Blog Archive

Popular Posts

technology-services>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-1

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

NEW10>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Wednesday, September 4, 2019

Menyetubuhi Gadis ABG yang Galau

SahabatQQ - Erna adalah seoarang mahasiswi dari pekalongan. aku mengenal dia ketika workshop kemarin. hubungan kami waktu itu hanya sebatas SMS  sampai suatu hari erna menelponku karena dia ingin pergi ke kota  dan meminta aku untuk ,menjemputnya. keesokan harinya pun aku pergilah ke terminal bis untuk menjemput dia. Setelah sampai aku mencari cari. tiba tiba saja dia dari belakang mengagetkanku
Menyetubuhi Gadis ABG yang Galau

Dia memiliki bentuk tubuh yang lumayan seksi dan berisi, khususnya dengan payudara yang berukuran 34 B. Saat aku terpana menyaksikan tubuhnya, dia tiba-tiba saja memelukku. “mas, aku kangen. Pengen tidak sedikit cerita sama kamu, pengen tukar benak dan diskusi kaya ketika workshop dulu” ungkapnya.

“iya..iya..udah ah, ga enak diliat orang banyak” kataku sambil mencungkil pelukannya. “Mau nginap dimana anda malam ini? Masak inginkan langsung kembali ke S?”tanyaku.
Aku nginap di tempatmu aja ya mas jawabnya. Mana bisa non bisa di bakar masa kita hehehehe jawabku. Akhirnya dia sepakat akan istirahat di suatu hotel melati dekat kostku. Biayanya aku tolong setengah, sebab dia pun tidak membawa tidak sedikit uang.

Singkatnya, sesudah Erna mandi kami keluar keliling kota selama perjalanan. Dia tidak sedikit bercerita mengenai hubungannya dengan cowoknya yang mulai tidak sedikit ketidak cocokan dan tidak jarang diwarnai pertengkaran.

Setelah santap malam, jam 9 malam aku mengirimkan dia pulang ke hotel lokasinya menginap. Setelah tersebut aku pulang ke kostku. Pukul separuh 11 malam Erna menelponku. “mas, aku ga dapat tidur, hotelnya serem, mas Bams kesini donk, temanin aku” pintanya. kisah seks
Maka aku juga langsung mengarah ke hotel itu. Ketika mengarah ke kamar Erna, aku sempat melihat sejumlah pasangan chek in. Terdapat yg masih muda, terdapat pula yang telah berumur. Aku tau kok kalau hotel ini sering di pake buat mesum dan sering dibicarakan teman-teman kampusku.

Kamar yang ditempati Erna sedang di ujung lorong, sampai-sampai terlihat memang lebih luas. Erna masih belum ganti baju, “aku inginkan k kamr mandi fobia mas, lampunya kecil” jawabnya saat kutanya mengapa ga ganti baju. “Ya udah, aku disini, anda cuci muka trus ganti baju istirahat ya” kataku.

Sementara aku tiduran diatas spring bed, ternyata sebab takut (atau entah sengaja) Erna ganti baju tanpa memblokir pintu kamar mandi, pasti saja aku dapat melihatnya dari kaca besar di depan pintu kamar mandi. Dari situ aku menyaksikan Erna melulu mengenakan celana dalam, tanpa BH di balik daster tidurnya.
Dengan memakai daster, Erna naik ke atas spring bed dan berbaring di sebelahku. Aku pulang ke kos aja ya atau aku disni aja ? tanyaku. Mas Bams disini aj temanin aku jawabnya.

Aku pura pura jaim turun dari spring bed untuk duduk di kursi yang ada di kamar tersebut. “lho, kok di situ sich? Disini aja ama aku. Khan lokasi tidurnya masih luas” protes Erna. Dari pada diprotes terus (dan sebab memang ngarepin) aku juga kembali berbaring di sebelahnya.

Lama kami terdiam, aku kira dia telah tertidur. Sampai-sampai aku lantas membuka ikat pinggang dan retslueting celana jeansku. Sebab aku memang tidak biasa istirahat dengan celana jeans, Bahkan kadang aku tidur melulu dengan celana pendek, tanpa celana dalam. “kenapa mas? Sesak ya?” Tanya Erna yg ternyata belum tidur
“iya, aku ga biasa istirahat pakai jeans” jawabku. “ya udah, celananya dibuka aja, mas Bams gunakan selimut ini lho” kata Erna lagi smbil memberikan selimut dan lantas membalik badannya. Jadilah aku melulu bercelana dalam berbungkus selimut istirahat disamping Erna.
Sekitar jam 3 dinihari, aku terbangun sebab seperti mendengar suara tangis. Ketika kubuka mata, ternyata di depanku Erna menangis seraya memandangku. Aku yang bingung lantas bertanya kenapa, bukannya menjawab, tangis Erna malah makin kuat. Khawatir diperkirakan melakukan kekerasan oleh orang diluar kamar, aku unik Erna dan mendekapnya.

Erna memelukku erat dan bercerita bahwa mula mula tidak harmonisnya hubungan antara dia dengan cowoknya sebab cowoknya memaksa dia untuk bersangkutan badan. Benar-benar iba, aku juga mendekapnya dalam pelukanku. Lupa bila saat tersebut aku melulu memakai celana dalam.

Makin lama saling berpelukan, kami pun kian terbawa suasana, dariNafasnya mulai mendesah di tambah ciuman kami yang mulai menganas. Bahkan gerakan tangannya mulai meremas lengan dan kaos yang kukenakan. Remasannya kian lama justeru menarik kaosku ke atas, seolah meminta aku melepasnya, maka kubuka kaosku dan bermukim bercelana dalam dihadapan Erna.

Melihat dadaku yang ditumbuhi bulu halus, Erna keliatan kian bernafsu, dia memegang dadaku dan meremasnya, aku juga merasa tak butuh berbasa-basi lagi, maka segera kutarik keatas pula dasternya, sampai-sampai dia pun melulu tinggal menggunakan celana dalam.

 melulu saling mendekap dan berpandangan, perlahan bibir kami mulai saling menghampiri dan berpagutan, rasa asin dari air matanya tak kurasakan, yang terdapat hanyalah nafsu, Erna juga mulai mengindikasikan hal yang sama.
Kami sempat saling memandang, mas sebelumnya aku pernah menolak Ml sama mantanku. Hingga dia memaksaku dan bahkan mendekap mulutku dengan bantal. Tapi kini aku ikhlas mas, bila kamu inginkan jadi pacarku. Aku ikhlas memberikan diriku ke anda malam ini” kata Erna seraya menangis.

Aku tidak menjawab dan kembali memeluknya sambil memberi dia waktu untuk menenangkan diri. Namun tak lama kemudian, dia mulai pulang menciumi bibirku.

Sambil berciuman tanganku mulai meremas toketnya yang sekel juga pantatnya yang montok. Dia yang mulanya melulu meremas lengan dan dadaku, perlahan tangannya turun namun terhenti di atas perutku. Karena tak sabar, langsung kuarahkan tangannya guna memegang kontolku.
Dan dia juga menggenggam kontolku dengan kuat. Bibirku mulai turun ke lehernya, kugigit pelan dan kuhisap-hisap sehingga membekas merah di kulitnya yang putih, terus aku turun dan mulai mendekati dadanya, kuhisap toketnya, seraya terkadang kupilin putingnya bergantian, dia kian bergoyang binal remasan-remasan tangannya mulai menciptakan perih di tubuhku.

Aku terus menggigit-gigit pelan dan menghisap tubuhnya, turun ke perut dan terus turun, hingga pada batas atas celana dalam hitam yang dikenakannya
Aku berhenti, dan memandangnya, “boleh aku buka?” tanyaku, dia mengangguk dengan menatapku sayu. Dengan kedua tangan kubuka penghalang terakhir antara aku dan lubang kenikmatannya, bulu-bulu jembutnya tipis dan wangi mengindikasikan dia rajin mengasuh propertinya itu.
Belahan memeknya masih paling rapat, kuminta dia guna melebarkan kedua kakinya, dia sempat menolak, “malu mas” tapi sesudah aku tidak banyak memaksa, di juga mulai melebarkan kedua kakinya, mengindikasikan bagaian dalam memeknya yang berwarna merah muda.
Langsung kucium, kujilat dan kuhisap-hisap seluruh bagian memeknya, mulai unsur labia mayora (bener ga sich tersebut namanya?) hingga klitorisnya yang berbentuk benjolan sebesar kacang tanah. Dan akibatnya, Erna seperti kesetanan, pinggulnya naik-turun berjuang menghindari seranganku ke memeknya
“udah mas, udah.. geli..aku geli…” tukasnya. Aku tidak memperdulikannya sambil terus ku jilat memeknya yang merekah itu.

Dan tiba-tiba dia berbicara maasss, aku…mau.. keluaaaaarr. Belum sempat aku menarik kepalaku dari pangkal pahanya, malah kedua paha tersebut menjepit kepalaku, kedua tangannya menarik kepalaku semakin mendekati memeknya dan pinggulnya diusung tinggi-tinggi.

Dia mendapatkan orgasme pertamanya setelah kujilat lobang memeknya sekitar 20 menit. Tak ayal cairan memeknya pun mengairi hidung dan mulutku. Aroma dan rasa yang khas membuatku kian bernafsu terus kuhisap seluruh cairan yang terbit dari lubang tersebut sampai habis.
Setelah jepitan pahanya agak melonggar, aku langsung pulang ke sampingnya. Kucium bibirnya seraya kubelai-belai toketnya. “Enak, ga ?” tanyaku. “Enak banget, aku hingga lemes banget.

Mas Bams tentu udah sering ya, kok jago banget?” tanyanya dalam situasi seperti ini, bila aku jujur aku telah pernah ML sama 3 cewek sebelum dia dapat merusak suasana maka kujawab “ aku baru kesatu sama anda ini kok.

Aku Cuma sering liat BF aja pantesan aja jago kata Erna seraya tersenyum dan memelukku. Setelah 1 menit, dia menghirup bibirku dan bertanya “sekarang aku harus gimana bikin gentian muasin mas Bams?” Aku juga tersenyum dan melirik kontolku yang kepalanya sudah terbit dari batas celana dalamku.

Dia tersenyum, kemudian mulai bergerak membuka celana dalam yang aku kenakan. Dia memegang kontolku kemudian bertanya “mau diapain ini mas?” pertanyaan lugu yang menggoda, tapi sebab malas basa-basi lagi aku pun membalas “masukin ke memekmu donk, namun sebelumnya diisep dulu” dia tersenyum, kemudian mulai mengocok pelan kontolku.

Setelah agak keras, dia mulai memasukkan junior ke dalam mulutnya dan menghisapnya, tapi sebab memang belum pernah (paling tidak menurut keterangan dari pengakuannya) maka rasanya juga tidak terlampau enak. SahabatQQ

Agak sakit malah, karena sejumlah kali menyentuh giginya. “jangan kena gigi donk yang, sakit” kataku. “aduh mas, sorry, aku ga dapat kaya gini” jawabnya “Mas langsung main aja yah, aku pasrah kok” katanya. Lalu dia berbaring disampingku seraya membuka kedua kakinya.

Melihat posisi itu, aku juga bangkit, kujilati sebentar klitorisnya agar agak basah, dia mulai mendesah pelan. Kubasahi juga kepala kontolku kemudian mulai kugesek-gesekkan di depan lubang memeknya.
Meski menyatakan sudah tidak perawan sebab paksaan mantan cowoknya, ternyata lubang memek Erna sangat sulit ditembus. Masih sangat sempit, saat kumulai menyodok lubang memeknya dia menjerit tertahan, “aduh mas, sakit mas…” maka kutunda lagi memasukkan kontolku dalam memeknya.

Sambil tetap kugesek-gesek, aku mulai mendorong saat kurasa sudah lumayan basah, sukses masuk kepala kontolku masuk kedalam memeknya. Di sinilah aku menikmati perbedaan antara memek Erna dengan memek kepunyaan Ika, Ani dan Eta yang pernah kurasakan seblumnya.
Kalau memek beda kenikmatan tersebut sangat terasa saat aku memasukkan kontolku dalam-dalam, maka memek Erna terasa paling menjepit malah ketika baru sepertiga kontolku masuk. Maka aku pun, melulu menggerakkan kontolku maju mundur di titik itu.

Namun bertolak belakang dengan yang kurasakan, Erna malah sangat kesakitan dengan teknik itu. “mas, cabut dulu mas. Sakit mas” ujarnya. “ya, bentar yah, aku enak bgt nich sayang” kataku. Dia seperti menyangga rasa sakit, bibirnya digigit. “mas, udah dulu donk…sakit nich, perih…” katanya lagi.

Sebenarnya aku ga tega, namun aku juga merasakan kesenangan dengan melulu bermain di permukaan memeknya itu. Akhirnya aku mengalah dan menyimpulkan untuk menarik keluar kontolku dari memeknya.

Namun sebelum mencabut, aku hendak mencoba memasukkan borongan batang kontolku dalam memeknya, maka kudorong sarat kontolku ke dalam memeknya, sedalam aku bisa, tetapi ternyata mentok dan aku dapat bisa menikmati dinding rahimnya tepat di depan kepala kontolku.
Saat itulah aku menikmati perubahan pada diri Erna. Dia yang awalnya menahan sakit tiba-tiba matanya tersingkap lebar, mulutnya menganga tertahan.

“mmmaaaassssss……” suaranya terbendung dan bergetar. “Eeennnnnaaaaakkkk bbaaaannggeeettttt mmmaaasss….”katanya. Tangannya mencengkram erat kedua lenganku.

Tak lama dia berubah semakin ganas, Setiap kontolku mundur dari memeknya. Dia malah memajukan memeknya seolah tidak mau mengeluarkan sedikit juga kontolku dari memeknya. Tangannya memelukku erat, lantas tubuhnya tiba-tiba mendorongku berguling ke kanan sampai-sampai sekarang dia sedang di atas tubuhku.

Dia tetap memelukku erat dia mengoyangkan pinggulnya maju-mundur, kanan-kiri, depan-belakang bahkan diselingi memutar. Aku yang menikmati perubahan ini lantas mulai menata posisi, kuluruskan kedua kakiku dan menbiarkan tubuh Erna menguasaiku.

Tetes keringat kami mengairi kasur, namun keganasan Erna seolah tidak bakal berakhir. Beberapa saat lantas tiba-tiba dia mengurangi dalam-dalam pinggulnya.

Kontolku seperti diremas-remas dengan kuat oleh memeknya dan dia menjerit terbendung “aaaaaccchhhh……” tubuhnya mengejang, kaku sesaat kemudian ambruk diatas tubuhku. AAhhh enak banget mas..enak banget… Aku pgen di entot terus sama kamu masss. Enak banget ujarnya berbisik di telingaku.
Aku hanya senyum saja, sedangkan Erna masih terbaring lemas. Kontolku yang masih menancap dalam memeknya bergerak-gerak menggali perhatian ;p dia juga merasakannya, dan mulai bangkit.

“Mas, aku lemes banget, mas diatas aja dech, aku pasrah. Udah lemes bgt nich” katanya. Dia langsung berbaring dan membuka kakinya lebar lebar agar memeknya terlihat jelas. Dia berbicara nakal Aku pasrah ajaa entot memek aku sepuas kami mass seraya tersenyum nakal.
Aku juga langsung, naik ke atas tubuhnya. Sengaja kuangkat kedua kakinya seraya kulingkarkan di pinggangku. “gini, biar kerasa kian enak” kataku, sesaat lantas aku mulai mendorong kontolku masuk dalam memeknya.

Ini perbedaan kedua antara memek Erna dengan memek lain yang pernah kurasakan, walau basah sebab cairan orgasme sebelumnya, tapi saat kumasukkan, tetap aja kontolku rasanya seperti diapit dengan kuat. Aku juga mulai menggoyang pinggulku maju-mundur.

Setelah menyaksikan liarnya Erna ketika kumasukkan dalam kontolku, dan merasakan kesenangan memeknya ketika di permukaan, maka kucoba memainkan masuknya kontolku dengan ritme 3 plus 1, yakni tiga kali aku dorong dengan melulu memasukkan sepertiga kontolku, dan lantas satu kali desakan dalam yang memasukkan kontolku sedalam-dalamnya hingga terasa mentok di dinding rahim Erna.

Dan efeknya, meski menyatakan sudah lemas, namun tiap kali aku dorong dalam kontolku dalam memeknya, tubuh Erna seperti mengejang. Dengan sambil mendesah Dia terus meremas lenganku dan menggigit kuat bibirnya sendiri.
“Mmmaaasss, tidak boleh nyiksa aku doonkk… masukin yang daallleeem dddooonnkkk….” Pintanya dengan mata sayu menatapku dan suara bergetar. Karena kasihan, aku juga langsung menyodokan kontolku ke dengan kuat dan dalam ke memeknya.

Dan Erna pulang kesetanan, dia menjawab setiap tusukan kontolku dengan gerakan pinggul yang ke segala arah. Bahkan tangannya menekan pantatku supaya makin dalam masuk kedalam memeknya.

Aahhhhh Ennnakkak sodoookk yang daallleeemmm …eennaakk bangeettt masss… ujarnya.

Dan gerakan pinggulnya juga kurasakan kian terasa nikmat saat memeknya terasa memijat dan meremas-remas kontolku. Dan ini menciptakan aku juga mulai menikmati cairan lahar putih bakal mulai muntah dari kontolku. “Erna, aku mau terbit sayang, aku tarik yah” kataku.

Erna mengangguk, tetapi gerakan pinggulnya dan tangannya berbicara sebaliknya. Pinggulnya malah makin terangkat ke atas, sementara tangannya kian menekan pantatku untuk kian masuk ke dalam memeknya.

Sementara didalam juga kontolku terasa kian kuat disedot, diremas dan dipijat otot-otot memeknya. Akhirnya sebab tak tahan aku juga memuntahkan pejuhku dalam memeknya.
Crot… Badan Erna mengejang dan kaku dengan posisi tangan menekan pantatku supaya makin mendorong masuk kontolku dalam lubang memeknya.
“mmaaasss….aaaccchhhh….eeennna aakkkk” teriaknya terbendung dengan suar bergetar. Aku segera menarik kontolku dari lubang memeknya.

Kulirik jam di HPku, jam 7 tidak cukup 20 menit. Berarti selama 3,5 jam kami memadu kasih dan memburu surga dunia. Aku menghirup bibirnya seraya meremas toketnya. “Aku sayang kamu, mas…” kata Erna. Kami juga kembali tertidur hingga jam 10 pagi Setelah tersebut kami mandi bersama. Setelah sarapan aku pulang mengantar Erna ke terminal bus guna kembali ke kota S.
Sejak ketika itu, aku berpacaran dengan Erna. Hubungan kami sempat berjalan sekitar sekitar 2 tahun, hingga akhirnya dia dijodohkan dengan seorang lelaki tetangga kampungnya di Pekalongan. Sekarang dia sudah mempunyai anak dan tinggal di kota J.

Yang tidak pernah Erna tahu, bahwa dia bukan perempuan satu satunya yang bercinta denganku. Dan bahwa sekitar 2 tahun hubungan kami juga aku sejumlah kali bercinta dengan perempuan lain. END.

Monday, September 2, 2019

Nikmat Sekali Tubuh Seorang Penjual Sayur

SahabatQQ - Aku Sintia, sehabis lulus smu aku dinikahkan ortu ke temen ortu, dah agak berumur si, tapi suamiku itu tampan, tajir kerna meiliki beberapa perusahaan yang berhasil dalam bisnisnya, dan juga sangat workaholik. Aku sangat menikmati kehidupan suami istri ketika berbulan madu. Suamiku menggarap aku setiap saat dia bernapsu, tetapi begitu kembali ke dunia nyata, diapun kembali ke kebiasaannya yaitu workaholik, dia sangat sibuk ngurusi semua perusahaan. Aku secara materi berkecukupan, tapi secara batin sangat kesepian. Apalagi aku menikah masi umur belasan dan ini tahun pernikahanku yang kedua.


Nikmat Sekali Tubuh Seorang Penjual Sayur


Aku memang nurut aja apa kata ortu sehingga ketika dijodohkan ya iya aja. Kebetulan aku sejak kecil suka ikut masak ma ibuku sehingga kebiasaan itu terbawa sampe sekarang walaupun aku masak hanya untuk diriku sendiri kerna suami gak pernah makan dirumah. Pulang selalu dah larut malem sehingga dah cape dianya dan gak ada niat menyentuh aku. Kalo weekend dan dia ada dirumah, kami selalu makan diluar. Itupun jarang kami bermesraan kerna abis makan malem biasanya dia tenggelem ma kerjaannya sampe aku tertidur duluan dan dia nyusul karna dah ngantuk berat.

Aku suka makanan segar sehingga bahannya juga kudu segar, kalo beli di supermarket itu sudah tidak segar kerna dah lama dipetiknya, makanya aku nunggu tukang sayur aja kalo mau masak. Aku si gak punya langganan tukang sayur yang tetep, tapi suatu pagi kuliat ada tukang sayur yang gi berdiri depan rumahku, dia menghadap ke rumahku, rupanya dia lagi kencing. Aku kaget banget liat kon tolnya, item besar panjang padahal lagi gak ngaceng. Palagi kalo gi ngaceng tu, kaya apa gedenya. membayangkan itu memekku jadi basah.

Kerna gak mo mempermalukan si tukang sayur, ku nunggu dia slesai pipis baru kluar rumah. Tu bapak tampangnya kaya orang timteng, pantes kon tolnya gede panjang gitu, tapi logat ngomongnya sunda pisan. Ku panggil ja mamang. “Mang orang sunda ya, atau orang arab”. “Bapak saya arab tapi ibu sunda pisan neng, kenapa nanya gitu”. “Gak apa, iseng ja nanya mang”. Aku beli beberapa sayuran dan dia nawarain nanas jualannya. Kubilang aku males ngupasnya, trus dia jawab nti dia kupasin, cuma sehabis dia dagang nti dia balik lagi.

Wah kesempatan ni, pikirku. Kali2 bisa nikmati kon tol jumbonya, aku jadi ngeres kerna masih terbayang terus kon tolnya yang besar panjang dalam keadaan lemes gitu. “Ya boleh deh mang, nanasnya aku ambil semua, tapi bener ya nanti mamang balik lagi buat ngupasin nanasnya”.

Transaksi selesai dan dia pergi sementara aku masuk dan mulai mengolah sayur yang kubeli ditambah beberapa bahan laen dari lemari es, sehingga tersajilah beberapa lauk untuk aku makan siang dan makan malem, nasi masi ada sisa kemaren sehingga cukup diangetin aja.

Makan siang selesai, dia blon dateng juga, aku ngantuk dan tertidur, sampe aku bangun rasanya gak ngedenger ada orang ngetok pintu pager. Aku mandi, ketika ditengah acara cuci rambut terdengar ada bel berbunyi, wah nanggung ni, cuci rambut lon beres dia dah datang.

Ya dah ku balut tubuhku pake jas kamar dan membungkus rambutku dengan anduk, Aku gak pake apa2 dibawah jas kamar, ikat pinggang ku ikatkan asal aja sehingga bagian dada tersingkap kalau ku bergerak. Aku keluar membukakan pintu pagar dan segera kembali masuk rumah. Kuminta dia ngunci pintu pager dan kupersilah kan dia masuk langsung ke dapur tempat aku meletakkan nanas2 yang tadi kubeli.

Ku liat dia rapi gak acak2an kaya waktu dagang tadi, rambutnya juga rapi disisirnya, kayanya dia dah mandi dulu seblon ke tempatku. Biat tukang sayur dia cukup kerenlah sebagai lelaki. Matanya membelalak meliat aku yang cuma terbungkus jas kamar yang mini banget. Dadaku tersingkap cukup lebar kerna ikatan dipinggang longgar aja, sehingga belahan toketku nampak. Biar aja deh dia napsu ma aku, kali ja dia mau garap aku setelah beres kupas nanasnya. aku balik ke kemar mandi untuk menuntaskan acara keramasku. Aku jadi horny sendiri, sambil mandi aku menggosok2 toketku sampe pentilku mengeras. aku ngilik itilku sendiri sampe aku nyampe.
Aku kaget karena cukup lama aku berswalayan, sampe lupa si tukang sayur gi motongin nanas. Segera aku memakai daster tanpa daleman sama sekali dan keluar. “Sori ya mang, lama ya, sekalian nyuci sih”, kataku. “Nyuci apaan neng, kan ada mesin cuci”. “nyuci yang gak bisa pake mesin cuci. Dah beres ya mang ngupasnya”, kataku. “Udah neng, tinggal dipotong kecil2 aja kalo mo dimakan.

Mo sekalian dipotong2”. “Gak usah deh mang, biar nanti ku potong sendiri kalo mo dimakan”. “Prempuan kan gak bole makan nanas banyak2 neng”. “Mangnya kenapa mang”. “Bisa becek”, jawabnya sambil nyengir. “becek apanya mang”, tanyaku pura2 gak ngerti. “Itunya neng, jadi gak seret lagi kan kalo becek”. “apanya yang becek dan seret si”, aku masi terus bersandiwara. Dia mandangi dadaku terus, emang si dasternya tipis jadi pentilku membayang jelas di dasterku. aku hanya mengenakan daster mini, sehingga paha mulusku menjadi tersingkap, matanya bergantian menelusuri dada dan pahaku. “Ih mamang matanya jelalatan gitu”. “Bisnya neng ngasi liat gitu si”. Wah dah konak ni, itu yang kutunggu2, ku jadi nunggu aja ni apa tindakan dia lebi lanjut.

Aku memasukkan nanas yang sudah dikupas ke lemari es, kemudian menarik tangannya untuk duduk di sofa. Ketika duduk dasterku naik keatas. Aku membiarkan ketika tangannya diletakkan perlahan didengkulku. Dia mulai mengelus2 pahaku. Makin lama elusannya makin keatas, dasterku disingkapnya sehingga pahaku terkespose semuanya.
Elusannya mengarah ke selangkanganku, aku mengangkangkan pahaku secara otomatis. Ketika jarinya mulai mengelus memek dari luar cdku, aku melenguh nikmat, “maaang”. “Napa neng”, katanya sambil mencium pipiku. “Geli mang”. Elusannya menjadi gerakan mencongkel, memekku basah dengan sendirinya dan nyerep ke cdku. itilku menjadi sasaran berikutnya. “Neng dah basah gini, kamu dah napsu ya”, kembali dia mencium pipiku. “Mamang nakal sih tangannya”, jawabku manja. Akhirnya dia menghadapkan tubuhnya ke arahku. kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku.
Tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya dengan penuh napsu. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, kurasakan tangan besarnya membuka kancing daster ku dan kemudian menyelusup kedalam dan meremas toketku. toketku tercakup seluruhnya dalam tangannya. aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan dasterku, leherku dikecup, dijilat kadang digigitnya.

Aku mengangkat tanganku keatas untuk mempermudah dia melepaskan dasterku. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Dan mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan.

Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. memekku yang pasti sudah basah sekali. Dibelainya celah memekku lagi dengan perlahan. Sesekali jarinya kembali menyentuh itilku. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian CD ku yang sudah basah itu dilepaskannya.

Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas pembungkus tubuhku yang terakhir. Jarinya mulai sengaja memainkan itilku. Dan akhirnya jari besar itu masuk ke dalam memekku. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke memekku. Kali ini diciumnya jembutkudan aku rasakan bibir memekku dibuka dengan dua jari.

Dan akhirnya kembali memekku dibuat mainan oleh bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir memekku sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan memekku. Hanya dalam beberapa menit aku benar-benar tak tahan.

Dan.. Aku mengejang dan dengan sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya. Dia terus mencumbu memekku, rasanya belum puas dia memainkan memekku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat. “Mamang pinter banget ngerangsang aku. Biasanya sama siapa mang maennya. Aku sudah pengen dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar.
Dia tidak menjawab, bangkit dan mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke kamarku. Aku dibaringkan di ranjang dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut melihat kon tolnya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDnya. Kemudian dia juga melepas CD nya.

Sementara itu aku dengan berdebar terbaring menunggu dengan semakin berharap. kon tolnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Aku merinding apakah muat kon tol segitu besarnya di memekku. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar memekku menunggu masuknya kon tol extra gede itu. Aku pejamkan mata.

Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir memekku mulai tersentuh ujung kon tolnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir memekku terdesak menyamping. Terdesak kepala kon tolnya yang besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang memekku dimasuki kon tolnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kon tolnya. Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Akhirnya ujung kon tol itu menyentuh bagian dalam memekku. Terasa sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku.

Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada kon tol besar yang mulai dienjotkan halus dan pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum pernah kualami. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kon tol besar itu. Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku makin kuat.

Dengan tusukan kon tolnya yang agak kuat dan dipepetnya itilku dengan menggoyang goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. “Maang, aku nyampe maang”, Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku. Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas.

Setelah dua kali aku nyampe dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku penuh napsu, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan. Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat.

Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali dia mengenjotkan kon tolnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus mengenjotkan kon tolnya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menekan toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam memekku, menyembur berulang kali.
Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi memekku, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat. Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil mencium wajahku. “Neng luar biasa, memeknya peret dan nikmat sekali. Gak apa kan aku ngecret didalem”, pujinya sambil membelai dadaku. “Gak apa kok mang, lebih nikmat lagi kesemprot peju anget. Mamang juga hebat. Bisa membuat aku nyampe beberapa kali, dan baru kali ini akubisa nyampe dan merasakan kon tol raksasa. Hihi..” “Jadi neng suka dengan kon tolku?” godanya sambil menggerakkan kon tolnya dan membelai belai wajahku. “Ya mang, kon tol mamang nikmat, besar , panjang dan keras banget” jawabku jujur. Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut kontolnya, tapi malah mengajak mengobrol sembari kon tolnya makin mengecil.

Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang bercampur dengan cairan memekku mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan kon tol yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku. Tak lama kemudian tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar aku terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya kubayangkan saja.

Aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Hari dah menjelang sore. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang mengganjal memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku.
Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu dan dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 kontolnya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap-usap pantatku dan diremasnya. kon tolnya pun mulai ngaceng ketika menyentuh memekku. Terasa bibir luar memekku bergesekan dengan kon tolnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan memekku. “mamang nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari memekku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir memekku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar memekku diusap-usap. Dia berulang kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. ”Aarrgghh.. Sstt.Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit dari pangkuannya. Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di memekku.

Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan.
Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku. “Mang, lama amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku. Aku merasakan kon tolnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan karena kon tolnya makin dalam terselip di pantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji pelernya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku.

Sesaat dia mengusap usap jembutku, lalu mengusap memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar memekku. Dia mengusap berulang kali. itilku pun menjadi sasaran usapannya. “Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan kon tolnya makin kuat menekan pantatku. Aku merasa lendir membanjiri memekku. Aku jongkok agar memekku terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir memekku dengan mengusapkan 2 jariku.

Ketika menengadah kulihat kon tolnya telah berada persis didepanku. kon tolnya telah ngaceng berat. “Mang, kuat banget sih, baru aja ngecret di memekku sekarang sudah ngaceng lagi”, kataku sambil meremas kon tolnya, lalu kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung kepala kon tolnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala kon tolnya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya.
Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala kon tolnya ke celah di antara bibir memekku. ”Argh, aarrgghh..,!” rintihku. Dia menarik kon tolnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar memekku ikut terdorong bersama kon tolnya. Perlahan-lahan menarik kembali kon tolnya sambil berkata “Enak neng?”. ”Enaak banget mang”, jawabku!” Dia mengenjotkan kon tolnya dengan cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku. “Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan kon tolnya kembali menghunjam memekku. Aku terpaksa berjinjit karena kon tol itu terasa seolah membelah memekku karena besarnya. Terasa memekku sesek kemasukan kon tol besar dan panjang itu.

Kedua tangannya dengan erat memegang pinggulku dan dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku. “Aarrgghh.., aarrgghh..!Mang.., aku nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.
Rupanya dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi. “Aarrgghh.., neng”, kata nya sambil menghunjamkan kon tolnya sedalam-dalamnya. “Mang.., sstt, sstt..” kataku karena berulangkali ketika merasa tembakan pejunya dimemekku. “Aarrgghh.., neng, enaknya!” bisiknya ditelingaku. “Mang.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien tot mamamng”, jawabku karena nikmatnya nyampe. Dia masih mencengkeram pantatku sementara kon tolnya masih nancep dimemekku. Beberapa saat kami diam di tempat dengan kon tolnya yang masih menancap di memekku. Kemudian dia membimbingku ke shower,menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat.

Setelah selesai aku keluar duluan, sedang dia masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi. Hari dah mulai gelap. Aku menyiapkan makan malem sambil tetep bertelanjang bulat. Masakanku tadi siang kuangetin lagi, demikian juga nasinya. Diapun keluar kamar bertelanjang bulat juga, sepertinya dia masih mau sekali lagi. Kami nyantap makanan sambil ngobrolin kenikmatan yang baru kami nikmati. “Mamang pengalaman sekali ngegarap tubuhku, sampe aku klojotan berkali2, biasanya garap siapa mang?. “Iya neng, biasanya aku suka maen ma pembantu2 aja yang pengen kugarap, baru sekali ini maen ma yang punya rumah. jau lebi nikmat lah ma neng, neng mana cantik, putih, mulus lagi”.
Setelah makan, aku ngajak duduk di sofa. dia memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya. Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas gemes toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung aku bangkit.

Aku bersimpuh di depannya dan ternyata kon tolnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras. Kepala kon tolnya ku raih, ku belai dan sebelum penuh ngacengnya langsung aku kulum kon tolnya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya kon tolnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh. “Mamang hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mang”, kataku yang juga sudah terangsang. Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke kamar.

Aku berbaring diranjang yang masih berantakan sisa pertempuran seru tadi. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, diteruskan dengan membuka kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku. “Aku suka melihat memek neng” ujarnya sambil membelai bulu jembutku. Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir memekku. Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka memekku dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir memekku, aku makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari memekku.

Dia terus memainkan memekku seolah tak puas-puas memperhatikan memekku, kadang kadang disentuh sedikit itilku, membuat aku penasaran. Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang memekku yang sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk memekku, dan saat dihisapnya it ilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku, benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak..“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi. “Ayo dong mang, aku pingin dientot lagi” ujarku.
Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan kon tol gedenya ke arah memekku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang kon tolnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir memekku. Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala kon tolnya telah menyentuh di antara bibir memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala kon tolnya mulai menyelinap di antara bibir memekku dan menyelusup lubang memekku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku lembut. Kali ini aku lebih dapat menikmatinya. Makin ke dalam.. Oh, nikmat sekali. kon tolnya semakin masuk. Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas.

Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya hingga aku kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku. Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak.

Tak tahan aku berteriak, terus Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak menyesal ngen tot dengan dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam ngen tot, dia dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.
Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan kon tolnya. Kali ini aku ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku. Dan kon tolnya dipompakan dengan penuh napsu, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai apa saja yang kudapat.

Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan kon tolnya makin cepat. Gesekan di dinding memekku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh batang kon tolnya serta digoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilku. Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. tiba tiba dia dengan cepat mengenjot lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan. Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.

Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. Dengan sisa tenagaku aku keluarkan kon tolnya dari memekku. Dan kuraih batang kon tolnya. Tanpa pikir panjang, kon tol yang masih berlumuran cairan memekku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali memekku yang berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kon tolnya.

Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku orgasme. Dihisapnya it ilku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku agar bibir memekku merapat ke bibirnya. Ingin aku berteriak tapi tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat kon tolnya dan kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati orgasme.
“Neng, aku mau ngecret di dalam memek neng ya”, katanya sambil menelentangkan aku. “Ya, mang”, jawabku. Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, kon tolnya yang besar sudah kembali menyesaki memekku. Dia langsung mengenjot kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga kon tolnya nancap semuanya ke dalam memekku dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat.

Herannya, ngecretnya yang ketiga masih saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil memelukku erat2. “Neng, nikmat sekali ngen tot sama neng, memek neng kuat sekali cengkeramannya ke kon tolku”, bisiknya di telingaku. “Ya mang, aku juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman memekku terasa kuat karena kon tol mamang kan gede banget. Rasanya sesek deh memekku kalau mamang neken kon tolnya masuk semua”. “Sayangnya aku kudu balikl neng, kudu nyiapin dagangan sayur buat besok lagi. Suaminya blon pulang ya neng”. “Ah dia kalo dah kerja ya lupa ma aku mang. Kalau ada kesempatan, aku dientot lagi ya mang”, jawabku.


Sunday, September 1, 2019

Bersetubuh dengan Penjual Obat Kuat

Sudah lama akun ingin jujur kepada suamiku karena aku sudah selingkuh. Tetapi suamiku adalah tipe laki laki yang tidak suka di bohongi.

Bersetubuh dengan Penjual Obat Kuat

Panggil saja namaku dengan sebutan andin. aku seorang ibu rumah tanggak beranak 1 dan baru berusia 26 tahun. anakku kini berusia 4 tahun dan usia suamiku kini 30 tahun. aku ibu muda yang selalu memperhatikan keindahan tubuh dan selalu merawat vaginaku agar tetap singset dan rapet. semua itu aku lakukan semata - mata demi suamiku agar dia tidak berpaling kapada wanita lain.

Aku sungguh beruntung sekali terlahir dengan keadaan disik yang bisa dikatakan cantik dan menarik. ( itu pendapat dari orang - orang loh . hihihi ) kulitku yang putih lembut, body sintal . perut singset. payudara montok. dan pantat semok yang membuat suamiku cinta dan selalu nafsu jika berduaan dengaku. karena sering merawat tubuh walaupun aku sudah mempunyai anak namun aku masih seperti perawan.

Aku dan suamiku sama-sama penggila seks, arti kata penggila sex disini bukan sering selingkuh, tapi kami berdua jika bercinta sangatlah liar dengan penuh varasi piosisi sex. Bahkan semua gaya sex yang ada di buku kamasutra sudah pernah kami peragakan ktika kami bercinta. Bahkan jika aku tidak datang bulan aku dan suamiku bisa ML sehari sampai 3 kali, dan itu hampir setiap hari.

Aku sungguh sayang sekali dengan suamiku, selain dia kuat dalam berhubungan sex, dia juga seorang pekerja keras dan sayang sekali kepada anak istri. Dari hasil kerja kerasnya diusia rumah tangga kami yang baru 4 tahun ini kami sudah mempunyai rumah yang layak huni,mobil,dan tabungan pribadi dan tabungan untuk

Oh iya suamiku bukanlah seorang pegawai kantoran ataupun pegawai negri. Dia adalah seorang wirausaha yang mandiri dan pandai melihat peluang bisnis. Alhasil dari ketekunanya kami sudah memiliki asset yang lumayan. Dia selalu menuruti keinginanku begitu pula untuk anak lelakinya, tak pernah sekalipun dia menolak atau tidak memberikan yang aku dan anakku inginkan.

Suamiku dan aku sama-sama setia dan pengertian, sebagai seorang wanita yang hanya menjadi ibu rumah tangga aku sangatlah menghargai suamiku tercinta, sebut saja nama suamiku Ardhi. Kehidupan rumah tangga kami sangatlah bahagia dan romantis. Namun entah mengapa akhir-akhir ini daya sexsualnya Mas Ardhi menurun drastis, padahal diakan masih berusia 30 tahun,huftt. Pada akhir-akhir ini jika aku hitung rata-rata Mas Ardhi hanya berhubungan sex denganku semingu 2 kali itupun jika aku yang meminta. Dalam setiap berhubungan sex kita hanya satu kali ML saja, dan yang lebih parahnya setiap kami ML mas Ardhi hanya bertahan paling lama 3 menit. Beda sekali dengan dulu dia kuat dan selalu minta tambah jika ML denganku.

Sempat aku berfikir dia mempunyai selingkuhan karena dia kurang bergairah denganku. Namun sekitar kurang lebih satu bulan aku menyelidiki secara diam-diam dari handphone serta teman-temanya, dia tidak ada indikasi selingkuh sedikitpun. Sampai disitu aku masih bersyukur suami masih setia walupun dia tidak seperkasa dulu dalam berhubungan sex.
Setiap berhubungan sex denga suamiku aku sebenarnya selalu tersuiksa, kenpa aku berkata sepertin itu ?? karena aku tidak bisa mendapat klimaksku, gimana mau klimaks baru 2 menit aja dia udah negcrot,huhh. Dari kebiasaan kami yang dulu sering bercinta dengan sekali bercinta bisa 1 sampai 3 kali sehari kelemahan alat vital suamiku lama-lam menjadi beban untuku.

Aku selalu mencari cara secara diam-diam bagaimana cara mengembalikan daya sexsual dan keperkasaan bercinta suamikuagar seperti dulu lagi. Aku sudah melakukan sebuah cara, dari mulai bercinta dengan tema kostum,hardcore bahkan memberi dia jamu herbal. Semua hal itu percuma, tidak ada perubahan sedikitpun.

Agar suamiku tidak tersinggung, ketika bercinta aku selalu berpura-pura mendesah dan merasa puas. Dan aku juga memberi jamu herbal dengan alas an agar stamina dia saat bekerja tidak drop, jika aku terang-terangngan berkata bahwa dia kurang strong saat ML bisa-bisa dia kecewa padaku, dan jika aku berbicara langsung tentang kelemahan alat vitalnya bisa-bisa dia minder saat Ml denganku.

Dengan gejala-gejala iru aku curiga mas ardhi mengalami ejakulasi dini, karena jika aku membaca artikel diinternet itu adalah ciri-ciri ejakulasi dini yang jika dibiarkan saja lama-lama dia bisa impoten,huh gawat kalau impoten deh. Sampai pada akhirnya aku mendapatkan ide, secara tidak sengaja aku membaca artikel tentang obat kuat merk “A” produk dari amerika.
Nah dari situlah aku mempunyai inisiatif untuk membelikan obat kuat untuk suamiku. Dari hasil browsing di internet akhirnya aku menemukan sebuah took yang menjual berbagai macam obat kuat, Toko obat kuat jika ditempuh dari rumahku sekitar setengah jam. Sebenarnya bisa-bisa saja sih transaksi online dan obat kuat itu bisa dipaketkan.

Namun sekali lagi aku tidak ingin suamiku tahu jika aku akan membelikan obat kuat untuknya, hal itu untuk menjaga perasaanya. Akhirnya setelah mengetahui alamat toko itu sehari setelahnya aku segera pergi ketoko itu. Kalau para pembaca bertanya tentang anakku, ananku sudah ada yang mengasuh, dari pagi sampai sore anakku ikut dengan pengasuhnya dirumahnya.

Pada hari itu sekitar jam 8 pagi setelah mas Ardhi pergi untuk berwirausaha aku segera berangkat ke took obat kuat itu. Aku pergi dengan naik motor agar cepat karena jam-jam segitu biasanya jalanan macet. Aku berjalan menyusuri jalan raya dengan motor maticku demi mendapatkan obat kuat itu. Sekitar 45 menit aku aku menempuh perjalanan akhirnya aku sampai juga.

Didepan tokonya tertera tulisan Toko Obat Kuat Mas Budi yang menyediakan berbagai obat kuat. Sesampainya disana aku langsung memarkirkan motorku depan tokonya yang berukuran 3×3 meter. Toko berkaca gelap dan penuh stiker yang bergambar dan menuliskan semua produk obat kuatnya. Jadi jika dilihat dari luar isi dalam tokonya tidak terlihat.

Toko itu nampak sepi, dan kayaknya yang datang pertama kali adalah aku. Demi mas Ardhi saat itu aku masuk ke toko itu tanpa ragu-ragu. Aku buka pintu toko itu dan disambutlah seorang pemuda tampan yang gagah dan kira-kira dia baru berusia 21 tahun menyambutku,

“selamat pagi mbak, ada yang bisa saya bantu???,” ucap ramah penjual obat kuat itu.
Saat itu ditoko hanya ada aku dan pria penjual obat kuat itu. Ketika dia menyapa entah mengapa aku tidak langsung menjawab. Aku sempat terpesona dengan wajah ganteng dan tubuhnya yang berotot. Tubuhnya berotot namun tidak lebay ototnya. Saat itu tiba-tiba saja terlintas difikitranku jika aku Ml sama dia pasti aku bakal orgasme berkali-kali, 

“mbak…mbak…mabak kesini mau cari apa??? Obat kuat atau obat rapet buwat alat vital wanita mbak???,” tanyanya lagi.

Saat itu aku masih diam saja, sampai pada akhirnya dia keluar dari balik etalase dan lamunan mesumku pun buyar begitu saja,

“permisi mbak, ditanya kog diam aja sih mbak,” ucapnya tepat berada didepanku.

Sontak saat itu aku kaget dan gugup, aku yang melamun karena melihat dia akhirnya menjawab dengan gagap,

“oh iya mas, maaf mas saya tadi bengong, efek belum sarapan kali yah mas,hhe…,” ucapku.

“hhee… iya kali mbak, oh iya tujuan mbak kesini mau cari apa??? Obat kuat lelaki, obat perawat alat vital wanita,atau obat pewangi alat vital wanita???,” ucapnya menawarkan produknya.

“saya mau cari obat kuat buwat suami saya Mas, akhir-akhir ini dia kurang bergairah dan saat berhubungan intim dia tidak tahan lama,” ucapku menjelaskanya. 
“oh begitu, mendingan mbak beli obat kuat merk A ini saja, ini produk terlaris dan palimg manjur mbak, sayan sendiri aja suka pakai yang ini jika saya berhubungan intim sama cewek saya, babak pertama hamper satu jam loh mbak dengan meminum satu pil saja,” ucapnya.

Wahhh… gila masak cowok ini ronde pertama bisa hamper 1 jam, pasti puas banget yang jadi cewek dia, ucapku dalam hati,

“masak sih mas ??? hebat sekali yah ebrarti obat ini, pasti suami saya bakal kuat lagi yah kalaun minum in,hhe..,” ucapku dengan girangnya.

“Tapi beneran nggak nih mas bahaya ngak nih obat, masak iya sih bisa hampir sejam, buktinya mana coba,” ucapku.

Aduhhh sial… kog aku berkata kayak gitu sih, keceplosan deh aku kalau aku nafsu ngelihat dia, kataku dalam hati,

“aduh kog pakai bukti segala sih mbak,emangnya mbak mau buktiin sama saya,” ucapnya dengan penuh percaya sendiri.

Ketika ditanya seperti itu tiba-tiba saja detak jantungku berdegup dengan kencang, dan vaginaku tiba-tiba kedutan. Saat itu aku bingung harus mejawap apa,dalam hati aku ingin sekali ml sama dia, namun disi lain aku berfikir jika bercinta sama dia berarti aku selingkuhin mas Ardhi dong. Ditengah-tengah aku berfikir,penjual obat kuat itu bertanya lagi,

“kog diem sih mbak, bagaiman mbak mau bukti apa nggak,” ucapnya.
Dia semakin berani saja menghadapkan aku pada pertanyaan yang sama, serasa dia tahu isi dalam fikiranku. Seketika itu wajahku memerah dan tidak bisa berkata apapun. Tidak aku sangka penjual obat kuat itu tiba-tiba saja menarik tanganku dan mengarahkan tanganku pada penisnya,

nih mbak pegang saja mbak alat vital aku, ini hasil dari rutinya aku minum obat yang aku jual,” ucapnya sembari tanganku disenruhkan pada alat kelaminya dari luar celananya.
Saat itu aku masih terdiam saja, seakan mulutku terbungkam dan hanya pasrah saja dieprlakukan seperti itu. Memang penis lelaki itu besar sekali, padaghal itu belum ereksi gimana coba kalau ereksi,

“kog masih diem mbak, kaget yah pegang penis aku yang besar ini?? Ini belum ereksi loh mbak,” ucapnya semakin frontal saja.

Gila kog dia tahu yah apa isi difikiranku. Akhirnya akupun tergoda juga dengan penjual obat kuat itu,

“Eummmmmmm… gimana mas yah, aku… aku takut ka…,”
Belum sempat aku meyelesaikan perkataanku dia tiba-tiba sajadia mengendongku, lalu mebawaku kaerah pintu masuk,

“udah mbak, nggak usah ragu dan takut, sebentar yah aku kunci dulunpintunya,” ucapnya.

Saat itu dia mengendongku sembari mengunci pintu masuk toko itu,

“ceklek…”

“sekarang aku bakal buktiin ke mbak jika obat kuat yang aku jual ampuh sekali,” ucapnya.

Saat itu dia berkata sambil menggendongku kebalik etalase tempat dia duduk tadi. Setelah sampai dibalik etalase aku ditidurkan dikasur lesehan dibalik etalase,

“bentar yah mbak aku minum obat kuat dulu,” ucapnya.

Saat itu aku hanya diam dan pasrah saja sambil duduk dan menunggu penjual obat kuat itu beraksi. Dia mengambil obat kuat dan meminum satu pil. Setelah minum dia kembali kepadaku,

“oke mbak kita mulai yah,” ucapnya.

Waktu itu seakan aku terhipnotis dan hanya pasrah saja yang aku lakukan,

“Oh iya kita kenalan dulu yah, kenalin nama aku Budi pemilik toko ini mbak,Mbak siapa namanya,” ucapnya.
“eeeee…. Eeee… nama aku Sinta mas,” ucapku menyamarkan namaku.

Aku menyamarkan namaku untuk antisispasi saja,

“okey sin, sekarang kamu kulum dulu yah penis aku,” ucapnya sembari melucuti celana jeans dan celana dalamnya.

Dia menyodorkan penisnya yang panjang dan besar didepan wajahku. Luar biasa penis orang indo ada yang sebesar bule ucapku kagum dalam hati. Karena sudah dihadapkan dengan penis seperkasa itu akupun lalu menyambarnya. Aku genggam penis Mas Budi dan aku jilati ujung penisnya,

“Slurrrrrrrpppp…. Slurrrrrrrpppp…. Slurrrrrrrpppp…. Slurrrrrrrpppp….” Suara jilatanku.

“ssssssssssshhhhhh…eughhhhhhhhhhhhhhhh…mbak pintar juga yah manjain pria,Oughhhh…terus jilati mbak..ahhhh..,” ucap Budi.

Dengan penuh gairah sex aku melakukan blowjob pada mas budi. Aku gengagm kuat-kuat penisnya dan aku jilati sampai dia meringis kegelian,

“iya terus Sin, oUhhhhh…geli sin… Ahhhhh…masukin kontol aku kemulut kamu Sin..Ahhhhh..,” ucapnya dengan merem melek.

Saat itu aku tidak ingin mengkulum penis Budi dulu, aku masih ingin menjilati seluruh bagian penis besarnya itu. Melihat Penis Budi yang bersih dari bulu kemaluan jilatankupun langsung berpindah pada buah zakarny. BUah zakarnya sungguh ebsar dan masih ekncang sekali, beda sama mas Ardhi pokoknya deh. Aku jilati secara merata buah zakar dan sesekali aku jilati selangkanganya,
“Ouhhhhh.. Sinn… Sssssshhhh… enak banget Sin, kamu hebat Sin, pasti suami kamu puas banget kalau bercinta sama kamu,Ahhhhhh..,”ucapnya meracau nikmat.

Aku etrus jilati buah zakar dan selangkangan Budi hingga pada akhirnya aku kulum juga penis Budi,

“Haeeeppppp…Slurppppp… Slurppppp… Slurppppp… Slurppppp…” suara kulumanku.

Penis Budi aku masukan kedlam mulutku, aku hisap kuat-kuat dan aku maju mundurkan kepalaku,

“Ohhhhhh…enak Sin… terus kulum… Ahhhhhh…sambil dikocok yah…Ouhhhh..,” ucapnya meintaku mengocok sembari mengkulum penisnya.

Aku turuti permintaan dia, aku kocok penisnya sembari aku keluar masukan penisnya dari mullutku. Aku genggam penisnya dengan tanganku dan aku kocok dengan penuh gairah sex. Budi nampak nimat sekali merasakan seponganku,dia meracau sembari kakinya naik turun merasakan seponganku. Saking nikmatnya jika memaju mundurkan pantatnya seperti gerakan saat ML,

“Ohhhh.. . Sin…baru kali ini aku merasakan sepongan senikmat ini,terus sin sepong yang kuat Sin,Ouhhhh..,” ucapnya terus meracau nikmat.
Aku himpit kuat-kuat penisnya dengan bibirku dan aku keluar masukan penisnya secara terus menerus. Benar-benar perkasa sekali Budi ini, padahal jika mas Ardhi aku sepong dan aku kocok seperti ini pasti pejuhnya bakalan cepet ngecrot. Memang benar apa kata Budi, obat kuat itu sungguh manjur sekali. Aku terus mengkulum kontol besar Budi dengan penuh nafsu.
Budi selalu meracau sepanjang aku mengkulum penisnya. Walaupun aku sudah mengkulum pen isnya kurang lebih 15 dan nafsunya juga sudah begitu memuncak ketika aku sepong, namun spermanya tak kunjung muncrat juga dimulutku, 
“Sin, ouhhhhh… udah yah nyepongnya, sekarang giliran aku yah yang manjain kamu,Ahhhhh..,” ucapnya.

Akupun menghentikan kulumanku dan aku kelaurkan penisnya dari dalam mulutku,

“iya mas, aku juga udah pingin ML nih, kayaknyamemek aku juga udah basah sedikit,hihihi..,” kataku.

“masak sih,hhe… yaudahb kamu telanjang dulu yah,” pintanya.

“iya mas,”

Dengan semangatnya aku melepas semua pakaian dan dalemanku, dalam seketika akupun bugil,

“tubuh kamu mulus banget ya Sin, aku jadi tambah nafsu ngelihat kamu bugil gini,hhe..,” ucapnya sembari mengelus-elus penisnya.

“oh iya kamu yang diatas dulu yah, biar kamu puas,” ucapnya lagi.

“iya mas” jawabkub singkat.

Budi segera tidur terlentang dikasur lesehan dan aku yang sudah nafsu sekali dengan cepatnya berada diatas Budi. Agar vaginaku tidak sakit ketika diamasuki penis besar Budi, saat itu aku gesek-gesekan dulu penis budi di vaginaku. Aku gesek-gesekan penis budi pada clitorisku,

“Eummmm…Ahhhhhh…Sssssshhhh…Huhhhhh…,” desahku.

Aku gesek-gesekan penis budi pada clitorisku dengan gerakan cepat, rasanya saat itu bulu kudukku berdiri semua,

“ayo Sin cepetan masukin, udah becek tuh memek kamu,ahhhhhh..,” pinta Budi.

Karena memekku sudah basah akupun segera membenamkan penis yang besar itu dalam vaginaku,

“Sluppp…iclikkk…iclikkkk… iclikkkk iclikkkk…Ahhhhh…,”

Penis budi yang memang besar saat itu tidak langsung masuk semuanya, awalnya baru masuk ujungnya saja. Aku keluarkan lagi penisnnya dan aku gesek-gesekan lagi penisnya lalu aku benamkan lagi,

“iclikkkk… iclikkkk… iclikkkk…Blesssssssssssssssssssssssss….Ouhhhhhhhhhh… Ssssssshhh..sakit..Ahhhh..,” ucapku kesakitan karena kemasukan penis sebesar itu.

“kenapa Sin, Ouhhhh…memek kamu masih sempit kayak perawan Sin…ahhhh..,” kata Budi.

“Sakit Mas, habis kontol kamu gede banget..Ahhhhh..,” kataku sembari membiarkan penis budi tertancap pada vaginaku dan tubuhku menidndih dia..

“ayo digoyang Sin, nanti juga enak Sin, mungkin memek kamu belum terbiasa dengan penis sebesar punyaku,Oughhhhh..,” ucapnya.

Melihat aku yang masih diam saja Budipun mulai beraksi dengan menaik turunkan penisnya dengan perlahan,

“Zlebbbbbbbbbb… Zlebbbbbbbbbb… Zlebbbbbbbbbb… Zlebbbbbbbbbb…,” suara penis Budi kelaur masuk darin penisku.

“Ouhhhh, Masss…. Euhhhhhh..Ssssssshhhh..Ahhhhh..,” ucapku merasa nikmat bercampur ngilu.

Budi terus menyodok memekku dengan perlahan dari bawah. Untuk beberapa saat aku masih kesakitan, namun kira-kira budi menyodok memekku dari bawah selama 5 menit aku mulai merasakan nikmat. Memekku semakin basah dengan lendir, dan nampaknya aku sudah mulai bisa beradaptasi dengan penis raksasa milik budi,

“Ahhhhh… enka mas…terus mAs…Oughhhhh….udah nggak sakit Mas…Ssssshhh..,”ucapku merasakan nikmat.

“iya Sin, Ouhhh…memek kamu ebnar-benar seprti anak gadis..Ahhhh..,” katanya sembari meyodok memekku.

Karena sudah merasa nyaman dengan penis Budi, tubuhku yang tadinya menindih tubuh Budi saat itu mulai tegak. Aku mulai beraksi dan bergoyang diatas penis Budi. Aku bergoyang naik turun dengan liarnya. Pantatku naik turun seiring vaginaku yang tertusuk oleh penis Budi,

“Ouhhhh…Plakkk…. Plakkk…. Plakkk….Sssssshhh.. Ahhhhh…Plakkkkk…,” suara desahan berdampingan dengan suara kulit kami yang saling bertemu.

“terus naik turun kayak gitu Sin, nikmat sekali Sin memek kamu…Ouhhh..,” katanya.

Aku keluarkan jurus-jurus sexsku pada Budi. Aku entot budi dengan liarnya. Aku memang mahir sekali dalam gaya sex women on top. Aku goyang kekanan kekiri dan aku jepit penis budi dengan memekku,

“Sin, enak sekali Sin,Ahhhh..,” ucap Budi.

“iya Mas.. Ahhhhhh…Euhhhhh…Ahhhhh..,”desahku.

Aku terus berakasi diatas penis Budi, bagian dalam vaginaku rasanya terisi penih olehpenis besar Budi, benar-benar besar dan perkasa sekali budi ini. Padahal sudah hampir setengah jam kami bercinta namu dia tetap saja belum orgasme,

“Mas, aku capek mas, kamu diatas gtantian yah, memek aku udahbecek banget mas, aku udah kelaur 3 kali tadi.. ahhhhh..,” ucapku.

“iya Sin, kita pakai gaya doggty style yah… ” ucapnya.

“terserah kamu mas,” kataku.

Aku segera menyingkir dari atas budi, dan aku segera mengganti posisi sex ku dengan gaya doggy style. Posisiku sat itu sperti bayi yang akan merangkak. Budi yang udah terbakar nafsu itu kemudian segera menghajar emmekku dengan posisi sex doggy stye. Dia tusukan penisnya dari belakang sembari kedua tanganya berpengangan pada pinggangku,.

“Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb…. Ahhhhhhhhhhhhhhh….Euuhhhhhhhh..,” desahku merasakan penis budi yang kembali masukn didalam vaginaku.
“gimanas Sin enak yah,Ouhhhh..,” ucapnya.

“Eughhhh..iya Mas…Ahhhh…,” jawabku sambil melenguh.

Lau Budipun segera beraksi dan mengajar memekku tanpa ampun. Denga posisi doggy style itu penisnya benar-benar dikerahkan sepnuh tenaga untuk memberi aku kenikmatan sex,

“Ahhhhh… Ouhhhh Mas…. Aouw.. Uhhhh… ssssssshhhhh.. enak Mas…eughhhh…,” desahku.

Saat itu aku mendesah liar, aku seakan tidak bisa mengendalikan diri karena sodokan penis budi sungguh cepat dan luar sekali. Dia terkadang menyodokan kekanan, terkadang juga dia menyodok kearah kiri. Vaginaku rasanyas eprti mau robek saja saat itu. Tak hanya itu Sat Budi menegakkan tubuhnya lalu penisnya ditusukan dalam-dalam pada vaginaku.

Dengan posisi sex yang seperti itu otomatis G-spotku terkena penis Budi. Aku mendesah kencang dan tidak terkontrol lagi. Entah sudah berapa kali aku orgasme saat itu, memekku rasany panas,nikmat,dan becek sekali. Rasanya saat itu sungguh luar biasa. Tubuhku selalu bergetar dan sesekali mengejang ketika aku orgasme.

Budi dengan kuatnya secara konstan menyodok vaginaku secara terus emnerus,

Mas..kog belum kelaur-lkeluar sih, akub udah nggak kuat mas… Uhhhhhh..,” ucapku dengan posisi menungging.

“bentar lagi ya Sin,ini akan jadi hal terindah dalam hidup kamu,Ouhhhhh..,” ucapnya dengan terus menyodok memekku.

Baru saat itu aku merasa kwalahan dientot sama cowok, sekuat-kuatnya mas Ardhi dulu tidak pernah sekuat Budi saaat bercinta. Saat itu aku melirik jam tanganku, gila kami sudah Ml selama 50 menit, jika dihitung dengan foreplay kami sudah 1 jam lebih 5 menit. Pantas saja memekku terasa panas dan becek sekali,

“mas aku udahngak kuat mas, Ahhhhhhhhhhhhhh…ayo mas keluarin..ouhhh…,” ucapku sudah tidak tahan dientot sama kontol Budi.

“sekarang ganti posisi sex yah biar aku cepet keluar,kamu tengkurap bias penis aku kejepiy memek sama pantat semok kamu in yah,” ucapnya.

Tanpa menjawab aku segera melakukan hal itu. Saat itu aku segera tengkurap dengan posisi penis Budi yang masih menancap didalam vaginaku,

“nah pintar kamu Sin,” ucapnya.

Budipun segera beraksi kembali. Tubuhnya menindih tubuhku,dan hanya pantatnya saja yang bergerak naik turun,

“Ouhhhh… enak banget gaya sex ini Sin, Ahhhhh…aku bakal cepet keluar nih..Ouhhhh..,” ucapnya.

“eughhh… eughhh… eughhh… eughhh…,” desahku.

Aku hanya bisa melenguh saja, rasanya sungguh lemas dan memekku terasa becek dan panas sekali karena terus disodok penis Budi. Desahan Budi yang tadinya jarang, dengan gaya sex yang terakhir dia melenguh liar secara terus menerus. Kira-kira selang 5 menit melakukan gaya sex tengkurap tadi budipun berkata,

“Sin keluarin diman, aku mau keluar ini,Oughhhhh..,”ucapnya dengan terus meyodok memekku.

“didalem Mas…Oughhhhhh…,” jawabku.

Setelah beri cara seperti itu tiba-tiba tusukan penis Budi berhenti dan penisnya yang didiamkan bersarang pada liang vaginaku,

“aku keluar Sin,ahhhhhhhhhhhhhh….,”

“cruttttttttttttttttttttttttttt…..Crutttttttttttttttt…Crutttttttttttttttt…cruttttttttttt…crutttttt..,”

Luar biasa sperma Budi sungguh banyak sekali yang masuk didalm vaginaku, sampai 5 kali nembak spermanya saat itu. Dinding-dinding rahimku berasa penuh dialiri sperma budi. Sungguh pria subur dan perkasa budi ini,

“Iya Mas,…. Ahhhhhhhhhhhhhhhhh…hangat masss…..Ughhhhhhh…,” ucapku mendesah nikmat.

Setelah sama-sama orgasme kamipun terkapar lemas. Budi membiarkan penisnya tertancap divaginaku. Tubuhnya menindihku, dan nafas kami saling bersahut-sahutan karena kelelahan. Lendir kawin kami bercampur aduk didalam rahimku. Budi lemas dan aku super lemas rasanya. Memekku serasa panas dan perih setelah ML dengan Budi.

Setelah beberapa saat kami berdiam diri menikmati sisa-sisa orgasme dicabutlah penis Budi dari vagina,

“Sluppppppppppppppp….. Prettttttttttttttttttttttttttttt….Syurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…Syurrrrrrrrrrrrrr…,”

Setelah penis Budi dicabut dari vaginaku, memekku mengeluarkan suara seperti kentut. Lucu sekali rasanya saat itu. Sperma Budi yang tadi masuk didalam liang vaginaku mulai keluar dari memekku hingga membasahi kasur lesehan Budi. Singkat cerita setelah itu aku segera pergi kekamar mandi yang ada di dalam ruko Budi untuk membersihkan vaginaku karena terbanjiri pejuh Budi.

Rasanya sungguh perih vaginaku ketika aku pipis sembari membasuh vaginaku dengan air. Selesai membersihkan vaginaku aku segera kembali kedepan dan memakai kembali pakaianku. Seraya aku memakai baju Budi membersihkan penisnya dengan tissue,

“gimana udah percaya sekarang gimana khasiat obat kuat yang aku jual Sin,hhe,” ucapnya sembari memakai celananya kembali.

Iya aku percaya banget Mas,aku beli 2 botol yah,” ucapku.

“Udah nggak usah Beli, itu bonus deh buwat kamu karena kamu udah puasin aku,okey,”

“baik banget sih kamu Bud, makasih yah, semoga suamiku seperkasa kamu yah,hhe…” ucapku.

Setelah bercinta dengan Budi dan mendapatkan obat kuat gratis dari Budi akupun segera pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku segera pergi kekamar dan beristirahat karena tubuhku terasa lemas dan vaginaku terasa perih. Tertidurlah denga pulas siang hari itu dengan rasa puas. Cukup segini dulu yah ceritanya.

Akan ku ceritakan di lain waktu tentang khasiat obat kuat dari budi pada suamiku. efek ML sama Budi masih membekas sakitnya,hhe.  Jadi tidak langsung ML sama Mas Ardhi.