kembali menggenjot. Dia mencoba merebahkan badannya ke depan sampai hamir mencium kakiku. K0ntolku terasa dipaksa menghadap kebawah. Nina kesulitan melakukan gerakan pada posisi itu, karena lubang meqinya seperti kedongkrak oleh batang k0ntolku yg sedang keras sempurna. Nina berdiri lagi dan dia berbalik arah kembali ke posisi berhadapan dgnku . K0ntolku kembali dimasukkan ke dlm meqinya. Dia menggenjot sebentar lalu merabhkan badannya. Sambil memelukku dia terus mengggerakkangerakan pinggulnya. Posisi ini agak sulit, karena berkalikali k0ntolku lepas dari lubang meqinya. Nina kembali ke posisi mendudukiku, dia rupanya menemukan posisi nikmatnya sehingga gerakannya makin liar, dan tak lama kemudian berhenti menggenjot dan terasa meqinya berdenyutdenyut.

Aku jadi dlm posisi nanggung sehingga kusibak selimut dan langsung kuarahkan k0ntolku memasuki meqi Tiwi. Meqinya terasa berlendir. Berarti dia sudah bangun dari tadi dan sempat melihat permainan kami sehingga di terangsang. Bagitu k0ntolku ambles, dia langsung mengerang. Kugenjot dgn gerakan kasar, Tiwi merintihrintih. Sayangnya meqinya terlalu banjir sehingga kurang mencengkeram. Aku terus berusaha kosentrasi utk mencapai puncak. Namun setelah sekian lama masih juga belum berhasil, sampai badanku lelah. Kubalikkan posisi dgn tetap mempertahankan k0ntolku di dlm meqi Tiwi. Dia mengerti dan kini Tiwi memegang kendali. Dia bergerak maju mundur naik turun di atas tubuhku. Menjelang aku orgasme Tiwi sudah meqiik sambil menjepit k0ntolku.
Mendengar teriakan itu aku jadi tak mampu lagi menahan ejakulasiku dan kulepas saja di dlm meqinya. Pada suasana seperti itu, aku tdk memikirkan risiko hamil dan sebagainya, yg penting rasanya nikmat. Tiwi langsung jatuh berbaring di sampingku. Aku tertidur telentang dan agak terengahengah. Tiba tiba terasa batang k0ntolku dibersihkan dgn seka an handuk hangat. Kulirik kebawah, ternyata Nina yg melakukan. Aku tdk sempat memperhatikan apa yg dilakukan Nina tadi ketika aku bertempur dgn Tiwi.

Setelah dibersihkan , Nina kembali mengoral k0ntolku. Tanpa rasa malu dia terus berusaha membangunkan k0ntolku. Lama juga k0ntolku tdk bangunbangun, Aku merasa kasihan karena usaha Nini tdk membawa hasil. Dia kemudian kuminta berbaring dan kakinya dikangkangkan. Aku melakukan oral buat meqi kecil ini. Nina tersenyum dan terus menggelinjang merasakan sapuan lidahku di ujung clitorisnya yg menonjol. Tdk perlu waktu terlalu lama akhirnya meqi Nina cenatcenut. Setelah dia mencapai orgasme aku memasukkan jari tengah ke dlm meqinya, aku mencari Gspotnya.

Teraba ada jaringan halus. Aku memastikan bagian itu Gspotnya karena ketika kusentuh pelan Nina bereaksi. Aku serang terus sampai beberapa saat kemudian Nina meqiik. Dia mencapai orgasme tertingginya. Dari lubang pipisnya meleleh cairan kental. Jumlahnya tdk banyak, mungkin cuma 3 tetes, tetapi jelas sekali meleleh keluar. Melihat reaksi itu, k0ntolku mulai bangun. Belum terlalu sempurna tetapi cukup keras utk disodokkan ke meqi Nina. Aku langsung menindih Nina dan terasa meqinya mencekat dan masih ada sisa cenatcenutnya. Aku genjot langsung dgn gerakan cepat.
Nikmat sekali rasanya. Nina merintihrintih, dan dia kembali mendapatkan orgasme berkualitasnya. Aku menengarai itu karena Nina kembali menjerit seperti tadi. Aku tdk memberi kesempatan dia melampiaskan orgasmenya, aku terus menggenjotnya. Oom ampun oom udah om, meqiku ngilu. Aku tdk memperdulikannya dan terus menggenjot. Sambil mengibaiba Nina juga mendesisdesis seperti menikmati persetubuhan ini. Itulah maka aku tega menggenjot terus dan memang benar Nina kembali menjerit. Pada saat mencapai orgasme, lubang meqi terasa lebih nikmat karena makin ketat mencengkeram dan ada ritme di dlmnya.

Kuhentikan sebentar sampai orgasmenya tuntas lalu kugenjot lagi. Meqinya terasa makin sempit sehingga aku merasa nikmat dan mengantarku mencapai puncaknya. Aku sudah seperti lupa daratan sehingga ketika mencapai orgasme kubenamkan dlmdlm k0ntolku ke meqinya. Ninapun menjerit, rupanya dia juga sampai kepada puncak tertingginya.

Seru banget mainnya, dan berisik, kata Tiwi yg duduk bersila dgn tubuh telanjang menonton pertempuranku.
Gila lu Nik kecilkecil, ngeseknya kuat juga, kata Tiwi mengomentari adik sepupunya.

Aku istirahat sebentar. Nina sempat tertidur dan mendengkur halus. Kulihat jam sudah menunjukkan jam 8 pagi lewat 10 menit. Aku menggamit Tiwi dan membangunkan Nina. Kami mandi bertiga di kamar mandi sambil saling menyabuni.

Pagi itu badanku terasa ringan sekali. Kami bertiga turun ke coffee Shop utk sarapan pagi. Nina terkagumkagum oleh banyaknya ragam sarapan pagi yg tersedia. Mungkin dia belum pernah mengalami hal semacam ini. Sambil menyantap makanan, Nina mengusulkan agar bisa menginap semalam lagi di hotel ini. Tiwi setuju. Kami memang akhirnya menambah satu malam lagi di hotel. Sepanjang siang aku hanya jalan keluar bersama mereka makan di bawah. Mereka mondarmandir keluar masuk kamar membawa belanjaan. Tiwi dan Nina memeng kubekali uang yg lumayan banyak utk sekedar belanja membeli pakaian dan sepatu di mall di bawah hotel.
Hari berikutnya aku menyempatkan ke Bojonegoro membereskan urusanku . Tiwi dan Nina membatalkan pulang kampung. Mereka ikut aku. Dari Bojonegoro aku langsung memboyong mereka ke Surabaya. Di kota Pahlawan itu aku juga memilih hotel yg menyambung dgn Tunjungan Plaza. Mereka senang sekali bebas berkeliaran di mall, sementara aku milih tidur saja dikamar menjaga stamina.

Melawan Tiwi, bagiku tdk berat, tetapi melayani nafsu Nina kecil aku agak kewalahan juga. Kecilkecil kemauannya besar sekali. Nina tdk jadi dipulangkan ke kampung, dia ke Jakarta lagi dan kost bersama Tiwi. Tiwi memilih tempat kost di dekat tempat kerjanya sehingga dia hanya perlu jalan kaki saja. Aku yg membantu membayar sewa kostnya. Dikala sedang suntuk oleh pekerjaan aku melampiaskan kepada dua meqiku itu.Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Gadis Murahan Tapi Sok Suci

Cerita Dewasa Terkini - Ada kisah yang tak kalah seru dengan di bwah ini ada Cerita Sex Menjamah Tubuhku, Arrggghhhh kesal nada Endah yang di tujukan kepada bapak kostnya , yapp bapak kost yang mana sering berperilaku kurang ajar tehadapt Endah jika dia bertemu dgnnya sering di goda dgn nada nada yang menjerumus ke sex, pada suatu hari saat Endah pulang dari kantor melihat bapak Ndori sedang berada di pagar sambil memotongi daun daun dan merapikannya, “sore pak Ndori sedang merapikan ya “ sapa Endah “ehh mba endah baru pulang , sapa pak ndori, dimana endah yang mau langsung pergi kekamarnya malah dicegah dulu untuk di minta bantuannya yang mana pak ndori menyuruh endah untuk memasangkan sebuah figura yang ditarauh di depan rumah, karena tubuh pak ndori terbilang gendut maka dari itu endah di minta bantuannya untuk meniaki tangga dan menaruh bingkai ke atas.

SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya


Dgn terpakasa dia mengiyakan permintaan pa ndrori. Lagi lagi mata yang genit itu tertuju pada leher endah, sewaktu endah mau ke kamar untuk mengganti celananya yang pada saat itu dia mengunakan rok tapi ketat
“ehh mau kemana mb endah” “nil ho mau ganti dulu pak masak mau pakai rok naik tangganya” “kan jauh mba dari sini ke kamar kau, jadi gak apa apa mba ketimbang nanti kau bolak balik malah jadi lama masang bingkainya” rayu pak ndori. “dengan memikirkan iya juga yak arena jauh letaknya, dia langsung naik ke tangga memakai rok.

Plekkk tangga pertama sudah dia mulai naik, dan lanjut lagi ke tangga ke dua dgn jarak yang ada 40 cm dia agak kesulitan dan lanjut ke tangga ke tiga jaraknya lumayan ketimbang tangga ke dua, dan saat menuju kie tangga ke 3 rok yang di pakai endah itu ke tarik sehingga paha yang mulus terlihat olehnya dan lebih lagi terlihat oleh pak ndori,

Dan endah masih melanjutkan untuk memasang bingkai, endah yang menoleh ke bawah melihat wajah pak ndori senyum senyum sendiri dan berkata “ iya mba bentar lagi sampai”
Terlihat mata pak ndori terus mengawasi paha nya endah dgn nafas yang terengah engah dan kontolnya pun juga sudah mulai tegang,

Sungguh indah bentuk paha gadis ini dan ia dgn bebas bisa melihat dari dekat, ingin rasanya mengelus paha montok nan mulus itu, tapi ia menahan diri. Ia menyerahkan lukisan ke Endah untuk dipasang, tapi karena nyantolinnya masih agak tinggi maka gadis itu harus memasangnya dgn mengangkat tangannya setinggi mungkin, ia tdak sadar bahwa karena gerakannya itu blusnya yang pendek ikut tertarik ke atas sehingga terlihat kulit pinggangnya yang ramping sampai ke perut di bawah dadanya.
“Eiiihh…eiihh..” Endah menjerit kecil saat pijakannya lepas dan ia terjatuh ke belakang dan saat itu dgn sigap Pak Ndori menangkapnya sehingga tdak sampai terjatuh lebih parah. Merah muka gadis itu karena satu tangan yang menahan dirinya memegang tepat ke pantatnya dan sepertinya ia merasa tangan itu sedikit meremasnya.

Dgn cepat ia menjauhkan badannya dari “pelukan” Pak Ndori yang mengambil kesempatan itu. “Waduh, untung sempet saya pegangin mba nya, kalo ngga bisa berabe tuh..” ujar Pak Ndori cengengesan yang masih menikmati hangatnya tubuh dan kenyalnya pantat Endah tadi walau sesaat tadi.

“Mmm..iya pak, makasih..udah kan pak ya..” tukas Endah sambil ngeloyor pergi dgn diikuti pandangan Ndori yang menikmati gerakan pinggul gadis yang montok itu. “Hmmm..tunggu aja ntar ya..lo bakal kena ama aq” pikir pria tambun setengah tua ini dalam hati. Sudah banyak planning yang kotor dan mesum darinya yang memang punya sedikit kelainan seks ini. Di dalam kamar, Endah masih sebel sama kejadian tadi.
Sudah terlalu sering ia mendapat perlakukan atau kata-kata yang menjurus mesum dari bandot tua itu, tapi ia berusaha menahan diri mengingat bahwa tempat kost ini cukup murah dgn fasilitas yang ada juga ditambah lagi dgn lokasi yang di tengah kota dan dekat ke tempat kerja atau mau ke mana- mana. Cerita Sex Terbaru

Maka ia memutuskan untuk tetap bertahan asalkan si mesum itu tdak terlalu kurang ajar. Bila ketemu pasti Endah merasa risih dan agak ngeri ngeliat mata Ndori yang seperti menelanjangi sekujur tubuhnya, tapi terkadang selain ngeri dan risih gadis itu juga merasakan bangga dan senang karena kecantikan dan tubuhnya menjadi perhatian sampai seperti itu walau Ndori bukan levelnya untuk bisa menikmati dirinya.

Beberapa kali kalau berpapasan sama Ndori dan berbincang- bincang, selalu saja tangannya tdak pernah diam menjamah, walau hanya menjamah pundak atau lengannya tetap saja gadis itu merasa risih karena sambil melakukan itu bapak kost itu merayu dgn kata-kata yang kampungan.

“Ahh..udahlah, ga penting juga..mendingan aq mandi” kata Endah dalam hati Sambil berkaca ia mulai melepas satu per satu kancing blusnya dan melepasnya sehingga bagian atasnya kini hanya tertutup BH biru muda yang susah payah berusaha menutupi toket berukuran 34D itu. Dgn pinggang yang ramping, maka buah dada itu tampak sangat besar dan indah dan karena Endah rajin ke fitness makin tampak kencang dan padat.

Sungguh merupakan idaman bagi semua laki- laki di dunia bagi yang dapat menikmatinya. Lalu ia melanjutkan dgn melepas rok span-nya ke bawah sehingga kini tubuh yang memiliki tinggi 168cm ini hanya ditutupi bra dan cd yang berwarna senada. Body yang akan membuat laki-laki rela untuk mati agar bisa mendapatkannya, memiliki kulit putih asia dan dihiasi dgn bulu-bulu halus nan lembut.

Menjanjikan kehangatan dan kenikmatan dunia tiada tara. Endah melepas kaitan bra disusul dgn cd-nya yang segera dilemparkan ke ember tempat baju kotor. Ia memandang sejenak ke cermin, melihat toketnya seperti “bernafas” setelah seharian dibungkus dgn bra. Gumpalan daging yang kenyal dan padat dgn puting berwarna coklat muda sungguh menggairahkan.

“Auuh…” gadis itu sedikit merintih atau tersentak saat ia memegang kedua putingnya, serasa ada aliran listrik menyengat lembut dan menimbulkan rasa sensasi geli pada kemaluannya yang tanpa sadar tangan kirinya turun ke arah miawnya dan sedikit membelainya. Sambil senyum-senyum sendiri, gadis itu membayangkan dada telanjangnya dan membusung ini selalu menjadi sasaran remasan dari Alex pacarnya yang tdak penah bosan juga mengulum puting dan menciumi kulit toketnya yang mulus dan harum itu.

Tdak percuma ia setiap 3 hari sekali memberikan lulur pada tubuhnya, terutama pada toketnya yang sampai skrng memiliki aroma yang memabukkan walaupun dalam kondisi berkeringat. Endah menghela nafas panjang menahan gejolak birahi yang timbul, dan skrng ia merasa ingin dilampiaskan. Padahal baru tadi malam ia berenang di lautan asmara yang menggelora dgn pacarnya.

Ia merasa dirinya selalu saja haus akan belaian pacarnya, padahal hampir setiap ketemu mereka bercumbu dgn hot dan yang suka bikin ngiler adalah mengulum kont*l Alex sampe bisa keluar spermanya. Kini ia membayangkan ukuran kont*l Alex saja udah bikin deg- degan, ga sabar untuk ketemu dan mengemut-ngemut batang kemaluan yang kokoh itu. “Huuuh..mending aq mandi aja deh, otak aq jadi kotor nih..”

Selesai mandi, sedikit terusir pikiran-pikiran tadi karena sudah tersiram air dingin. “Loh, kok ga bisa sih nih?” Endah sudah beberapa saat ngga bisa memutar kunci lemari bajunya, ia masih coba terus beberapa saat tapi masih ga bisa juga.
“Duh, mesti minta tolong ama bandot itu dong” keluhnya Untungnya masih ada baju di keranjang yang belum sempat dimasukkan ke dalam lemari. Tapi setelah memilih-milih, di keranjang baju itu hanya ada underwear 2 pasang dan baju- baju khusus tidur yang tipis dan seksi serta baju dalaman sexy seperti tanktop dan rok mini yang mininya 20 cm dari lutut.

Dari pada pakai baju tidur tipis ia memilih rok mini dan tank top yang rendah belahannya. Sebelum ke Pak Ndori, Endah memilih untuk makan malam dulu di ruang makan bersama, sambil makan ia menyalakan tv dan duduk di ujung sofa. “Ehh..mba Endah baru makan ya..bapak temenin ya, ga baik cewe seseksi kau makan sendirian” tiba-tiba si bandot itu muncul, dan langsung menyantap paha Endah yang disilangkan itu, sungguh mulus, lalu ia duduk di samping gadis itu.

“Ia pak..sekalian makan pak… terus sama minta tolong kok lemari baju saya ga bisa dibuka yah?” pinta Endah sambil menggeser menjauh dan berusaha dgn sia-sia menarik turun rok mininya.

“buset tuh mataaaa…abis aq..” katanya dalam hati. “Ooo gitu, nanti saya periksa deeeh…”

“Makasih ya pak”. Endah buru- buru nyelesaiin makannya, saat tiba-tiba ia merasa dadanya bagian putingnya terasa gatal. Awalnya berusaha ditahan saja tapi makin lama makin meningkat rasa gatalnya, dan bukan itu saja kini ia merasakan hal yang sama pada miawnya. Ia masih berusaha menahan tapi sudah hampir tdak kuat, duduknya jadi gelisah dan ia berusaha menggoyangkan badannya agar rasa gatal itu hilang bergesekan dgn bahan bra-nya dan ia mempererat silangan kakinya.
Tapi rasa gatalnya tdak berkurang, bahkan kini seluruh daging kenyal toketnya terasa gatal. “Ouuuhh..” akhirnya Endah tdak tahan dan ia menggaruk sedikit kedua toketnya dgn tangannya, saat ia menggaruk terasa nyaman sekali karena gatalnya berkurang tapi sulit untuk berhenti menggaruk.

Sambil memejamkan matanya karena keenakan menggaruk ia lupa ada Pak Ndori di situ. “Kenapa kau? Kau kegatelan yaah?”

“Uuuhh…sssshh..ehm, i…iya pak..” terkejut Endah karena baru ingat ada si bandot di sampingnya, tapi ia terus menggaruk makin cepat dan karena tak tahan ia menggaruk juga ke pangkal pahanya..

“Uuuuuffh..ssshh…” aliran darah Endah berdesir cepat karena sensasi menggaruknya itu selain menghilangkan rasa gatal juga membuat birahinya tergelitik. “per..permisi pak..uuffh..” sambil terus menggaruk ia mau bangkit dari kursi tapi rasa gatal itu makin menghebat yang akhirnya dia hanya terduduk kembali sambil terus menggaruk Sedetik ia melihat Ndori hanya menonton dgn pandangan penuh nafsu setan ke dirinya yang terus menggaruk itu.

Gadis itu mengutuk karena ia memberikan tontonan gratis kepada pria tua itu tanpa dapat mencegah. Gerakannya makin cepat dan tdak karuan karena kedua tangannya hanya bisa menggaruk – menggaruk bagian dari 3 bagian tubuhnya yang terserang itu, kini rok mininya sudah tersingkap semua karena ia harus menggaruk liang kemaluannya sehingga memperlihatkan kedua pahanya yang jenjang dan berkulit putih mulus itu.

Gadis itu terus merintih-rintih karena kini rasa gatalnya sepertinya tdak bisa digaruk hanya dgn garukan yang masih terhalang kaos dan bh untuk kedua toketnya dan celana dalam tipisnya untuk miawnya, tubuhnya serasa lemas karena rasa gatal dan birahinya yang kini membuat miawnya menjadi basah dan ia merasa putingnya mengeras.
“Misi pak…mau ke kamar dulu niiih..uuhh..” Kata Endah, tapi Pak Ndori diam saja menghalangi jalan keluarnya. Rasanya ingin marah saja tapi rasa gatal itu menghalangi rasa marahnya. Karena akhirnya ia tdak tahan dan tdak bisa mencegah lagi, dgn serabutan dan cepat ia menarik tali tank topnya kebawah dan menarik turun branya sehingga kini buah dadanya telanjang yang segera ia menggaruk dgn cepat dua gunung indah itu terutama putingnya yang kini sudah mancung dan mengeras, kakinya bergerak blingsatan karena rasa gatal pada miawnya makin menghebat.

Pak Ndori tertawa dalam hati, ia menikmati melihat indahnya pemandangan di depannya itu, betapa buah dada Endah yang berbentuk bulat kencang itu tdak tertutup apapun serta baju Endah yang sudah tdak keruan. Senang ia melihat gadis yang cantik tapi sombong ini kini tampak tdak berdaya. Rencana awal ini berhasil dgn baik, yang ternyata ia telah mengganti kunci lemari baju Endah dan menaruh bubuk gatal pada pakaian dalam gadis itu dan sengaja memilihkan baju yang seksi tertinggal di luar lemari.

Tangan Endah masih bergerak cepat berpindah-pindah mencoba menggaruk 3 bagian tubuh, makin lama makin menghebat dan dari mulutnya meracau tdak jelas. Dgn susah ia berusaha menggaruk miawnya secara langsung tapi ia kesulitan karena harus menggaruk putingnya.

“Saya bantu ya sayang…” tanpa disuruh ia menarik turun celana dalam tipis Endah, sehingga skrng terlihat “bibir” bawah tersebut yang dihiasi bulu-bulu halus. Tampak indah sekali dan menggairahkan. “Nggeeh..ja..gan kurang ooouhh..”ia tdak dapat melanjutkan umpatannya karena ia menikmati garukan pada miawnya walau ia harus berpindah lagi sambil merintih- rintih terus Ia terkejut sesaat ketika tangan Pak Ndori mengelus-elus pahanya, tapi ia tdak bisa memperdulikannya lagi yang penting ia harus terus menggaruk
Dgn leluasa Pak Ndori menjelajahi lekuk liku tubuh montok itu tanpa penolakan, kulit pahanya terasa lembut dan daging paha sintal itu terasa kenyal dan hangat dalam usapannya. Karena belaian- belaian yang dilakukannya ini membuat Endah makin menggelinjang karena kini birahinya sudah melonjak. “Biar ini aku yang bantu yaah..” dgn sigap jari-jari tangannya hinggap di miaw Endah dan menggeseknya dgn liar.

“Ouuuuhh…ss..stoopp…aiiieh… iyaa…ouuhh” ngga jelas Endah mau ngomong apa, sedetik ia tahu miawnya sedang diobok- obok oleh orang yang dia sebel, tapi ia tdak tau dan tdak berdaya karena rasa gatal dan nafsunya yang memuncak sehingga dia tdak mampu menolak perbuatan Ndori. Kini ia fokus menggaruk toketnya, tdak hanya digaruk tapi juga diremas-remas dan memuntir-muntir putingnya sendiri.

Dgn leluasa Ndori menggesek-gesek bagian tubuh yang paling rahasia milik gadis itu. Hampir 5 menit kini liang miaw itu sudah becek dan menimbulkan bunyi kecipak karena gerakan jari-jari Ndori yang sudah ahli itu. “aaahh..jgn dilepas..ohh…pak..” jerit Endah saat tangan Ndori mengangkat tangannya dari miawnya yg sudah basah itu dan malah “cuman” mengelus- elus pahanya dan meremas pantatnya.

“Kenapa sayang..? kau mau aku untuk terus mengobok-obok memek kau..?” tanya Ndori. “Ngeh..ngeh..iii yaaa paakk… ouufh..” diantara engahannya “kau yakin..??” “uuhh…ngeh… sssh..” ia hanya mengangguk “kau mohon dong sama aku..paaak Ndori sayang, tolong obok-obok memek saya… please saya mohon” Mendengar perintah itu, sekejap Endah merasa malu dan marah tapi segera terganti kebutuhan body-nya yang sudah terbakar birahi secara aneh itu. Ia berusaha untuk tdak mengucapkan itu dgn terus menggaruk, tapi ia tdak kuat..

“ouuh..ngeh..Pa..Pak Ndori sssss….sayaaang, ooh..tol..long obok…obok me…nggeh…memek sayaaaa…pleeeeease… uuuff.. saya mohoooonn…” erang Endah. “Tentu sayang…” Lalu dgn sigap jarinya menggerayangi bibir miaw Endah yang becek itu dan menggesek dgn cepat. Endah melenguh penuh nikmat sambil meregangkan badannya, lalu tersentak hebat saat jari itu menusuk masuk dan menemukan klitorisnya

“Haaa..ternyata disitu yaaa…” dgn ahli ia memainkan jari itu pada g-spot tsb yang mengakibatkan Endah mendesah- desah. Gadis itu merasakan terbentuknya sensasi orgasme menanjak naik.. “Oouuhh…ja.nggaannn..” ia berusaha menahan dirinya, tapi gerakan jari Ndori makin menggila dan terus menggila, ia sudah hampir tdak tahan.

Sambil menggigit bibirnya dan memejamkan matanya ia berusaha menahan klimaksnya, tdak mengira bahwa dirinya dapat dibuat klimaks oleh Ndori. “Ouuuuuuhhhhhh…. aaaiiiieeeeeeeeeee…..” dgn teriakan panjang Endah mencapai puncaknya dan tubuhnya menggetar keras. Cairan makin deras membasahi liang miawnya, ia menikmati setiap detik sensasi luar biasa itu. Tubuhnya makin lemas dan pandangannya nanar. Ia tak mampu menolak saat Ndori menunduk dan mencium bibirnya yang tipis.

“mmmmmpphhh…..” Endah mengerang dan sulit menolak saat lidah Ndori memasuki rongga mulutnya dan melilit-lilit lidahnya, bahkan tanpa sadar ia membalas ciuman itu. Sementara tangan Ndori masih mengocok kencang dan gadis itu merasakan kembali orgasmenya mau menyeruak lagi..apalagi saat ciuman Ndori berpindah mencium puting kirinya..

“Auukkh..ssttopp..ssssshh… ssshh..” tapi Endah malah membusungkan dadanya mempermudah Ndori menikmati puting kerasnya. Kini rasa gatalnya sudah terganti dgn desakan nafu setan yang tdak pernah terpuaskan, tangannya yang bebas dituntun oleh Ndori ke kont*lnya di balik sarungnya.

“oouuh..bes..bessar banget ppaakk..” gumam Endah tanpa sadar saat merasakan batang hangat yang berdenyut-denyut dalam genggamannya, ia melirik ke arah batang kemaluan Pak Ndori yang ternyata lebih besar dibanding milik pacarnya, pikiran nafsunya tanpa sadar membayangkan apakah ia mampu untuk mengulum kont*l itu dalam mulutnya atau membayangkan bagaimana rasanya bila kont*l itu menyerang miawnya.
Dgn birahinya yang terus membara dan terus dijaga geloranya oleh Ndori, Endah dgn suka rela mengocok-ngocok kont*l raksasa Pak Ndori itu, ia sudah tdak ingat akan bencinya dia terhadap pria tua berumur 60 tahun itu. Ndori mulai mendesah-desah keenakan di antara kulumannya pada kedua puting Endah.

“aaaaaaannggghhhhh… pppaaaakkhh…… aaaaaaannggghh…” Endah mencapai klimaks sampai dua kali berturut-turut karena kocokan tangan Ndori, matanya makin nanar dan bibir seksinya menyeringai seperti menahan sakit. “Skrng kau isep punya bapak yaa..kau kan jago kalo sama pacar kau” “ouuh..ngga ma..mau..ap… aauupphhh..mmmhh..”

Endah yang lemas akibat klimaks tadi tak berdaya menolak saat Ndori menarik lehernya membungkuk ke arah batang “endahs” nya, tdak memperdulikan protes Endah yang ia tau hanya pura- pura karena sebenarnya sudah jatuh dalam genggamannya.

Kini dgn dgn bibirnya yang seksi dan lidah yang hangat lembut itu mulai mengulum batang kemaluan itu. “Oooh..enak sayaaang…kau memang jago..sssshh…kau suka kan..?” tanyanya “mmmmmpph… sllluurpp..mmmmmm” hanya itu yang keluar dari mulut Endah, yang dgn semangat memainkan lidahnya menjilati dan menghisap kont*l Ndori.

Aroma dan rasa dari kontol laki- laki itu telah menyihirnya untuk memberikan sepongan yang paling enak. “Bapak tau..kau cuman cewek sombong yang sebenarnya punya jiwa murahan dan pelacur… plaakk..!!” Endah tersentak saat pantat bulatnya ditepak oleh Ndori, mukanya merah dan marah tapi sebenarnya malah membuat dia makin terangsang dan makin cepat ia mem- blow job kont*l Ndori. Belum pernah ia merasakan birahinya dibangkitkan dgn cara kasar ini, tapi ia tau bahwa ia sangat menikmatinya

“Kurang ajar nih aki-aki” gerutunya dalam hati dan ia menggigit gemas ke kont*l Ndori yng membuatnya itu mengelinjang dan lidahnya makin cepat menyapu urat di bawah kont*l itu. “Ayo..skrng kau naikin kontol aku..” Tanpa berucap Endah mulai menaiki ke atas tubuh tambun Ndori, dgn deg-degan menanti kont*l besar itu ia menurunkan pinggulnya dgn dibantu tangan Ndori yang memegang pinggangnya yang ramping.

“Ooooh..” Endah mengerang saat ujung “helm” kontol itu bersentuhan dgn bibir miawnya dan mulai memasuki liang surga. Kembali ia mengerang menahan sedikit sakit saat baru masuk sedikit, liang miawnya berusaha mengimbangi diameter kont*l Ndori itu. “Enak kan sayang?” “Hmmmmm…nggh…” Endah hanya mengerang dan memjamkan mata menunggu kont*l itu membenam ke dalam miawnya. Tapi Ndori hanya menggesek- gesek liang miaw Endah itu dgn ujung kepala “meriamnya”.

Gadis itu menggoyang- goyang pinggul seksinya dan berusaha menurunkan badannya, tapi Ndori tetap menahan pinggulnya sehingga tetap belum dapat “menunggangi” kont*l Ndori. “Hemmm…kenapa sayang? Udah ga sabar yaa ngerasain ****** bapak?”

“Huuh?..nggeeeh… aa..paahh…” Endah ngga tau harus ngomong apa, masih tersisa gengsi pada dirinya. “Hehehe..masih sok alim uuh..kau ya..? Kalo kau mau ****** bapak, kau harus memohon dgn mengaku diri kau itu cuman perek murahan dan lakukan dgn seksi..” “aaahh…sssh..kenapa mes..ti gitu paakk…pleaaase…

” Endah sudah benar-benar terangsang dan tdak bisa berfikir jernih lagi, dalam pikirannya kini hanya kont*l Ndori saja. Ndori mendengus dan seperti hendak memindahkan tubuh Endah di atasanya, merasa perbuatan itu.
“Oouuh ooke..okeeh paaak… ngeh, tega bgt sih bapak…oouf paak, tolong masukin ****** ba..ngeehh..bapak ke memekku paak, entotin sayaaa ooh paakk… akkuu..memang cewe murahan yang sok suci..nggeh..pleease..paakk..akuuu mohooon…” pinta Endah memelas sambil meremas-remas kedua toketnya. “Hehehehe…kau tergila- gila ya sama ****** bapak..” “Iyaa ppaakkh… please..aku ga tahaaan paakk…”

“Kontol pacar kau ga ada apa- apanya kan?” “oouuh..jauuh pakkk..punya bapak lebih hebaat dan enaaaakk” “Hehehe..good…ini dia hadiahnya..” Ndori lalu menarik ke atas tubuh Endah dan menurunkannya kembali, dgn diiringi erangan Endah merasakan kont*l itu makin dalam masuknya dan sulit ia menahan diri untuk tdak klimaks yang keempat kalinya.

Endah kembali menaikkan badannya dan menurunkan kembali sehingga sudah ¾ kont*l itu diemut miawnya. Gerakannya diulangi berkali-kali, awalnya perlahan tapi makin lama makin cepat karena miawnya sudah bisa “menerima” kont*l berukuran di atas rata-rata itu.

Gadis itu sudah benar-benar dikuasai nafsu birahinya dan ia merasa terbang ke awang-awang merasakan gesekan-gesekan kont*l Ndori dgn dinding miawnya. Tdak sampai 5 menit Endah sudah merasakan akan keluar lagi. “Ouuh..gilaaa..paaakkh.. oouuuhhhhhhhhh..” Endah mencapai klimaksnya lagi dan ia terus bergerak naik turun menunggangi kont*l yang masih perkasa itu. Buah dadanya yang besar menggantung itu bergerak naik turun mengikuti irama gerakan badannya, dgn nikmat Ndori meraup gumpalan daging kenyal itu dan meremas- remasnya dgn gemas.

Dgn liar ia terus menunggangi kont*l itu, diiring dgn bunyi “plok..plok..plok..plok..” yang makin cepat akibat beradunya badan Endah dgn perut buncit Ndori. Hampir 15 menit Endah menikmati hunjaman-hujaman kont*l itu, dalam periode itu Endah sudah mencapai orgasme sampai 4x lagi, ia tdak dapat menahan untuk tdak melenguh dan berteriak nikmat.
Pikirannya sulit untuk fokus bahwa ia telah dibuat klimaks oleh seorang laki- laki yang pantas jadi ayahnya. Ia merasa lemah sekali akan nafsu yang menaqsainya, tapi sungguh terasa nikmat sekali yang tdak mampu ditolaknya. Ndori juga sudah hampir mencapai puncaknya, kont*lnya telah mengeras sampai maksimal dah hal ini juga dirasakan oleh Endah, ia mempercepat gerakan naik turunnya yang menyebabkan buah dada montoknya bouncing naik turun makin cepat.

“Uuuaaahh… gilaaaaa… ooouuuhhh…” akhirnya Ndori tdak dpt menahan lagi, spermanya muncrat seiring dgn klimaksnya yang ternyata berbarengan dgn klimaks yang sangat kuat dari Endah. Ndori merasakan dinding miaw Endah yang hangat itu bergetar menambah kenikmatan klimaksnya. Dgn lunglai Endah turun dari tunggangannya dan rebah di samping Pak Ndori yang juga masih merem melek habis menikmati tubuh gadis cantik dan sexy itu. “Kau memang hebat hebat cantik…”

“Cukup pak..ngeh, aku ga tau kenapa bisa kaya gini tadi..ini harusnya gak terjadi, cukup sekali ini terjadi” Endah yang sudah mulai jernih pikirannya, ia kini sangat menyesali bahwa ia menyerahkan dirinya secara sukarela kepada Ndori. Ia memutuskan untuk pindah kost dan kejadian tadi harus dikubur dalam-dalam, tdak boleh ada yang tahu.

Melihat Endah yang mulai membereskan bajunya dan hendak pergi, Ndori bergerak cepat. Ia memegang leher belakang Endah yang sedang membungkuk hendak mengambil cdnya lalu dgn cepat membenturkannya ke meja kayu yang ada di depan mereka duduk. “uuuugghhh….” kerasnya benturan itu membuat ia setengah pingsan.

“hehehe..ga secepat itu sayang..kau akan jadi milikku..” Ndori lalu menarik tangan Endah dan gadis itu pasrah saja dibawa dgn setengah sadar masuk ke kamar Ndori. Lalu setelah melepas sisa bajunya, ia merebahkan tubuh telanjang yang masih lemas itu ke atas ranjangnya. Lalu ia mengikat kedua pegelangan kaki dan pergelangan tangan Endah ke ujung ranjang besi, sehingga kini tubuh telanjangnya itu dalam posisi kaki yang mengangkang lebar.
“uuuh..apa-apaan inih…lepasin paak…”dgn suara masih serak dan lemah Endah berontak dgn percuma, ia mulai takut apa yang hendak dilakukan. Melihat posisi dan kondisi Endah yang menggairahkan itu, Ndori tdak tahan lagi ia membungkuk lalu menciumi toket montok dan memainkan lidahnya mengecupi puting Endah yang sebentar saja langsung mengeras.

“Ouuh..pak..! lepasin saya pak… kalo ngga sa…aauupphh… mmbbllllmmmmm…” Endah tdak dapat melanjuntukan omongannya karena ditutup lakban oleh Ndori. Kini kesadaran Endah sudah mulai pulih, ia masih terus berusaha memberontak untuk melepaskan ikatan kaki dan tangannya tapi ikatan itu sungguh kuat. Ia mulai takut karena kini ia tdak berdaya dan berada dlm kekuasaan Ndori.

Pandangan matanya mengikuti Ndori seperti mata kelinci yang sedang ketakutan melihat serigala yang akan memangsa, dan air matanya mulai meleleh di pipinya. “Eeeiih..kenapa nangis cantik? Aku paling ga suka liat cewe nangis…tapi skrng kita liat film dulu ya…”ujar Ndori sambil memasang kabel menghubungkan dari handycam ke tv.

Lalu ia mulai menyetelnya. Mata Endah terbelalak kaget saat melihat tayangan video di layar tv, jantungnya serasa akan copot dan kepalanya tiba- tiba pusing mendadak melihat adegan per adegan dari video itu. Ternyata kejadian di sofa ruang tengah tadi semuanya direkam oleh Ndori dari tempat tersembunyi, terlihat jelas saat ia melihat dirinya mulai merasakan gatal yang menyerang, mulai mencopoti bajunya dan sampai kejadian dia berhubungan sex dgn Ndori.

Perasaannya makin hancur saat ternyata Ndori tdak hanya merekam dari 1 sudut saja, terdapat 4 handicam tersembunyi yang merekam seluruh kejadian. Bahkan saat ia memohon kepada Ndori untuk mengobok- obok miawnya dan pengakuan dia sebagai cewek murahan juga terdengar jelas. Wajah gadis yang cantik itu jadi pucat dan tubuhnya bergetar, ia sudah menduga apa yang akan diminta oleh Ndori dgn adanya video itu.
Perasaannya geram, marah, benci, takut dan lain-lain bercampur aduk, kini ia hanya dapat menangis. Terlihat jelas bagaimana wajahnya menunjukkan dirinya menikmati setiap detik permainan panas itu dgn aki-aki tambun yang sudah tua. “Percuma kau menangis..kini kau akan merasakan akibatnya karena selama ini menjadi cewek sombong yang sok suci.

Bapak tau apa yang kau lakukan sama pacar kau selama ini, nah..skrng kau harus nurut apa yang bapak mau, kalo ngga bapak jamin film ini akan nyebar kemana-mana, kau ngerti…??” tegas Ndori. Endah hanya mengangguk lemah dgn pandangan sayu. “Skrng yang aku minta kau tdak boleh nangis selama kau melayani saya..bisa..?? kalo tetap nangis kau akan terima hukuman yang berat..
Kembali Endah hanya mengangguk dan berusaha menahan air matanya. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa akan ada jalan keluar nantinya. Tanpa sadar ia membayangkan kejadian tadi, dan ia teringat akan ukuran kont*l Pak Ndori yang memang di atas rata-rata. Dgn pikiran itu tanpa dapat dicegah terasa desiran-desiran halus di perutnya dan ia merasa putingnya agak mengeras. “Sayang…yang punya kont*l si Ndori ****** itu..” pikirnya.

Endah melotot kaget saat Ndori mengambil sesuatu dari lemari yang ternyata merupakan dildo vibrator yang berukuran panjang. Ndori kini duduk di ranjang di dekat kakinya yang ngangkang itu, memperlihatkan miawnya yang terbuka menantang, lalu ia mengusap dgn tangannya yang mengakibatkan Endah terhentak.

“Kayanya udah basah nih..udah siap yah..” goda Ndori, lalu ia membungkuk dan wajahnya kini sudah di depan liang surga milik gadis cantik itu, tiba-tiba Endah menggelinjang saat lidah Ndori menciumi dan menjilati miawnya. Untuk beberapa saat Endah menggelinjang-gelinjang, nafasnya kembali memburu dan pandangan matanya sayu.

“Ngggeehhhhhhhh…!” Endah menjerit dgn mulutnya yang tertutup lakban, saat Ndori memasukkan dildo ke dalam lubang kemaluannya yang sudah basah dan ngilu itu dan terus mengerang karena dildonya makin dalam ditusukkannya. Kembali ia menggelinjang hebat saat Ndori menyalakan vibartornyanya. Terasa sakit, tapi setelah beberapa menit rasa sakit itu berangsur-angsur menghilang tergantikan dgn sensasi kenikmatan yang belum pernah ia rasakan atau pernah ia bayangkan.

Kini erangannya terdengar seperti rintihan kenikmatan diiringi dengusan nafasnya yang memburu. Endah melenguh panjang dan pelan, merasakan tubuhnya makin panas dan terangsang. Rasa menggelitik di perut bag bawah makin menggila dan menggelora.

Dgn rasa malu dan kaget, ia mencapai klimaksnya dgn sensasi yang luar biasa..” “nngggggghhhhh… mmmmmmmmmmhhhhh…..!!!!” Tubuh montoknya menegang sesaat ketika klimaksnya menyerang, pandangan matanya makin sayu. Tapi dildo itu tetap bergetar seperti mengoyak- ngoyak bag dalam miawnya, dan rasa nikmat kembali dirasakan makin meningkat, nafasnya memburu dan kini pikirannya sudah tdak terkontrol, nafsu birahinya terus membara karena dildo itu.

“Naah..kau seneng aja ya ditemenin ama dildo bapak ya… tenang aja, getarannya akan makin keras kok udah saya setting dan bapak colokin ke listrik..hehehe..bapak mau bikin back up untuk film kau tadi ya..” kata Ndori, ia hanya ketawa melihat Endah memandangnya dgn tubuh telanjangnya yang menggeliat- geliat, tubuh montok yang tampak berkilat karena keringat.

Ndori makin tertawa karena Endah mengerang lagi karena telah orgasme untuk kesekian kalinya, lalu ia meninggalkan Endah yang terus mengerang- erang karena getaran dildo itu. Tdak terhitung berapa kali Endah dipaksa untuk orgasme, tubuhnya mengkilat karena basah oleh peluhnya, gadis itu merasa lemas sekali tapi dildo yang menancap di miawnya memaksa dia untuk terus dirangsang. Akhirnya karena tdak kuat lagi, gadis malang itu jatuh pingsan.Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Sunday, May 5, 2019

Efek Menikah Dengan Pria Tua

Aku menikah pada usia sangat belia, yakni 22 tahun. Aku tak sempat melanjutkan kuliah, karena aku pada usia tersebut sudah dinikahkan olah orang tua, karena ayah memiliki hutang judi yang banyak dengan seorang laki-laki playboy “kampungan”. Aku menikah dengan sang playboy, usianya sangat renta sekali, 65 tahun pada saat aku dinikahinya.

SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya


Setahun aku hidup sekasur dengan dia, selama itu pula aku tidak pernah merasakan apa yang dinamakan nikmat seksual. Padahal, kata teman-teman, malam pertama malam yang paling indah. Sedangkan untuk aku, malam pertama adalah malam neraka !!!. Ternyata, Burhan, suamiku itu mengidap penyakit diabetes (kadar gula darah yg tinggi), yang sangat parah, hingga mengganggu kejantanannya diatas ranjang.

Selama lima tahun kami menikah, selama itu pula aku digaulinya hanya dengan mencumbu, mencium, dan meng-elus-elus saja, selebihnya hanya keluhan-keluhan kekecewaan saja. Burhan sering merangsang dirinya dengan memutar film-film porno yang kami saksikan berdua sebelum melakukan aktifitas seksual. Tapi apa yang terjadi ? Burhan tetap saja loyo, tak mampu merangsang penisnya agar bisa ereksi, tapi justru aku yang sangat amat terangsang, konyol sekali.

Aku mendapat pelajaran seksual dari film-film yang diputar Burhan. Aku sering berkhayal, aku disetubuhi laki-laki jantan. Aku sering melakukan masturbasi ringan untuk melampiaskan hasrat seksualku, dengan berbagai cara yang kudapat dari khayalan-khayalanku
Pada suatu hari, Burhan harus terbaring di rumah sakit yang disebabkan oleh penyakitnya itu. Selama hampir satu bulan dia dirawat di RS, aku semakin terasa kesepian selama itu pula. Pada suatu hari aku harus pergi menebus obat di sebuah apotek besar, dan harus antre lama. Selama antre aku jenuh sekali. Tiba-tiba aku ingin keluar dari apotek itu dan mencari suasana segar.

Aku pergi ke sebuah Mall dan makan dan minum disebuah restauran. Disitu aku duduk sendiri disebuah pojok. Karena begitu ramainya restauran itu, sehingga aku mendapat tempat yang belakang dan pojok. Setelah beberapa saat aku makan, ada seorang anak muda ganteng minta ijin untuk bisa duduk dihadapan aku. Karena mungkin hanya bangku itu yang satu-satunya masih tersisa. Dia ramah sekali dan sopan, penuh senyum.

Singkat cerita, kami berkenalan, dan ngobrol ngalor-ngidul, hingga suatu waktu, dia membuka identitas dirinya. Dia masih bujang, orang tuanya tinggal di luar negeri. Di Jakarta dia tinggal bersama adik perempuannya yang masih di bangku SMU. Hampir satu jam kami ngobrol. Dalam saat obrolan itu, aku memberikan kartu namaku lengkap dengan nomor teleponnya.

Cowok itu namanya Ronald, badannya tegap tinggi, kulitnya sawo matang, macho tampaknya. Sebelum kami berpisah, kami salaman dan janji akan saling menelpo kemudian. Sewaktu salaman, Ronald lama menggenggap jemariku seraya menatap dalam-dalam mataku diiringi dengan sebuah senyum manis penuh arti. Aku membalasnya, tak kalah manis senyumku. Kemudian kami berpisah untuk kembali kekesibukan masing-masing.

Dalam perjalanan pulang, aku kesasar sudah tiga kali. Sewaktu aku nyetir mobil, pikiranku kok selalu ke anak muda itu ? kenapa hanya untuk jalan pulang ke kawasan perumahanku aku nyasar kok ke Ciputat, lalu balik kok ke blok M lagi, lantas terus jalan sambil mengkhayal, eh…..kok aku sudah dikawasan Thamrin. Sial banget !!! Tapi Ok lho ?!
Sudah satu minggu usia perkenalanku dengan Ronald, setiap hari aku merasa rindu dengan dia. Suamiku Burhan masih terbaring di rumah sakit, tapi kewajibanku mengurusi Burhan tak pernah absen. Aku memberanikan diri menelpon Ronald ke HP nya. Ku katakan bahwa aku kanget banget dengan dia, demikian pula dia, sama kangen juga dengan aku. Kami janjian dan ketemu ditempat dulu kami bertemu.
Ronald mengajak aku jalan-jalan, aku menolak, takut dilihat orang yang kenal dengan aku. Akhirnya kami sepakat untuk ngobrol di tempat yang aman dan sepi, yaitu; ” Hotel”. Ronald membawa aku ke sebuah hotel berbintang. Kami pergi dengan mobilnya dia. Sementara mobilku ku parkir di Mall itu, demi keamanan privacy.

Di hotel itu kami mendapat kamat di lantai VII, sepi memang, tapi suasananya hening, syahdu, dan romantis sekali. ” Kamu sering kemari ?” tanyaku, dia menggeleng dan tersenyum. ” Baru kali ini Tante ” sambungnya. ” Jangan panggil aku tante terus dong ?! ” pintaku. Lagi-lagi dia tersenyum. ” Baik Yulia ” katanya. Kami saling memandang, kami masih berdiri berhadapan di depan jendela kamar hotel itu. Kami saling tatap, tak sepatahpun ada kata-kata yang keluar. Jantungku semakin berdebar keras, logikaku mati total, dan perasaanku semakin tak karuan, bercampur antara bahagia, haru, nikmat, romantis, takut, ah…..macam-macamlah!!!.

Tiba-tiba saja, entah karena apa, kami secara berbarengan saling merangkul, memeluk erat-erat. Ku benamkan kepalaku di dada Ronald, semakin erat aku dipeluknya. Kedua lenganku melingkar dipinggangnya. Kami masih diam membisu. Tak lama kemudian aku menangis tanpa diketahui Ronald, air mataku hangat membasahi dadanya. ” Kamu menangis Yulia ? ” Tanyanya. Aku diam, isak tangisku semakin serius. ” kanapa ? ” tanyanya lagi. Ronals menghapus air mataku dengan lembutnya. ” Kamu menyesal kemari Yulia ?” tanya Ronald lagi. Lagi-lagi aku membisu. Akhirnya aku menggeleng.

Dia menuntunku ketempat tidur. Aku berbarin di bagian pinggir ranjang itu. Ronald duduk disebelahku sambil membelai-belai rambutku. Wah….rasanya selangit banget !. Aku menarik tangan Ronald untuk mendekapku, dia menurut saja. Aku memeluknya erat-erat, lalu dia mencium keningku. Tampaknya dia sayang padaku. Ku kecup pula pipinya. Gairah sex ku semakin membara, maklum sekian tahun aku hanya bisa menyaksikan dan menyaksikan saja apa yang dinamakan ” penis” semnatar belum pernah aku merasakan nikmatnya.
Ronald membuka kancing bajunya satu persatu. Kutarik tangannya untuk memberi isyarat agat dia membuka kancing busananku satu persatu. Dia menurut. Semakin dia membuka kancing busanaku semakin terangsang aku. Dalam sekejap aku sudah bugil total ! Ronal memandangi tubuhku yang putih mulus, tak henti-hentinya dia memuji dan menggelengkan kepalanya tanda kekagumannya. Lantas diapun dalam sekejap sudah menjadi bugil. Aduh……jantan sekali dia. Penisnya besar dan ereksinya begitu keras tampaknya.

Nafasku semakin tak beraturan lagi. Ronald mengelus payudaraku, lalu……mengisapnya. Oh…..nikmat dan aku terangsang sekali. Dia menciumi bagian dadaku, leherku. Aku tak kalah kreatif, ku pegang dan ku elus-elus penisnya Ronald. Aku terbayang semua adegan yang pernah ku saksikan di film porno. Aku merunduk tanpa sadar, dan menghisap penisnya Ronald. Masih kaku memang gayaku, tapi lumayanlah buat pemula. Dia menggelaih setiap kujilati kepala penisnya. Jari jemari Ronald mengelus-elus kemaluanku, bulu memekku di elus-elus, sesekali manarik-nariknya. Semakin terangsang aku
Basah tak karuan sudah vaginaku, disebabkan oleh emosi sex yang meluap-luap. Aku lupa segalanya. Akhirnya, kami sama-sama mengambil posisi ditengah-tengah ranjang. Aku berbarimng dan membuka selangkanganku, siap posisi, siap digempur. Ronald memasukkan penisnya kedalam vaginanku, oh….kok sakit, perih ?, aku diam saja, tapi makin lama makin nikmat. Dia terus menggoyang-goyang, aku sesekali meladeninya.
Hingga….cret…cret…cret…air mani Ronald tumpah muncrat di dalam vaginaku. Sebenarnya aku sama seperti dia, kayaknya ada yang keluar dari vaginaku, tapi aku sudah duluan, bahkan sudah dua kali aku keluar.

Astaga, setelah kami bangkit dari ranjang, kami lihat darah segar menodai seprei putih itu. Aku masih perawan !!! Ronald bingung, aku bingung. Akhirnya aku teringat, dan kujelaskan bahwa selama aku menikah, aku belum pernah disetubuhi suamiku, karena dia impoten yang disebabkan oleh sakit kencing manis.

” Jadi kamu masih perawan ?! ” Tanyanya heran. Aku menjelaskannya lagi, dan dia memeluk aku penuh rasa sayang dan kemesraan yang dalam sekali. Kami masih bugil, saling berangkulan, tubuh kami saling merapat. Aku mencium bibir nya, tanda sayangku pula. Seharusnya kegadisanku ini milik suamiku, kenapa harus Ronald yang mendapatkannya? Ah….bodo amat ! aku juga bingung !

Hampit satu hari kami di kamar hotel itu, sudah tiga kali aku melakukan hubungan sex dengan anak muda ini. Tidak semua gaya bisa ku praktekkan di kamar itu. Aku belum berpengalaman ! Tampaknya dia juga begitu, selalu tak tahan lama !! Tapi lumayan buat pemula .
Setelah istirahat makan, kami tudur-tiduran sambil ngobrol, posisi masig dengan busana seadanya. Menjelang sore aku bergegas ke kamar mandi. membrsihkan tubuh. Ronald juga ikut mandi. Kami mandi bersama, trkadang saling memeluk, saling mencium, tertawa, bahkan sedikit bercanda dengan mengelus-elus penisnya. Dia tak kalah kreatif, dimainkannya puting payudaraku, aku terangsang……dan…….oh,….kami melakukannya lagi dengan posisi berdiri. Tubuh kami masih basah dan penuh dengan sabun mandi. Oh nikmatnya, aku melakukan persetubuhan dalam keadaan bugil basah di kamar mandi.

Ronal agak lama melakukan senggama ini, maklum sudah berapa ronde dia malakukannya,. kini dia tampak tampak sedikit kerja keras. Dirangsangnya aku, diciuminya bagian luar vaginaku, dijilatinya tepinya, dalamnya, dan oh….aku menggeliat kenikmatan. Akupun tak mau kalah usaha, ku kocok-kocok penis Ronald yang sudah tegang membesar itu, ku tempelkan ditengah-tengah kedua payudaraku, kumainkan dengan kedua tetekku meniru adegan di blue film VCD.

Tak kusangka, dengan adegan begitu, Ronald mampu memuncratkan air maninya, dan menyemprot ke arah wajahku. Aneh sekali, aku tak jijik, bahkan aku melulurkannya kebagian muka dan kurasakan nikmat yang dalam sekali. ” Kamu curang ! Belum apa-apa sudah keluar !” Seruku. ” Sorry, enggak tahan….” Jawabnya. Kutarik dia dan kutuntun kontol ronal masuk ke memekku, kudekap dia dalam-dalam, kuciumi bibirnya, dan kugoyang-goyang pinggulku sejadinya. Ronald diam saja, tampak dia agak ngilu, tapi tetap kugoyang, dan ah….aku yang puas kali ini, hingga tak sadar aku mmencubit perutnya keras-keras dan aku setengah berteriak kenikmatan, terasaada sesuatu yang keluar di vaginaku, aku sudah sampai klimaks yang paling nikmat.

Setelah selesai mandi, berdandan, baru terasa alat vitalku perih. Mungkin karena aku terlalu bernafsu sekali. Setelah semuanya beres, sebelum kami meninggalkan kamar itu untuk pulang, kami sempat saling berpelukan di depan cermin. Tak banyak kata-kata yang kami bisa keluarkan. Kami membisu, saling memeluk. ” Aku sayang kamu Yulia ” Terdenga suara Ronald setengah berbisik, seraya dia menatap wajahku dalam-dalam. Aku masih bisu, entah kenapa bisa begitu.
Diulanginya kata-kata itu hingga tiga kali. Aku masih diam. Tak kuduga sama sekali, aku meneteskan airmata, terharu sekali. ” Aku juga sayang kamu Ron ” Kataku lirih.” Sayang itu bisa abadi, tapi cinta sifatnya bisa sementara ” Sambungku lagi. Ronald menyeka air mataku dengan jemarinya. Aku tampak bodoh dan cengeng, kenapa aku bisa tunduk dan pasrah dengan anka muda ini ?

Setelah puas dengan adegan perpisahan itu, lantas kami melangkah keluar kamar, setelah check out, kami menuju Blok M dan kai berpisah di pelataran parkir. Aku sempat mengecup pipinya, dia juga membalasnya dengan mencium tanganku. Ronald kembali kerumahnya, dan aku pulang dengan gejolak jiwa yang sangat amat berkecamuk tak karua. Rasa sedih, bahagia, puas, cinta, sayang dan sebaginya dan sebagainya.

Ketika memasuki halaman rumahku, aku terkejut sekali, banyak orang berkumpul disana. Astaga ada bendera kuning dipasang disana. Aku mulai gugup, ketika aku kemuar dari mobil, kudapati keluarga mas Burhan sudah berkumpul, ada yang menangis. Ya ampun, mas Burhan suamiku sudah dipanggil Yang Kuasa. Aku sempat dicerca pihak keluarganya, kata mereka aku sulit dihubungi. Karuan saja, HP ku dari sejak di Hotel kumatikan hingga aku dirumah belum kuhidupkan. Kulihat mas Burhan sudah terbujur kaku ditempat tidur. Dia pergi untuk selamanya, meninggalkan aku, meninggalkan seluruh kekayaannya yang melimpah ruah. Kini aku jadi janda kaya yang kesepian dalam arti yang sebenarnya.

Tiga hari kemudian aku menghubungi Ronald via HP, yang menjawab seorang perempuan dengan suara lembut. Aku sempat panas, tapi aku berusaha tak cemburu. Aku mendapat penjelasan dari wanita itu, bahwa dia adik kandungnya Ronald. Dan dijelaskan pula bahwa Ronald sudah berangkat ke Amerika secara mendadak, karena dipanggil Papa Mamanya untuk urusan penting.
Kini aku telah kehilangan kontak dengan Ronald, sekaligus akan kehilangan dia. Aku kehilangan dua orang laki-laki yang pernah mengisi hidupku. Sejak saat itu sampai kini, aku selalu merindukan laki-laki macho seperti Ronald. Sudah tiga tahun aku tak ada kontak lagi dengan Ronald, dan selama itu pula aku mengisi hidupku hanya untuk shopping, jalan-jalan, nonton, ah…macam-macamlah. Yang paling konyol, aku menjadi pemburu anak-anak muda ganteng. Banyak sudah yang kudapat, mulai dari Gigolo profesional hingga anak-anak sekolah amatiran. Tapi kesanku, Ronald tetap yang terbaik !!!

Dalam kesendirianku ini . . .
Segalanya bisa berubah .. .
Kecuali,
Cinta dan kasihku pada Ronad,

Aku tetap menunggu, sekalipun kulitku sampai kendur, mataku lamur, usiaku uzur, ubanku bertabur, dan sampai masuk kubur, Oh….Ronald, kuharap engkau membaca kisah kita ini. Ketahuilah, bahwa aku kini menjadi maniak seks yang luar biasa, hanya engkau yang bisa memuaskan aku, Ron.Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Saturday, May 4, 2019

Bersetubuh Dengan Janda Teman Istriku

Kisah ini terjadi beberapa bulan berselang saat kami sedang berada dikota B, kota kelahiran istriku, kebetulan kami mempunyai rumah disana dan saat itu liburan anak sekolah. Sudah 2 hari kami berada di kota itu, hampir seluruh sudut kota kami jelajahi dan anak anak juga sangat senang menikmati liburannya dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata di kota berhawa sejuk itu.

SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya


Saat itu kami sedang berada disebuah factory outlet ketika sebuah suara terdengar

“Hey……, apa kabar ..?”

seorang wanita berusia sedikit diatas istriku tiba tiba setengah berteriak menegur Anita,

“Eh.., Mira….apa kabar..” jawab istriku yang langsung menghampiri wanita itu dan mereka berpelukan.
“Pa…ingat kan..ini Mira….” kata istriku
“Tentu saja aku ingat…apa kabar..? “tanyaku menyalaminya

Mira adalah sahabat istri binal ku saat masih kuliah…, wajahnya khas sunda, tidak terlalu cantik, namun putih dan bersih, terakhir kami bertemu empat tahun lalu disuatu pesta di Jakarta, ketika itu ia datang dengan suaminya.., lupa..aku namanya…namun suaminya adalah seorang arsitek.
Kedua wanita lalu ngobrol entah apa yang dibicarakan namun tampak mereka bicara tak putus – putusnya, bahkan istriku nampaknya lupa kalau ia sedang belanja, dan akupun melangakah meninggalkan mereka dan menggandeng anak anaku meneruskan belanja kami, kubiarkan istriku melepas kerinduan dengan sahabatnya.

Sesaat kemudian kedua wanita itu menghampiriku dan Mira pamit mau pulang.

“Kasihan…ia sudah bercerai” kata istriku dimobil
“Lho..kok…? tanyaku

”suaminya kawin lagi dengan wanita lain, dan ia tidak mau dimadu, ya akhirnya mereka cerai…sudah 3 tahun ia menjanda” panjang lebar istriku menjelaskan

“Lalu…?” tanyaku lagi
“Ya sudah…Mira sekarang membuka butik” jelas Anita

Percakapan berhenti sampai disitu karena anak anak mulai cerewet minta makan dan kamipun berhenti di sebuah restoran yang sejak dulu menjadi langganan kami.

“Pa.. Mira kusuruh kesini ya…, sebelum kita pulang, biar dia nginep disini…” istri binal ku membuka percakapan sore itu ketika kami sedang santai di teras rumah kami yang terletak agak dibagian atas kota

“Boleh” jawabku..dan sungguh …saat itu tidak ada satupun pemikiran yang aneh aneh melintas di benakku, aku sedang melepas semua pikirang tentang pekerjaan dan benar benar bersantai, lagi pula anak anak juga tidak mau tinggal diam…selalu ribut tidak karuan

Anita mengambil HP nya, setengah jam ia ngobrol dengan sahabatnya itu, dan menjelang pukul 8, ketika kami baru saja menyelesaikan makan malam kami, suara mobil memasuki halaman.
“Hai…..” sapa Mira ketika kami menyambutnya, malam itu ia nampak segar dengan celana panjang yang mencetak bentuk pantatnya dan atasan model sekarang yang agak gombrong itu, namun sampai saat itu kembali aku belum ‘memikirkan hal itu’ sama sekali..

Istriku segera menarik tangan wanita itu dan mengajaknya kedalam sementara pembantu kami membawakan barang bawaannya masuk rumah. Kebetulan rumah kami agak besar dan masih memiliki sebuah kamar yang tidak terpakai, dan kesitulah barang bawaan Mira diletakan. Malam itu aku masuk kamar duluan, setelah anak anak tertidur, sementara istriku masih asyik ngobrol dengan kawannya, dan tak lama kemudian aku terlelap.
Rasa hangat dan geli yang nikmat menyadarkanku, dan aku tahu kalau mulut istriku sudah mengulum batang kemaluanku yang segera berdiri walau aku sendiri masih setengah sadar, entah kapan celanaku sudah turun sampai kelutut aku benar benar tak tahu. Sesaat kemudian tanpa melepaskan mulutnya dari batang kemaluanku, celanaku sudah terlepas seluruhnya, dan menyusul baju lainnya.

Setelah saling mencumbu, menjilat dan bergumul, akhirnya dengan posisi diatas Anita memasukan batang kemaluanku kedalam vaginanya yang hangat itu dan mulai bergoyang, mula mula perlahan semakin lama semakin cepat, sementara mulutnya berdesis seperti orang kepedasan.

“Srrrt…” aku tak tahan lagi dan melepaskan air maniku duluan dalam vagina istri binal ku yang masih terus bergoyang mengejar puncak kenikmatannya, dan akhirnya beberapa puluh detik kemudian istriku melenguh dan mendesis desis ketika ia menggapai klimaxnya, untung …pikirku…telat sedikit saja kemaluanku sudah melemas dan bisa pusing dia kalau tidak berhasil mencapai klimaxnya.

Tubuh istriku ambruk diatas tubuhku, dan…plop…..kemaluanku terlepas dengan sendirinya, kami berciuman dan saling memeluk, yah…walaupun banyak petualangan kami namun setiap kali berhubungan sex ……..kami sangat puas dan nilai keintiman yang ada diantara kami kalau sedang berdua sangat berbeda dibanding kalau sedang ‘bertualang’.

Kami tidak banyak bercakap malam itu, capek setelah seharian berputar putar dan belanja serta nikmatnya sex yang baru saja kami rasakan membuat kami segera terlelap dalam selimut…. berpelukan telanjang bulat.

Pagi pagi aku sudah terjaga…, melihat istri binal ku masih tidur.. aku lalu mengenakan celana pendek dan kaos oblong, masuk kamar mandi yang ada diadalam kamr, cuci muka…lalu keluar keruang makan…mencari kopi. Saat melintas dapur kulihat Mira sedang asyik mengaduk kopi digelas…dan ketika melihatku nia tersenyum…

Mira hanya mengenakan baju tidur yang agak tipis… dan buah dadanya yang saat itu tidak menggunakan bra…membayang jelas…, masih pagi.., baru bangun……. melihat pemandangan seperti itu…langsung saja ‘adik kecil’ diselangkangan berontak keras….
“Mas…kopinya suka manis ?” tanya Mira
“Lho..kok… mana pembantu.. masa kamu yang bikin ..?” tanyaku
“Kusuruh kepasar….Mira ingin masak kalau boleh… tanya Anita deh…. hobby Mira kan masak..” jawabnya.

Ingin kutanya ‘hobby’ nya yang lain..tapi mengingat ia teman istriku dan aku belum diberi tanda oleh istriku aku menjaga lidahku supaya jangan nakal…

“Jangan terlalu manis..ah…. nanti bisa diabetes…” jawabku, hampir…saja kulanjutkan…’kalau diabet bisa impoten…rugi …’ tapi kembali kujaga lidah ku..

Siang itu aku bersantai dikamar sementara istri binal ku dan Mira asyik memasak…, anak anaku juga asyik dengan urusan mereka masing – masing dikamarnya

“Hey….makanan sudah siap.”teriak istriku dan hawa dingin kota Bandung serta suasana yang nyaman sungguh membuat kami lapar……

Mataku sempat menelusuri tubuh Mira yang tampak sibuk mengambilkan nasi, menyipakan lauk pauk dan dengan tank top ketat, celana jeans yang dikenakannya mencetak bentuk tubuhnya, sesungguhnya wanita ini bukan wanita yang akan kita pikirkan, berusia menjelang pertengahan, wajahnya biasa saja tidak terlalu cantik, tubuhnya juga sudah tidak sekencang gadis muda..

Namun kulitnya sangat putih dan bersih, dari wajah serta penampilannya serta cara bicaranya terlihat jelas kalau ia bukan ‘petualang’, dan yang agak ‘mengganggu’ pemikiranku adalah sdh 3 tahun bercerai…’jangan jangan sudah rapat kembali’

Pepes ikan mas, sayur asam, sambal dan ayam goreng yang nikmat dalam waktu singkat bersih tandas dan beberapa saat kemudian aku sudah terbuai dalam mimpi, entah apa yang diperbuat istriku, sahabatnya dan anak anak sudah tidak kupedulikan lagi.

Setelah mandi sore kami menyempatkan diri pergi ke mall, beli jagung bakar, makan malam dan menjelang Pk. 9.00 malam kami sudah kembali kerumah…anak – anak langsung masuk kamar dan sesaat kemudian suasana sudah sepi… Aku sedang membaca dikamar ketika istri binal ku masuk dan duduk disampingku, dengan wajah yang berbinar-binar ia berkata

“Pa..menurut papa Mira bagaimana..?” tanyannya tiba tiba.
“Bagaimana apa…”tanyaku
“Ah…mama kan melihat papa memperhatikan Mira, waktu makan siang tadi, …minat….?” lanjut istriku
“Mmmmm bukan gitu” lalu kusampaikan isi pemikiranku siang tadi dan istriku mencubitku “buktikan mau ? lubangnya masih ada atau nggak..? jawab Anita. “Mm……….tapi kan dia teman mama dan belum tentu memahami gaya hidup kita” jawabku, langsung saja ada yang terasa bergerak diantara pahaku…’kalau iya lumayan kan…’pikirku

Sudah terlalu lama istriku mengenal diriku…kali ini dia yang menjadi ‘pengatur laku’ “sudah..pokoknya papa.. nurut saja. ya…nggak rugi deh…” lalu sambil mencium pipiku ia beranjak keluar kamar… Aku mencoba kembali ke bacaanku, namun konsentrasi ku sudah buyar..

Sekitar lima belas menit kemudian pintu kamar terbuka dan masuklah istriku serta Mira yang sudah berganti pakaian dengan daster, wajahnya tampak segar dengan rambut diikat kebelakang sementara dadanya tampak menggantung lepas..sayang daster batik yang dikenakannya agak tebal..sehingga tidak ada bayangan yang timbul…

“Ngobrol disini saja ya Mir…, pa boleh kan Mira ngobrol dulu disini ..?,” pembantu belum tidur lagi nonton TV, dikamar Mira nggak enak, nggak ada Exhaust Van nya”…, memang terkadang istri binal ku merokok, terbayang kan kalau asap rokok tidak dikamar tidak bisa keluar..?

“Walau awalnya agak canggung namun sebentar saja pembicaraan kami sudah relax, Anita duduk disisiku dan kami duduk diranjang bersandar santai, sementara Mira duduk diujung ranjang…., kami ngobrol segala hal sampai suatu saat istriku bertanya..(aku yakin dia sudah bertanya sebelumnya…tapi diulangi lagi untuk ku),

“Mir…kalau boleh tahu….kamu kan sudah pisah 3 tahun sama mantan mu…, nah kalau ‘kepingin… itu..’ bagaimana kamu mengatasinya…? tanpa tedeng aling aling Anita bertanya yang membuat wajah Mira merah bagi kepiting rebus.
“Ya…gitu deh……….., udah ah….kok nanya in yang begituan sih…….” jawab Mira tersipu.

Tiba tiba Anita bangkit, lalu mengambil lap top yang biasa kugunakan, meletakannya dipangkuannya dan…menyalakannya serta memanggil Mira mendekat… Aku hanya memperhatikan apa yang dilakukan istriku…walau aku tahu apa yang ada dipikrannya, sekejab kemudian terdengar suara Mira berteriak kecil…

”Ih…gila ya kamu……..” sambil melirik kearahku.

Berkali kali terdengar jerit tertahan Mira saat melihat apa yang tersaji di laptop ku, ya..kumpulan gambar photo ‘petualangan’ kami…bermacam occasion yang sudah ku compile dalam suatu album, ada yang istri binal ku sedang ‘dikeroyok’, ada yang sedang swinging dengan pasangan lain dan macam macam lainnya.

“Sebentar ya…” kata Anita yang lalu beranjak ke kamar mandi Mira tidak menjawab namun matanya terus menatap layar lap top dengan wajah yang berubah ubah..antara percaya dan tidak..antara ingin tahu dan tertarik….ia masih asyik menscroll gambar gambar itu dan Anita yang sudah kembali duduk didekatku…tangannya langsung menyusup kedalam celana pendek yang kukenakan.

Istri binal ku alau merangkul leherku, mencium bibirku..lidah kami saling bertautan dan tangannya dengan nakal memainkan kemaluanku yang masih tersimpan didalam celana pendek yang kukenakan…beberapa saat kemudian celana yang kukenakan sudah terlepas…

Ketika Anita menengok…ia terpana….karena saat itu istriku sedang asyik menjilat dan menghisap batang kemaluanku…dan ketika istriku melihat bahwa sahabatnya memperhatikan nya…ia menghentikan gerakannya dan memberi tanda agar mendekat…. dan entah sadar atau tidak Mira mendekati kami duduk disamping tempat tidur.

Tiba –tiba istriku menarik tangan Mira dan meletakannya di batang kemaluan ku yang sudah mengeras. Tangan yang terasa dingin bertemu dengan batang kemaluan yang sangat panas… memberikan sensasi padaku.. dan benar seperti kata istriku…….

Mira sudah terlalu lama tidak menyentuh laki laki…, sesaat kemudian dua mulut mungil menjadikan batang kemaluanku sebagai ‘mainan’, saat Mira menghisap kepala kemaluanku istriku menjilati bijiku dan begitu bolak balik… kujulurkan tanganku… kutarik Mira agar merayap keatas dan sesaat kemudian bibirnya sudah berpagutan dengan bibirku…

Ketika dasternya kulepas..buah dadanya terpampang jelas…puting susunya lebih besar dari istriku merah agak kehitaman, kontras dengan kulit putihnya…, dan walau sdh tidak terlalu padat dan agak turun sedikit namun asyik juga.
Mulutku melumat puting susu yang sudah mengeras itu dan tanganku menyusup ke bawah pusarnya…terasa selangkangan yang lembab agak basah…dengan bulu bulu yang cukup lebat. Istri binal ku yang mengerti apa yang kuinginkan, menghentikan gerakannya menjilati kemaluanku..lalu memberi kesempatan padaku untuk mengubah posisi.

Kubaringkan Mira telentang..dan kucium bibirnya… lalu perlahan jilatanku merambat turun… lehernya, pundaknya dan buah dadanya ganti berganti kujilati dan kuhisap putingnya sementara ia hanya memejamkan mata mengerang lirih….

Lidahku turun terus kebawah…dan ketika sampai di perutnya ia mulai menggelinjang… kuambil bantal.. kuminta ia mengganjal pinggulnya dan kini aku mulai konsentrasi pada vagina yang merekah membasah itu.

Dengan kedua tanganku kusibak bulu bulu di area itu…. kubuka vaginanya… dan lidahku mulai menari nari di klitorisnya…, sesekali menerobos masuk dan kembali menjilat, menghisap dan menjilat.. Anita yang rupanya tidak tahan dari belakang juga ‘menyerang’ku.

“Ssshh….. aduh…. sdh nggak tahan……”

sesekali kepalaku dijepitnya dengan pahanya..dan aku mengerti..sudah terlalu lama ia ‘haus’..maka ketika aku menyudahi permainan lidahku dan merayap naik ketas tubuhnya dengan serta merat tangannya menyambut dan memelukku, dan setelah batang kemaluanku terarah tepat dengan perlahan mulai kubenamkan… Mira mengerang…. membuka pahanya semakin lebar,… setelah kepala kemaluanku masuk…dengan satu hentakan yang diiringi desahan keras dari wanita ini kubenamkan batang kemaluanku hingga habis
Kubiarkan sesaat kemaluanku terendam dalam vagina yang sangat hangat namun ‘legit’ itu, memang sih kelebihan wanita jawa barat umumnya bisa membuat vaginanya enak..tidak kering agak basah sedikit, tapi legit.. atau mungkin pengaruh suka makan lalaban?.. dan baru kemudian kutarik sedikit…lalu kubenamkan lagi..demikian berulang – ulang… sementara Mira memeluk dan kakinya bahkan melingkari pinggangku…

Tiba kurasakan sensasi lain…wah……. ternyata istri binal ku mengusap dan memegangi bijiku saat batang kemaluanku bergerak memompa naik turun di vagina Mira, bahkan sesat kemudia bukan lagi usapan yang kurasakan namun ….. jilatan…. gila……………. rasa nikmat yang luar biasa menyerangku …………, batang kemlauanku terbenam dijepit kemaluan Mira dan lidah Anita menjilati bijiku..sesekali batangku terjilat saat tertarik keluar…..

Aku tahu kalau begini terus tidak lama lagi pasti tumbang…….. maka, ku rubah posisi, tanpa melepaskan batang kemaluanku dari vaginanya , kubalik posisi hingga Mira kini diatasku, kini aku punya ‘mainan’ tambahan’, buah dada yang bergoyang dan menggayut diatasku dengan leluasa kuremas…, sesekali putingnya kuhisap…, disisi lain istriku juga jadi lebih leluasa ‘menggarap’ kemaluan ku yang sedang menyatu dalam vagina sahabatnya itu.

Mira mulai bergerak teratur….mungkin terlalu lama tidak merasakan kemaluan laki laki membuatnya tidak tahan terlalu lama….. ia naik turun diatasku dengan teratur…semakin lama semakin cepat..kemaluannya mulai menghangat…

dan aku ‘membantunya’ dengan menghisap puting susunya…..dan akhirnya dengan satu teriakan tertahan ia melemparkan kepalanya kebelakang..mencengkeram pundaku dan mendesah lirih…”Ah…ssss…………….hhh…………. ….. ah…….. aduh….. keluar………..” lalu ia ambruk diatas dadaku.
Kucium bibirnya dan dengan perlahan ia kurebahkan kesamping…, sesungguhnya aku yakin akalu kuteruskan sedikit lagi ia masih bisa menggapai satu klimax lagi walau tidak sedahsyat yang barusan..namun aku juga tahu kalau istri binal ku sudah menanti.. Kusuruh Anita menungging dan dari belakang batang kemaluanku yang masih basah kuyup dangn lendir Mira menerobos memasuki lubang vagina istriku..yang juga sudah basah….

Kami sudah mengenal satu dengan lain sangat baik….maka irama yang berkembang sudah dalam kontrol kami dan karena desakan di bijiku sudah sedemikian mendesak… kuberi tanda pada Anita untuk meningkatkan ‘speed’ dan akhirnya… srrrrt….. creeet………. air maniku menyembur deras mengisi vagina istriku sementara istriku juga mencapai klimax pada saat yang sama dan mendesah desah keras.

Cukup lama kami terdiam dan berpelukan bertiga dalam keadaan telanjang, ganti berganti kedua wanita itu mencium bibirku dan tangan mereka mengelus serta mengusap ngusap kemaluanku yang masih basah itu…, namun juga masih susut.

Belum terlalu rasanya beristirahat Mira sudah mulah memainkan kembali mulutnya di selangkanganku sementara Anita berjongkok diatas wajahku dan lidahku langsung saja menerobos masuk ke lubang vaginanya……, vagina istri binal ku walau sudah banyak yang ‘menikmati’ namun tetap terawat dan terasa nikmat…

juga klitorisnya masih tetap mungil kemerahan….sekitar lima menit kami dalam posisi itu sebelum berbalik… kini kembali aku diatas Mira yang dengan melebarkan kakinya menerima kemaluanku dan Anita memelukku dari belakang menjilati leher dan belakang telingaku.. kadang lidahnya turun ke bawah hingga ke belahan pantatku….
Aku menggenjot Mira yang terlentang dibawah tubuhku dengan teratur dan pada irama yang tetap, bibir kami saling bertemu dalam ciuman yang panas… istriku mengelus dan mengusap usap bijiku yang memberikan sensasi nikmat dan seperti tadi………… Mira yang masih haus itu kembali mencapai klimax duluan…..

”Mas……….ah……. cepet…. cepet.. .aduh………… enaaaak..hhh………” dan setelah seluruh tubuhnya menegang ia tergolek lemas, aku berhenti sebentar tanpa mencabut kemaluanku yang masih terbenam dalam vagina yang berdenyut denyut itu…….

dan semenit kemudian mulai lagi kugerakan maju mundur secara teratur….”waw………. geli…. ah…….. aduhh.. …………” Mira merintih dan mendesah….namun aku meneruskan gerakanku dengan cepat mengejar ejakulasi kedua yang ingin kugapai…dan

“Aduh…….keluar… lagi…… ah……” dan istriku juga semakin giat mengusap dan meremas bijiku dan ketika aku merasa tak tahan lagi……kucabut kemaluanku dari vagina Mira dan istri binal ku segera membuka mulutnya menerima kemaluanku yang basah penuh lendir itu.

Tidak sampai dua menit, aku setengah menjambak rambutnya menembakan air maniku dalam mulut Anita yang tanpa ragu langsung menelannya., Setelah melemas, kemaluanku dilepas dari mulutnya namun bukan berarti berhenti karena lidahnya masih terus menjilati hingga batang kemaluanku bersih dari cairan
Sekali ini aku perlu waktu setengah jam untuk dapat ‘bangkit’ kembali…. dan setengah jam lebih dikocok dalam vagina Anita untuk kemudian melepaskan isinya yang sudah semakin sedikit dalam vagina yang sejak awal ‘belum sempat diisi’ air maniku

Entah jam berapa Mira kembali ke kamarnya karena saat aku berada dalam pelukannya dengan wajahku terbenam diantara buah dadanya…aku terlelap. Saat terjaga paginya aku diberi ciuman yang amat manis dari istri binal ku…sambil berbisik

”Mira bilang terima kasih, punya papa jauh lebih enak dari mantannya dulu katanya..”

aku hanya tersenyum karena benar benar merasa ‘habis…..’, terkuras energi dan air maniku…., Hampir tengah hari baru aku beranjak dari tempat tidur setelah anak anak ribut tidak karuan mengajak pergi…Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya