Blog Archive

Popular Posts

technology-services>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-1

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

NEW10>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Friday, November 8, 2019

Kado Kenikmatan dari Mama Tiri

SahabatQQ - Namaku alex, cerita ini berawal sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu umurku 15 tahun . Saat ini saya dan ibuku sedang makan dan menonton film bokep. Aku selalu tinggal bersama ibuku. Ibuku sangat sayang kepadaku.

Kado Kenikmatan dari Mama Tiri


Aku dan Mama tinggal di sebuah rumah yang lumayan besar. Maklumlah, Kakekku (dari pihak Mama) adalah pengusaha yang sangat sukses. Dan Mama adalah penerusnya. Oh iya sebagai gambaran, saat itu Mamaku masih berusia 33 tahun. Hari ulang tahun Mama terpaut dua minggu dari hari ulang tahunku. Mama mempunyai wajah yang sangat cantik. Berkulit kuning langsat yang menambah kecantikannya. Dengan tinggi dan berat sekitar 165 cm dan 45 kg membuat Mama terlihat sangat ideal. Sedangkan buah dada Mama kuperkirakan berukuran 36 yang nantinya ternyata terbukti perkiraanku salah.

Kembali ke cerita awal. Pada saat asyik-asyiknya aku melahap makan malamku, Mama tiba-tiba berkata, Ton, besok kamu kan ulang tahun.Aku yang lagi enak-enaknya makan sih hanya mengangguk saja. Melihat aku yang tidak begitu menanggapinya, Mama berkata lagi, Kalo Mama nggak salah umurmu udah 17 tahun kan Dan seperti tadi, aku pun hanya mengangguk-angguk saja sambil tetap melahap makanan di depanku.

Lex, Mama ingin ulang tahunmu besok menjadi ulang tahun yang berkesan buatmu. Jadi kamu boleh meminta kado apa saja yang kamu mau. Aku yang mulai tertarik dengan ucapan Mama pun bertanya, Apa saja Ma..Iya, apa saja yang kamu mau, jawab Mama. Dengan hati-hati aku bertanya lagi, Ma, Toni kan udah gede.?Betul, Mama tau itu. Lalu.. tanya Mama penuh selidik. Alex rasa udah waktunya Alex tau yang namanya.. seks, kataku dengan hati-hati.

Kulihat Mama agak terkejut dengan perkataanku barusan. Tapi setelah dapat menguasai keadaan, Mama pun tersenyum sambil bertanya, Apa nggak ada kado lain yang lebih kau inginkan dari pada itu, Lex..?Tadi Mama bilang boleh minta apa saja, kok sekarang jadi menolaknya. Kalo Mama nggak mau ya udah. Beri aja Alex kado sweater atau baju seperti ulang tahun Alex yang udah-udah. kataku dengan wajah agak muram.

Wow, tunggu dulu donk Sayang. Kan Mama belon bilang mau apa nggak. Jadi jangan ngambek dulu donk.kata Mama dengan wajah sabar. Jadi.. boleh nggak, Ma..tanyaku dengan tidak sabar. Setelah Mama pikir, bolehlah. Buat anak tercinta sih apa saja boleh kok Sayang..jawab Mama.Terima kasih Ma. Alex sayang banget sama Mama. jawabku dengan antusias.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Seperti malam kemarin, aku dan Mama lagi makan malam berdua. Malam itu Mama terlihat cantik sekali. Mama tiba-tiba berkata, ?Alex, kamu udah siap menerima kado istimewamu..?? tanya Mama dengan tersenyum manis. Aku yang memang sudah tidak sabar langsung saja menjawab, Ya jelas siap donk, Ma.

Setelah selesai makan Mama menggandengku ke ruang televisi. Duduk di sini Sayang. Tunggu sebentar ya..! kata Mama sambil menyuruhku duduk di permadani. Mama lalu masuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian Mama keluar dari kamar. Aku terkejut, karena sekarang Mama hanya memakai baju tidur yang sangat seksi dan menonjolkan setiap lekuk tubuhnya. Di tangannya, Mama memegang beberapa buah CD. Mama lalu menuju ke VCD player lalu memasang CD yang dibawanya.

Setelah diputar, ternyata itu adalah VCD XX, VCD yang pertama kuingat berjudul ChowDown. Setelah duduk di sebelahku, Mama memandangiku sambil berkata, Kamu udah siap Lex..tanya Mama. Udah dari tadi Ma.jawabku.

Mama pun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Lalu sedetik kemudian Mama mulai mencium bibirku. Dengan refleks aku pun membalas ciumannya. Dan tidak lama kedua lidah kami pun bertautan. Mmmh.. mmhh.. mm..? hanya desahan saja yang terdengar kini dengan diiringi desahan-desahan dari film yang diputar di TV. Aku memeluk Mama erat-erat sambil tetap berciuman. Mama pun terlihat sudah sangat terangsang.

Tidak lama tanganku pun mulai menggerayangi tubuh Mama. Tangan kiriku mulai meremas-remas payudara Mama dari luar baju tidurnya. Sedangkan tangan kananku mulai meraba-raba selangkangan Mama. Ahh..! teriak Mama ketika tanganku menyentuh vaginanya.

Setelah sekitar 20 menit kami saling berciuman dan saling meraba, Mama melepaskan pelukan dan ciumannya. Lalu Mama menuntun tanganku untuk membuka bajunya. Tanpa diminta dua kali, tanganku pun mulai beraksi melepas baju tidur Mama dari tubuhnya. Sekarang Mama hanya memakai BH dan celana dalam saja. Mama tersenyum padaku lalu mendekatiku. Dan tidak lama, tangan Mama mulai berusaha melepas pakaian yang kukenakan. Aku hanya menurut saja diperlakukan begitu. Dan kini pun hanya tinggal CD saja yang melekat di tubuhku.

Dengan tubuh yang sama-sama setengah telanjang, aku dan Mama kembali berpelukan sambil berciuman. Hanya desahan saja yang terdengar di ruangan. Lalu perlahan tanganku membuka kaitan BH Mama. Melihat aku yang kesulitan membuka BH-nya, Mama tersenyum, lalu tangannya membantuku membuka BH-nya. Sekarang buah dada Mama yang indah itu pun terpampang jelas di depanku.

Tetek Mama gede banget sih. Toni suka deh, kataku sambil meraba payudara Mama. Jangan diliatin aja donk Sayang..! Dijilat dan disedot donk Sayang..! pinta Mama. Tanpa dikomando dua kali, aku langsung saja menjilati payudara Mama yang sebelah kanan. Sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara Mama yang sebelah kiri. Aahh.. Ohh..  teriak Mama ketika buah dadanya kujilat dan kusedot-sedot
Secara bergantian payudara Mama kusedot dan kujilati, sedangkan tangan kanan Mama meremas-remas batang penisku dari luar CD-ku. Dan tanpa sadar, Mama berusaha melepaskan CD-ku. Aku pun tidak mau kalah. Setelah puas menggarap payudara Mama yang besar itu, aku pun berusaha melepaskan CD Mama. Melihat kelakuanku yang tidak mau kalah, Mama hanya tersenyum saja. Sesaat kemudian kami berdua sudah telanjang bulat. Aku hanya dapat menelan ludah melihat tubuh indah Mama. Di selangkangan Mama, terlihat bulu-bulu yang tertata rapi membentuk segitiga.

Lex, kont0l kamu gede banget,? kata Mama takjub melihat batang penisku yang sudah menegang. Masa sih Mam..? tanyaku seakan tidak percaya, Tapi tetek Mama juga gede kok. Emang tetek Mama itu ukuran berapa..?? tanyaku lagi. ?Ukuran 38B, emang kenapa si Lex. Kamu suka kan..?tanya Mama. Ya jelas donk Mama sayang, mana mungkin Toni nggak suka.? jawabku, dan tanganku kembali meremas payudara Mama sambil menggigitnya. ?Aauwww..!? teriak Mama, ?Kamu nakal Sayang, masa tetek Mama digigit..? kata Mama manja. Maaf, Ma. Alex nggak sengaja. jawabku sekenanya. Nggak apa-apa kok Sayang, Mama suka kok. Kamu boleh memperlakukan Mama sesukamu. kata Mama sambil tangan kanannya masih meremas-remas kemaluanku.

Dan tidak lama Mama pun berjongkok, lalu tersenyum. Mama mendekatkan wajahnya ke kemaluanku, lalu mulai mengeluarkan lidahnya. ?Uuhh.. aahh.. enak Mam..!? aku berteriak ketika lidah Mama mulai menyentuh kepala penisku. Mama masih menjilati penisku, mulai dari pangkal sampai ujung kepala penisku. Dan kedua bijiku pun tidak terlewatkan oleh lidah Mama. Aku hanya memejamkan mata sambil mendesah-desah memperoleh perlakuan seperti itu.

Setelah sekitar sepuluh menit, aku merasa kemaluanku berada di sebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat ke bawah. Ternyata sekarang separuh penisku sudah masuk ke mulut Mama. ?Aahh.. oohh.. yeeahh.. enaakk ba..nget Maa..!? teriakku lagi. Kuperhatikan penisku diemut-emut oleh Mama tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah Mama bergerak-gerak dengan lincah seperti ular.

Dan sekarang kulihat Mama menyedot-nyedot bulu kemaluaku seperti mau dikeramasi. ?Maa.. enak Maa..!? aku hanya dapat berteriak. Aku merasa ada yang mau keluar dari penisku, aku tidak tahan lagi, dan seerr.. Aku kaget juga, kupikir yang keluar tadi adalah sperma, tapi tidak tahunya adalah air kencingku yang menyembur sedikit. ?Wah, ma?af Ma. Toni nggak sengaja.? kataku buru-buru dengan napas yang masih terengah-engah.

Tapi apa yang terjadi, Mama malah menjilati air kencingku yang berleleran. Gila.., sensasi yang kurasakan sangat luar biasa. Dan tiba-tiba Mama menarik tanganku dan mengajakku ke kamar mandi. Kamar mandi kami dapat dibilang sangat besar dan mewah. Sudah itu wangi lagi. Mama menuntunku menuju jacuzi, lalu Mama pun berlutut lagi. Batang penisku dikocok-kocok di depan wajahnya, terus disedot-sedot seperti makan es krim.

Ayo Sayang..! Sekarang kencingi Mamamu ini..!? kata Mama. Aku kaget juga. Tapi aku memang sudah tidak tahan lagi ingin kencing. Aku pun mengerahkan semua tenaga untuk kencing. Kulihat mulut Mama menganga dan lidah Mama seperti ular menelusuri kepala penisku. Dan ketika kulihat mulut Mama tepat di depan batang penisku, Maa.., Alex mo pipiis..!? teriakku. Kulihat air kencingku menyembur kencang sekali dan seerr.., masuk ke dalam mulut Mama.

Kuperhatikan mata Mama merem sambil mulutnya terus menganga menerima siraman air kencingku. Kepalang tanggung, akhirnya kumasukkan juga penisku ke mulut Mama sehingga air kencingku memancar dan muncrat keluar lagi berleleran di tubuh telanjang Mama. ?Enak nggak Ma..?? tanyaku setelah aku selesai kencing. Mama memandangku dengan manja, sedangkan mulutnya masih mengulum batang kemaluanku.

Setelah itu kedua bijiku pun dijilatinya. ?Kamu mau tau rasanya, Lex..?? tanya Mamaku setelah melepaskan kulumannya dari penisku. Boleh aja, Ma.? jawabku penuh semangat. Mama lalu menyuruhku tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku mengikuti saja perintah Mama.

Mama lalu berdiri dengan kedua kakinya berada di kiri kanan kepalaku. Dan sesekali kakinya digosok-gosokkan ke wajahku. Dan meskipun ada air kencingku yang berleleran di kaki Mama, aku tidak merasa jijik untuk menjilati kaki Mama. Setelah itu Mama perlahan-lahan mulai jongkok. Kuperhatikan pantat seksi Mama mulai mendekati wajahku. Aku menunggu dengan sabar sampai sesaat vagina Mama benar-benar berada tepat di atas mulutku.

Lubang kemaluan Mama terlihat sudah berlendir bertanda Mama sudah terangsang. Kujilati lubang kemaluan dan lubang anusnya secara bergantian. Mama menguakkan bibir vaginanya secara perlahan sampai-sampai aku dapat melihat lubang kemaluannya mengembang. ?Mama mau kencing nih. Minuumm.. Sayang..!? Mama merintih dengan sangat keras. Seerr.., dari lubang kencing Mama memancar cairan yang bening dan panas sekali, masuk ke mulutku dengan deras.

Entah karena sudah nafsu atau karena apa, kutelan saja cairan yang rasanya asin dan agak pahit yang keluar dari kemaluan Mama. Suara erangan kepuasan menggema di dalam kamar mandi itu. ?Bagaimana rasanya Sayang, enak bukan..? tanya Mama sambil matanya terpejam menahan nikmat karena vaginanya kujilat-jilat. Enak banget, Ma.? jawabku singkat.

Setelah itu Mama berdiri lalu duduk di sebelahku. Kedua kakinya dikangkangkan sehingga aku dapat melihat vaginanya dengan jelas. ?Sayang, sekarang kamu jilatin mem*k Mama ini..!? kata Mama sambil menunjuk ke arah vaginanya. Setelah itu Mama tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku langsung saja menuju bagian bawah pusar Mama. Kudekatkan wajahku ke vagina Mama, lalu kukeluarkan lidahku dan mulai menjilati vaginanya.

Ahh.. fuuckk.. yeaahh.. shiitt.. hisapnya itilnya Sayang..! Mama hanya dapat meracau saat kujilati vagina dan klitorisnya kuhisap-hisap. ?Ohh.. Aahh.. fuuck.. mee.. yeaahh.. masukin kont*lmu sekarang Sayang..! Mama udah nggak tahan..!? pinta Mama memohon. Aku pun perlahan bangun dan mensejajarkan tubuhku dengan Mama. Kugenggam batang penisku, lalu perlahan-lahan kudorong pantatku menuju vagina Mama.

Ketika memasuki liang senggamanya, Mama berteriak-teriak, apalagi ketika separuh penisku mulai menelusuri dinding vaginanya. Baru pertama kali aku merasakan kenikmatan yang luar biasa seperti ini. Rasanya seperti diurut-urut, enak seperti dielus-elus daging basah dan kenyal. ?Aahhkk enak se..kali.. Sayang..! Fuuck.. me.. hardeer.. honey..!? jeritan Mama memenuhi kamar mandi.

Setelah sekitar 10 menitan, aku mencabut batang kemaluanku dari lubang vagina Mama. Mama terlihat sangat kecewa ketika aku melakukan itu. Dan tidak lama kemudian aku meminta Mama untuk berganti posisi. Kuminta Mama untuk menungging. Lalu dari belakang kuremas-remas pantat Mama yang semok itu. Lalu kuarahkan batang penisku ke bibir vagina Mama. Setelah kurasa tepat, lalu kusetubuhi Mama dari belakang dengan doggie style.

Aduhh.. enak.. sekali Sayang..! Kamu.. pin..tarr.. Sayang..! jerit Mama ketika kusetubuhi dari belakang. Sedangkan aku pun tidak kalah hebohnya dalam berteriak, ?Maa.. mem3k.. nya.. e..naak..Rupanya gaya itu membuat Mama sudah tidak tahan lagi, sehingga sesaat kemudian, Sayang Mama mau sam..paai.. Aahh..! Mama berteriak keras sekali, dan aku yakin kalau kami tidak berada di rumah itu, orang lain pasti mendengar teriakan Mama.

Aku merasakan penisku seperti disiram cairan hangat. Walau kusadari Mama sudah mencapai puncaknya, aku tetap saja memompa batang penisku di dalam vagina Mama. Malah semakin giat karena sekarang liang Mama sudah licin oleh cairan Mama. Dan tidak lama, ?Maa.. Alex.. mau sampaaii nih..!? kataku ketika aku merasa mau orgasme. Cabut kont0lmu Sayaang..! perintah Mama. Segera saja batang kemaluanku kucabut dari liang Mama yang masih menungging.

Mama lalu berbalik kepadaku dan memegang batang penisku. Lalu dibukanya mulutnya dan Mama pun mulai mengulum kemaluanku. Aahh.. oohh.. hanya desahan itu yang keluar dari mulutku. Dan, creet.. croott.. crot.. air maniku menyemprot sebanyak sepuluh kali ke dalam mulut Mama. Mama tidak langsung menelan spermaku, melainkan memainkan spermaku di dalam mulutnya seperti orang yang sedang berkumur. Dan sebelum ditelan, Mama membuka mulutnya dan menunjukkan spermaku yang ada di dalam mulutnya itu. Baru setelah itu pejuku ditelan sampai habis.

Belum selesai sampai di situ, Mama menjilat-jilat batang penisku dan membersihkan sisa sperma yang masih menempel di kemaluaku. Rasanya ngilu, nyeri plus gimana gitu. Setelah itu kami berdua menuju ke ruang TV. Aku dan Mama duduk bersebelahan dalam keadaan telanjang bulat.

Bagaimana kadonya, Lex..? tanya Mama ketika sudah agak tenang. Luar biasa, Ma. Nggak ada kado yang sehebat tadi. Terima kasih, Ma. sahutku. Mama bahagia kalo kamu puas. Sebenarnya Mama juga menginginkannya kok.? jawab Mama.?Lalu kenapa Mama nggak minta ke Alex..? tanyaku lagi. ?Iya ya, kalo tau kamu punya kont0l segitu gedenya Mama pasti udah minta sejak dulu. Tapi nggak apa-apa kok, kan belon terlambat. Betul kan..?? sahut Mama sambil tersenyum manis padaku. ?Iya Ma. Tapi Ma, setelah ini masih ada ronde selanjutnya kan..? tanyaku. Kalo kamu masih kuat, ya pasti donk Sayang.. jawab Mama manja. Alex sayang banget sama Mama,? kataku. Mama juga sayang banget sama Alex. jawab Mama.

Setelah berisrirahat secukupnya, kami berdua melanjutkan persetubuhan kami sampai jam dua pagi. Setelah itu kami berdua tidur dalam keadaan telanjang bulat. Dan keesokan harinya aku dan Mama, yang kebetulan lagi tidak masuk kerja, berada di rumah dalam keadaan telanjang bulat selama sehari penuh. Dan tidak terhitung berapa kali kami bersetubuh. Sampai sekarang aku masih tinggal dengan Mama dan masih setia menyetubuhi Mama setiap hari, selama Mama tidak haid

Thursday, November 7, 2019

Gadis Berhijab Jago Karate

SahabatQQ - Sudah berhari hari aku memperhatikan bu endang seorang istri pemilik minmarket dekat kampus yang memiliki wajah mulus dan parasnya cantik serta tubuh yagn seksi serta proporsional
Gadis Berhijab Jago Karate

Badannya agak berisi meski sudah memiliki satu anak tetapi Body tubuhnya tetap terlihat seksi.Setiap aku pergi ke kampus, dia sedang menyapu di depan pagar depan rumahnya. Rumahnya tidak terlalu besar, namun terkesan mewah. Biasanya Bu Endang memakai baju Long Dress dengan jilbab menghiasi wajah ayunya itu.

Baju Long dress yang agak tipis membuat lekuk tubuhnya terlihat samar2, kedua payudara yang tidak terlalu besar kira2 berukuran 34 dan pinggulnya yang indah membuatku terpana melihatnya. Apalagi waktu dia menyapu dengan posisi setengah membungkuk dri belakang terlihat pantatnya yg bulat, padat dan terlihat juga CDnya yg menempel di bongkahan pantatnya. Sungguh membuatku ngiler melihat keelokan tubuh bu Endang.

Sepulang dari kuliah, aku melintasi rumahnya lagi sambil berharap bisa melihat Bu Endang lagi. Benar saja, tepat ketika aku melintasi rumahnya, dia sedang membuang sampah di tong sampah besar di depan rumahnya. Kali ini penampilanya sungguh beda dri biasanya, dia memakai T-shirt lengan panjang yg sedikit ketat berwarna putih dengan jilbab yg berwarna putih juga dan bagian bawahnya mengenakan Leging berwarna hitam, bentuk pinggulnya yg lumayan besar serta berbentuk oval nampak kesexian tubuhnya.

Sesampainya di kamar kost yang terletak tidak jauh dari rumah Endang, aku mulai membayangkan tubuh indahnya yang terlihat jelas tanpa sehelai benang pun menutupinya. Tiba ? tiba sebuah rencana nakal terbersit di benakku, dan aku berniat melancarkannya malam ini juga, karena birahiku sudah tidak tertahankan lagi.

Malam pun tiba. Pak Pari, suami dari Bu Endang tidak pulang karena harus mengurusi minimarket barunya di luar kota, aku mendapatkan info dri Bu Wija yg memiliki warung makan di depan rumahnya. Berdasarkan info yg aku dapatkan, ia hanya tinggal bertiga, dan tidak memiliki pembantu di rumahnya. Sebelum melancarkan aksiku, tidak lupa aku menenggak obat kuat, agar aku bisa semalaman menikmati tubuh Bu Nana dan Juga sebotol chloroform untuk membiusnya.

Jam 22.30 wib,Aku pun berangkat dari tempat kost menuju rumah Bu Endang yang berjarak kurang lebih 300 meter. Dari jauh ku lihat warung bu Wija juga sdh tutup dan suasana jalanan terlihat sepi lengkang krna pas malam jumat legi. Sesampainya di depan rumah Bu Endang, aku langsung memanjat pagar rumahnya yang tidak terlalu tinggi. Suasana malam yang sepi membuatku leluasa untuk melancarkan aksiku.

Di halaman depan, aku langsung mengendap-endap ke bagian belakang rumahnya. Dari jendela belakang kulihat Bu Endang sedang membuat susu untuk anaknya,kali ia tidak mengenakan jilbab terlihat rambutnya yg pendek yg panjangnya hanya seleher menghiasi kepalanya dan Ia mengenakan mini dress berwrna pink dri kejauhan terlihat bodynya sungguh sangat mempesona, pahanya putih mulus dan payudaranya yg lumayan besar menggunung serta menonjol di bagian depan tubuhnya. Apa yg ku saksikan tambah membuat napsu birahi semakin kuat meracuni jiwaku. Sesudah itu ia langsung ke kamar tidur untuk memberikan susu itu kepada anaknya.

Akupun mencari jalan agar bisa masuk ke rumahnya dan akhirnya ku temukan pintu belakang yg terletak disisi sebelah kananku tidak terkunci,sepertinya Bu Endang kelupaan atau memang belom dikunci. Aku pun langsung menyelinap masuk. Aku mengambil serbet yang ada di dapur dan menuangkan chloroform ke serbet itu dan Berdiri di samping Kulkas krna posisinya terlihat ada ruang kosong untuku bersembunyi sementara waktu.

Beberapa menit kemudian,ku dengar langkah kaki yg menuju ke arahku bersembunyi, saat ku intip ternyata Bu Endang masuk ke dapur lagi, akupun langsung menyergapnya dan menutupkan serbet ke wajahnya. Sekitar semenit ia meronta, namun setelah itu badannya lemas tidak berdaya dan matanya tertutup
Akupun menggendong tubuhnya menuju ke kamar tidur yg pintunya terbuka dan tidak salah lagi itu kamar tidur bu Endang. Perlahan-lahan,aku rebahkan tubuhnya yg mulus itu di atas ranjang yg mewah terbuat dri besi berwrna hitam kemerahan.

Kupandangi tubuhnya yang berbalut mini dress dan payudaranya berukuran 34 itu menonjol ke depan dri dadanya tanpa terlindungi BH. Terlihat puntingnya di balik mini dress yg Ia kenakan. Kuraba payudara kirinya, terasa kenyal seperti payudara seorang gadis. Tangan kananku memainkan payudara kanannya. Payudara yang kenyal itu membuat penisku langsung menegang, mungkin ini efek dari obat kuat tadi.

Setelah puas meremas payudaranya yg kenyal dan berisi,aku pun kemudian melepaskan tali kecil yg melingkar di pundaknya. Saat ku tarik ke bawah terpampanglah kedua payudara putih mulus di depanku, payudara itu ternyata masih kencang dan berbentuk bulat. Puntingnya yg berwrna coklat tua dan besar,menjadikan keanggunan buah dadanya yg terkuak tnpa pelindung itu.

Kujilati putting kirinya sambil kumainkan putting kanannya. Putingnya pun mulai mengeras. Puas dengan payudara, aku pun mulai memeloroti mini dressnya dan setelah tidak melekat lagi di tubuhnya, akupun membuangnya ke lantao. Ternyata Bu Nana memakai G-string Pink juga.

Dari balik CDnya terlihat bulu-bulu halus dari memeknya. Kedua paha putihnya membuatku semakin tidak tahan. Segera kuputuskan tali CDnya sehingga memeknya yang indah serta ditumbuhi bulu-bulu hitam yg kecil2,sepertinya dia baru saja mencukurnya. Berkali2 aku menelan air ludahku dan jari-jariku mulai meraba memeknya. Kujilati memeknya yang masih rapat dan baunya harum menyeruai hidungku.

Kubuka belahan memeknya terlihat klortisnya sebiji kacang berwarna merah muda menyembul diantara belahan memeknya dan dibawahnya nampak lubang kenikmatan yg masih tertutup rapat.

Kumain-mainkan klitorisnya, kupilin-pilin dan kujilati kemudian aku gigit hingga klortisnya kini membesar dan tebal. Tidak lama memeknya mulai mengeluarkan cairan brwrna bening dan jariku mulai ku masukan ke lubang memeknya, jariku terasa hangat serta terjepit daging kenyal. Jariku semakin ku tusukan lebih dalam lagi ke lubang memeknya.

Setelah puas jariku memainkan lubang memeknya yg sudah sedikit terbuka. Aku pun berdiri sambil memandangi hasil kerjaku. Wanita setengah baya itu terbujur tak berdaya dengan tubuh tanpa terlidungi sehelai benang pun serta ke dua pahanya yg mulus terbuka lebar dan siap untuk aku eksekusi.

Aku pun membuka semua pakaianku, penisku yg panjang dan membesar sudah menegang. Kukulum bibir Bu Endang yang mungil kemudian turun hingga kelehernya yg putih.
Aku langsung mengarahkan penisku ke memek Bu Endang.

Kumasukkan penisku, memek Bu Endang ternyata masih rapat meski sudah basah dengan lendir yg bening. Penisku aku dorong pelan2,meski rasanya sangat sulit memasukinya. Agar semakin mudah memasukinya,aku pun menggoyangkan pantatku naik turun secara pelan-pelan.

beberapa saat kemudian, batang penisku sudah terbenam semua ke liang memeknya. Hangat dan Nikmatnya, penisku seperti dipijat-pijat oleh daging kenyal di dalam memek Bu Endang. Kocokan penisku semakin cepat, dan terasa seperti ada cairan berlendir dari memek Bu Endang semakin mempermudah aksiku keluar masuk dri liang senggama.

Rasa liang memeknya sungguh membuatku melayang-melayang ke samudra birahinya. Batang penisku seperti di manjakan oleh denyut otot2 dri dalam memeknya yg semakin membuatku lebih agresif dan diimbangi dengan napasku yg tersenggal-senggal keluar dri hidungku yg tepat berada di samping kiri lehernya.

lehernya aku ciumi dan aku gigit dgn gigi-giku. Semakin lama aku goyangkan pantatku turun naik hingga aku akan mencapai klimaks,terasa sperma ku mau keluar dri batang penisku, aku semakin kencang mengerakan pantatku naik turun di atas pinggulnya.

Seketika itu aku benamkan batang pensiku masuk lebih dalam kelubang memeknya dan ?aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh??? menyemprotlah spermaku ke dalam memeknya. Bu Endang mendesah tetapi kedua matanya masih tertutup rapat,sepertinya Bu Endang sedikit sadar oleh aksi sexku yg brutal itu. Setelah mendesah, Bu Endang tetap tak sadarkan lagi dan tak berdaya.

Saat spermaku keluar dri dalam testisku, Rasanya jauh lebih nikmat dri pada saat aku kocok sendiri dgn jari2 tanganku. Badanku lemas dan lututku terasa ngilu dan napasku tetap tersenggal-senggal keluar dri hidungku.

Kulihat di Hpku jam sudah menunjukan pukul 2.30 pagi,aku pun mengenakan pakaianku kembali dan takut klo bu Endang tersadarkan diri. aku pun meninggalkan begitu saja tubuh bu Endang di tengah berbaring di atas ranjang??

Wednesday, November 6, 2019

Tante Bandal Suka Nikmati Perjaka Brondong

SahabatQQ - Saya sudah sangat sering beruhubungan badan dengan bi meri. Bibi meri sudah berumur 37 tahun di usianya yang sudah kepala 3 dia memiliki gairah seks yang kuat dia juga pandai merawat diri.

Tante Bandal Suka Nikmati Perjaka Brondong


Heru nama saya, usia saya saat ini berusia 22 tahun, saya masih kuliah. Memiliki perawakan yang sangat menarik, dari ABG bahkan bibi. Dengan tinggi 181cm dan berat yang proporsional ditambah sixpack.Tentu tubuh saya yang saya rajin berolahraga untuk menjaga stamina. Karena dalam hubungan seksual, Meri bibi selalu meminta berbagai gaya. Tentu saja, untuk mendapatkan kepuasan surgawi.

Suatu hari Meri bibi memanggil saya untuk bertemu di sebuah mal. Seperti biasa aku bergegas dengan keinginan bibi Meri. Dan saya datang paling menakutkan mall yang telah ditentukan oleh tante Meri. Tapi ada saya tidak melihat bibi sendirian.Dia Meri dengan seorang teman yang saya usia tafsir tua dengan dia. Tapi dari pandangan saya seorang teman bibi Meri lebih menarik. Dia cantik, tubuh seksi dan wajah juga terlihat lebih bergairah. Pengenalan Lau saya dengan seorang teman dari bibi Meri. Namanya Bibi Vera. Bibi yang memiliki menjada 3 tahun.

Kami mengobrol ber tiga sangat menyenangkan ? seperti sudah tahu satu sama lain. sampai Meri bibi meminta saya untuk menemaninya dan Bibi Vera ke jalan mencari pakaian. Aku seperti biasa hanya mengikuti Meri bibi dan bibi Vera dari belakang sementara aku melihat tubuh Bibi Vera sangat fantastis semua. tubuh tidak sesuai dengan usianya, karena tubuhnya mirip dengan gadis-gadis remaja saat ini.

Waktu memiliki agak terlambat di sore hari, dan Bibi Vera memutuskan untuk kembali. ?Oke, Mer. Aku harus pulang, hampir sore ya, aku akan bertemu lagi Heru? kata Bibi Vera sambil tersenyum penuh arti padaku yang membuat saya lebih bingung dan dia melenggang menuju carcall untuk memanggil sopirnya. Setelah kematian Bibi Vera kami menuju ke food court untuk membeli minum dan istirahat. ?Her, menurut Bibi Vera Anda bagaimana?? Bibi Meri tanye saya setelah membeli minum dan duduk di agak memojok dan minum minuman.

Mmm .. bagaimana pantat bibi?? Aku berkata, bingung di pertanyaan Bibi Meri minuman ringan, mengisap saya pesan.
Ah kau ini, pura-pura tidak mengerti apa emang tidak mengerti? Ya orangnyalah alam, bodynyalah, facenyalah dan begitu sedikit lain? jawab Bibi Meri agak bertele-tele.
Oo, jika sifatnya tidak tahu aku benar, hak baru sekali ketemu, tapi keliatannya baik dan ramah orang, terus kalo wajah dan tubuh mm .. tuh biasa aja? Aku tersenyum.

Benar-benar mengapa bibi, Tante bertanya-tanya mengapa begitu? Menulis membuat saya bingung. Kalau terus berbicara tentang apa sih? Kok menggunakan berbisik terus Bibi Vera sikap aneh? aku bertanya Bibi Meri.
Her, Anda memberitahu kami jika Bibi Vera telah lama hidup sendiri sejak memisahkan dengan suaminya. Nah terakhir kali Anda melihat Bibi Vera langsung tertarik dengan Anda, dan dia nanyain tentang kamu terus Tante karena ia tidak percaya jika Anda jauh keponakan bibi, sehingga Bibi terpaksa Dech cerita Kedia yang Anda benar-benar.

Anda tidak mendapatkan ya marah, abis tante Vera itu seperti memaksa keinginannya jika tidak tercapai ?kata Bibi Meri.
Lanjutkan .. mm .. dia inginkan dengan Anda Her .. bagaimana? Kamu tidak?? Tanya Bibi Meri dengan wajah serius.
Nah bagaimana ya, nich kerumitan membalas dia pula untuk orang lain, dapat terkontaminasi dengan nama Tante. Jika menurut bibi dia bisa menyimpan rahasia dengan cara jadi ya kita punya, saya akan melayaninya? kataku serius, terlalu.
Tapi kemudian Anda jangan lupa itu Tante ya jika sudah dekat dengannya? kata Bibi Meri was-was.

Ah bibi sungguh-sungguh, tidak mungkin untuk benar-benar lupa bibi saya, Tante pertama sayakan tahu Bibi baru Vera? Aku kata Bibi Meri menghibur yang terlihat ekspresi agak sedih dari wajahnya.
Yah .. halo tahu Anda bisa mendapatkan lebih dan melupakannya Tante Tante Vera deh? katanya lagi sambil menarik napas.
Jangan khawatir bibi, saya bukan tipe orang yang mudah ngelupain jasa baik orang kepada saya, jadi tenang saja Tante? kataku kemudian.
Oke kalau begitu nanti Tante Tante menghubungi Vera, meskipun ia akan menelepon Anda? kata Bibi Meri kemudian. Setelah itu Bibi Meri lebih diam apa pun dalam pikirannya dan segera kita juga kembali.

Malam itu Bibi Vera menghubungi saya melalui telepon. ?Hallo Heru, Bibi Vera ini masih mengingatkan Anda?? Tanya Bibi Vera di sisi lain.
O ya masih, pertemuan sore baru, ada apa Bibi?? Saya menjawab, bertanya-tanya.
Itu cerita Bibi Meri sendiri dengan Anda tentang Tante belum?? Dia bertanya lagi.
Itu memang Tante mm .. serius?? Aku bertanya lagi pada Bibi Vera.
Jadilah serius, bagaimana Anda okekan?? Tanya Bibi Vera lagi.

Jika demikian apa Dech? jawabku singkat. Kemudian kami mengobrol sebentar dan kami akhirnya mendapat janji besok pagi dilobby hotel ?XX? daerah jakarta barat dan dia akan datang lebih awal karena akan check-in pertama, kemudian teleponpun ditutup.

Keesokan harinya seperti biasa aku pakai rapi sebagai orang yang bekerja sehingga tidak terlalu mencolok dan aku menunggu di lobi hotel karena saya datang lebih awal, sebelum lama saya menunggu telepon saya berdering.

Hallo Heru, Bibi ini Vera. Tante sudah di atas, Anda segera naik aja di kamar 313 yang tepat? Tante menunggu ya? kata bibi memberitahu kamarnya.

Oke bibi saya segera ke sana, saya juga memiliki di lobi? jawabku singkat dan menutup telepon. Setelah mematikan telepon agar tidak diganggu, aku naik lift ke ruang Bibi Vera. Di depan pintu bell dan Bibi Vera menekan membuka pintu.

Ayo masuk, sudah daritadi Tante sampai dan langsung cek-in. O ya, Anda akan ingin minum atau makan apa pesan? Tante pesan sendiri masih makan dan minum untuk dua orang, tetapi jika Anda ingin memesan pesan lain saja, sehingga semua nanti diantarnya ?Bibi Vera katanya memungkinkan saya untuk masuk dan menutup pintu.

Yah kalau Tante pesan sendiri, tidak memiliki pesan lagi, nanti sebagian besar makanan bahkan bingung? jawab saya.

Bagaimana bingung tepat untuk Anda gantiin daya he he he? Bibi Vera menjawab dengan bercanda. Kemudian Bibi Vera duduk di sofa besar yang ada di ruangan, dan aku duduk di sampingnya, kami mengobrol sambil menonton TV dan kemudian saya mendekati Bibi Vera dan memeluk bahunya, kemudian meletakkan kepalanya kepundakku Bibi Vera, aku membelai rambutnya dan mencium keningnya Bibi Vera.

Mmm .. ya Anda romantis nya, pantes cinta Meri dengan Anda. Hh .. Tante tidak lama merasakan suasana romantis seperti ini? kata Bibi Vera saat ia menarik napas. ?Oh well bibi, Tante penting hari ini akan merasakan cinta yang hangat dan romantis, karena hari ini aku milik sepenuhnya Tante? Jawabku lagi menghibur dia sementara aku mencium keningnya.

Tante Vera menatapku dan tersenyum kecut. ?Terima kasih sayang? kata Bibi Vera. Dan menatap sendu mata dalam dan mencium bibirnya. Kecupanku bibirnya perlahan berubah menjadi ciuman lembut yang menjawab Tante Vera lembut juga, Bibi Vera tampaknya benar-benar ingin merasakan nikmatnya berciuman belum terasa.

Kami saling mencium, saling kulum, dan masing-masing memainkan lidah. lidah tante Vera Kugelitik dengan lidah saya dan langit-langit aku menyeka mulutnya sambil memeluknya dan kuraba wajah dan leher dan leher dengan tangan yang lain.

?Ahh sayang, aku suka menciummu, menciummu lebut mm .. dan merangsang, um .. kau berciuman begitu cerdas, ahh .. datang bibi sayang memberikan lebih dari ini? kata Bibi Vera sela-sela ciuman dan mencium lagi,

tangan saya mulai bergerak untuk memeras kedua payudara milik Bibi Vera ternyata. Tapi tindakan kita terganggu oleh pelayan yang memberikan makanan diperintahkan oleh Bibi Vera. Setelah pelayan keluar dan Bibi Vera meninggalkan tip, Bibi Vera tiba-tiba menabrak saya dan mendorong saya jatuh di tempat tidur dan kejam ia segera dilucuti celana dan celana dalamnya, untuk ayam masih tidur bebas dari sarang dan langsung menerkamnya .

Mengisap, menggigit dan menggigit penisku mulai bangkit dengan nafsu dan kekejaman, dan tangannya tak henti-hentinya mengocok dan bermain bola saya. ?Ahh .. perlahan Tante Tante .. ahh .. enak sekali Tante .. ohh? Aku mendesah menahan nikmat yang diberikan oleh Bibi Vera kepada saya. Tanganku hanya bisa meremas rambut Bibi Vera dan seprei kasur yang sudah mulai berantakan, tak lama sebelum aku melepaskan kepala ayam saya Bibi Vera, aku dijemput Bibi Vera dan aku berbaring kasur
?Sekarang giliranku, Tante diam dan menikmati permainan ini ya,? kataku sambil mencium Bibi Vera dan mulai menggerayangi Tante Tante Vera Vera sementara duduk diam, menatap saya dengan melankolis.

Cumbuanku dimulai dengan miliknya dan perlahan-lahan turun kelehernya sementara Tante Vera membuka kancing kemejanya satu persatu sambil terus turun dadanya. Setelah terbukan semua tombol nya. Aku meraih bra kait di belakang dan dibuka sehingga ikatan BHnya terbuka dan bibi saya Vera BH rilis melalui tangannya tanpa melepas baju Bibi Vera, setelah mengambil langsung kedua payudara saya mencium Bibi Vera.

Aku mencium semua tapi putingnya sudah berdiri dikulum atas bertanya tapi tidak pernah kukulum, setiap ciuman dan jilatanku sudah dekat dengan putingnya ciuman dan jilatanku turun payudara lagi kepangkal dan terus turun ke perut dan bermain dipusar sementara pusar lubang kujilati Bibi Vera dan lagi terus berulang, rok kusingkap dikenakan oleh Bibi Vera kemudian tangan saya mulai bekerja meraba-raba paha tante Vera dan lutut dan mulai melepaskan celana yang dikenakan oleh Bibi Vera.

Saat pertandingan mencapai perut ditarik saya celana mulut Bibi Vera, dan Bibi Vera mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah lepas dari tempatnya. celana Kupelorotkan Bibi Vera sampai lutut dan mencium lagi menuju payudaranya. Dan ketika jilatanku mendekati puting Tante Tante Vera Vera tangankupun mendekati vagina dan ketika bibir dan lidah mulai memainkan Bibi Vera puting tangan dan jari-jari saya mulai bermain dibibir bibi vaginanya Vera yang sudah basah.

Ketika kukulum puting tante Vera yang berdiri pada terakhir saya dimainkan dengan baik clit dengan jari-jari saya langsung membuat tubuh Bibi Vera melengkung ke atas.

Heru Akhh .. .. Kau benar-benar gila, kau mempermainkan begitu kejam akhh Tante .. .. .. akhh sayang Heru lezat .. gila .. Anda adalah sayang benar-benar gila? Bibi Vera menangis histeris sambil meremas nya tangan dan seprei kepala rambut ternyata.

Aku mengabaikan tangisan Bibi Vera dan aku terus mengisap dan menjilati puting kedua payudara tante Vera ternyata. Segera saya merasa tante Vera tumbuh vaginanya basah dan tubuhnya mulai bergetar erangan disertai, Bibi Vera akhirnya mendapatkan orgasme pertama.

Pada saat tubuhnya mulai bersantai, melepaskan cumbuanku di payudaranya dan langsung aku mengangkat kaki saya sehingga kepala saya dengan mudah dan langsung menuju kevaginanya kujilat dan kukulum dan kusedot-hisap vagina dan klitoris tante Vera.

Akhh .. ahh .. gila .. ini disebut penyiksaan kenikmatan .. ahh .. kau begitu gila sayang .. ahh .. aku tidak kuat lagi sayang .. ahh .. terus sayang hisap yang kuat .. ahh .. tusuk sate dengan menusuk jari sayang .. ahh .. kuat .. ahh sayang .. Tante mau .. ahh .. mau dapet lagi sayang .. ahh .. Anda benar-benar gila ?teriak histeris memohon Bibi Vera, dan tubuhnya mulai gemetar lagi merasakan orgasme kedua yang datang kepadanya.

Kuturuti menusukan permintaanya dengan jari saya dan saya bermain jari-jari saya dengan menyentuh jari kedinding bibir berkedut vagina dan lidah sambil terus memainkan perannya dikelentit Bibi Vera.

tubuh Bibi Vera bergetar keras dan pinggulnya bergoyang mengikuti irama tusukan jari saya sementara gencarnya berteriak histeris sambil meremas tangannya dan merobek rambut saya.

Ahh .. Heru y .. sayang .. ahh .. bagus sayang .. ahh .. didorong keras sayang .. ahh .. itilku kuat hisap .. ahh .. kuatt yang ..

Histeris Bibi Vera melaju orgasme kedua. Dan ketika tubuh Bibi Vera hampir tenang lagi, saya berhenti juga semua kegiatan saya dan saya melepas celana masih terbatas Tante Vera Lulut sangat longgar semua.

Lalu aku mengatur posisi saya dan penisku ke dalam lubang vagina kutusukkan Bibi Vera. ?Okhh .. jangan selalu sayang .. jangan .. ahh .. berhenti .. berhenti .. biar Bibi sayang istirahat dulu? pinta Bibi Vera kepada saya, tapi saya mengabaikan permintaannya sambil terus ayam kutusukan sampai berhenti dan mulai kugoyang , aku berbalik dan kukocok ayam di vagina Bibi Vera.

Segera aku mengangkat tubuh Bibi Vera untuk posisi bibi Vera sekarang di pangkuanku, dan dalam posisi tante Vera naik pantat lebih rendah dan menggoyangkan pinggulnya aku melepas baju bibi Vera masih menempel dan aku melemparkannya di suatu tempat dan kemudian saya membuka kait dan zipper rok Bibi Vera dan aku melepas rok Tante Vera dari atas dan juga melemparkan beberapa tempat hingga saat ini tidak ada sepotong benang yang melekat Tante Vera tubuh dan kemudian saya akan merilis pakaian saya sendiri dan melemparkan sembarangan.

Setelah merilis pakaian mulai aku berbalik pantat sampai penisku lebih dalam menggesek Tante Vera dinding vagina. ?Akhh .. sayang .. ahh .. kau begitu gila sayang .. ahh .. Anda .. ahh .. kamu gila .. ohh .. penis Anda benar-benar .. ahh .. kamu begitu pintar sayang pintar. . dan gila .. ahh .. .. ahh .. Tante mau keluar lagi .. ahh.

Tante tidak kuat lagi .. ahh sayang ?Bibi Vera berteriak histeris dan tubuhnya mulai bergetar mendapat orgasme ketiga, saya merasa diliang cairan vagina Tante Vera biak dan merasa baik-kedutan kedutan dinding vagina Bibi Vera.

Lalu aku meletakkan tubuh Bibi Vera dan terus kugenjot ayam di dalamnya yang kadang-kadang aku berbalik pinggulku, tubuh Tante Vera menambahkan bergetar keras, goyang dan mengocok penisku juga ditambahkan lebih cepat.

Lalu aku bermain tanganku sementara aku meletakkan kepala saya dikelentitnya dadanya dan dengan kusedot kukulum kuat dan juga kedua puting tante Vera berbalik dan kedutan-kedutan Tante Vera dinding vagina juga tumbuh lebih kuat sehingga penisku merasakan sensasi yang membuat saya merasa sesuatu yang akan segera meledak.
Akh .. Aku ingin keluar Tante Tante akhh .. .. aku keluar Tante? kataku di sela-sela kuluman mulut diputingnya sambil terus mengocok penisku dengan cepat dan kuat dalam vagina Bibi Vera.

Ahh .. ya sayang .. ahh .. keluarkan .. ahh .. Tante juga .. ahh .. sudah tidak kuat lagi .. ahh? tante Vera menangis dan memelukku erat-erat sambil tubuhnya terus bergetar, aku merasa dia kuku mencakar punggungku.

Kemudian meledak kesenangan cair saya mengambil di bibi vaginanya Vera yang sudah basah sehingga tumbuh basah lagi, ketika saya kesenangan meledak dan tubuh saya bergetar kesenangan kukocok keras dan kontol yang kuat di vagina Bibi Vera sehingga ada cairan yang keluar dari vagina Tante Vera aku merasa dari tangan basah karena masih memainkan klitoris Bibi Vera.

tubuh kita bergetar sama keras, kita berkeringat bersama-sama dan seluruh ruangan dipenuhi oleh suara rintihan dan jeritan kenikmatan yang kita dapatkan pada saat yang sama.

Setelah saya dan Bibi Vera mulai tenang, aku melepaskan penisku dari vaginanya sudah sangat basah, kemudian membersihkan vagina diisi dengan kenikmatan cairan kami berdua dengan sedotan dan jilatanku, kujilati untuk membersihkan dan samar-samar kudengan erangan rendah Bibi Vera, yang menutup matanya untuk merasakan kenikmatan dia baru saja.

Setelah bersih aku berbaring saya di samping Bibi Vera, dan kemudian aku memeluknya dan mencium pipi Bibi Vera. ?Ahh .. terima kasih sayang .. terima kasih .. uhh .. saya lebih muda meninggalkan tubuh saya terasa begitu ringan seperti kapas yang masih terbang diawang melamun, ahh .. mendukung sekali sebelum aku, kau sayang sangat cerdas, hanya sekali saya merasa beruntun orgasme seperti sebelumnya, sampai tubuh lemas Tante ?Bibi Vera berkata sambil membuka matanya dan tersenyum padaku.

Ah tante Vera bisa kemudian .. Saya juga punya nikmat sekali, kedutan dinding vagina Tante Vera membuat penisku merasa seperti kusut, nikmat sekali? kataku sambil menyeka keringat di dahinya dan mencium keningnya Bibi Vera , dan kemudian aku bangun dan menuju kamar mandi kamar untuk membersihkan tubuh penuh keringat dan diikuti oleh Bibi Vera dan kami juga mendapat manfaat membersihkan tubuh.

Selesai membersihkan tubuh dan dalam keadaan telanjang makanan makan kita yang telah diperintahkan oleh Bibi Vera, berbicara dan bercanda, sementara tangan Bibi Vera tidak pernah lepas dari selangkangan saya.
Selesai makan kami melanjutkan pembicaraan kami di tempat tidur sambil memeluk satu sama lain sampai akhirnya kami juga tertidur untuk memulihkan energi yang akan membuat pertarungan berikutnya lebih menarik. Dan sejak saya masih muda daun menjadi favorit Tante Vera dan Ms Meri

Monday, November 4, 2019

Nikmatnya Bersetubuh Dengan Gadis Penjual Jamu

SahabatQQ Semuanya berawal ketika aku tau rahasia tentang tetanggaku yang sangat seksi dan mnggoda batin. Panggil saja namaku bambam. Aku tinggal bersama dengan ibu angka dan ayah angkatku.
mereka sangat menyayangiku namun semenjak kelahiran anak perempuan mereka perlahan namun pasti perhatian dan kasih sayang mereka kepadaku mulai berkurang, nama anak perempuan mereka Feby, perhatian mereka yang berlebih kepada Feby membuat Feby tumbuh menjadi seorang gadis yang tinggi hati.

Nikmatnya Bersetubuh Dengab Gadis Penjual Jamu


Jika ada masalah orang tuaku selalu memenangkan Feby dan menyalahkanku. Oleh karena Orang tua angkatku sibuk berbisnis mereka tidak memperhatikan perkembangan Feby yang semakin hari semakin buruk dan walaupun aku berusia lebih tua dibandingkan usia Feby tetapi Feby tidak memandang sebelah mata kepadaku. Hal ini terus berlanjut sampai Feby berusia 15 tahun dan aku berusia 18 tahunan, Feby duduk di kelas 3 SMP sedangkan aku duduk dikelas 3 SMU.

Feby kini tumbuh menjadi seorang gadis yang benar benar cantik dan bodynya benar benar membuat jantung-ku selalu berdetak dengan kencang. Sedangkan aku sendiri tidak ada bedanya dengan pembantu seperti kedua orang tua kandungku.

Hari itu benar benar cerah dan aku mendengar langkah Feby yang baru pulang sekolah , seperti biasanya Feby melepas sepatunya dengan sembarangan dan juga kaus kakinya dengan sembarangan dilemparkan entah kemana ?Heh!!! Bambam beresin tuh , aku mau isitirahat dibelakang jangan berani ganggu!!!? Feby membentakku Aku dengan tenang membereskan sepatu dan kaus kaki Feby , semula jika Feby melakukan hal seperti itu aku selalu kesal namun kini aku tidak merasa kesal lagi kepada Feby, karena aku mengetahui rahasia Feby , bahkan Orang tua Feby tidak mengetahui rahasia ini.

Aku tahu bahwa sebentar lagi Feby akan mempertontonkan sesuatu yang bisa membuatku terhibur dengan perlakuannya yang memang benar benar kasar. Rahasia kecil Feby : gadis itu suka membaca majalah dewasa yang entah didapatkannya dari mana dan hal ini cuma aku saja yang tahu ! tapi ini cuma rahasia kecil masih ada rahasia yang lebih besar. Rahasia ini rahasia istimewa dengan pemeran utama wanitanya Feby , Feby lebih asik dan wah ketimbang pemain Film Blue.

Setelah selesai membereskan sepatu Feby aku cepat cepat menyelinap kebelakang, dan aku segera mengambil tempat biasa dibalik pohon besar yang ada dikebun belakang rumah itu.

Aku menanti dengan sabar dan aku melihat pemeran utama wanita sudah mulai kelihatan, Feby kulihat memeriksa keadaan sekeliling dan aku menggeser posisi-ku sehingga tidak kelihatan oleh Feby, setelah yakin aman kulihat Feby duduk dengan santai dibangku kebun sambil membuka sebuah majalah kesukaannya , sambil duduk Feby semakin mengangkangkan pahanya , hal ini tentu saja membuat mataku melotot melihat isi rok seragam feby dan kini Wow Feby membuka kancing bajunya satu persatu sehingga mataku semakin terbuka lebar melihat tingkah laku Feby yang semakin membuatku terangsang , Feby mulai meremas remas buah dadanya sendiri , tiba tiba aku-pun berpikir mungkin hal ini yang membuat buah dada dan body Feby semakin menggiurkan.

Aksi Feby semakin meningkat ia menarik kain segitiganya dan gilanya tangan Feby mulai mengusap ngusap dengan lembut daerah kemaluannya dan aku mendengar Feby mendesah desah dengan hebat ?Ahh?hhhhsshh!? Feby mengeliat geliat perlahan dan tubuh Feby tampak mengejang dengan kencang selanjutnya terkulai lemas, aku melihat sesuatu meleleh dari milik Feby. Aku bertanya ? tanya kenapa Feby enggak menyuruhku untuk membersihkan cairan putih kental yang pasti terasa enak dimulut-ku, kalau aku disuruh Feby aku pasti bersedia membersihkan daerah vagina Feby dengan lidahku sampai benar benar bersih.

Setelah selesai Feby dengan tenang bangkit dan merapikan pakaiannya, kemudian ia berlalu menuju kamarnya yang terletak dilantai dua. Rahasia Feby yang satu ini yang paling asik dan paling ku sukai, bisa dibilang aku adalah satu ? satunya orang yang mengetahui peristiwa hebat yang sudah dilakukan oleh Feby. Terus terang semenjak aku sering mengintip Feby aku sering masturbasi dengan membayangkan sedang melakukan hal ? hal yang mengasikkan bersama dengan Feby?duhhhh Febyy!!!!!!Pikiranku selalu ngeres jika mendengar nama itu disebut ! Ahhh.

Hari itu sepertinya hujan akan turun dengan lebat, untungnya aku sudah sampai dirumah terlebih dahulu, mata-ku memandang tidak tenang , bisa ? bisa batal dehh pertunjukan hari ini, walaupun batal cuma sehari tapi aku merasa was ? was. Hujan mulai turun disertai bunyi petir bersambutan , aku mendengar suara orang berlari ? lari ?Brengsekkk Bambam!!!? Aku mendengar Feby berteriak memanggil namaku ?Ambilinn handuk cepetttttt?.!!!!? Feby memerintahkan-ku mengambil air , aku menuruti keinginannya.

Feby tampak cemberut dan seperti biasanya melempar sepatunya dimana ? mana ?Huuuuhhh hujannn brengsekkkk?. Bambam cepeeett!!! Dasar? Feby dengan kasar merebut handuk yang kuambilkan. Aku melihat Feby tampak tidak tenang menunggu hujan berhenti dan ia sering menengok kebun dibelakang rumah , aku sudah tahu Feby pasti sudah enggak sabar untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam isi rok SMPnya. Agak lama juga hujan baru berhenti dan aku melihat wajah Feby tampak senang melihat hujan sudah berhenti ?Hehh bambang kamu jangan berani mengganggu-ku, aku mau istirahat dikebun belakang Ngertiiiii!!! Awass kalau kamu menggangu?Feby membentakku.

Aku melihat Feby berlalu kekamarnya dan dengan tergesa gesa aku segera mengambil posisi mengintai karena hujan lebat maka tanah ditempatku mengintai menjadi becek dan licin tentu saja hal ini membuatku semakin berhati ? hati, tidak berapa lama aku melihat Feby , dengan santai ini duduk dibangku kebun dan mengeluarkan majalahnya, Aku melihat Feby mulai bergerak dengan erotis sambil meremas ? remas buah dadanya sendiri.

Aku sudah tidak sabar ingin melihat yang lebih Syurrr!!!.. tapi entah kenapa kali ini Feby cuma meremas ? remas buah dadanya dengan gerakan yang erotis, Aku menunggu cukup lama sambil ngos ? ngosan melihat gerakan ? gerakan Feby dan akhirnya setelah lama sekali aku menunggu?.. Aku melihat Feby mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan menyibakkan Rok Seragam SMPnya keatas? Glek aku menelan ludah menyaksikan Pemandangan yang selalu kutunggu ? tunggu bila Feby pulang sekolah , Uhh?rupanya Feby sudah siap melakukan sesuatu, Wow?mataku sampai melotot melihat Feby mulai mengelus ? ngelus bagian kemaluannya yang masih tertutup kain segitiga berwarna putih dengan lembut disertai erangan erangan yang benar benar membuatku terangsang berat , Feby semakin mengangkang dan tiba ? tiba ?Pleset? Blukkkk?? Aku terpeleset.

?Aaaawww!!? Feby menjerit karena kaget ia segera merapikan pakaiannya yang terbuka disana ? sini. ?Bambammmmmmm!!!! Brengsekkk daasarrr anak punguttt!!!?Feby memaki diriku yang tediam dan ?Plakkkkk? Plakkkkkkkkk?Feby menamparku sehingga aku terjatuh ditanah yang berlumpur tidak puas sampai disitu Feby meludahi wajahku ?Cuhhhhhhh? dasar monyet ngak tau diriii?? kemudian Feby dengan kesal berlalu meninggalkanku.

Perlahan ? lahan aku bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, pakaianku kotor oleh Lumpur ,dikamar mandi sambil melamun aku membasuh diriku sampai benar ? benar bersih, aku memikirkan kata ? kata Feby yang sangat menyakiti hatiku , amarahku membara sepanas lahar gunung berapi, selain itu entah kenapa kemaluanku semakin panjang dan tegang karena selalu mengingat pemandangan yang benar-benar menggairahkan.

Entah apa yang kupikirkan , aku keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat dan naik kelantai dua menuju kamar Feby. Aku melihat Feby sedang memejamkan matanya sambil bermalas ? malasan diatas ranjang, pintu kamar Feby terbuka lebar , dengan perlahan aku mendekati kamar Feby dan dengan hati ? hati aku menutup dan mengunci pintu kamar Feby ?Klikkk?Suara kunci terdengar dengan cukup jelas, Feby terbangun karena mendengar kunci ?Ahh?..? ia terkejut melihatku berdiri dengan telanjang bulat namun itu Cuma sesaat selanjutnya ia marah besar ?Hehhh?. Bambamm kamu ngapainnn? keluarr!!!!!! Dasar kacung rendahan!? Feby menghampiriku dan hendak menamparku ?Aduh?. Brengsekkkkkk!!!!?Feby meringis ketika aku menangkis tamparannya rupanya ia kesakitan.

Aku tersenyum menangkap tangan Feby yang berusaha menamparku lagi kemudian aku bertarung dengannya , Feby mencakar ? cakar sampai tubuhku terluka dimana ? mana terutama dibagian pundak dan dadaku namun akhirnya aku menang karena Feby kini berhasil kutaklukkan dan kuikat kedua tangannya pada pinggiran ranjang dengan seutas kain yang kusobek dari kelambu di kamar Feby.

?Bambam lepasinnnnn?kurang ajar Bambam? Feby meronta ? ronta ?Hehhhh dasar tuliii? denger ngakk!!!!?Feby meronta dengan sekuat tenaga namun aku dengan tenang berlutut dipinggiran ranjang dekat kaki Feby , mataku menjelajahi tubuh Feby tanganku terjulur mengelus kaki Feby ?Aduhhh Hehhhh dasar ngak tahu diri? jangan kurang ajar kamu?. Anak pungut!!!!?Feby menendang tanganku dengan kakinya. Biarpun ditendang hal itu tidak membuatku jera aku kembali berusaha menjamah kaki Feby sambil kini menyibakkan rok seragam.

Mataku melotot melihat kemulusan paha Feby wahhh!?Feby berusaha menendang lagi kali ini aku menangkap pergelangan kaki kirinyanya, karena kaki kirinya tertangkap Feby menendanggkan kaki kanannya , tapi itu semuanya sia ? sia aku dengan mudah menangkap kaki Kanan Feby. Kedua tanganku mengangkangkan Kaki Feby dan mulutku menciumi paha dan kaki Feby yang masih meronta ? ronta dan berteriak teriak memaki diriku.

Wangi tubuh Feby semakin membuatku bernafsu, aku kini menerkam tubuh Feby sambil mebukai kancing baju seragamnya satu persatu ?Awww!!?Feby menjerit ketika kutindih tubuhnya , Feby meronta ? ronta dan berteriak teriak berusaha melakukan perlawanan , aku semakin kuat memeluk pinggang Feby yang ramping sambil membenamkan wajahku pada bagian tengah buah dadanya yang sudah terbuka , nafasku memburu , mengendus ngendus harumnya bagian buah dada Feby , mulutku mulai menciumi kesana kemari. Dengan kasar tanganku menarik kedua cup penutup dada Feby sehingga buah dadanya tersembul dengan bebas ?Awww? kuranggg ajar bambammmmmmm.. kamuuuu hehhhh brengsekk Setann?Feby terus meronta ? ronta. Mataku sampai berkunang kunang melihat buah dada Feby yang halus , putih dan harum dihadapan wajahku, tanpa buang waktu aku langsung menyantap buah dada Feby bahkan sesekali aku menggigit dengan gemas buah dada Feby yang menjerit kesakitan ?Aduhhhhh aww sakit aaakkhh!? Feby menjerit dan memakiku tapi aku tidak peduli aku terus melumat sambil sesekali menggigit puting susu Feby yang berwarna kemerahan, puting susu Feby sudah tegak dan juga bulatan dada Feby sudah semakin kencang tanda kalau Feby mulai terangsang namun Feby masih melakukan perlawanan.

Kepalaku semakin turun dan kini berada di hadapan kemaluan Feby yang masih terbungkus kain segitiga putih. Aku menghirup dalam dalam aroma kain itu yang terasa membangkitkan birahiku, lama sekali aku menghirup hirup wanginya daerah kemaluan Feby yang aromanya lembut , aku mulai bosan dan ingin melihat penghuni kain segitiga Feby dengan sejelas jelasnya maka kedua tanganku berusaha menyentakkan kain itu kebawah
Ahhh?jangan! Bajingan kau!? Feby semakin kuat meronta ronta. Dalam hati aku kagum juga dengan tenaga Feby, untungnya aku mengikat kedua tangannya. Wow jantungku berdetak dengan kencang melihat permukaan kemaluan Feby yang masih botak (seharusnya Cewe SMP kelas tiga sudah ada bulu jembutnya tapi punya Feby belum tumbuh!!!!).

Aku menjilat bibir Vagina Feby , Feby berontak dan terus berontak, aku yang merasa terganggu kini mengikat kedua kaki Feby keatas , aku mengikat kedua kaki Feby pada tangan Feby sehingga kini ia benar ? benar merupakan mangsa yang empuk, aku kembali mendekati bagian Vagina Feby tanganku mencengkram pinggulnya dan menjilati vagina Feby dengan kasar.. sambil berkali ? kali aku menghisap kuat ? kuat lubang vagina Feby semakin kuat aku menghisap semakin kuat Feby mengerang dan ?Bammbam Brenggg sekkk?. Lepasiinnnnn? Arhhhhhhhh?.?Tubuh Feby tiba tiba bergetar dengan kuat?. ?Cret?? Crot?.. Crott?Air kental itu keluar dan meleleh dari sela sela Vagina Feby , Feby terkulai lemas, tenaganya juga mulai banyak berkurang, keringat mengucur dengan deras dari tubuhnya.

Aku menjilati vagina Feby sampai kering dan bersih, setelah itu aku menciumi pangkal paha Feby dan mengelus ngelus paha Feby yang terasa lembut dan mengasikkan. Dalam pikiran-ku mendadak terlintas sesuatu. Aku ingat waktu aku menonton Film Blue aku melihat pemain pria memasukkan penisnya kedalam anus pemain wanita dan akupun berencana melakukan hal itu maka Aku mulai menggunakan telunjukku menekan ? nekan anus Feby, Anus Feby mendadak berkerut ketika kusentuh dan hal ini membuatku tersenyum menyaksikan anus Feby yang berkali kali berkerut, aku semakin senang mempermainkan anus Feby dan kini aku menekan kuat kuat jari telunjukku pada tengah tengah anus Feby

?Aoww?. Aduh jangannnn sakit heggghhh?Feby mulai menangis terisak isak , aku terus menekan jari telunjukku kuat ? kuat, kini jari telunjukku dengan pasti mulai masuk semakin dalam dan dalam dan Feby semakin terisak-isak. Aku mulai mengeluar masukkan jari telunjukku kedalam anus Feby kini aku memasukkan dua jariku mengocok ngocok anus Feby ?Aduhhhh?.duhhhhh Aouuuh?Feby meringis ? ringis, Aku kini menggeser tubuhku dan mendekatkan kepala kemaluanku pada lubang anus Feby dengan paksa aku mendobrak lubang anus Feby ?Bam jangannnn Aduhh aaggggghh?ampun!?

Feby mengerang sambil memejamkan matanya rapat ? rapat ketika kepala kemaluanku membongkar liang Anus Feby, tapi Ehhhhhh? Feby jadi agak anehhh waktu aku tusuk semakin dalam dengan penisku, lidah Feby sedikit menjulur keluar.. dan wajah Feby menjadi semakin sensual. Aku benar-benar bernafsu, aku semakin lama semakin kuat mengeluar masukkan penisku kedalam anusnya, apalagi kini Feby enggak menangis lagi malah ia memandangiku dengan tatapan matanya yang sayu dan juga lidahnya yang secara tidak sengaja menjadi terjulur ? julur ketika kusodok sodok dengan kuat liang anusnya.

Tanganku meremas remas buah dadanya feby sambil terus mengocok ? ngocok dan tidak berapa lama ?Unggghhhh?. Mmm.. Crottt?crott!? Feby terkapar kembali. Aku biarkan Feby beristirahat sebentar kemudian aku mencabut penisku dari dalam anusnya kini aku mengarahkannya pada liang vagina Feby ?Ahhh? jangannn Bam ?jangan?ampun? ngakkkk mau? Feby kembali menangis dengan tiba tiba. ?Udah coba aja dulu? pasti kamu suka koq?Aku menjawab dengan santai sambil menggesek gesekkan kepala kemaluanku pada lubang vagina Feby.

Aku mulai menekan dengan kuat namun kepala kemaluanku malah terpeleset karena daerah vagina Feby terlalu licin tapi aku tidak putus asa aku terus menekan ? nekan, setelah mencoba sebanyak 5 kali akhirnya kepala kemaluanku mulai dapat menyelam kedalam jepitan bibir vagina Feby ?Bambam jangan? ahhh jangannn enggakk!!!!!!?Feby benar ? benar ketakutan dan ia menjerit jerit.

Jeritan Feby malah membuatku semakin mendorongkan penisku sampai terasa ada sesuatu didalam vagina Feby yang menahal lajunya kepala kemaluanku. Hmmmmm?. Aku yakin inilah dinding pusaka milik Feby yang cuma ada satu satunya didunia dan enggak bisa digantikan atau diperbaiki, aku mengambil ancang ? ancang dan ?Jrebbb? Jrebb?sekuat tenaga aku menghentak-hentakkankan penisku berusaha menjebol dinding pusaka itu dan berhasil! Sementara Feby menangis dengan kencang sampai terisak ? isak Aku tetap memompa penisku sambil menciumi Feby. Uhhhh?nikmatnya?dan aku semakin kencang memompa ? mompa liang vagina Feby, lama kelamaan tangisan Feby berubah menjadi erangan dan kemudian menjadi desahan desahan dan rintihan. Mata Feby yang masih basah memandangiku yang masih terus memompanya dengan kuat sehingga tubuh Feby tersentak ? sentak diatas ranjang, Feby memandangiku dengan tatapan matanya sayu dan kurasakan sinar mata Feby menjadi lembut.

Aku balas memandanginya mata Feby yang terpejam pejam ketika kusentak-sentakkan penisku dengan kuat dan ?Serrrrrr?. Crot.. Achhh? Feby menggelepar dalam terkaman nafsu birahiku. Aku menarik keluar penisku dari dalam vagina Feby, Aku melihat ada cairan meleleh keluar ketika aku mencabut penisku dan itu adalah cairan kenikmatan Feby yang tercampur dengan merahnya darah keperawanan Feby. Penisku tampak masih segar bugar dan terasa tegang maka aku kali ini kembali menusukkan kepala penisku pada liang anus Feby, basahnya penisku oleh air mani Feby yang licin mempermudah kepala penisku untuk kembali menyelinap pada liang anus Feby ?Unggghh?? Feby mengeluh ketika kusentakkan kepala penisku , aku semakin menekan penisku kedalam dan mengunjungi kembali lubang anus Feby.

Air Mani Feby yang menempel pada penisku seakan akan menjadi pelumas sehingga aku merasakan pergesekan antara lubang anus Feby yang sempit terasa semakin mengasikkan dan akupun semakin cepat memacu penisku maju mundur menggesek liang anus Feby.

Hhhh? nnnhhhhh? ngggghh?Suara Feby benar benar mengasikkan untuk didengar ketika aku memompa ? mompa semakin kuat dan cepat, aku mencengkram pinggul Feby dan terus mempercepat kocokanku, mataku melihat buah dada Feby bergerak dalam irama yang mengasikkan apalagi tubuh Feby kini berkeringat sehingga air keringat membuat kulitnya yang putih dan mulus bagaikan mengkilap , benar ? benar pemadangan yang sedap dipandang oleh mata.

Lama kelamaan aku merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar tapi aku tetap bertahan aku tidak rela jika hanya keluar sendirian maka sambil terus menyentak ? nyentakkan penisku menyodomi Feby aku menggosok ? gosok klitoris Feby dengan agak kuat. ?Ouch? Nggggg? Mhhhhh?Feby tidak dapat menahan seranganku.

Sert?cret?crot???tidak berapa lama aku juga memuntahkan sesuatu yang terasa sangat enak dan nikmatnya dari dalam penisku didalam anus Feby. Aku memeluk kuat kuat tubuh Feby yang masih terengah ? engah karena kecapaian. Benar ? benar luar biasa kenikmatan yang bisa kunikmati dari tubuh Feby, perlahan ? lahan nafas kami berdua berubah menjadi tenang, dengan santai aku mencabut penisku dari dalam liang anus Feby.

Aku tersenyum melihat Feby yang memandangiku dengan tatapan matanya yang tampak kecapaian, aku bangkit dari atas tubuh Feby dan keluar dari dalam kamar Feby, dari dalam kulkas aku mengambil sebotol air dingin dan dengan lahap aku meneguk air dingin yang menyegarkan, setelah beristirahat sebentar aku kembali kekamar Feby, aku melihat Feby yang mengeliat ? geliat pertamanya sihhh aku curiga Feby hendak melepaskan diri namun Feby hanya mengeliatkan tubuhnya.

Hmm?mungkinkah Feby merasa pegal karena kuikat? he he hehehe?. Aku mendekati Feby kembali lalu aku menyodorkan botol minuman kedekat mulutnya dan Feby meminum habis tanpa sisa setetespun. Aku kini membaringkan tubuhku disisi Feby tanganku bergerak melepaskan ikatan pada kaki Feby dan Feby mengeliat ? geliatkan tubuhnya , aku membantu memijat mijat bagian pinggul Feby yang pasti terasa sangat pegal, terutama pinggul bagian belakang, mataku melirik vagina Feby, rupanya Feby baru menyadari kalau sedari tadi ia mengangkang sehingga mataku dapat menikmati keindahan Vagina Feby yang mengasikkan makanya ia langsung merapatkan kedua paha serapat mungkin dan berusaha menggeser posisi pinggul seakan ? akan hendak menyembunyikan wilayah terpenting pada tubuhnya.

Aku merasakan penisku kembali tegang kini tanganku meraba ? raba ketiak Feby dan mulai mendekatkan mulutku pada ketiak Feby yang terbuka lebar karena kedua tangan Feby kuikat keatas, aku menjilati ketiak Feby sampai Feby mengeluh dan merintih ? rintih kegelian aku berusaha untuk membangkitkan gairah Feby , Duhhhh ketiak Feby harum dan terasa lembut dilidahku, akupun tidak segan ? segan lagi menghisap ? hisap ketiak Feby dengan agak kasar, sambil menghisap ? hisap, tanganku mulai membelai ? belai buah dada Feby, kuremas buah dada Feby dengan lembut , Feby semakin sering merintih ? rintih, Aku melihat Feby terpejam ? pejam dan mulutnya setengah terbuka sehingga menambah cantik wajahnya aku mulai menggeluti tubuh Feby tanganku melingkar memeluk pinggang Feby dan yang satu lagi memeluk punggung Feby.

Aku mendekatkan wajahku pada wajah Feby dan langsung mencium bibirnya yang agak terbuka, aku mengisap dengan lembut namun semakin lama hisapanku semakin kuat dan membara ?Hmm?Mmmhh?suara mulut Feby tersumpal mulutku yang sedang asik menghisap dan mengait ? ngait lidah Feby, Feby agak meronta dan nafasnya semakin memburu rupanya Feby mulai kehabisan nafas tapi aku malah semakin kuat memeluk tubuh Feby dan semakin kuat menghisap mulutnya aku ingin menghisap dan membersihkan mulut Feby yang sering dipakai untuk memakiku. Lama juga aku bertarung mulut dengan Feby aku akhirnya melepaskan mulutku dari mulut Feby,

Ahh?Hhh?hhhhhhh?Aku melihat Feby menarik nafasnya panjang ? panjang , mata Feby memandangiku dengan tatapannya yang sayu.Aku melepaskan tangannya sebelah kiri dan kemudian yang sebelah kanan, tubuh Feby mengeliat dalam pelukanku , aku memijat mijat bagian pundak Feby yang pasti terasa pegal, Aku merasa senang berhasil menjinakkan Feby yang semula begitu garang melakukan perlawanan, tangannya yang sering dipakai menampar wajahku kini terkulai lemah tanpa tenaga , mulutnya yang sering memakiku kini merintih rintih dan terasa sangat merdu ditelingaku.Aku mulai mempermainkan buah dada Feby yang terasa semakin mengeras dan semakin kenyal, jari tanganku juga semakin sering menarik ? narik perlahan puting susu Feby kemudian kulanjutkan aksiku meremas ? remas buah dada Feby dengan telapak tanganku berada dibagian bawah buah dadanya yang lembut.

Tanganku kemudian meraba bagian kemaluan Feby dan ternyata Feby sudah basah, aku lalu menggeser posisiku. Aku berlutut diatas ranjang, kedua tanganku menarik kedua kaki Feby dalam posisi mengangkang dan menaruhnya dipundakku sebelah kiri dan sebelah kanan, aku mengeser posisiku sehingga kini kepala kemaluanku berada dihadapan bibir vagina Feby, aku menggesek ? gesekkan kepala penisku sampai terasa geli karena licinnya bibir vagina Feby, aku menekan memasukkan kepala penisku dan bibir vagina Feby tanpa banyak komentar langsung menelan kepala penisku , aku memegangi kedua kaki Feby dan menghentakkan penisku kuat kuat ?Ahhhhhhhhhhhhhh?. ?Feby menjerit kecil ketika aku menyentakkan penisku kedalam vaginanya selanjutnya aku memacu penisku dengan cepat dan kuat.

Engggggg? Unghhhh Ahh!?tangan Feby menahan perutku dan aku berhenti sambil memandanginya , selanjutnya aku kembali menghajar vagina Feby habis ? habisan sampai Feby menjerit ? jerit kecil menahan seranganku yang semakin hebat , tangan Feby menggapai ? gapai mencari pegangan dan meraih guling sambil memeluk guling itu kuat ? kuat, aku terus melakukan serangan serangan dan melesatkan penisku dengan kuat ? kuat memanah lubang vagina Feby yang semakin lama semakin terasa mengasikkan untuk dipanah dan ?Crottt?. Crrttt?.. crrtttt&#82#8221;aku melihat Mata Feby terpejam rapat disertai tubuhnya yang menggelepar merasakan rasa nikmat, aku membiarkan Feby menikmati rasa nikmat itu sampai tuntas, kemudian aku menurunkan kedua kaki Feby , tanganku menarik guling yang sedang dipeluk oleh Feby dan melemparkan guling itu kelantai selanjutnya aku menjatuhkan tubuhku dan memeluk punggung Feby dan menghentak ? hentakkan penisku, kaki Feby yang biasanya dipakai untuk menendang tulang keringku kini menjepit tubuhku yang semakin kuat menghentak ? hentakkan, kedua tangannya yang tadinya dipakai memeluk guling kini dipakainya untuk memelukku , agak lama aku merasakan pelukan Feby semakin kuat dan kedua kakinya semakin kencang menjepit tubuhku , aku mendengar dengar suara ? suara yang merdu keluar dari mulutnya ?Engghhh Owwhhh crottttttt?. Crrt?Aku merasakan pelukan Feby yang semula kencang kini melemah, aku terus menghentak ? hentak dengan kuat karena aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku dan ?Crrt.. Croottt?kini gantian aku yang memeluk kuat ? kuat tubuh Feby, nafasku tersengal-sengal bergabung dengan nafas Feby yang juga memburu dengan kencang dan kuat bagaikan sedang habis berlari.

Hari itu aku tertidur sambil menindih tubuh Feby dan rasanya sangat menyenangkan, keesokan harinya aku bangun lebih dahulu dari Feby yang memang pemalas, Aduhhh!!!!! Begitu turun dari ranjang rasanya kedua kakiku lemas, dengkulku terasa akan lepas dari sendirnya, tiba- tiba aku teringat hari ini hari Rabu , biasanya orang tua angkatku pulang, aku langsung bangkit dan memakaikan pakaian tidur untuk Feby yang masih tertidur, setelah beres kini giliranku yang pakai baju?.namun aku mendengar suara mobil dari kejauhan dan itu suara mobil orang tua angkatku!!! aku panik dan berlari menuju kamarku dalam keadaan telanjang bulat.

Hari Rabu itu Feby mendadak demam , aku dimarahi karena tidak menjaga Feby dengan baik, aku disuruh menunggu rumah sedangkan orang tua angkatku mengantar Feby ke dokter. Feby diberi izin untuk beristirahat dirumah oleh dokter sedangkan orang tua angkatku dengan penuh perhatian merawat Feby sampai demam Feby sembuh selama tiga hari. Pada hari yang keempat kondisi Feby berangsur membaik tapi ia masih harus istirahat, kedua orang tua angkatku harus segera pergi lagi menyelesaikan urusan bisnisnya dan kembali mempercayakan anak gadisnya padaku.

Dengan girang aku memasuki ke kamar tidurnya, kubuka perlahan-lahan pintu itu. Feby masih tertidur, aku berdiri di pinggir ranjang mengguncang tubuhnya. Ia membuka-matanya perlahan-lahan lalu matanya membelakak kaget, wajahnya ketakutan sambil menggeleng-geleng kepalanya melihat diriku yang berdiri di sampingnya sambil menyeringai jahat

Sunday, November 3, 2019

Nikmatnya Bersetubuh dengan Selingkuhanku Yang Montok

SahabatQQ - Pengalaman pertama selingku dengan wanita lain membuatku ketagihan dan ketakutan apalagi saat itu aku dengan nekat mengeluarkan pejuhku kedalam kemaluannya fani, Aku takut kalau dia hamil.Maka aku bakal Gawat


Nikmatnya Bersetubuh dengan Selingkuhanku Yang Montok


Dan untuk menghilangkan rasa kekhawatiranku serta agar istriku tdk curiga, malam itu aq berhubungan intim dengan istriku. Tapi saat berhubungan intim, aq selalu membayangkan tubuh Fani, gerakan-gerakan erotis, pantatnya yg padat, dan toketnya yg padat montok.

Keesokkan harinya aq menelpon Fani dan menyampaikan rasa kekhawatiranku. Jawaban Fani cukup menenangkan pikiranku.
Tenang mas, kemarin itu aq pas masa nggak subur, jadi aq biarkan pejuh mas keluar di dalam. Aq juga nggak mau suami dan keluargaku tau tentang perselingkuhan kita. Sungguh itu pengalamanku pertama?

Perbincangan kami lanjutkan dengan nada penyesalan, mengapa perselingkuhan itu harus terjadi. Tapi aq dan Fani tdk berani berjanji perselingkuhan itu tak akan terulang kembali.

2 Minggu kemudian, Fani sms, menanyakan aq sibuk atau tdk. Kujawab, ?buat kamu segala kesibukkan bisa kutinggalkan?. Kemudian Fani ngajak ketemuan di salah satu cafe di mall di Kotaku. Katanya ada yg mau dia omongkan.

Langsung aja aq meluncur dengan mobil yaris kesayangan ke mall itu. Setibanya di mall, kuparkirkan mobilku, dan langsung menuju cafe tempat kami janjian tadi. Di cafe itu aq melihat Fani sedang duduk sambil memainkan hp nya.

Siang ini kamu benar-benar cantik Fan? kataku mengejutkanya.
Haii, apak kabar mas Hardy Bikin kaget aja, silahkan duduk mas..? jawabnya diiringi dengan senyum manisnya
Aq pun langsung duduk di sampingnya, memesan kopi. Aq langsung tanya pada Fani.
Katanya ada yg mau di omongin, soal apa sih Fan?

Wajah Fani yg semula semeringah, berubah menjadi sendu, tampak ada beban berat yg sedang dipikulnya. Lalu dia bercerita habis bertengkar dengan mertuanya, karena dia dianggap boros dalam membelanjakan gaji suaminya.
Aq menitipkan anakku ke kakak iparku, aq mau cari ketengan, karena itu aq hubungi mas Hardy. Aq malas dirumah dalam kondisi mertua masih uring-uringan?
Ya sudah, sekarang kita mau kemana Fan?? tanyaku
Terserah mas Hardy saja, yg penting sebelum jam 8 malam aq harus sudah ada di rumah.

Aq berpikir cepat, lalu kuajak Fani jalan ke tempat wisata pegunungan yg sejuk yg letaknya tak jauh dari kotaku. Ditempat itu aq punya Villa. Dia setuju dengan ajakanku, setelah membayar minuman, kami berdua langsung melangkah menuju tempat parkir, dan langsung meluncur menuju kawasan wisata itu.

Di perjalanan aq berpikir keras bagaimana caranya menyuruh keluar Pak Aryo penunggu villaku. Tak mungkin aq membawa wanita lain ke villaku, pasti nanti pak Aryo akan bicara sama istriku. Akhirnya aq putuskan untuk chek-in disalah satu penginapan di daerah wisata itu.

Setibanya di tempat wisata itu, aq mutar-mutar mencari penginapan yg cocok, yg jauh dari villaku. Dan pilihanku jatuh pada villa XXX, tempatnya nyaman, dan kupilih kamar yg paling belakang, agak tersembunyi dengan parkir mobil di bawah, dan kamar di atas.

Begitu kami masuk ke dalam kamar, pintu kamar tdk aq kunci karena penjaga penginapan pasti akan datang lagi mengantarkan minuman yg kami pesan dan perlengkapan mandi.

Begitu pintu kututup, tanpa komando kami berdua langsung berpelukan erat, bibir kami saling berciuman. Benar-benar erat pelukan kami, sampai hampir sesak nafas, seperti sepasang kekasih yg sudah lama tak berjumpa.
Aq kanget banget sama kamu Mas..? katanya dengan nafas memburu.
Aq juga Fan.. aq ingin kamu bersamaku selamanya?? jawabku dengan nafas terputus-putus.
Kita nikah aja yukk? pinta Fani.
Aq mau.. tapi apa mungkin?? jawabku.

Hampir 10 menit kami berciuman, dengan posisi masih berpelukan kami melangkah kecil, berputar-putar seperti penari salsa. Ciuman dan pelukan kami harus berhenti waktu terdengar suara pintu di ketuk. Fani pun segera duduk di kursi sofa sambil merapikan pakaianya yg agak acak-acakkan.

Kubuka pintu itu, dan kubiarkan penjaga penginapan menaruh dua cangkir teh di meja, dan meletakkan perlengkapan mandi di ranjang. Waktu penjaga penginapan pamit, kuselipkan uang 100ribu di sakunya sambil mengucapkan terima kasih. Si penjaga senang sekali mendapat uang tips dariku. Begitu sang penjaga keluar, pintu kamar langsung kututup dan kukunci.

Aq pun langsung duduk di sofa, disamping Fani.
Mumpung masih hangat teh nya,, diminum yukk? kataku.
Dan Fani langsung mengambil cangkir teh itu, meneguk isinya.
Kuperhatikan caranya minum, sungguh seksi bibirnya. Aq lihat begitu, Fani tersenyum, senyumnya sungguh manis, yg membuat nafsuku menggelora. Kurapatkan tubuhku ke tubuh Fani.
Saat Fani meneguk tehnya lagi, segera kutarik tanganya, dan langsung kucium bibirnya yg masih penuh dengan air teh. Akibat lumatan bibirku itu, teh yg ada di mulut Fani sedikit tumpah keluar, dan sebagian masuk di mulutku.
Kubuka mulutnya dengan lidahku, sampai air teh itu berpindah semua ke mulutku. Dari mulutku kembali kudorong kemulut Fani, begitu bergantian. Hmm ciuman yg mengasyikkan, yg pernah aq impikan tapi baru kali ini bisa aq lakukan.

Setelah beberapa kali saling tukar air teh yg bercampur dengan ludah kami berdua, akhirnya teh yg ada di mulut kami habis. Kini aq yg minum teh dengan porsi yg lebih banyak, kami pun berciuman lagi, saling dorong air teh ke mulut kami masing-masing. Tak terdengar desahan yg keluar, karena mulut kami penuh dengan air teh. Setelah air teh kedua itu habis dari mulut kami, Fani menarik mulutnya.
Gilaa.. darimana mas Hardy dapat ide ciuman yg model gitu, nikmat sekali mas, sungguh mengasyikkan? katanya dengan nafas memburu.

Memang ciuman dengan model seperti itu membuat nafas kita jadi ngos-ngossan karena harus menjaga minuman agar tdk banyak yg keluar dari mulut.
Aq sering membayangkan berhubungan intim dengan berbagai cara, yg romantis dan lembut, termasuk cara berciuman tadi? jawabku
Kemudian aq bangkit dan kurain tanganya, kemi berdiri saling berhadapan, merapatkan tubuh kami, dan kembali berciuman.
Fantasi apa lagi yg mau mas terapkan?? tanya Fani penasaran.

Tanpa menjawab pertanyaanya, langsung kudorong tubuh Fani ke meja rias yg cerminya besar. Di depan meja rias itu, tubuhku menghadap ke cermin dan tubuh Fani membelakanginya.
Aq ingin kita menari, dan tarian kita bisa lihat dari cermin itu? kataku sambil melucuti baju dan celananya.

Fani memahami maksudku, Fani juga melucuti baju dan celanaku, termasuk CD ku. Sekarang kami berdua dalam kondisi Bugil. Batang penisku yg sudah mengeras menempel di perut Fani, dan biji pelernya menempel di rambut kemaluannya yg tertata rapi.

Ada sensasi luar biasa saat biji pelerku kegesek-gesek rambut kemaluanya. Dari cermin kulihat pantat Fani,, Oowwhhh pantat itu benar-benar mebangkitkan nafsuku.

Kuciumi lembut bibir Fani dan Fani membalas dengan cara yg sama, sedangkan tanganku meremas-remas pantat Fani, sesekali tanganku mengelus punggungnya.

Tangan Fani juga meraba pantatku, sesekali rabaanya menajngkau biji pelerku. Sambil berpelukan, saling cium, saling raba, tubuh kami berdua bergerak ke kanan dan kiri. Sesekali kami berbalik posisi, sehingga Fani ganti yg melihat tubuhku dari cermin.

Perut Fani pun mulai basah dengan cairan penisku yg terus menetes, dan gesekan-gesekkannya membuat penisku benrdenyut. Dantanganku mulai merayap, membelah pantat Fani, mengikuti lekuk-lekukknya, sampai ke anus, dan terus turun ke kemaluannya

Kurasakan kemaluanya sudah basah. Payudaranya yg besar. dan puting susunya yg sudah mengeras semakin denyut penisku bertambah kencang. Tubuh kami mulai di penuhi peluh, dan peluh itu semakin membuat nikmat, karena penisku bisa lebih leluasa bergerak di tubuh Fani.

Setelah beberapa lama kami berciuman, masih dengan berpelukkan, kubaringkan tubuh Fani ke ranjang. Karena posisi berpelukan, maka tubuhku menindih tubuh Fani. Tanganku beralih ke depan, meremas-remas payudaranya dan memilin-milin puting susunya.

Sedangkan mulutku menghisap payudaranya yg satunya. Kumainkan lidahku di puting susunya, sesekali menjilati seluruh payudaranya yg membuat Fani geli kenikmatan. Fani cuma bisa mendesah dan menarik-narik rambutku.

Permainan bibirku terus turun, dari payudara ke perut, sedang kedua tanganku meremas-remas payudaranya.
Ogghhh masshh.. nikmaatttt maasss? ohhhh.. terussshhhh? racaunya.

Kulihat matanya sayu, tanda sudah horny berat. Tapi aq masih ingin berlama-lama memainkan tubuh Fani yg indah, putih mulus dan menggairahkan ini.

Kini bibirku bermain di paha Fani, kuciumi pahanya bergantian, kanan dan kiri. Kujilati lipatan pahanya sampai ke selangkanganya. Terus jilatan lidahku turun ke betis. Tanganku kini mengelus-elus rambut kemaluannya.

Fani semakin mengglepar-glepar mendapat perlakuan seperti itu. Kemudian jilatan lidahku naik lagi ke atas, tanganku membuka lebar paha Fani, hingga kemaluannya yg merah dan basah terkuak.

Klitorisnya kumainkan dengan lidahku. Fani merintih kecil,
Owgghhh nikmat masss terusssss masss? rintihnya semakin mebuatku bergairah.

Semakin liar lidahku memainkan kemaluanya. Kusapu seluruh kemaluannya dengan lidahku, kugigit-gigit pelan klitorisnya. Fani semakin membuka lebih lebar pahanya. Dan memberi kesempatan tanganku untuk meremas payudaranya. Peluhnya semakin deras, cahaya lampu neon membuat tubuhnya yg putih mulus semakin bersinar.

Fani bertambah kencang menggelinjang kekanan dan kekiri. Tanganya menekan kuat kepalaku agar semakin rapat di kemaluannya. Dan kali ini jilatanku bukan cuma di kemaluannya, tapi juga ke lubang pantatnya.
Maassshhh Hardyyyy aakuuuuhhh maauuuuu keluaarrrr? desah Fani.

Mendengar desahan Fani, langsung saja kumasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluanya. Pantat Fani terjingkat ke atas, dan dalam waktu yg bersamaan keluar lendir hangat dar dalam lubang kemaluannya membasahi lidahku.
Fani semakin kencang menarik rambutku, dan tubuhnya bergetar hebat, pahanya menjepit kepalaku. Kubiarkan beberapa saat lidahku di dalam lubang kemaluan Fani, sampai lendir hangat itu habis kuhisap.

Tak lama kemudian, tubuh Fani semakin lemas, jepitan pahanya di kepalaku sudah mengendur. Aq langsung bangkit, dan tidur di sebelah Fani. Fani segera menciumiku dengan buas.

Makasih masss, permainanmu bikin aq ketagihan? kata Fani sambil mengalihkan ciuman dari bibir ke keningku.
Buat kamu, aq rela melakukan apa saja Fan, karena aq senang? jawabku
Mas Hardy, aq mau mandi dulu ya, nggak enak nih basah dan bau keringat begini?
Iya, mandilah dulu, biar wangi tubuh kamu. Aq juga mau ke mobil sebentar? jawabku
Dengan masih dalam keadaan bugil, Fani berjalan menuju kamar mandi yg memang tersedia di dalam kamar. Fani mandi tanpa mengunci pintu kamar mandi, sehingga aq bisa melihat tubuhnya yg semakin bercahaya karena terkena air. Aq segera mengenakan pakaianku, dan berjalan ke mobil.

Keluargaku selalu minum madu setiap pagi dan menjelang tidur. Karena itu, di mobilku selalu ada persedian madu, karena sering dalam perjalanan jauh kami kesulitan mencari madu. Kuambil botol madu dan kubawa ke kamar.
Dikamar kulihat Fani sudah selesai mandi, dan dia duduk di kursi sofa, handuk melilit di tubuhnya, tapi pundah dan pahanya tetap kelihatan. Raut kelelahan sudah tak tampak lagi, wajahnya benar-benar segar.

Ke mobil ngapain saih mas?? tanya Fani penasaran.
Ini ngambil madu? jawabku sambil menujukan botol madu.
Emang buat apa sih mas? yanya Fani penasaran.

Aq tak menjawab pertanyaanya, hanya kuraih tangannya, dan kugandeng menuju ranjang. Fani tidur terlentang di ranjang, dan kulepas lilitan handuk di tubuhnya. Aq juga melepas pakaianku. Kembali kami dalam keadaan bugil. Kubuka tutup botol madu, kuminum sedikit isinya.
Lalu kulumat bibir Fani. Rupanya Fani baru sadar fungsi madu itu, dan dia juga semakin bergairah melumat bibirku yg manis karena madu. Sambil berciuman, kuteteskan madu itu ke payudara Fani. Kulihat mata Fani membelalak waktu kuteteskan madu ke payudaranya, dia seperti bertanya untuk apa madu itu. Botol mandi yg di tangan keletakkan di ujung ranjang, agar tdk tumpah.
Bibirku melepaskan ciuman Fani, lalu turun ke bawah menjelajahi payudaranya yg terlumuri dengan madu. Kuhisap payudaranya yg manis. Fani merintih kesakitan karena hisapanku, tapi mulutnya mengatakan sebaliknya.

Iyaaahhhh hisap terussss maassshhh, sakit tapi nikmaattt?
Kuhisap payudara Fani bergantian. Dan satu jari tanganku kuoleskan pada madu yg meleleh di payudara Fani, lalu jariku itu kumasukkan ke dalam mulut Fani. Fani seperti anak kecil dapat es cream, asyik menghisapi jariku

Karena madu di payudara Fani sudah habis, dan rasa manisnya sudah hilang, kuraih botol madu dengan maksud untuk kulumuri tubuhnya dengan madu. Tapi kali ini Fani merebut botol madu itu. Aq tak tau apa yg dia lakukan.
Fani mendorong tubuhku, sehingga kini aq yg tidur terlentang di ranjang, dengan kaki menjuntai kebawah. Lalu Fani menuangkan sedikt madu di batang penisku. Dingin-dingin basah rasa penisku. Kemudian Fani langsung menjilati penisku yg berlumuran madu.
Separuh batang penisku masuk ke dalam mulutnya, dan Fani memaju mundurkan kepalanya mengulum penisku. Kini giliranku yg kelojotan. Fani meletakkan botol madu ke lantai, sambil mulutnya sibuk mengulum dan menghisap penisku.

Aaauugghhh? aghhhhssss? terussss Siittttt? cuma itu yg keluar dari mulutku.
Karena nggak tahan mendapat serangan dahsyat itu, aq lamgsung bangkit, dan dengan sedikit kasar mengangkat tubuh Fani untuk kurebahkan di ranjang.
Kedua paha Fani kuangkat tinggi-tinggi, hingga kemaluan Fani menyembul dan batang penisku yg sudah tegang mengeras langsung kumasukkan ke lubang kemaluannya. Kedua Kaki Fani bersandar di pundakku. Kusodok terus pelan-pelan sampai masuk semua batang penisku ke lubang kemaluannya. Fani mendesah keenakan. Desah kami memenuhi ruangan kamar villa.

Sambil kulihat penisku yg keluar masuk di lubang kemaluan Fani, tanganku meremas paha Fani. Sedang tangan Fani cuma bisa meremas-meremas sprei kasur.
Penismu nikmaattt mass hardyyy.. aq suka bangett? racau Fani.
Ogghhhh iya saaayaannggg,, lubangmu juga nikmaatttt? kami terus berpacu mengejar puncak kenikmatan.
Bberapa menit kemudian aq merasa ada cairan hangat yg mulai mendesak penisku.
Fann, aq mauhh keluarrrr, aq keluarin dimanaaa?
Di dalam ajaahhh masshhhh.. akuhhh jugaa mau keluaaarrrrr?
Kubenamkan seluruh batang penisku ke kemaluan Fani.

Crett.. crett.. crett.. crett? lendir kenikmatanku dengan kerasanya menyembur membasahi kemaluan Fani, sebelum ia melanjutkan omongannya. Kocokkan penisku dan semburan lendirku juga mempengaruhi kemaluan Fani, hampir bersamaan kemaluan Fani juga mengalirkan lendir hangat kenikmatan.
Perlahan-lahan kuturnkan paha Fani dari pundakku. Dan tubuhku ambruk menindih tubuh Fani.
Makasih Fani, kamu sungguh luar biasa? kataku.
Fani tak menjawab, hanya mencium bibirku, dan dari sudut matanya ada titik air bening.
Aq tak inigin merusak suasana dengan menanyakan mengapa ia meneteskan air mata. Kubiarkan saja.
Setelah itu kami mandi bersama, dan mengulangi perstubuhan di kamar mandi. Jam 7 malam aq meluncur kembali ke kotaku, mengantar Fani kerumahnya.
Lebih dari enam kali kami melakukan perselingkuhan itu. Dan yg paling berkesan adalah perselingkuhan yg kami lakukan di villaku

Saturday, November 2, 2019

Nikmatnya di Manja Oleh Tante April

SahabatQQ - Namaku Ronald umurku 38 tahun, diusiaku yang kepala 3 ni aku terlihat sangat muda. Ada seorang janda bernama tante april usianya sudah kepala 4 tapi dia selalu menjaga dan merawat tubuhnya . mukanya sangat cantik.

Nikmatnya di Manja Oleh Tante April



Kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante April yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C. Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu.

Bodi tante April yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi. Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku.

Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor aku jalankan pelan keluar dari gerbang rumah. Dikejauhan aku melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian.

Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, aku terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir.

Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante April. Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kontolku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat.
Perlahan-lahan motor aku arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante April.

Eh tante April. Mau kemana tante??, sapaku.

Tante April agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.

Ehm.. Kamu Ron. Tante mau ke kantor. Kamu mau ke kampus??, tante April balik bertanya.

Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi?, kataku sambil menawarkan jasa dan berharap tante April tidak menolak ajakanku.

Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho.?

Suara tante April yang empuk dan lembut sesaat membuat penisku semakin menegang.

?Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat?, kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi aku tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.

?Benar nih Ronald mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu?, kata tante April sambil melangkahkan kakinya diboncengan.

Aku sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu. Tapi bagaimanapun aku tetap diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan empuknya payudara tante yang memang sangat aku kagumi.

Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku. Pagi itu tante April aku anter sampai ke kantornya. Dan aku segera menuju ke kampus dengan perasaan senang.

Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering. Segera saja aku angkat. Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita.
Bisa bicara dengan Ronald??
Iya saya sendiri??, jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.
Selamat pagi Ronald. Ini tante April!?, aku benar-benar kaget bercampur aduk.
Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante??, kataku agak gugup.
Pagi ini kamu ada acara nggak Ron? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan??, pinta tante Aprily dari ujung telepon.
Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante?, jawabku. Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kontolku yang mulai membesar karena membayangkan tante April.
Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya. Met pagi Ronald.. Sampai nanti!? Suara lembut tante April yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana.

Pagi itu aku benar-benar senang mendengar permintaan tante April untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana-mana. Sementara tanganku masih saja mengelus-elus penisku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan jika yang memegang kontolku itu adalah tante April. Karena hasratku sudah menggebu, maka segera saja aku lampiaskan birahiku itu dengan onani menggunakan boneka didol montok yang aku beli beberapa bulan yang lalu.

Aku bayangkan aku sedang bersetubuh dengan tante April yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok menunggu untuk diAprilyut dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh boneka itu.
Tante? Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah?, mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante April.

Karena sudah tidak tahan lagi, segera saja batang penisku, kumasukkan ke dalam vagina didol itu. Aku mulai melakukan gerakan naik turun sambil mendekap erat dan menciumi bibir boneka yang aku umpamakan sebagai tante April itu dengan penuh nafsu.
Ehm.. Ehs.. Nikmat sekali sayang..?
Kontolku semakin aku kayuh dengan cepat.
tante.. Nikmat sekali memekmu. Aaah.. Punyaku mau keluar sayang..?, mulutku meracau ngomong sendiri.

Akhirnya tak lama kemudian penisku menyemburkan cairan putih ke dalam lubang vagina boneka itu. Lemas sudah tubuhku. Setelah beristirahat sejenak, aku kemudian segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan kontol dan tubuhku.

Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Aku sudah selesai mandi dan berdandan.
Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante April. Aku sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan tubuhmu dari dekat sayang?, gumamku dalam hati.

Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante April yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku. Sampai di rumah janda montok itu, segera saja aku ketuk pintunya.
Ya, sebentar?, sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante April.

Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante April yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku. Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya yang agak ke bawah.

Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa. Tante April kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu. Aku sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.

Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala??, tanyaku penasaran.
Senyuman indah dari bibir sensual tante April mengembang sesaat mendengar pertanyaanku.
Oh, biar aman aja. Kan aku mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV?, jawab tante April seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.

Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi penisku tegang karena terangsang oleh penampilan tante April. Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kontolku nggak bisa diajak kompromi karena semakin besar aja.
Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya. Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.

Ayo Ron diminum dulu sirupnya?, kata tante padaku.
Aku kemudian mengambil gelas dan meminumnya.

Ron. Kamu tahu nggak Aprilapa aku minta kamu datang ke sini??, tanya tante April sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup
Ehm.. Eng.. Nggak tante?, jawabku.

Tante sebenarnya butuh teman ngobrol. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana. Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian. Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!?, kata tente April seperti mengiba.

Dalam hati aku senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas. Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi Aprilyataan.

Kalau sekiranya saya dibutuhkan, ya boleh-boleh aja tante. Justru saya senang bisa ngobrol sama tante. Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok.?

Tante tersenyum mendengar jawabanku. Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV. Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan-anganku semakin melayang jauh.

?Ron, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak??, tanya tante April yang kali ini sedikit manja.

Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin?, jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul, seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya.

Mata Tante April terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi, meski sebenarnya birahiku sedang menanjak. Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku.

Kalau panas dilepas aja ya Ron, biar cepet adem?, kata tante April sembari membuka satu-persatu kancing bajuku, dan melepaskannya hingga aku telanjang dada?

Aku saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku. Dan aku pun hanya bisa diam terbengong-bengong. Aku tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente April pagi itu yang memintaku untuk membantu melepaskan kaos ketatnya.

Ron, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..?, pinta tante April dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.

Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini, aku lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante April.

Dan apa yang berikutnya aku lihat sungguh membuat darahku berdesir dan penisku semakin tegang membesar serta jantung berdetak Aprilcang. Payudara tante April yang besar tampak nyata di depan mataku, tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak Aprilcang dan padat sekali.
Aprilapa Ron. Kok tiba-tiba diam??, tanya tante April padaku.

E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante?, jawabku spontan sambil menundukkan kepala.
Ala.. enggak usah pura-pura. Aku tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. Ronald sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?? kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok.
Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..?, aku seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup. Apalagi tubuh tante April semakin merapat ke tubuhku.

?Ron.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu. Nggak usah takut-takut sayang. Aku sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki?, rajuk tante April sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya.

Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai. Aku semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja. Dengan nafsu yang membara, susu tante April aku remas-remas.

Sementara bibirku dan bibirnya saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas, yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh. Permaianan kami semakin panas. Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya.
Uuhh? Aah?? Tante April mendesah-desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu.

Aku permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya. Sekali-kali putingnya aku gigit hingga membuat Tante April menggelinjang merasakan Kenikmatan. Sementara tangan kananku mulai menggerayangi ?vagina? yang sudah mulai basah. Aku usap-usap bibir vagina tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.
Ron.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasilah tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu?, suara itu keluar dari bibir janda montok itu.

Aku menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya. Perlahan setelah puas bermain-main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah menuju vagina tante April yang bersih terawat tanpa bulu. Dengan leluasa lidahku mulai menyapu vagina yang sudah basah oleh cairan.

Aku sudah tudak sabar lagi. Batang penisku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan vagina janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang penisku ke celah-celah vagina. Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya. Kutekan perlahan dan?
Aaah??, suara itu keluar dari mulut tante April setelah penisku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya.

Kupompa penisku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.
Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..?, tante April mulai menikmati permainan itu.

Aku terus mengayuh penisku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul. Aku merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.
Tante.. Punyaku sudah mau keluar..?
Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..?, akhirnya tante April tidak tahan lagi.

Kamipun mengeluarkan cairan Kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke dalam liang senggama tante, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru.

Terima kasih Ronald. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan. Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante??, tanya beliau padaku.

Aku tersenyum sambil menciumkening janda itu dengan penuh sayang.

Aku sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan Kenikmatan ini padaku. Karena sudah lama sekali aku berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini?

Tante April tersenyum senang mendengar jawabanku.

?Ronald sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja, karena tubuh tante sekarang adalah milikmu. Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin? Ronald temani tante ya.?, kata tante April kemudian.
Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju. Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya. Hari itu adalah hari yang tidak pernah bisa aku lupakan. Karena angan-anganku untuk bisa bercinta dengan tante April dapat terwujud menjadi Aprilyataan. Sampai saat ini aku dan tante April masih selalu melakukan aktivitas sex dengan berbagai variasi. Dan kami sangat bahagia