Blog Archive

Popular Posts

technology-services>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-1

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

NEW10>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Sunday, October 20, 2019

Aku Di Jadikan Taruhan Sex

SahabatQQ - Namaku danang, Pada hari sabtu kemarin sekitar pukul 10.00 WIB aku duduk di sebuah restoran fast food di jakarta. Ketika aku sedang asik memandang pemandangan di luar tiba tiba ada seorang wanita berjalan dengan buru buru. Aku pun berpikir sejenak. Sepertinya aku kenal wanita itu.

Aku Di Jadikan Taruhan Sex



Setelah aku meingat-ingat, akhirnya aku ingat juga, itukan Mba? Diah wanita pijat di tempat Pijat++ seberang restoran ini. Saat itu aku mulai melihat jam tanganku, tidak terasa jam sudah menunjukan menunjukkan pukul 11.00 WIB. Pantas saja banyak wanita yang wanita pijat yang sudah mulai berdatangan. Tidak lama ada sebuah sepeda motor berpenumpang yang datang.

Saat itu penumpangnya turun tepat di belakang parkiran mobilku yang saat itu aku parkir di seberang restoran tempat aku makan. Aku melihat wanita itu turun dan memberikan uang kepada pengendara motor tadi. Nampaknya wanita itu aku juga kenal, setelah aku mengingat-ingat lagi ternyata benar aku kenal, wanita yang barusan adalah Mba? Rosa salah satu receptionis panti Pijat++ itu.

Oh iya aku lupa memberitakuan kalau aku adalah salah satu pelanggan Pijat++ di panti pijat X itu, maka jangan heran kalau aku hampir menegenal semua tukang pijat dan sebagian pegawai disitu. Mungkin tidak usah aku sebutkan satu-persatu nama wanita pijat yang datang hari itu, karena banyak sekali hari itu yang aku lihat dan aku kenal. Selang beberapa waktu mulailah penuh parkiran di sekitar Pijat++ itu.

Kini nampaklah roda kehidupan Pijat++ itu mulai berputar. Tanpa terasa hari semakin siang, kini suasana restoran mulai ramai oleh tamu yang bergantian keluar masuk. Saat itu makanan yang aku makan telah habis, walaupun makananku sudah habis tidak sedetikpun aku mengalihakan pandanganku dari arah sekitar parkiran mobilku dimana tempat itu adalah tempat para wanita pijat itu turun dari kendaraan dan akan menuju tempat kerjanya, yaitu tempat Pijat++. Alasan para wanita Pijat++ turun disana, karena mungkin saja mereka malu dengan profesinya.

Karena tempat turun wanita pijat itu tadi jaraknya kira-kira 50 Meter dari tempat kerja mereka. Menit demi menit berlaku dan para wanita pijat masih saja berdatangan. Para wanita itu rata-rata masih muda dan menggemaskan sekali, selain itu mereka juga mengenakan pakaian yang ketat dan bawahan minim khas wanita Pijat++. Saat itu masih aku masih berada di restoran.

Karena hari semakin siang aku melihat saat jam tanganku lagi, saat itu waktu menunjukan pukul 14.00 WIB. Biasanya pada jam-jam ini bintang Pijat++ itu baru datang. Tidak lama setelah itu ternyata benar perkiraanku, nampaklah ada seorang wanita yang keluar dari taxi sembari telefon, saat itu terlihat samar-samar karena masih tertutup oleh taxi.

Ketika taxi itu pergi, aku baru tahu bahwa itu Shella salah satu bintang atau tukang pijat cantik dan terlaris di Pijat++ itu. Panti pijat X ini hukanlah panti pijat++ pinggiran, namun Panti Pjat++ ini tempat pijat yang meyediakan wanita pijat yang highclass dan ruangan pijat yang lumayan elit. Selang beberapa menit mataku tertuju pada seorang wanita berpakaian ketat berwarna merah cerah keluar dari taxi.

Saat itu aku terus memandangi, karena wanita itu napak asing bagiku dan membuat aku penasaran. Begitu taxi pergi ternyata dia juga berjalan menuju ke panti Pijat++ itu. dalam hati bertanya-tanya, siapa ya dia? Apa jangan-jangan wanita itu adalah wanita pijat++ baru. Rasa penasaranpun menyelimuti pikiranku, dan rasa itu birahiku mulai bergejlak.

Kalau aku tafsirkan sih wanita itu berumur sekitar 28 tahuna. Walaupun dia termasuk agak dewasa dibandingkan orang-orang baru di panti pijat itu, namun aku penasaran sekali dengan wanita itu. karena jika aku lihat dari kejauhan dia nampak cantik dan mempunyai body yang sintal dan montok. Namun sekilas ketika aku melihat bagian perutnya, nampak dia seperti wanita hamil.

Hal itu membuatku makin penasaran saja, masak iya sih wanita hamil bekerja di Pijat++. Karena aku penasaran maka aku langsung menelefon panti nomer handphone Mba? Rosata dari restoran itu,

Hallo selamat siang Pak Danang ?, , terdengar suara Rosa receptionis yang aku kenal.
Iya selamat siang Mba? Rosa ?, jawabku.
Wah Pak Budi, apa kabar pak ? dan ada apa yah menelefon saya ?? Pak Danang Mau booking yah? , ucapnya.
Hhe.. Mba tahu aja deh, Oh iya Mba? Rosa, yang barusan baru masuk memakai baju merah siapa sih ? , ucapku.

Baju merah Oh itu Mba? Nisa Pak, Kenapa memang Pak ?, ucapnya.

Kayaknya dia orang baru yah dan dia juga sedang hamil ya Mba? ? ?, ucapku penasaran.

Iya Pak, memang rosa sedang hamil. Oh iya ngomong-ngomong kog bapak tahu sih, memangnya bapak dimana ini ?, ucapnya berbalik tanya kepadaku.
 Saya lagi direstoan sebrang Panti pijat Mba?, sebelumnya sorry ya Mba? karena aku banyak tanya.

Oh nggak papa kog Pak, lagiankan bapak pelanggan setia Panti Pijat ini, hhe ?, ucapnya.

Hhe, maksih ya Mba?. Oh iya Mba? kalau hamil, berarti Nisa cuma pijat aja dong Mba? ? ?, ucapku lagi.

Hemmm? kalau udah di dalam kamar siapa yang tahu pak, hhe?? ?, ucapnya enteng.

Saat itu aku berfikir, benar juga juga yah omongan Rosa, lalu,

Ngomong-ngomong sudah ada yang booking belum tuh si Nisa ? ?, ucapku.

Aku menayakan seperti itu karena aku ingin mencoba dipijat wanita hamil, dan siapa tahu aku bisa ngentot sama dia, kan enak tuh pijat++ sama wanita hamil, hhe,
Tenang Pak, belum ada yang Booking kog Pak, Bapak mau Booking Nisa Pak ? ?, ucapnya.
Iya nih Mba? ?, jawabku singkat. Mau Booking jam berapa Pak ? ?, ucapnya.
Saat itu berfikir sejenak, karena aku tahu dia baru sampai, aku berfikir dia butuh istirahat untuk menghela nafas. Kayaknya setengah jam cukup deh istirahatnya. Kemudian,
Yaudah jam 3 aja deh Mba? ?, jawabku.
Baiklah Pak, saya tunggu kedatangnya Pak, terima kasih Pak Danang ?, ucap Rosa.

Singkat cerita, kini akupun sudah sudah berada didalam ruangan pijat, dan posisiku sekrang sudah telanjang dada, tak bercelana dan hanya menggunakan celana dalam saja. Saat itu aku berposisi tidur tengkurap menghadap tembok di kamar lantai 3 ukuran 3?3 meter persegi. Tidak lama setelah itu tidak lama pintu kamar-pun terbuka dan ditutup kembali,

Selamat siang Pak, Saya Nisa yang akan melayani bapak ?, ucapnya menyambutku.

Siang juga Mba? ?, jawabku sambil menolehkan muka ke arahnya, tetapi tetap tidur telungkup.

Mau minum apa? ?, ucapnya, sambil meletakkan barang bawaannya, handuk, sabun, seprei, dan cairan pelicin untuk pijat di atas satu-satunya sofa yang ada di ruang itu.

Air mineral nggak dingin ?, jawabku.

Lalu dia-pun keluar dan tidak lama kemudia dia membawa pesananku. Saat itu dia tidak menanyakan pijat berapa jam, karena pada saat itu aku berada di ruang VVIP yang mempunyai waktu minimal satu setengah jam. Terdengar dia melepaskan seragam dinasnya (padahal suhu ruang cukup dingin). Menutupkan selembar handuk ke punggungku mulai leher hingga pantat.

Aku fikir aku tidak perlu menceritakan tahapan-tahapan pijat, langsung ke inti ceritanya saja. Lanjut,

Sebentar ya pak, mau ke toilet ?, ucapnya meminta ijin.

Ya Mba? ?, jawabku singkat.
5 menit kemudian diapun kembali dan dia mulai memijat lagi. Mungkin dia tadi terlalu lama berdiri saat memijat, sehingga dia naik ke tempat tidur dan memijat kaki sebelahku yang belum disentuhnya dari tadi. Selanjutnya dengan mengangkang dia memijat punggungku. Terasa pahanya dibungkus dengan celana ketat, saat bersentuhan dengan pahaku,

Kamu nggak pernah diisengin sama tamu, Mba?? ?, ucapku.

Itu sih sering pak, santapan setiap hari! ?, ucapnya.

Yang paling nyebelin seperti apa Mba?? ?, ucapku.

Belum lama ini ada tamu, saat lagi nafsu dia bilang. Mba? ngentot yuk? Lalu aku jawab aja, sama siapa pak? dia jawab ya sama kamu, terus aku jawab lagi Pak, kirain sama kambing, hhe? gitu pak ceritanya ?, ucapnya panjang lebar menjelaskan.

Saat itu aku sekilas teringat dengan kata-kata temanku. Mungkin ada benarnya kata temanku, dia mengatakan bahwa kelemahan wanita itu ada di telinga. Dalam arti kelemahan ditelinga adalah, kalau seorang wanita disanjung, diajak bicara yang indah-indah, pasti wanita manapu akan luluh dengan kitta. Jadi pesan bagi para pembaca dari saya, bicaralah yang baik dengan wanita manapun dan siapapun wanita itu.

Saya jamin jika kita bersikap seperti itu, para wanita pasti akan memberikan apapun yang kita minta. Buktinya saya sendiri, saya sudah menahklukan wanita manapun dengan cara itu. Lanjut,
Maaf pak, saya tinggal ke toilet lagi ?, ijinnya.
Ya Mba? santai aja kalau sama saya, hhe ?, jawabku.

Tidak lama kemudian dia-pun meneruskan pijatan yang belum selesai. Setelah menyelesaikan pijatan tadi, dia berkata,
Pakai krim nggak pak? ?, ucapnya.
he em ?, ucapku.
Maaf pak ya Pak ?, ucapnya sambil menurunkan celana dalamku sampai bawah pantatku lalu dia menutup dengan handuk. Kemudian,
Tolong dilepas aja Mba? celana dalam saya biar nggak menggangu pijatnya ?, ucapku.
Tanpa kata dia-pun menarik handuk dan melepaskan celana dalamku. Kini posisikupun telanjang deh sekarang. Dia mulai meratakan krim di seluruh permukaan kulit kakiku, dan mulai memijit, dan beberapa menit kemudian,

Sebentar ya pak, mau ke toilet lagi ?, ijinnya untuk ke tiga kalinya.
Ya Mba? ?, jawabku singkat, tanpa protes, karena aku memaklumi, karena saat hamil kandung kemih tertekan oleh kandungan, atau ada yang lain yang aku nggak tahu.
Yah beginlah pak kalau kondisinya seperti ini ?, ucapnya saat masuk ke kamar.
Aku maklum kog Mba? ?, jawabku.

Dia mulai memijat kaki satunya lagi. Setelah selesai dia mengeringkan krim dengan handuk, karena kakiku cukup banyak bulunya dia menaburi bedak bayi diseluruh permukaan ke dua kaki (kalau dilihat nggak ubahnya seperti bayi yang habis mandi terus dibedaki), sehingga minyaknya bergabung dengan bedak, kemudian di gosok dengan handuk satunya lagi, hasilnya lumayan kering.

Kemudian dia naik ke tempat tidur (biasanya wanita pijat bisa melakukannya dengan berdiri, mungkin karena beratnya menahan perut sehingga lebih baik sambil duduk di tempat tidur guna mengistirahatkan kedua kakinya). Wanita lagi hamil mana ada yang pakai rok mini, biasanya selalu serba longgar Kan, kecuali wanita yang saat ini ada di atas pantatku.

Karena nggak ada tempat lagi untuk duduk, akhirnya dia mengangkangiku sehingga dia menduduki pantatku (asli hlo, duduk plek, soalnya berat banget) dengan berlapiskan handuk dan mulai mengolesi krim. Saat sebelah kakinya diangkat untuk mengangkang terasa pahaku bergesekan dengan paha bagian dalamnya yang licin dan dingin. Tetapi anehnya kog sudah nggak pakai celana ketatnya lagi.

Setelah punggung rata dengan krim dia mulai memijat. Posisi memijat adalah maju mundur, mulai dari pinggangku ke arah pundak. Karena gaya pijat dan tumpuan duduknya pada tempat yang tidak rata walaupun dilapisi oleh handuk, lama kelamaan dia bergeser tepatnya terpeleset ke arah pangkal paha; Kan ada sedikit bekas krim serta berat tubuhnya yang lumayan berat
Dia mengembalikan posisi duduknya ke pantatku lagi. Akan tetapi tanpa handuk hanya beralaskan roknya. Sewaktu gaya maju; saat mengurut dari pinggang ke arah pundak, dia terpeleset lagi. Sewaktu mengembalikan pantatnya ke pantatku sudah tanpa handuk, sebab irama pijatannya sudah agak cepat, jadi kalau sebentar-sebentar ngurusin handuk nggak selesai-selesai mijatnya.

Semakin cepat pijatannya, yang aku rasakan bukan punggungku lagi, akan tetapi di pantatku ada sesuatu yang sangat kasar. Ternyata roknya sudah tidak menjadi alas untuk duduk. Iseng, aku menoleh ke belakang bawah,

Sudah nggak usah lihat-lihat ?, Ucap Nisa.

Saat itu sekilas aku dapat melihat dia jongkok dengan roknya sudah di pinggang sementara di atas pantatku ada daging yang cukup tebal tanpa bulu (dicukur) nggak seperti bagasi mobilku, lebih tepatnya nonong. Pantes pahanya kog licin, nggak pakai celana. Aku-pun mengikuti perintahnya, lalu,

Kenapa kog nggak pakai cd sih? Kamu Kan lagi hamil ?, ucapku.
Habis capek tiap pipis harus melorotin celana ketat. Tadi sewaktu keluar yang ke tiga udah kebelet banget jadi pas masuk nggak ketahan keluar. Yah sudah basah, mau pakai cadangan ada di lemari bawah, naik turun kan capek mas. Tadi pipis pertama aja udah nggak bisa jongkok ?, ucapnya panjang lebar.

Perhatikan, panggilan sudah berubah. Artinya dia sudah mulai mengenal. Pantes saat kontak dengan pahanya terasa dingin kemungkinan dari air saat membasuh setelah pipis,
Memangnya kenapa? Kan ada toliet jongkok ?, ucapku.
Toliet Kan jorok mas bekas orang banyak, jadi pipisnya sambil berdiri tetapi kakinya dibuka lebar biar nggak kena ?, ucapnya.
Kamu nggak takut kerja tanpa cd? ?, ucapku.
Aku tadi diberi tahu sama Mba? Rosa, kalau Bapak orangnya nggak reseh ?, ucapnya.

Belum tahu dia, ucapku dalam hati. Mungkin pergantian panggilan tadi berubah setelah ada sekilas info dari Mba? Rosa. Setelah selesai memijat punggung, dia mulai mengeringkan krim dengan cara seperti tadi,
Pak balikan badan ya ?, ucapnya. Aku segera membalikkan badanku, sambil kulihat wajahnya, dia tidak melihatku, tetapi melihat kejantananku yang masih ?bobo siang? sambil menutupnya dengan handuk kecil.
Kog dicukur Pak ? ?, ucapnya setelah melihat burung-tanpa bulu-ku.
Kamu sendiri kenapa kog dicukur? ?, ucapku.
Kalau ditanya dijawab dulu dong Pak! ?, ucapnya.
Yah biar bersih aja ?, jawabku.

Apa nggak geli Pak dicukur gitu? ?, ucapnya.
Eh, kamu nanya terus kapan ucapnya? ?, ucapku.

Dianya tersenyum. Bibir bagian bawahnya (yang di wajah yah) lumayan tebal ada belahan di bagian tengahnya. Bibirnya dibalut pewarna berwarna pink, kontras dengan kulit putihnya. Matanya bulat sekali,
Yah biar bersih juga. Nanti kalau sewaktu-waktu melahirkan, nggak buru-buru mencukurnya. Mas aku ke toilet dulu yah? ?, ucapnya sembari ijin yang ke empat kalinya.

Kalau melihat posisi kandungannya sih udah di bawah, nampak sudah waktunya. Dia masuk ke kamar, dan naik ke atas tempat tidur, meminggirkan ke dua kakiku, sehingga bisa duduk di pinggi tempat tidur,
Berapa usia kandunganmu? ?, ucapku.
Tujuh bulan lewat, mas ?, ucapnya.

Suamimu kog tega, udah seperti ini kog masih disuruh kerja ?, ucapku.
Lebih tega lagi mas, dia tidak mengakui ini hasilnya, dan pergi begitu saja ?, ucapnya sambil menunduk dan terus memijat.
Kog nggak di batalin aja? ?, ucapku lagi.

Biarin deh mas, umurku sudah semakin tua, nanti nggak ada yang ngurus aku. Biarin deh aku usahakan sendiri ?, ucapnya kalem bersamaan dengan selesainya mengeringkan salah satu kaki.

Setelah kering dia menggosok betisku yang berbulu dengan handuk, kemudian mengangkangi kakiku tadi dan menggosok pahaku dengan handuk, dan terasa bulu betisku terasa beradu dengan sesuatu yang kasar. Aku pura-pura nggak tahu dan kuperhatikan wajahnya tidak berubah sedikitpun. Perubahan terjadi di balik handuk yang menutupi kejantananku, seperti ada yang sedang mendirikan tenda.

Dia memijat kakiku yang sebelah. Perlakuan yang sama dengan kakiku yang sebelah tadi. Juga acara gesek-menggesek, sehingga makin sempurnalah rubuhnya tenda. Yah, dalam posisi terlentang kalau lagi konak nggak mungkin tegak sembilan puluh derajat, yang ada juga posisi jam sepuluh kurang sepuluh menit. Setelah selesai dengan kaki, diturunkan handuk kecil hingga menutupi kejantananku saja dan,

Perutnya dipijat mas? ?, ucapnya.

Terserah Mba? aja deh ?, jawabku.

Saat itu Repot juga dia akan memijatnya, kalau sambil berdiri dia akan capek kalau dari samping membutuhkan tenaga yang lumayan banyak untuk menekan badanku. Yah terpaksa dia mengangkangi kejantananku yang hanya dilapisi handuk kecil. Mulai memijat dari arah perut ke atas melebar ke sekitar pundak. Perlahan-lahan, semakin lama irama agak dipercepat.

Aku nggak tahu apakah percepatannya disebabkan prosedur pijatnya, ataukah ganjalan di kewanitaan-nya yang semakin keras dan berdenyut-denyut. Disengaja atau tidak posisi batang kejantananku berada di sela-sela bibir kewanitaan-nya , hanya dipisahkan oleh handuk,

Pak, kata Mba? Rosa kalau bapak kesini bapak nggak pernah ML kenapa sih? ?, ucapnya.
Yang pentingkan puas Mba?, nggak main aja puas kog ?, jawabku.
Kalau sekarang aku ingin main sama Bapak gimana ? ?, ucapnya.

Sewaktu berkata demikian, handuk sudah hilang sebagai pembatas. Hilangnya bukan ditarik tetapi terdorong oleh goyangan pantatnya. Jadi antara batangku dan bibirnya melekat,
Berapa tips nya Mba? ? ?, ucapku.

Saat itu dia sudah menggoyangkan pinggulnya, kesepakatan belum terjadi pekerjaan sudah dimulai. Sebagai gambaran, bibir bawahnya lumayan tebal dan sudah cukup basah untuk penetrasi, maklum hamil (orang hamil lebih cepat basahnya karena kelenjar yang memproduksi lendir tertekan oleh kandungan. kalau nggak salah hlo soalnya aku bukan dokter sih), Lalu,

Seperti yang Bapak berikan saja kepada yang lainya Pak ?, ucapnya.
Wah dilarang dumping harga rupanya di sini,
Baiklah jika begitu?, ucapku.

Begitu selesai aku bicara, bersamaan dengan mulai masuknya kejantananku ke dalam kewanitaan-nya . Ups, licin sekali (jadi ingat main bola saat kecil di tanah lapang dari tanah liat, nggak pernah membawa bola jauh. selalu terpeleset apalagi bila bertemu lawan pasti jatuh) tapi agak longgar; mungkin karena tekanan kandungan, dan ada sesuatu yang menyentuh di ujung kejantananku seperti ada benjolan di bagian dalam kewanitaan-nya . Ternyata mulut rahimnya juga sudah turun.

Dia tidak melakukan gerakan naik turun, mungkin sudah terlalu lelah, jadi hanya bergoyang-goyang, tetapi goyanganya semakin lama semakin merunduk, bak padi yang semakin berisi, di kepalanya semakin berat, terdongak ke belakang, sementara pahanya terbuka sangat lebar mengingat perut besarnya. Dia berusaha agar clitoris-nya bergesekan dengan bulu kejantananku yang tumbuh kasar.

Beberapa menit kemudian dia membalikkan badannya tanpa melepas batangku yang tertanam. Sekarang dia menghadap ke kakiku. Gerakan yang sama dia lakukan, tanpa naik turun, tetapi menekan serta menggesek liang dubur-nya yang agak keluar, bukan ambein hlo, tetapi itu tekanan kandungan, sehingga lapisan bagian dalam anus yang lembut tergesek oleh bulu kejantananku.

Dia tidak mengeluarkan suara, tepatnya menahan lenguhannya, agar tak terdengar di luar kamar. Hanya deru nafasnya yang berfrekwensi tinggi, isap-buang-isap-buang, semua dilakukan melalui hidung. Mungkin mulutnya dikunci dengan menggigit bibir bawahnya takut tak sengaja keluar suara. Akhirnya tanganya meremas pergelangan kakiku dan mengedan.

Terasa sekali denyutan liang dubur-nya. Tidak berapa lama akupun keluar juga. Dia diam sejenak menikmati semburan air maniku. Setelah selesai, sudah tidak ada semburan dia mengangkat pantatnya, dan saat batangku telepas dari lubangnya, dia berusaha menjepit labia minornya dengan jarinya tetapi tetap aja ada yang berjatuhan air maniku yang agak kental di kewanitaan-nya,

Banyak banget sih mas? ?, ucapnya, sambil membersihkan vaginanya yang tembem banget dan nonong, tetapi masih mengangkang di atas kejantananku.
Iya udah lama nih nggak dikeluarin ?, jawabku, sambil membersihkan air maniku yang berjatuhan.
Kamu suka nyabu? ?, ucapnya, sambil turun dari tempat tidur dengan sangat hati-hati.
Suka nyapu rumah, nyapu halaman ?, jawabku sembari tersenyum.
Maksudku narkoba ?, ucapnya.
Nggak, kenapa sih? ?, ucapku.
Pantes. Udah keluar kog nggak mengecil, masih besar dan keras ?, ucapnya.
Sok tahu ?, ucapku.

Eh iya hlo Pak, aku punya tamu dia habis nyabu sekarang sudah jadi trend pakai narkoba di kamar Pijat++, rasanya setengah mati deh Pak aku ngeluarin pejuhnya ?, ucapnya polos.

Wah ngomongnya udah nggak terkontrol nih sih Mba?. Saat aku bangun memang sih kejantananku masih keras dan berdiri hanya sembilan puluh derajat ditunjang dengan beberapa urat yang menonjol,

Terima kasih yah, Mba?. Kamu lagi hamil gini, semua tamu kamu perlakukan seperti ini semua? ?, ucapku.

Yah nggak mas, kebetulan aku udah lama nggak ngewe, terus lihat punya mas keras banget, udah gitu aku dapat info dari Mba?-Mba? kalau kamu kalau ke sini nggak pernah main, tetapi bayar penuh, artinya Kan mas orang bersih. ?, ucapnya.

Oh, jadi di kamar tunggu wanita pijat, banyak saling tukar informasi yah? ?, ucapnya.
Harus itu, biar kita nggak salah, yang lebih penting lagi ini ?, ucapnya sambil menunjukkan leleran sperma yang meleleh keluar dari vaginanya.
Maksudmu? ?, ucapku bingung.

Aku taruhan sama Mba?-Mba? yang pernah sama mas, lumayan sepuluh ribuan sepuluh orang, ini sebagai bukti bahwa kamu main sama aku ?, ucapnya.

Hah? kaget aku, Wah gila aku dijadikan obyek judi, dasar stress semua,hha. Lalu,
Sebentar mas, aku ke toilet ?, ucapnya. Aduh bukan tamunya yang didulukan, malah dia yang duluan.

Nggak lama dia masuk, dan,
Nih aku bawain handuk yang baru ?, ucapnya dengan wajah yang kelihatan seneng banget.
Ucapnya nggak kuat naik turun, kog sudah bawa handuk bersih dari bawah? ?, ucapku.
Kan minta tolong sama room boy ?, ucapnya.

Nah tadi ngambil cd minta tolong aja sama dia ?, ucapku.
Nggak enak lagi mas nanti dikira macam-macam, lagian Kan tadi belum ada modal buat nyuruh room boy ?, ucapnya.

Maksudnya? ?, ucapku lagi.

Kan menang taruhan, yah bagi-bagi rejeki. Aku kasih uang room boy-nya untuk ambil handuk, mereka kalau nggak ada uangnya nggak gerak mas! ?, ucapnya. Aku geleng-geleng.

Iya setali tiga uang sama kamu, kalau nggak ada uang juga nggak goyang ?, ucapku tapi dalam hati.

Mba? Nisa, kog kamu duluan sih ke kamar mandi? ?, ucapku sambil memakai kimono dan membawa handuk serta sabun.

Aku tadi buru-buru ke sebelah ngasih tahu sama Mba? Rosa, kalau dia kalah taruhan dengan menunjukan sperma mas yang ngucur dari memekku ?, ucapnya.

Waduh udah kotor nih mulut Mba? Nisa, mungkin terlalu gembira dengan kemenangannya. Setelah mandi, berpakaian dan memberikan tips, aku bilang,

Kamu dapat tiga aku Cuma satu hlo, Mba?! ?, ucapku.

Iya deh, lain kali aku kasih bonus ?, ucapnya, tahu maksudku kalau dia dapat tips, menang taruhanya.

Janji yah Mba?, makasih Mba? ?, ucapku, sambil aku cium pipi kiri dan kanannya.

Saat turun ke depan receptionis Mba? Nisa mengikuti di sampingku, guna memberi tahu ke receptionis berapa jam dan minum apa. Kemudia aku membayar tagihanku dan tak lupa kuberikan lebihan buat Mba? Rosa,

Terima Kasih pak ?, ucapnya.
Sejak saat itu aku-pun sering kesana dan meminta bonus kepada Nisa, karena pernah berjanji sebelumnya. Sungguh sensasi sex yang luar biasa bisa ngentot sama cewek hamil di panti pijat. Selesai

Friday, October 18, 2019

Petualanagan Seks Dengan Ibu Mertua

SahabatQQ - Aku benar ketagihan untuk melakukan hubungan sex dengan wanita wanita yang umurnya lebih tua dariku. Hubungan cintaku dengan ibu mertua ku masih berlanjut sampai hari ini. Jika aku rindu dengan ibu mertuaku maka aku hanya perlu menelponnya dan kami janjian untuk bertemu di salah satu hotel yang lokasinya sangat dekat dengan bandara.





Pagi pagi sekali aku berangkat, setelah kami berjumpa, kami tumpahkan semua rasa rindu kami, sehari penuh kami tidak keluar kamar mengejar sejuta kenikmatan.

Aku dan Ibu mertuaku benar benar memanfaatkan waktuku yang singkat, karena sore harinya aku harus segera kembali ke Jakarta. Saat menunggu dibandara, jika birahi ku datang, aku dan Ibu mertuaku masuk ke toilet bandara yang cukup sepi. Langsung kusingkap roknya, kuturunkan CDnya, kuturunkan celana dan CD ku sebatas lutut, dari belakang langsung kutancapkan kontolku kelubang memek Ibu mertuaku, kogoyang maju mundur pantatku dengan sangat cepat, agar secepat mungkin kami raih kenikmatan. Mungkin aku sudah gila, aku jatuh cinta sama Ibu mertuaku sendiri.

Banyak diantara pembaca sekalian yang bertanya tanya tentang hubungan sexku dengan Indri istriku? Dalam hubungan sex, Indri, tidaklah sehebat ibunya, dalam bercinta istriku tidak suka dengan gaya yang aneh aneh. Bahkan Untuk melakukan oral sex saja, Indri enggan melakukannya, jijik, katanya.

Dalam berhubungan badan, aku dan Indri lebih banyak mengunakan gaya konvensional dalam bercinta. Apalagi Indri istriku termasuk wanita karier yang cukup berhasil, kadang kadang disaat aku ingin bersetubuh istriku sering menolaknya, capek sekali, katanya.

Tapi bukan itu yang menjadi alasan aku harus selingkuh dengan ibunya atau dengan wanita setengah baya lainnya. Aku bangga akan istriku.

Hanya saja, dengan Indri semua fantasi sexku tidak pernah kesampaian, terlalu monoton, Dengan Ibu mertuaku atau dengan wanita setengah baya lainnya yang pernah kusetubuhi, aku bebas berexpresi, dan fantasi sexualku juga bisa terpenuhi.
Dengan mereka, aku benar benar merasakan kepuasan sexual yang luar biasa.

Sekarang aku akan melanjutkan ceritaku, tentang hubunganku dengan Ibu Mila, setelah persetubuhan kami yang pertama.

Saat keesokan harinya, ketika aku sudah tiba dikantor, aku hanya senyum senyum sendiri membayangkan Ibu Mila atasanku, orang yang begitu ditakuti dikantorku ini, akhirnya menyerah pasrah dalam pelukanku, memohon mohon agar ladangnya segera dicangkul dan sirami oleh air kehidupan yang begitu nikmat. Aku hanya tersenyum sendiri kalau mengingat apa yang terjadi semalam antara aku dengan Ibu Mila.

Aku benar benar menunggu kedatangan orang yang paling berpengaruh dikantorku, dan ingin sekali melihat reaksi dan expresi Ibu Mila kepadaku. Setelah lewat setengah jam, Ibu mila belum Muncul juga. Dari Yena, sekretaris Ibu Mila aku tahu, bahwa hari ini Ibu Mila tidak masuk kantor karena kurang enak badan. Banyak teman teman yang tersenyum lepas, karena bisa bebas bekerja tanpa perlu ada yang ditakuti.

Cuma aku yang tidak senang atas peristiwa ini, karena aku ingin sekali melihat expresi wajah Ibu Mila. Ya sudahlah Akupun sibuk dan larut dengan pekerjaanku. Tanpa terasa sudah jam sepuluh pagi, tiba tiba aku dikejutkan oleh suara dering Hpku, tanda bahwa ada pesan yang masuk. Aku lihat ternyata Ibu Mila yang mengirim pesan, segera kubaca isi pesan tersebut.

Pento.., kamu lumayan juga diatas ranjang, jadi wajar, kalau Ibu mertuamu sampai hamil. Hari ini saya nggak masuk kerja, saya tunggu kamu dirumah saya, jam satu siang. Minta izin sama Siska bilang saja kamu sakit.

Mila.?..

Uh dasar.. Bos, Sudah jelas jelas Ibu Mila kubuat KO di atas ranjang, masih bilang aku hanya lumayan. Tapi aku bersyukur juga, berarti hari ini aku bisa mengentot Ibu Mila lagi. Langsung terbayang semua kenikmatan yang akan kuperoleh dari tubuh gendut Ibu Mila.

Dengan alasan kurang enak badan, akupun izin untuk istirahat pulang, kutelpon taksi, saat taksi sudah datang, akupun langsung cabut dari kantorku menuju rumah Ibu Mila.

Setelah mendapat SMS dari Ibu Mila, aku begitu penuh semangat, hari ini aku ingin membuat Ibu Mila mengemis dan mohon ampun padaku. Cuma aku sadar, kemampuan sexku tidaklah terlalu hebat. Nggak mungkinlah, aku bisa kuat ngentot berjam jam. Untuk menambah stamina dan daya tahan sex ku, aku mampir ke salah satu toko yang menjual obat kuat, dari uang yang diberikan Ibu Mila kepadaku, aku beli beberapa butir obat kuat yang cukup ampuh. Didalam taksi langsung aku minum sebutir. Haa.. ha.. rasakan nanti, batinku.

Jam satu kurang, aku sudah tiba dirumah Ibu Mila, Kupencet bell dengan perasaan berdebar. Saat pintu gerbang terbuka kulihat Agus, satpam penjaga rumah Ibu Mila membukakan pintu.
Eh.., Bapak Pento Silahkan masuk Pak, Ibu sudah menunggu Bapak di dalam?.
Terima kasih Pak?, jawabku.

Akupun masuk kedalam, jauh juga jarak dari pintu gerbang sampai kepintu rumah Ibu Mila. Kulihat Ibu Mila sudah menunggu diteras rumahnya dan melambaikan tangannya.
Hai, kamu datang juga.., aku pikir kamu nggak datang?, sapa Ibu Mila.
Aku pasti datang Bu, kalau tidak datang, bisa-bisa rahasiaku terbongkar?, candaku.
Ayo masuk, kamu sudah makan siang belum? Kita makan sama sama, hari ini Ibu sudah pesankan makanan untuk kita berdua. Spesial buat kamu dan Ibu?.
Mmm.. ramah sekali Ibu Mila hari ini?, batinku.

Aku dan Ibu Mila masuk kedalam ruangan yang begitu besar, sepertinya kamar tidur Ibu Mila. Di dekat jendela yang menghadap kearah kolam renang, aku melihat sebuah meja kecil yang sudah ditata rapi, dengan nyala lilin dan sebotol wine, romantis sekali.

Aku dan Ibu Mila duduk berhadapan, Ibu Mila begiti lemah lembut, kamipun makan siang bersama, dalam suasana kamar yang begitu romantis.
Boleh saya merokok disini Bu??
Silakan Pento, dulu almarhum suami Ibu juga seorang perokok?, jawab Ibu Mila.
Kamu mau Minum wine??, tanya Ibu Mila.
Kemudian Ibu Mila memberikan segelas wine untukku, kami terus berbicara sambil menghabiskan minuman kami
Kupeluk tubuh Ibu Mila dari belakang saat Ibu Mila berdiri dijendela memandang keluar, Kucium dengan lembut wajahnya, bibirnya, burungku yang menempel tepat di belahan pantat Ibu Milapun sudah tegak berdiri, sampai sakit sekali rasanya, mungkin pengaruh obat kuat yang sudah aku minum.

Pento, Sebenarnya Ibu mau mengajak kamu makan malam disuatu tempat yang romantis sekali, Cuma Ibu tahu, kamu tidak punya banyak waktu kalau malam hari jadi Ibu ajak kamu makan siang di sini, dikamar Ibu, dan sengaja suasananya Ibu buat seperti ini, agar tetap terkesan romantis?
Terima kasih Bu, Ibu baik sekali?. Jawabku
Kamu tahu Pen? Ini kamar tidur Ibu dan almarhum Bapak, kamu lelaki kedua setelah almahum Bapak, yang boleh masuk di kamar ini. Ibu sudah lama suka sama kamu, Cuma Ibu nggak yakin, melihat gayamu yang cool, apa iya kamu mau sama Ibu?, Untung Ibu mendengar pembicaraan kamu dan Ibu mertuamu, yah terpaksa Ibu harus mainkan siasat, untuk mendapatkan kamu?.
Pento kamu maukan, hari ini, kamu bercinta dengan Ibu tanpa merasa terpaksa?.

Aku tersenyum dan kupandangi wajah Ibu Mila, aku merasa bangga sekali, kupeluk lebih erat lagi tubuh Ibu Mila. Tubuhku sudah panas rasanya, Ibu Mila berbalik, kami sudah saling berhadapan. Kupandangi wajah Ibu Mila, cantik sekali, kukecup lembut bibir Ibu Mila, kami berdua sudah saling melumat. Lama sekali kami berciuman, ditambah lagi suasana yang begitu romantis menambah tinggi gairah kami berdua.

Kulepas pakaian yang di kenakan Ibu Mila, kuciumi lehernya, Ibu Mila mendesah menikmati cumbuan yang aku berikan, kubuka Bh nya, kuremas dengan lembut tetek Ibu Mila. Ciumanku terus turun kearah buah dadanya, kujilati dan kuhisap tetek Ibu Mila, Ibu Milapun semakin mengeliat dan semakin keras desahannya.

?Uh.. Pento.. Terus hisap sayang.. Uhh.. Enak.. Pen.?..
setelah puas bermain main di buah dada Ibu Mila ciumankupun turun keperutnya. Kujilati pusarnya sambil tanganku berusaha melepas celana dalam Ibu Mila, yang merupakan penutup terakhir di tubuhnya. Masih dalam posisi berdiri kujilati memek Ibu Mila, kuhisap semua lendir yang keluar, dendam yang tadinya begitu mengebu gebu hilang sudah, aku begitu lembut memperlakukan Ibu Mila.

Ah.. pento.. nikmat sekali sayang, buka pakaianmu sayang?.
Jari jemari tangan Ibu Mila dengan lincah melepas kancing pakaianku. Satu persatu pakaian yang kukenakan terlepas sudah. Akhirnya kami berdua sudah telanjang bulat. Dihisapnya puting dadaku, sambil tangan Ibu Mila meremas remas kontolku yang sudah sangat tegak berdiri.

Pento aku ingin kita melakukannya di tempat tidur, puaskan aku sayang?.
Kami berdua berjalan menuju kepembaringan, tangan Ibu Mila terus memegangi kontolku. Tubuhku direbahkan diatas pembaringan, kemudian kontolku di kulum dengan lembut, nikmat sekali kuluman Ibu Mila.

Oh.. Pento Ibu sudah tidak tahan lagi.. Ibu masukin ya sayang.?..
Kemudian Ibu Mila menaiki tubuhku, digemgamnya kontolku dan diarahkan ke lubang memeknya, perlahan lahan sekali Ibu Mila menurunkan pantatnya, mili demi mili batang kontolku masuk meluncur ke lubang memek Ibu Mila yang sangat basah sekali.

Ahh.?., rintih kami berdua, saat kontolku masuk semua terbenam didalam lubang memek Ibu Mila.
Aku lihat Ibu Mila memejamkan mata dan mengigit bibirnya menikmati sensasi yang begitu indah. Ibu Mila mengangkat pantatnya dengan perlahan sekali, menikmati gesekan batang kontolku dengan dinding memeknya, kemudian diturunkan kembali dengan sangat perlahan. semakin lama goyangan naik turun pantat Ibu Mila semakin cepat.
?Akkhh.. Pento.. ampun.. enak sekali sayang.. kontolmu enak sekali sayang?.
Ibu Mila terus menjerit mendesah berteriak menikmati sensasi nikmat dari pertemuan batang kontolku dengan lubang memeknya. Kontolku yang begitu tegak perkasa terus menerus menerima gesekan demi gesekan dari lubang memek Ibu Mila.
Iya.. Bu, aku juga nikmat goyang terus Bu?.
Kuremas tetek Ibu Mila, aku angkat badanku kuhisap teteknya, goyangan pinggul Ibu Mila makin menggila dan terkendali.

Jujur saja, kalau bukan karena pengaruh obat kuat yang aku minum, Mungkin aku sudah ejakulasi, dan sudah tidak sanggup lagi bertahan mengimbangi goyangan pantat Ibu Mila yang begitu liar.
Oh.. Pento.. Ibu.. sudah nggak sanggup lagi.., Ibu mau keluuarr?.
Ayo.. Bu.. keluarin semuanya Bu.. Nikmatin.. Bu.?..
Kuhisap dengan kuat tetek Ibu Mila, dan Ibu Milapun makin mempercepat goyangan pinggulnya menanti saat saat datangnya orgasme.
Pentoo.. Arrgghh.?., jerit Ibu Mila, memek Ibu Mila dengan kuat mencengkram batang kontolku.
Sungguh menyesal aku meminum obat kuat, padahal saat seperti inilah, saat yang paling nikmat untuk secara bersamaan melepaskan orgame yang sudah tertahan. Namun kalau aku tidak meminumnya, aku juga tidak tahu apakah aku sanggup bertahan dari serangan dan goyangan pantat Ibu Mila.

Dipeluknya aku dengan erat sekali.
Hu.. hu.. hu.?., Ibu Mila menangis.
Aku peluk tubuh nya dengan erat. Kurebahkan badanku, Ibu Mila ikut rebah sambil terus memelukku. Kubiarkan Ibu Mila menikmati orgasmenya.

Kukecup kening Ibu Mila, ku belai rambutnya dengan penuh kasih sayang, sementara kontolku masih terus terbenam di dalam lubang memek Ibu Mila.
Enak sayang?, Tanyaku
Enak sekali Pen, dasyat sekali rasanya? jawab Ibu Mila lirih.
Kamu sudah keluar Pento??.
Belum Bu, tidak apa apa, yang penting Ibu puas?, Jawabku.
Ibu lemas sekali Pento, kasihan kamu belum keluar?.
Tidak apa-apa Bu, Ibu istirahat dulu, nanti kita lanjutkan lagi, toh waktu kita masih panjang?, jawabku.

Ibu Mila mengangkat tubuhnya dan langung menghempaskannya kembali disampingku. Kontolku masih tegak berdiri, sama sekali belum terlihat tanda tanda hendak memuntahkan isinya. Ibu Mila merebahkan kepalanya didadaku, kupeluk tubuh Ibu Mila, sambil kubelai belai ramutnya. Akhirnya Ibu Milapun tertidur.

Kupandangi wajahnya, ada senyum kepuasan disana. Seandainya saja dendamku belum hilang mungkin aku tidak peduli apakah Ibu Mila lelah atau tidak, pasti sudah kutancapkan kembali kontolku yang masih tegak berdiri kelubang memek Ibu Mila sampai Ia minta ampun dan memohon mohon padaku.

Hari itu sampai jam sepuluh malam Aku dan Ibu Mila benar benar menghabiskan waktu kami hanya untuk bersetubuh meraih kenikmatan demi kenikmatan. Kami berdua melakukannya dengan penuh perasaan.
Ternyata di balik ketegaran yang diperlihatkanya dikantor, Ibu Mila tetaplah seorang wanita yang butuh perhatian dan kasih sayang



Thursday, October 17, 2019

Bersetubuh Dengan Selingkuhan Ketika Berlibur

SahabatQQ - Ku perkenalkan diri saya dahulu, Saya laki laki berusia 26 tahun kerja di salah satu perusahaan swasta nasional dengan tinggi 160 cmdengan bentuk tubuh yang kurus. Walaupun saya banyak makan tapi tidak bisa gemuk.Oiya lupa sebut saja nama ku Ryo.

Bersetubuh Dengan Selingkuhan Ketika Berlibur


Bulan desember 2001, saya mengambil cuti selama seminggu untuk menikmati perjalanan wisata. Maklum untuk melepas rasa lelah dan stress setelah bekerja sepanjang tahun dan termasuk hobby saya juga untuk sering bepergian ke suatu tempat yang tidak pernah saya kunjungi tetapi mempunyai teman yang tinggal di tempat yang akan saya kunjungi. Setelah bersusah payah selama 2 hari (maklum lagi holiday season) akhirnya saya mendapatkan tiket ke Medan.

Lalu saya SMS Melia di Medan, ?Besok gue mau ke Medan. Bisa jadi guide gue gak nih??

Tidak berapa lama langsung dibalasnya, ?OK. Datang saja. Pasti lu juga bercanda. Dari dulu katanya mau datang tapi gak pernah datang. Hehehehe?.

Setelah cukup lama ber-SMS ria dengan tetap saja dia tidak percaya akhirnya saya putuskan untuk memberikan kejutan saja besok siang kalau sudah sampai di Medan. Melia, 23 tahun, berkulit agak putih sama seperti warga keturunan lainnya dengan tinggi sekitar 158 cm. Kami berkenalan lewat chatting di internet selama hampir 1 tahun tetapi tidak pernah bertatap muka langsung. Hanya melakukan kontak SMS, email dan chatting saja. Walau tidak pernah ketemu kami tetap bisa menjalin hubungan antara teman dan kadang-kadang juga bertukar foto, jadi masing-masing paling tidak mengenal wajah jika saling ketemu.

Cerita Dewasa 2016 Liburan Dengan Selingkuhan | Akhirnya besoknya saya berangkat ke Medan dengan mengambil penerbangan pertama Jakarta??Medan. Selama hampir 2 jam, 15 menit kemudian pesawat mendarat di bandara Polonia, Medan. Setelah membereskan barang bawaan saya, saya langsung memesan taksi untuk mengantarkanku ke salah satu hotel yang ada di Medan dan segera check in, lalu saya menelepon Melia.

?Hello, Mel? Dimana lu??

?Ryo? Gue lagi jalan-jalan di Thamrin Plaza. Emang kenapa? Mau ikut??

?Wah kalo boleh sih mau dong. Tapi minta dijemput boleh gak? gue gak tau jalan di sini?

Terdengar suara dengan nada yang agak tidak percaya.

?Emangnya lu ada di mana? Medan? Bisa bercanda aja lu. Boleh deh gue jemput kalo lu di Medan. Hahahaha..?

?Benar lho. Ditunggu. Awas kalo nggak datang. Ke Novotel kamar 313.?

Masih dengan nada suara yang tidak percaya.

?Yang bener? Gue gak percaya ..?

?Bener! Kalo nggak percaya telepon aja ke resepsionis Novotel, tanya nama yang check ini kamar 313. Sini cepat!?

?OK. Awas kalau lu boongin gue?

Setengah jam kemudian terdengar bunyi bel. Dag dig dug juga hati saya, soalnya saya belum pernah ketemu Melia secara langsung. Ketika pintu saya buka, wow, sepertinya saya bertemu bidadari yang turun dari langit. Tidak kusangka Melia yang saya kenal selama ini lewat chatting bisa secantik ini padahal di foto yang dia kirim biasa-biasa saja. Dengan rambut sebahu, wajah yang oval dan bibir seksi yang dihiasi lipstik tipis serta bau parfum yang semakin menambah keanggunan dirinya. Saking cantiknya sampai saya terbengong menatapnya.

?Ryo?? tanya Melia membangunkan saya dari lamunan.

?Iya ya ya??, jawabku sekenanya saja.

Untuk menghilangkan rasa gugup saya langsung saja kujulurkan tanganku untuk menyalaminya dan balik bertanya.

?Melia??, dan langsung disambutnya tanganku.

Ternyata tangannya juga halus. Tangan cewek sih. Pasti dirawat dengan baik.

?Akhirnya kita ketemu juga ya?, kataku membuka pembicaraan setelah Melia kupersilahkan masuk.

?Iya, gak sangka juga kalo lu nekat ke Medan?

?Abis udah hampir semua propinsi di Indonesia sudah pernah saya kunjungi. Cuma Medan yang belum termasuk Danau Tobanya. Hehehehe?

?Emang mau berapa lama lu mau di sini??

?Seminggu aja. Kurasa cukup kan gue menikmati suasana di sini??

?Cukuplah. Lagian tempat nongkrong di Medan dikit.?

?Ok deh. Lu jadi guide gue ya??

?OK?

Setelah ngobrol cukup lama Melia minta pulang istirahat dan besok akan menemani saya jalan-jalan di Medan. Besoknya pagi-pagi Melia sudah mengajak saya keliling kota Medan. Ternyata cuma butuh 2 hari saja, seluruh tempat wisata di dalam kota sudah saya kunjungi dan cuti saya tinggal 4 hari lagi. Ternyata di hari ke-3 Melia mengajak saya ke Danau Toba dengan tour. Katanya belum terasa ke Medan kalo tidak ke Danau Toba. Saya sih ok??ok aja.Perjalanan dari Medan ke Toba lewat Tebing Tinggi dan Pematang Siantar membutuhkan waktu 5 jam lebih. Dari siang berangkatnya, jadi sore sampainya di Prapatan. Belum lagi untuk pergi ke Pulau Samosirnya dan pukul 6 sore baru sampai di sana, lalu check in ke kamar.

Setelah makan malam bersama rombongan tour, kami berdua akhirnya kembali ke kamar. Di kamar hanya tinggal kami berdua, ngobrol dan minum bir ringan. Jam sudah hampir menunjukkan 11.30 malam ketika keheningan melanda pembicaraan kami berdua. Semua topik sudah habis dibahas untuk malam itu. Untuk itu kutekan saja remote control TV. Wow, ternyata adegan yang muncul adalah blue film dan bukanlah berita gosip semata bahwa banyak hotel menyediakan blue film untuk tontonan tengah malam. Maunya langsung saya memindahkan saluran itu tapi dicegah oleh Melia.

?Nonton aja kalau mau. Gue gak apa-apa kok?, katanya dengan nada cuek.

Wah ini anak apa udah biasa nonton yang begituan, pikir saya. Ya saya biarkan saja film itu terus berlanjut dengan seorang cewek jepang digenjot seorang bule dari belakang. Doggy style kata orang. Bunyi desahan dari sang cewek dan lenguhan sang cowok memenuhi keheningan ruangan kamar kami berdua. 15 menit kemudian gaya mereka berganti menjadi missionary style. Gaya yang umum dengan cewek tidur terlentang dengan kaki menjepit pinggang cowok dan cowok menindih dari atas. Hanya kaki sang cewek yang berpindah??pindah dengan gaya ini kadang menjepit pinggang cowok kadang diangkat ke atas pundak sang cowok.

Saking seriusnya saya menonton, tidak tahunya ternyata Melia sudah terangsang berat karena film itu. Ketika saya berbalik, pakaian bagian atasnya sudah setengah terbuka dan dia sendiri menggesek-gesekkan tangan ke daerah kemaluannya. Desahannya masih agak tertahan mungkin karena saya ada di sana. Terkejut juga saya dengan aktivitasnya. Maklum dengan umur segini saya tidak pernah melihat bagian sensitif cewek secara langsung paling juga lewat film sama majalah saja, apalagi melakukan kegiatan hubungan intim dengan lawan jenis.

?Ryoo, uuh, bisa bantuin gue gak? uuhh..?, lenguhannya sedikit mengeras.

Kutelan ludah sendiri dengan pemandangan di depan mataku. Tidak tahu harus berbuat apa saya.

Lalu kutanya balik, ?Bisa kubantu apa??.

?Bantu puasin gue Ryo, ayolah Ryo, kemari, uuhh?, ujarnya dengan tangan kiri tetap menggosok bagian kemaluannya yang masih terbungkus celana dalam putih dan kelihatannya sudah basah serta tangan kanan meremas payudara sebelah kanan yang terbuka.

Dengan hati yang berdebar-debar dan kaki serta tangan gemetaran kudekati Melia. Dia kelihatan masih tenang dan masih bisa tersenyum melihat tingkah laku saya yang kikuk dan serba salah walau dalam keadaan terangsang berat. Dalam darah saya juga terasa berdesir dan kemaluan saya terasa mulai menegang. Benar-benar pengalaman yang mendebarkan.

Belum sampai 3 langkah saya mendekat, tangan saya sudah ditarik Melia ke arahnya. Dan langsung mulut saya dilumatnya dengan penuh nafsu.

?Uuuhhmm, uuhhmm?, tersumbat sudah suara yang mau keluar dari mulutku.
Baru pertama kali ini saya dicium seorang cewek. Cewek yang cantik dan penuh dengan nafsu sampai terasa sulit bernafas. Selama hampir 5 menit kami saling berciuman tanpa lepas. Semula tangan saya yang diam mulai dituntun Melia untuk meremas payudaranya dan lenguhannya semakin menunjukkan bahwa Melia sudah benar-benar terangsang dan melupakan lingkungan sekitarnya. Mungkin yang ada di otaknya adalah bagaimana mendapatkan kepuasan, kepuasan biologis. Diberi angin seperti itu saya yang semula pasif mulai berlaku aktif. Kulepaskan tali piyamanya dan terbukalah tubuh bagian atas Melia yang putih bersih dengan sebuah cup BH yang telah terbuka. Tidak puas, lalu kubuka kait BH dan mencuatlah kedua payudara yang biasa disebut bukit kembar yang sangat sangat menantang, ukuran 32B dari ukuran BH-nya yang dipakai. Payudara yang benar-benar terawat dengan baik, putih dan puting yang kemerah-merahan
?Ayo Ryo, puasin gue, hisap dong?, katanya sambil menuntun tangan dan kepalaku ke arah bukit kembarnya.

?Uuuhh, oohh, terus Ryo, terus, uuhh..?

Kucium dan kuhisap terus kedua bukit itu secara bergantian dari kiri ke kanan. Sedangkan kedua tangan Melia terus meremas rambutku dan menekan kepalaku ke bukit kembarnya sampai sulit bernafas juga saya.

?Ooohh Ryo, hisap yang kuat, aahh, oohh.. come on baby, ohh?, ujarnya sambil mempermainkan kedua bukitnya.

Tangan kananku dituntun Melia untuk mulai meraba dan menggesek-gesek kemaluannya, celana dalamnya benar-benar sudah basah sebelum akhirnya kutarik lepas. Dan Melia sekarang dalam keadaan polos tanpa apapun yang melekat di tubuhnya.

Hampir 10 menit saya mempermainkan kedua bukit itu sampai akhirnya Melia mengangkat kepala saya dan meminta saya berhenti.

Sekarang giliran gue untuk memberimu kenikmatan Ryo..?

Belum sempat saya berkata apapun saya sudah ditelentangkan di tempat tidurku dan Melia mulai melucuti pakaian tidurku satu per satu hingga tinggal celana dalam saja.

Wow burung lu lumayan juga. Sini saya belai dulu biar jadi perkasa..?.

Ketika tangannya baru menyentuh kemaluanku, sudah terasa ada getaran yang mendebarkan, tetapi masih terganjal celana dalam sehingga belum terasa lepas. Baru pertama kali pula kemaluan saya dipegang oleh seorang cewek. Setelah menggosokkan tangannya beberapa kali, celana dalam saya langsung ditariknya lepas dan bebas sudah ganjalan celana tadi.

Lumayan, lumayan, gak terlalu buruk untuk cowok seperti lu yang agak kurus?

Nggak tahu itu sindiran atau pujian. Berdiri sebentar, Melia lalu menunduk dan, apa yang dilakukannya, Melia menjulurkan lidahnya ke ujung kemaluanku. Sensasi yang terasa pertama kali sungguh tak terlupakan. Sulit untuk melukiskan perasaan saya saat itu.

Uuhh..?, hanya kata itu yang keluar dari mulutku.

Melihat keadaan saya yang demikian semakin membuat Melia bisa mengatur tempo untuk memberikan sensasi buat saya. Mula-mula hanya ujung lidah dan kemaluan sampai akhirnya hanya pangkal kemaluan saya yang nampak setelah Melia melakukan oral seks untukku. Mulutnya maju mundur dan berputar lidahnya di kemaluan saya, sedang saya hanya bisa melenguh. Lenguhan kenikmatan yang tiada tara sampai akhirnya saya merasakan sesuatu yang mendesak ingin keluar dari kemaluanku.

Mel, aku, ohh, mau keluar, uhh, oohh?

Mendengar itu Melia semakin mempercepat tempo sampai akhirnya, ?Mel, keluar Mel, oohh, Mel, aahh?

Ditelannya habis semua air maniku tanpa sisa.

Kemaluanku langsung lemas, dan Melia tersenyum padaku.

Ryo, kamu lumayan, nggak kalah dengan yang lain, minum ini dulu lalu nanti kita lanjutan?

Disodorkannya minuman yang dibawa di tasnya. Saya tidak tahu apa itu tapi saya minum saja. Baru 10 menit terasa tenaga saya jadi pulih lagi dan kemaluan saya mulai menegang lagi.

Nah lihat tuh, kita bisa mulai fase kedua nih Ryo..?

Melia lalu tidur telentang dengan kedua kakinya terjulur ke lantai.

Sini dan sekarang giliran lu?

Saya menghampirinya lalu dituntunnya kepala saya ke kemaluannya. Baru pertama kali pula saya melihat dari dekat kemaluan cewek. Lalu disuruhnya menjilat. Mulanya enggan juga saya. Tapi akhirnya mau karena kemaluannya kulihat terawat bersih dan rapi. Ada bau sedikit amis tapi khas wanita dan cairan putih bening keluar dari sana. Kujilat klitorisnya dulu.

Uuuhh, that?s right Ryo, terus, oohh, uuhh, uuhhmm?, lenguhnya.

Sementara saya terus melakukan aktivitas di kemaluannya, kujilat dan kugigit kecil klitoris dan bibir kemaluannya sehingga lenguhan Melia semakin menjadi jadi.

Ooohh, aahh, oohh, uuhh, terus Ryo, go on baby, oohh?

Yeah, that?s so damn goodd Ryoo, oohh, aahh make me fly, oohh?, mendengar suara seperti itu semakin menambah rangsangan untukku.

Ryo, now, now, masukin Ryo, oohh.. aku sudah pengen, aahh?, desahnya ketika kugigit kecil bibir kemaluannya.

Lalu kuatur posisiku dengan gaya missionary. Agak canggung juga karena ini adalah pertama kalinya saya melakukan hal ini. Melihat itu tangan Melia memegang kemaluanku dan menuntunnya ke arah kemaluannya. Mula-mula masih agak sulit karena saya agak gemetaran juga. Setelah beberapa menit mencoba akhirnya masuk juga.

Uuuhh..?, terasa ada sensasi yang sedikit berbeda dibandingkan ketika dioral.

Terasa sedikit perih dan hangat ketika masuk. Lalu kulakukan penetrasi sedikit demi sedikit dan pelan.

Ooohh, thank god, yes, uuhh, aahh oohh..

Lenguhan Melia memang sangat merangsang. Setiap kemaluan saya masuk maka suara desah ?Uuuhh..? keluar dari mulut Melia dan ketika kutarik yang keluar adalah ?Aaahh..?.

Selama 10 menit kami berganti posisi. Sekarang adalah posisi Doggy Style, dengan bertumpu kepada kedua tangannya, Melia menikmati setiap genjotan dan hentakan saya dari belakang.

Uuuhh, yees, yeess.. oohh yess.. oohh yess, come on Ryo..

Suara pantat dan bagian tubuh bawah saya beradu menimbulkan bunyi tepukan. Pantat Melia yang begitu padat berisi, menambah rasa gemas saya untuk terus meremasnya. Belum cukup juga saya dalam posisi ini, saya tetap berusaha untuk meremas kedua payudaranya dan beradu mulut dengan tetap mempertahankan irama genjotan saya. Aku tidak tahu apa yang telah diberikan Melia kepada saya sehingga saya bisa bertahan begitu lama.
You, oohh are aahh greaat Ryoo, oohh, aahh, oohh, aahh..

Kemaluan Melia yang masih terasa sempit semakin menambah terus nafsu saya untuk terus mengenjotnya. Mungkin saya tidak tahu akau adalah orang ke-berapa yang ML dengannya, tapi ini memberikan saya pengalaman luar biasa yang tidak akan saya lupakan.

Ooohh Mel, lu juga heebbaatt, aah, oohh, uuhh, kemaluanmu masih kencang dan sempit, aahh, oohh oohh, Mel
Setelah hampir 20 menit kemudian, baru terasa ada yang mau keluar.
Mel, aku, aku mau keluar, oohh, uuhh..
Iya.. genjot la..ggii Ryo, aakkuu juga mau keluar, uuhh aahh
Di dalam atau di luar nihh, oohh?
Da.. lam saja biar terasa, jangan kuuaatiir, oohh

Saya semakin mempercepat gerakan maju mundur dengan diimbangi gerakan Melia juga. Suara kecipak semakin memenuhi ruangan kamar.

Aaakkuu keelluuar, aahh aahh..?
Aaakkuu juga, Ryoo.. oohh..?

Hentakan terakhir, kudorong dalam-dalam kemaluan saya ke dalam kemaluan Melia yang diikuti dengan gerakan punggung Melia melengkung ke bawah dan dengan kepala mendongak ke atas pertanda dia juga telah mengalami klimaks. Tanganku masih memegang pinggang Melia. Masih bertahan 1-2 menit dalam posisi doggy style sebelum akhirnya Melia meletakkan badannya ke bawah dan telungkup dan saya mencabut kemaluaan saya lalu mendekapkan badan saya ke Melia dan membisikkan kata mesra.

Lu hebat Mel. Saya jadi suka dan sayang sama lu.?
Terima kasih Ryo, lu telah memberikan kepuasan yang telah saya dambakan selama ini?
Kembali Mel, dari lu gue telah belajar sesuatu yang hebat..?
Saya juga suka sama kamu, makanya saya tidak segan untuk melakukan ini denganmu, Ryo. Dan apa yang kita lakukan ini hanya suka sama suka. Just a friend, OK??

Agak kaget juga saya mendengarnya tapi masih bisa kukuasai diriku.

Ok mel, we always be a friend?

Akupun membelai mesra dia sampai akhirnya kami berdua tertidur tanpa sehelai benang pun.
Keesokan harinya kami kembali menikmati perjalanan wisata, hanya saja dengan keadaan yang sedikit lebih mesra setelah apa yang kami alami semalam. Sampai akhirnya waktu cuti saya habis di Medan dan pulang kembali ke Jakarta. Di hari kepulangan saya, Melia tetap mengantarku ke bandara untuk pulang ke Jakarta. Melia sekarang melanjutkan studi ke Amerika dan aku tidak tahu kapan ia akan kembali. Melia, Melia, i always remember what you have tought me! Tidak rugi perjalanan saya kali ini ke Medan. Sangat sangat special jika dibandingkan dengan semua perjalanan wisata saya selama ini

Wednesday, October 16, 2019

Mensetubuhi Janda Penjaga Warung

SahabatQQ - Kisah ini adalah kisah seroang pemudah dengan seorang tante yang menjanda dan haus seks. Mereka bersetubuh ketika warung sudah tutup. Akan diceritakan dibawah ini kisanya.!!

Mensetubuhi Janda Penjaga Warung



Namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya tinggal (kost) di daerah perkampungan yang dekat dengan kantor. Di daerah tersebut terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik & manis. Aku dan teman-teman kost setiap pulang kantor selalu menyempatkan diri untuk menggoda cewek-cewek yang sering lewat di depan kost. Di sebelah kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti, permen, dsb itu ada semua. Aku sudah langganan dengan warung sebelah.

Kadang kalau sedang tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk hutang. Warung itu milik Ibu Ita (tapi aku memanggilnya Tante Ita), seorang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil. Warung Tante Ita buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam sembilan malam. Warung itu ditungguin oleh Tante Ita sendiri dan keponakannya yang SMA, Krisna namanya.

Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yang kurang.., apa ya..?, Oh ya rokok, tapi setelah aku lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), aku jadi ragu, apa warung Tante Ita masih buka ya..?, Ah.., aku coba saja kali-kali saja masih buka. Oh, ternyata warung Tante Ita belum tutup, tapi kok sepi.., ?Mana yang jualan?, batinku.

?Tante.., Tante.., Dik Krisna.., Dik Krisna?, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.

Ah kucoba panggil sekali lagi, ?Permisi.., Tante Ita??.

?Oh ya.., tungguu?, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.

Yang keluar ternyata Tante Ita, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa ke warung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.

?Oh.., maaf Tante, Saya mau mengganggu nich.., Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Krisna mana?

?O.., Krisna sedang dibawa ama kakeknya.., katanya kangen ama cucu.., maaf ya Mas Otong Tante pake? pakaian kayak gini.. baru habis mandi sich?.

?Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat badan yang lain yang tidak terbungkus handuk.., putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Ita, soalnya biasanya Tante Ita selalu pakai baju kebaya. Dan lagi aku baru sadar dengan hanya handuk yang dililitkan di atas dadanya berarti Tante Ita tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.

Malam gini kok belum tutup Tante..?

?Iya Mas Otong, ini juga Tante mau tutup, tapi mo pake? pakaian dulu?

?Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian?, kataku. Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.

?Wah ngerepoti Mas Otong kata Tante Ita.., sini biar Tante ikut bantu juga?. Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja.

?Trimakasih lho Mas Otong..??.

?Sama-sama..?kataku.

?Tante saya lewat belakang saja?.

Saat aku dan Tante Ita berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di dadanya terlepas, dan Tante Ita terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Ita menjerit sambil secara reflek memelukku.

?Mas Otong.., tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan di badan Tante?, kata tante dengan muka merah padam. Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda, dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar vaginanya yang tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.

?Mas Otong.., burungnya bangun ya..??.

?Iya Tante.., ah jadi malu Saya.., habis Saya lihat Tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Saya Tante..?.

?Ah tidak apa-apa kok Mas Otong itu wajar..?.

?Eh ngomong-ngomong Mas Otong kapan mo nikah..??.

?Ah belum terpikir Tante..?.

?Yah.., kalau mo? nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kaya? mantan suami Tante.., tidak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Gini tidak enaknya jadi janda, malu.., tapi ada yang lebih menyiksa Mas Otong.. kebutuhan batin..?.

?Oh ya Tante.., terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu..?, tanyaku usil.

?Yah.., Tante tahan-tahan saja..?.

Kasihan.., batinku.., andaikan.., andaikan.., aku diijinkan biar memenuhi kebutuhan batin Tante Ita.., ough.., pikiranku tambah usil.

Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.

?Mas Otong burungnya masih bangun ya..??.

Aku cuma megangguk saja, terus sangat di luar dugaanku, tiba-tiba Tante Ita meraba burungku.

?Wow besar juga burungmu, Mas Otong.., burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom..??.

?Belum..!!?, jawabku bohong sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.

?Mas.., boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja..??, belum sempat aku menjawab, Tante Ita sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.

?Oh.., sampe? keluar gini Mas..??.

?Iya emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang burungku..??, kataku sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Ita.

?Wah.., Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Otong pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Otong..?, kata tante sambil terus mengocok burungku. Oughh.., nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Ita sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, itu aku tahu karena burungku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu
?Ough.., Tante.., nikmat Tante.., ough..?, desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan burungku ke bibirnya yang kecil, dengan buasnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot.., ough.., seperti terbang rasanya. Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu.., ough.., sesshh.

Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Ita naik sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.

?Mas Otong.., berbuatlah sesukamu.., cepet Mas.., cepet..!?.

Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.., woow.., pemandangan begini indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Ita sudah punya anak, aku langsung saja mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Aku lahap rakus vagina tante, aku mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya.

?Ough Mas.., ough..?, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.

?Terus Mas.., Maas..?, aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam vaginanya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.

Kemudian Tante Ita membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.

?Ayo Mas Otong.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. burungmu sudah pengin ke sarangnya.., wowww.., Mas Otong.., burung Mas Otong kalau bangun dongak ke atas ya..??. Aku hampir tidak dengar komentar Tante Ita soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya.

?Aughh..?, teriak tante.

?Kenapa Tante..??, tanyaku kaget.

?Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..?, aku masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali.

?Tante.., sempit sekali Tante.??.

?Tidak apa-apa Mas.., terus saja.., soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian.., ntar juga nikmat..?.

Yah.., aku paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari burungku amblas.., Tante Ita sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari.

?Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..?.

Begitu juga aku.., walaupun burungku masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa.., nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Kali ini burungku sudah amblas dimakan vagina Tante Ita. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Ita. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakarku.

?Oughh Mas.., ough.., luar biasa.., oughh.., Mas Otong..?, katanya sambil merem-melek.

?Kayaknya ini yang namanya orgasme.., ough..?, burungku tetap di vagina Tante Ita.

?Mas Otong sudah mau keluar ya..??. Aku menggeleng. Kemudian Tante Ita telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Ita semakin mendesah, ?Ough.., Mas..?, tiba-tiba Tante Ita memelukku sedikit agak mencakar punggungku.

?Oughh Mas.., aku keluar lagi..?, kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya. Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Ita.

?Tante.., Aku keluarin dimana Tante..?, di dalam boleh nggak..??.

?Terrsseerraah..?, desah Tante Ita. Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burungku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam vagina Tante Ita, masih aku gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Ita orgasme kembali, dia gigit dadaku.

?Mas Otong.., Mas Otong.., hebat Kamu Mas?.

Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Ita masih tetap telanjang telentang di atas meja.

?Mas Otong.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak digedor Tante jadi marah..?, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.

?Tante ingin Mas Otong sering bantuin Tante tutup warung?, kata tante sambil tersenyum genit. Lalu aku pulang.., baru terasa lemas sakali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat di depan warung Tante Ita, aku di panggil tante.
?Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..??, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Ita tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam



Tuesday, October 15, 2019

Pramugari Yang Montok

SahabatQQ - Aku adalah mahasiswi di universitas kota S. Nama inisialku Rus aku ingin membagi pengalaman ku disini.

Pramugari Yang Montok


Awal mula aku mengalami Making Love dengan seorang wanita yang mengubah orientasi seksualku menjadi seorang biseksual, aku mengalami percintaan sesama jenis ketika usiaku 20 tahun dengan seorang wanita berusia 45 tahun, entah mengapa semuanya terjadi begitu saja terjadi mungkin ada dorongan libidoku yang ikut menunjang semua itu dan semua ini telah kuceritakan dalam ?Rahasiaku.?

Wanita itu adalah Ibu Kos-ku, ia bernama Tante Maria, suaminya seorang pedagang yang sering keluar kota. Dan akibat dari pengalaman bercinta dengannya aku mendapat pelayanan istimewa dari Ibu Kos-ku, tetapi aku tak ingin menjadi lesbian sejati, sehingga aku sering menolak bila diajak bercinta dengannya, walaupun Tante Maria sering merayuku tetapi aku dapat menolaknya dengan cara yang halus, dengan alasan ada laporan yang harus kukumpulkan besok, atau ada test esok hari sehingga aku harus konsentrasi belajar, semula aku ada niat untuk pindah kos tetapi Tante Maria memohon agar aku tidak pindah kos dengan syarat aku tidak diganggu lagi olehnya, dan ia pun setuju. Sehingga walaupun aku pernah bercinta dengannya seperti seorang suami istri tetapi aku tak ingin jatuh cinta kepadanya, kadang aku kasihan kepadanya bila ia sangat memerlukanku tetapi aku harus seolah tidak memperdulikannya. Kadang aku heran juga dengan sikapnya ketika suaminya pulang kerumah mereka seakan tidak akur, sehingga mereka berada pada kamar yang terpisah.

Hingga suatu hari ketika aku pulang malam hari setelah menonton bioskop dengan teman priaku, waktu itu jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, karena aku mempunyai kunci sendiri maka aku membuka pintu depan, suasana amat sepi lampu depan sudah padam, kulihat lampu menyala dari balik pintu kamar kos pramugari itu,
?Hmm.. ia sudah datang,? gumamku, aku langsung menuju kamarku yang letaknya bersebelahan dengan kamar pramugari itu. aku bersihkan wajahku dan berganti pakaian dengan baju piyamaku, lalu aku menuju ke pembaringan, tiba-tiba terdengar rintihan-rintihan yang aneh dari kamar sebelah. Aku jadi penasaran karena suara itu sempat membuatku takut, kucoba memberanikan diri untuk mengintip kamar sebelah karena kebetulan ada celah udara antara kamarku dengan kamar pramugari itu, walaupun ditutup triplek aku mencoba untuk melobanginya, kuambil meja agar aku dapat menjangkau lubang udara yang tertutup triplek itu.

Lalu pelan pelan kutusukan gunting tajam agar triplek itu berlobang, betapa terkejutnya aku ketika kulihat pemandangan di kamar sebelahku. Aku melihat Tante Maria menindih seorang wanita yang kelihatan lebih tinggi, berkulit putih, dan berambut panjang, mereka berdua dalam keadaan bugil, lampu kamarnya tidak dipadamkan sehingga aku dapat melihat jelas Tante Maria sedang berciuman bibir dengan wanita itu yang mungkin pramugari itu. Ketika Tante Maria menciumi lehernya, aku dapat melihat wajah pramugari itu, dan ia sangat cantik wajahnya bersih dan mempunyai ciri khas seorang keturunan ningrat. Ternyata pramugari itu juga terkena rayuan Tante Maria, ia memang sangat mahir membuat wanita takluk kepadanya, dengan sangat hati-hati Tante Maria menjilati leher dan turun terus ke bawah. Bibir pramugari itu menganga dan mengeluarkan desahan-desahan birahi yang khas, wajahnya memerah dan matanya tertutup sayu menikmati kebuasan Tante Maria menikmati tubuhnya itu. Tangan Tante Maria mulai memilin puting payudara pramugari itu, sementara bibirnya menggigit kecil puting payudara sebelahnya. Jantungku berdetak sangat kencang sekali menikmati adegan itu, belum pernah aku melihat adegan lesbianisme secara langsung, walaupun aku pernah merasakannya. Dan ini membuat libidiku naik tinggi sekali, aku tak tahan berdiri lama, kakiku gemetaran, lalu aku turun dari meja tempat aku berpijak, walau aku masih ingin menyaksikan adegan mereka berdua.

Dadaku masih bergemuru. Entah mengapa aku juga ingin mengalami seperti yang mereka lakukan. Kupegangi liang vaginaku, dan kuraba klitorisku, seiring erangan-erangan dari kamar sebelah aku bermasturbasi sendiri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku dan tangan kiriku memilin-milin payudaraku sendiri, kubayangkan Tante Maria mencumbuiku dan aku membayangkan juga wajah cantik pramugari itu menciumiku, dan tak terasa cairan membasahi tanganku, walaupun aku belum orgasme tapi tiba-tiba semua gelap dan ketika kubuka mataku, matahari pagi sudah bersinar sangat terang.

Aku mandi membersihkan diriku, karena tadi malam aku tidak sempat membersihkan diriku. Aku keluar kamar dan kulihat mereka berdua sedang bercanda di sofa. Ketika aku datang mereka berdua diam seolah kaget dengan kehadiranku. Tante Maria memperkenalkan pramugari itu kepadaku,
?Rus, kenalkan ini pramugari kamar sebelahmu.?
Kusorongkan tangan kepadanya untuk berjabat tangan dan ia membalasnya,
?Hai, cantik namaku Vera, namamu aku sudah tahu dari Ibu Kos, semoga kita dapat menjadi teman yang baik.?
Kulihat sinar matanya sangat agresif kepadaku, wajahnya memang sangat cantik, membuatku terpesona sekaligus iri kepadanya, ia memang sempurna. Aku menjawab dengan antusias juga,
?Hai, Kak, kamu juga cantik sekali, baru pulang tadi malam.?
Dan ia mengangguk kepala saja, aku tak tahu apa lagi yang diceritakan Tante Maria kepadanya tentang diriku, tapi aku tak peduli kami beranjak ke meja makan. Di meja makan sudah tersedia semua masakan yang dihidangkan oleh Tante Maria, kami bertiga makan bersama. Kurasakan ia sering melirikku walaupun aku juga sesekali meliriknya, entah mengapa dadaku bergetar ketika tatapanku beradu dengan tatapannya.

Tiba-tiba Tante Maria memecahkan kesunyian,
?Hari ini Tante harus menjenguk saudara Tante yang sakit, dan bila ada telpon untuk Tante atau dari suami Tante, tolong katakan Tante ke rumah Tante Diana.?
Kami berdua mengangguk tanda mengerti, dan selang beberapa menit kemudian Tante Maria pergi menuju rumah saudaranya. Dan tinggallah aku dan Vera sang pramugari itu, untuk memulai pembicaraan aku mengajukan pertanyaan kepadanya,
?Kak Vera, rupanya sudah kos lama disini.?
Dan Vera pun menjawab, ?Yah, belum terlalu lama, baru setahun, tapi aku sering bepergian, asalku sendiri dari kota ?Y?, aku kos disini hanya untuk beristirahat bila perusahaan mengharuskan aku untuk menunggu shift disini.?
Aku mengamati gaya bicaranya yang lemah lembut menunjukan ciri khas daerahnya, tubuhnya tinggi semampai. Dari percakapan kami, kutahu ia baru berumur 26 tahun. Tiba-tiba ia menanyakan hubunganku dengan Tante Maria. Aku sempat kaget tetapi kucoba menenangkan diriku bahwa Tante Maria sangat baik kepadaku. Tetapi rasa kagetku tidak berhenti disitu saja, karena Vera mengakui hubungannya dengan Tante Maria sudah merupakan hubungan percintaan.

Aku pura-pura kaget,
?Bagaimana mungkin kakak bercinta dengannya, apakah kakak seorang lesbian,? kataku.
Vera menjawab, ?Entahlah, aku tak pernah berhasil dengan beberapa pria, aku sering dikhianati pria, untung aku berusaha kuat, dan ketika kos disini aku dapat merasakan kenyamanan dengan Tante Maria, walaupun Tante Maria bukan yang pertama bagiku, karena aku pertama kali bercinta dengan wanita yaitu dengan seniorku.?
Kini aku baru mengerti rahasianya, tetapi mengapa ia mau membocorkan rahasianya kepadaku aku masih belum mengerti, sehingga aku mencoba bertanya kepadanya,
?Mengapa kakak membocorkan rahasia kakak kepadaku.?
Dan Vera menjawab, ?Karena aku mempercayaimu, aku ingin kau lebih dari seorang sahabat.?
Aku sedikit kaget walaupun aku tahu isyarat itu, aku tahu ia ingin tidur denganku, tetapi dengan Vera sangat berbeda karena aku juga ingin tidur dengannya. Aku tertunduk dan berpikir untuk menjawabnya, tetapi tiba-tiba tangan kanannya sudah menyentuh daguku
Ia tersenyum sangat manis sekali, aku membalas senyumannya. Lalu bibirnya mendekat ke bibirku dan aku menunggu saat bibirnya menyentuhku, begitu bibirnya menyentuh bibirku aku rasakan hangat dan basah, aku membalasnya. Lidahnya menyapu bibirku yang sedkit kering, sementara bibirku juga merasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya memasuki rongga mulutku dan kami seperti saling memakan satu sama lain. Sementara aku fokus kepada pagutan bibirku, kurasakan tangannya membuka paksa baju kaosku, bahkan ia merobek baju kaosku. Walau terkejut tapi kubiarkan ia melakukan semuanya, dan aku membalasnya kubuka baju dasternya. Ciuman bibir kami tertahan sebentar karena dasternya yang kubuka harus dibuka melewati wajahnya.

Kulihat Bra hitamnya menopang payudaranya yang lumayan besar, hampir seukuran denganku tetapi payudaranya lebih besar. Ketika ia mendongakkan kepalanya tanpa menunggu, aku cium leher jenjangnya yang sexy, sementara tanggannya melepas bra-ku seraya meremas-remas payudaraku. Aku sangat bernafsu saat itu aku ingin juga merasakan kedua puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya dan tersembul putingnya merah muda tampak menegang, dengan cepat kukulum putingnya yang segar itu. Kudengar ia melenguh kencang seperti seekor sapi, tapi lenguhan itu sangat indah kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk tubuhnya, baru kurasakan saat ini seperti seorang pria, dan aku mulai tak dapat menahan diriku lalu kurebahkan Vera di sofa itu. Kujilati semua bagian tubuhnya, kulepas celana dalamnya dan lidahku mulai memainkan perannya seperti yang diajarkan Tante Maria kepadaku. Entah karena nafsuku yang menggebu sehingga aku tidak jijik untuk menjilati semua bagian analnya. Sementara tubuh Vera menegang dan Vera menjambak rambutku, ia seperti menahan kekuatan dasyat yang melingkupinya.

Ketika sedang asyik kurasakan tubuh Vera, tiba-tiba pintu depan berderit terbuka. Spontan kami berdua mengalihkan pandangan ke kamar tamu, dan Tante Maria sudah berdiri di depan pintu. Aku agak kaget tetapi matanya terbelalak melihat kami berdua berbugil. Dijatuhkannya barang bawaannya dan tanpa basa-basi ia membuka semua baju yang dikenakannya, lalu menghampiri Vera yang terbaring disofa. Diciuminya bibirnya, lalu dijilatinya leher Vera secara membabi buta, dan tanggannya yang satu mencoba meraihku. Aku tahu maksud Tante Maria, kudekatkan wajahku kepadanya, tiba-tiba wajahnya beralih ke wajahku dan bibirnya menciumi bibirku. aku membalasnya, dan Vera mencoba berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh lidah Vera. Aku benar-benar merasakan sensasi yang luar biasa kami bercinta bertiga. Untung waktu itu hujan mulai datang sehingga lingkungan mulai berubah menjadi dingin, dan keadaan mulai temaram. Vera kini melampiaskan nafsunya menjarah dan menikmati tubuhku, sementara aku berciuman dengan Tante Maria. Vera menghisap klitorisku, aku tak tahu perasaan apa pada saat itu. Setelah mulut Tante Maria meluncur ke leherku aku berteriak keras seakan tak peduli ada yang mendengar suaraku. Aku sangat tergetar secara jiwa dan raga oleh kenikmatan sensasi saat itu.

Kini giliranku yang dibaringkan di sofa, dan Vera masih meng-oral klitorisku, sementara Tante Maria memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara Tante Maria yang sedikit kusut di makan usia, kurasakan lidah-lidah mereka mulai menuruni tubuhku. Lidah Vera menjelejah pahaku dan lidah Tante Maria mulai menjelajah bagian sensitifku. Pahaku dibuka lebar oleh Vera, sementara Tante Maria mengulangi apa yang telah dilakukan Vera tadi, dan kini Vera berdiri dan kulihat ia menikmati tubuh Tante Maria. Dijilatinya punggung Tante Maria yang menindihku dengan posisi 69, dan Vera menelusuri tubuh Tante Maria. Tetapi kemudian ia menatapku dan dalam keadaan setengah terbuai oleh kenikmatan lidah Tante Maria. Vera menciumi bibirku dan aku membalasnya juga, hingga tak terasa kami berjatuhan dilantai yang dingin. Aku sangat lelah sekali dikeroyok oleh mereka berdua, sehingga aku mulai pasif. Tetapi mereka masih sangat agresif sekali, seperti tidak kehabisan akal Vera mengangkatku dan mendudukan tubuhku di kedua pahanya, aku hanya pasrah. Sementara dari belakang Tante Maria menciumi leherku yang berkeringat, dan Vera dalam posisi berhadapan denganku, ia menikmatiku, menjilati leherku, dan mengulum payudaraku. Sementara tangan mereka berdua menggerayangi seluruh tubuhku, sedangkan tanganku kulingkarkan kebelakang untuk menjangkau rambut Tante Maria yang menciumi tengkuk dan seluruh punggungku.

Entah berapa banyak rintihan dan erangan yang keluar dari mulutku, tetapi seakan mereka makin buas melahap diriku. Akhirnya aku menyerah kalah aku tak kuat lagi menahan segalanya aku jatuh tertidur, tetapi sebelum aku jatuh tertidur kudengar lirih mereka masih saling menghamburkan gairahnya. Saat aku terbangun adalah ketika kudengar dentang bel jam berbunyi dua kali, ternyata sudah jam dua malam hari. Masih kurasakan dinginnya lantai dan hangatnya kedua tubuh wanita yang tertidur disampingku. Aku mencoba untuk duduk, kulihat sekelilingku sangat gelap karena tidak ada yang menyalakan lampu, dan kucoba berdiri untuk menyalakan semua lampu. Kulihat baju berserakan dimana-mana, dan tubuh telanjang dua wanita masih terbuai lemas dan tak berdaya. Kuambilkan selimut untuk mereka berdua dan aku sendiri melanjutkan tidurku di lantai bersama mereka. Kulihat wajah cantik Vera, dan wajah anggun Tante Maria, dan aku peluk mereka berdua hingga sinar matahari datang menyelinap di kamar itu.

Pagi datang dan aku harus kembali pergi kuliah, tetapi ketika mandi seseorang mengetuk pintu kamar mandi dan ketika kubuka ternyata Vera dan Tante Maria. Mereka masuk dan di dalam kamar mandi kami melakukan lagi pesta seks ala lesbi. Kini Vera yang dijadikan pusat eksplotasi, seperti biasanya Tante Maria menggarap dari belakang dan aku menggarap Vera dari depan. Semua dilakukan dalam posisi berdiri. Tubuh Vera yang tinggi semampai membuat aku tak lama-lama untuk berciuman dengannya aku lebih memfokuskan untuk melahap buah dadanya yang besar itu. Sementara tangan Tante Maria membelai-belai daerah sensitif Vera. Dan tanganku menikmati lekuk tubuh Vera yang memang sangat aduhai. Percintaan kami dikamar mandi dilanjutkan di ranjang suami Tante Maria yang memang berukuran besar, sehingga kami bertiga bebas untuk berguling, dan melakukan semua kepuasan yang ingin kami rengkuh. Hingga pada hari itu aku benar-benar membolos masuk kuliah.

Hari-hari berlalu dan kami bertiga melakukan secara berganti-ganti. Ketika Vera belum bertugas aku lebih banyak bercinta dengan Vera, tetapi setelah seminggu Vera kembali bertugas ada ketakutan kehilangan akan dia. Mungkin aku sudah jatuh cinta dengan Vera, dan ia pun merasa begitu. Malam sebelum Vera bertugas aku dan Vera menyewa kamar hotel berbintang dan kami melampiaskan perasaan kami dan benar-benar tanpa nafsu. Aku dan Vera telah menjadi kekasih sesama jenis. Malam itu seperti malam pertama bagiku dan bagi Vera, tanpa ada gangguan dari Tante Maria. Kami bercinta seperti perkelahian macan yang lapar akan kasih sayang, dan setelah malam itu Vera bertugas di perusahaan maskapai penerbangannya ke bangkok.
Entah mengapa kepergiannya ke bandara sempat membuatku menitikan air mata, dan mungkin aku telah menjadi lesbian. Karena Vera membuat hatiku dipenuhi kerinduan akan dirinya, dan aku masih menunggu Vera di kos Tante Maria. Walaupun aku selalu menolak untuk bercinta dengan Tante Maria, tetapi saat pembayaran kos, Tante Maria tak ingin dibayar dengan uang tetapi dengan kehangatan tubuhku di ranjang. Sehingga setiap satu bulan sekali aku melayaninya dengan senang hati walaupun kini aku mulai melirik wanita lainnya, dan untuk pengalamanku selanjutnya kuceritakan dalam kesempatan yang lain

Monday, October 14, 2019

Nikamatnya Sex Party

SahabatQQ - Putri baru 20 hari tinggal dengan ibunya di amerika. Gadis ini sangat berat ditinggal oleh ayah tercintanya. Iburnya bekerja di dubes.. Putri adalah anak yang kurang pergaulan , tetapi memiliki wajah yang lumayan serta tubuh yang montok 

3Nikamatnya Sex Party


Ibunya meminta bantuan Tante Melda, seorang Italia untuk membawa Putri ke pesta dansa yang khusus diselenggarakan bagi muda-mudi. Singkat kata Putri dan Tante Melda malam itu pergi ke pesta dansa di wai hamberg street. Saat itu sedang musim dingin.

Setiap tamu sebelum masuk ke pesta dansa diberi kesempatan untuk berias di ruang ganti. Tapi aneh, ketika sampai diruang ganti Tante Melda menyuruh Putri untuk membuka seluruh bajunya dan mengganti dengan pakaian dalam yang menurutnya ganjil. Katanya sih itu merupakan pakaian pesta mirip halloween.

Pakaian yang ditawarkan berupa BH yang hanya berbentuk dua kulit kerang yang diikat dengan sebuah tali dan talinya tidak boleh disimpul mati, begitu kata Tante Melda sehingga kalau dipasang kedua kulit kerang tersebut tepat mengenai puncak?buah dada indah?milik Putri. Lebih-lebih lagi celana dalamnya hanya berupa kain yang dijahit pada tali yang kemudian diikatkan pada pinggang dengan simpul yang mudah dibuka. Tante Melda juga berpakaian sama.

Putri keberatan tetapi kata Tante Melda,

?Kalau kamu mau jadi dewasa ikuti saja apa yang Tante Melda lakukan?.

Seluruh perhiasan ditanggalkan. Akhirnya kedua wanita ini hanya memakai seragam aneh tersebut. Mereka masuk melalui suatu lorong. Di lorong tersebut berdiri dua lelaki tegap di kiri-kanan pintu. Mereka hanya memakai kain penutup tipis berwarna putih di bawah perut.

Kemudian Tante Melda berkata kepada salah satu dari mereka sambil merangkulnya. Tante Melda mencium bibir lelaki itu sambil tangan kanannya meraba-raba sesuatu di balik kain putih tersebut. Lalu lelaki tersebut melepaskan satu demi satu simpul yang menempel pada Tante Melda. Pelukan mereka makin bertambah mesra sampai akhirnya jari lentik tangan kiri Tante Melda meraba belahan pantat lelaki tersebut. Rupanya ini merupakan ticket atau password untuk masuk ke ruangan tersebut.

Kemudian Tante Melda menyuruh hal yang sama ke Putri, Putri terkejut perlahan-lahan ia dekati lelaki kedua. Lelaki tersebut merangkulnya dan menciumnya tepat pada bibirnya. Tapi ia lebih agresif ia langsung membuka semua simpul dan meremas-remas payudara Putri.

Putri gelagapan. Ia bertambah terkejut ketika lelaki tersebut menyingkapkan kain putihnya dan menempelkan sesuatu yang hangat tepat pada vagina Putri. Putri mencoba meronta tetapi lelaki yang semula bersama Tante Melda ikut memegangnya.

Tante Melda berkata pelan kalau tangan kanan kamu tidak meremas dan tangan kiri tidak mengelus seperti yang tante lakukan maka dia akan terus sampai kamu orgasme. Tapi bagaimana bisa dekapan lelaki tersebut sangat erat.

Memang disela dekapan ia juga merasakan kenikmatan dari remasan tersebut. Ia merasa perasaannya melayang setiap penis lelaki itu menyentuh vaginanya dan perasaan itu terus memburu sampai tak disadari ada cairan yang membasahi bulu-bulu halus di sekitar lubang kebahagian itu.

Pelan-pelan tangannya mulai menyentuh penis lelaki tersebut. Dan lelaki tersebut mulai meregangkan pelukannya dan mencium lembut pangkal dada Putri. Setelah jari Putri mengelus belahan pantatnya. Ia baru melepaskan dan tersenyum.

Dengan perasaan berdegub Putri akhirnya masuk juga ke ruangan bersama Tante Melda, Rupanya ruangan tersebut merupakan pesta?kaum bugil. Mari tante kenalkan sama Alex. Putri bertemu dengan seorang pemuda gagah dan tampan entah kenapa hatinya mengijinkan dirinya berdansa dengan lelaki tersebut meskipun mereka tidak mengenakan kain selembarpun.

Alex membelakangi Putri sambil tangannya membelai salah gunung kembar yang indah kepunyaan Putri, sedangkan tangan yang lain memegang pusar Putri. Tak henti-hentinya Alex menciumi leher Putri sambil sekali-kali menghembuskan napas ke telinga Putri.

Sekarang Putri merasa terbiasa dan timbul perasaan aneh pada diri gadis yang baru mekar tersebut. Ia merasa jantungnya berdebar dan keringatnya mulai bersatu dengan irama lembut yang didendangkan. Kedua orang tersebut berbaur dengan sekerumun orang yang melakukan hal yang sama sehingga tidak terasa seringnya bersinggungan di ruangan yang ramai itu
Setelah selesai merekapun mencari minuman, tradisi mereka minum aneh. Seorang pria harus meminum terlebih dahulu dan yang wanita harus meminum dari mulut pria tersebut. Dan disaat si wanita itu minum sang pria harus memeluk pinggang sang wanita sambil mengelus vagina sang wanita dengan penisnya.

Dan jika si wanita berdiam saja dan tidak memasukkan penis si pria ke lubang kebahagiaan milik si wanita, maka walaupun minuman di mulut pria sudah habis ia akan terus membelai sampai si wanita terangsang sampai puncaknya.

Putri tidak tahu, ia mengikuti saja ajakan minum dari pasangan dansanya yang tampan itu. Ketika hal tersebut berlangsung ia kembali gelagapan dan coba meronta, tetapi lelaki lain di sekitar mereka malah membantu Alex dengan memegangi tangan Putri, agar Putri tidak dapat memegang penis Alex. Merekapun turut menciumi Putri sambil penisnya ditempelkan di belahan pantat Putri. Akhirnya permainan semakin panas. Tante Melda sendiri sedang melakukan hal yang sama.

Perasaan Putri semakin kacau, kemudian Alex diberi minum oleh Tante Melda. Dan dengan bantuan Tante Melda, Alex kembali dapat meminumkan Putri melalui mulutnya. Dalam setengah sadar Putri merasa sangat senang dan mengalami kenikmatan yang kedua setelah yang pertama di pintu masuk dan sekarang sudah bisa tersenyum. Ketika Alex mengajaknya duduk di kamar tidur.

Putri hanya tersenyum dan mencium penis Alex dengan bernafsu. Di kamar ini Alex melakukan hal yang sama tetapi lebih lembut. Tangannya meraba wajah Putri dan menelentangkan Putri di tempat tidur, kemudian ia meminumkan kembali Putri tetapi sekarang tidak ada minumannya.

Bibir mereka bertemu. Tangan Alex membelai lembut leher Putri terus turun ke dada dan hinggap di salah satu puncak gunung keindahan. Kembali Alex membelai payudara Putri ini sambil sekali-kali mencium puting dari pucak indah ini,

Putri mulai berkeringat tapi ia merasa nyaman ketika tangan Alex yang satunya lagi membelai sekujur tubuhnya mulai dari pantat, pusar lalu ke?pahanya. Sampai akhirnya perasaan Putri tak tertahankan, degub jantungnya seirama dengan suaranya yang tertahan, ?Ah?, ah?, dan tanpa sadar ia berkata ke Alex.

?Oh, luar biasa.., terus.., oh lagi dong Alex?.

Tanpa disadari dari belahan lubang keindahannya terpancar kembali cairan yang membasahi bulu-bulu vaginanya. Melihat itu darah Alex langsung berdesir ia memasukkan penisnya ke vagina Putri dan mulai melakukan pemompaan. Putri sekarang tidak meronta malah tersenyum dan merasa sangat nikmat walaupun ada sedikit rasa sakit.

Sampai suatu saat Alex merasa sangat bahagia dan penisnya mulai berkontraksi mengeluarkan sesuatu ke lubang vagina Putri. ?Kamu benar-benar hebat?, begitulah kata Alex. Kemudian merekapun tidur dengan selimut musim dingin yang tebal.

Putri tertidur lelap membelakangi Alex, dan Alex terus memeluknya mesra sampai keduanya tertidur. Keesokannya Putri terbangun di sekilingnya sudah tidak ada siapa-siapa kecuali Tante Melda. Ia terkejut ketika menemui tubuhnya tidak mengenakan selembar benangpun, hampir ia berteriak dengan sadar cepat dikenakannya handuk.

Tante Melda berkata pelan, ?Terima kasih kamu mau datang, ini video antara kamu dan dia anggaplah kenang-kenangan dari kami, mari kita pulang?

Sunday, October 13, 2019

Pak Pram yang Sangat Bernafsu

SahabatQQ - Sampai di  lobby hotel ternyata mereka tidak ingin ke kamar langsung. Mereka justru nongkrong di lobby louneg yang nyaman sambil dengar music. Saat itu aku kurang nyaman dengan pakaian ketatku yang tanpa dalaman . Salah duduk vaginaku bisa saja terlihat. Hotel ini adalah rumah kedua bagiku.

Pak Pram yang Sangat Bernafsu


Sambil menemani mereka berdua aku berharap tidak ada orang yang melihatku meskipun tampaknya mustahil karena tempat duduk kami berada di tengah. Kami bertiga menikmati alunan musik live yang berkumandang, kusapukan pandanganku ke arah lobby, sekedar meyakinkan bahwa tak ada yang kukenal, beruntunglah hanya wajah wajah asing yang kulihat. Para tamu asik berbicara dengan rekan di sebelah atau dihadapannya seolah tak memperhatikan alunan musik yang mengalun indah, mungkin pembicaraan bisnis.

Tiba tiba pandanganku terpaku pada salah seorang yang sedang duduk berdua di bawah pohon besar di tengah lobby, aku mengenalnya, dia Pak Pram, salah satu orang kepercayaan cendana, lebih 3 kali aku menemaninya bahkan sekali kami ?Berbulan madu? di Bali selaa 2 malam saat dia ada Turnament Golf. Pak Pram tersenyum ke arahku pertanda dia melihat kehadiranku, akupun tersenyum dengan sembunyi sembunyi takut ketahuan Edward maupun Reymon. Sepertinya tahu kalau aku sedang menemani tamu makanya dia tidak menghampiriku, tapi memberi isyarat supaya untuk bicara. Sehabis memberi isyarat dia langsung berjalan melintasi tempatku duduk, aku permisi ke toilet sebentar, Edward dan Raymon langsung mengajak ke kamar tapi dengan alasan aku masih ingin menikmati musik lagi kuminta mereka menunggu sebentar. Pak Pram sudah menunggu di depan Lift.

?Malam Bapak, tumben ke surabaya nggak kontak kontak? sapaku.

?Kontak apaan, HP kamu mati sedari sore tadi? jawabnya.

?Lagi ada orderan nih? godanya, aku hanya tersenyum.

?Temanin aku ke atas sebentar yuk, aku ada hadiah untuk kamu? ajaknya, dengan halus aku menolak, nggak mungkin meninggalkan tamuku terlalu lama.

?Please.. sebentar saja? pintanya memelas, aku nggak enak kalau harus bersitegang di depan lift, ntar dilihat orang, akhirnya aku mengalah.

?Tapi nggak macam macam kan??

?Janji deh.. paling cuma satu macam?. Akhirnya aku naik mengikutinya ke lantai 16.

?Aku paling nggak bisa pegang janji kalo sama gadis secantik kamu? katanya setelah menutup pintu kamar, dia langsung memelukku dari belakang, diremasnya kedua buah dadaku. Pak Pram tampak kaget saat tahu aku tak memakai bra.

?Aku kangen lho sejak kita dari Bali, sayang harus berpisah di Ngurah Rai, padahal aku masih ingin melanjutkan lagi di Surabaya, gara gara big boss yang memanggil mendadak? bisiknya sambil mencium telingaku, remasannya tak berhenti, bahkan menyusupkan tangannya dibalik kaos ketatku.

?Pak aku sedang ditunggu di bawah, tadi pamit cuma ke toilet, besok aja aku temanin Bapak, janji deh? kataku sambil menggeliat geli.

?Kita quickie aja sayang? bisiknya, dia selalu memanggilku sayang, seperti memanggil putrinya yang seusiaku.

Aku segera berbalik menghadapnya, kucium bibirnya dan dia membalas lumatan bibirku, sambil tetap berciuman kukeluarkan kejantanannya dari lubang resliting, sudah tegang. Segera aku berjongkok di depannya, kujilati sejenak lalu kumasukkan ke mulutku, hanya semenit aku mengulumnya. Kutuntun Pak Pram ke arah meja kerja, aku duduk di atasnya, saat kusingkap rok miniku, terlihat expresi terkejut di wajahnya saat tahu aku sudah tidak memakai celana dalam, tanpa memberinya kesempatan bertanya lebih lanjut kusapukan penisnya ke bibir vaginaku yang sudah basah sedari tadi.

Pak Pram melapas kaosku lalu melesakkan penisnya ke dalam dan mengocok langsung dengan tempo tinggi, desahan kenikmatan keluar dari mulutnya, akupun ikutan mendesah, sedikit terlampiaskan gairah yang terpendam sedari tadi meskipun tidaklah senikmat dikala bermain bertiga nanti. Hanya semenit kami sudah berganti posisi, aku berdiri telungkup di atas meja menerima sodokan Pak Pram dari belakang, kugoyang goyangkan pantatku mengimbanginya, aku hanya berharap dia segera menuntaskan nafsu birahinya secepat mungkin, nggak enak meninggalkan Edward dan Raymon dibawah, ntar mereka curiga.

Dan beberapa menit kemudian, kurasakan penisnya membesar diiringi semprotan sperma yang hangat membasahi vaginaku, tubuh Pak Pram menegang mencengkeram erat pantatku. Akhirnya dia menarik keluar dan mengusap usapkan sisa spermanya pada pantatku. Aku berbalik dan jongkok di depannya, kukulum penisnya yang masih banyak spermanya, dia melotot melihat kenakalanku tapi tak mencegahnya, justru malah mengusap usapkan ke wajahku. Aku berdiri merapikan rok-ku, mengenakan kembali kaosku, lalu mencuci vagina dan wajahku dari sperma Pak Pram.

?Lain kali kamu seperti ini saja kalo ketemu, besok aku hubungi? kata Pak Pram sambil memberikan beberapa lembar ratusan dollar, kita keluar kamar bersamaan tapi turun dengan lift yang berbeda.

Hampir 12 menit aku meninggalkan Edward dan Raymon, ternyata mereka ketemu 2 temannya, berempat mengelilingi meja kami, aku diperkenalkan sama mereka, tak ada yang bernama Leo, berarti bukan salah satu dari mereka. Aku minta maaf karena terlalu lama meninggalkannya, semoga mereka tidak curiga saat kubilang sakit perut mendadak.

?Mungkin kebanyakan nelan sperma dan bereaksi dengan kerang rebus tadi? bisik Raymon, tenanglah hatiku berarti dia tidak curiga.

Lima belas menit kami melanjutkan di lobby, aku masih tak tahu apakah salah satu atau kedua temannya itu ikut bersama kami. Ternyata tidak satupun yang ikut, mereka berpisah sedangkan aku, Edward dan Raymon kembali ke kamar, berarti malam ini kita melanjutkan permainan bertiga alias 2 in 1, tak ada 3 in 1.

Malam sudah semakin larut, sudah melewati pukul 11 malam, lobby hotel mulai sepi. Bertiga kami masuk Lift, begitu pintu lift tertutup, Raymon menarik tubuhku dalam pelukannya, diciuminya bibirku sambil meremas remas buah dada. Edward tak mau ketinggalan, dia menyingkap rok-ku dan mempermainkan klitorisku, aku mendesah di dalam lift. Meskipun sudah terbakar nafsu, aku masih bisa berpikir normal, kutolak ketika Edward hendak menyetubuhiku di lift, terlalu beresiko apabila tiba tiba lift berhenti dan ada orang masuk. Mereka berdua tertawa terbahak
Namun begitu, sepanjang perjalanan di lift, tangan kedua laki laki itu tak berhanti menjamah dan menyusuri tubuhku, mulai dari tangannya yang menyusup masuk di balik kaos hingga menyusup di balik rok dan meremas buah dada maupun pantatku yang tanpa menutup lagi. Ternyata rangsangan bercampur ketegangan membuat birahiku sempat turun setelah melayani Pak Pram, bangkit kembali dengan cepatnya, akupun mendesis pelan dalam lift.

Beruntung pintu Lift tidak terbuka hingga lantai 8, kamipun bergegas menuju kamar. Aku heran saat mereka menekan bel pintu, bukannya langsung membukanya dengan kunci yang ada. Keherananku segera terjawab ketika pintu terbuka dan muncullah seorang laki laki hitam manis dari balik pintu.

?Inikah yang namanya Leo?? pikirku.

?Ly kenalin, ini Edo, karena Leo tidak ada kebetulan yang muncul dia, ya rejeki dia lah? kata Raymon setelah kami semua di dalam, rupanya si Edo sedang mandi.

?Sorry tadi nggak sempat ketemu soalnya aku baru dari Malang, jadi mandi dulu tapi kalian keburu naik? katanya, sepintas kulihat Edo seperti orang Ambon atau Irian meskipun tidak terlalu hitam tapi dibandingkan dengan kedua chinese itu dia tampak sekali bedanya.

Cengkeraman tangannya begitu kuat saat menjabat tanganku, pertanda dia bukan orang kantoran. Dengan santai dan hanya mengenakan handuk membalut pinggangnya, Edo menemani kami ngobrol di sofa, obrolan mereka justru seputar permainan kami tadi siang dan membandingkan dengan pengalaman mereka sebelumnya. Terbersit sedikit kebanggaan saat mereka memuji bagaimana aku melayaninya dan mereka puas. Baru sekarang kutahu kalau mereka sendiri belum pernah main berempat seperti ini, berarti sama sama pengalaman pertama, terutama bagi Edward, baru bermain rame rame langsung main berempat, tentu saja dia sangat exiting.

Selama kami ngobrol, aku duduk antara Edward dan Raymon, tangan keduanya tak beranjak dari tubuhku, baik di punggung maupun paha, Edo hanya melihat sambil tersenyum. Tak lebih 10 menit kami ngobrol, tangan Edward dan Raymon bersamaan menyelinap masuk dibalik kaosku dan berbagi buah dada, mereka berpandangan lalu tersenyum, bersamaan pula mereka mencium pipi kanan dan kiriku, menyusur turun ke leher sambil masih meremas remas buah dada, aku mendesah desah diperlakukan seperti ini, apalagi didepan Edo yang kelihatan begitu cool melihat temannya sudah mulai.

?Lepas kaosnya dong? teriak Edo tanpa beranjak dari duduknya, kulihat tangannya sudah berada dibalik handuknya.

Tanpa diminta dua kali, Edward menarik lepas kaosku, bersamaan mereka langsung mengulum putingku yang sudah menantang, Edo memuji keindahan payudaraku sebelum kedua laki laki di sebelahku mengulumnya. Tangan Edward sudah mulai menjamah selangkanganku, aku semakin mendesah, kuraih kejantanan mereka, ternyata sudah keluar dari celananya. Dua penis berbeda bentuk dan ukuran berada dalam genggamanku, kukocok dan kuremas, mereka mulai ikutan mendesah. Raymon mendahului berlutut di antara kakiku, disingkapnya rok-ku, aku mendorongnya menjauh, khawatir masih tersisa aroma sperma Pak Pram, tapi dia tak mempedulikan penolakanku, kubiarkan saja ketika lidahnya mulai menyusuri pahaku, justru kakiku kubuka semakin lebar.

Aku mendesah atau lebih tepatnya menjerit nikmat ketika lidah Raymon mulai menyentuh klitoris dan bibir vaginaku, sementara Edward masih menempelkan mulutnya pada puting, dua lidah bermain dengan lincahnya di kedua titik sensitif tubuhku, desahan demi desahan keluar dari mulutku tanpa terkendali. Kuremas remas kepala Raymon yang berada di selangkangan dan kutekankan lebih dalam sambil mengocok penis Edward.

Ugh.. ss.. copot dong pakaiannya? pintaku sambil mendesah.
Kedua laki laki itu berdiri melepaskan diriku dari cumbuannya, melihat kekosongan ini, Edo berdiri menghampiriku, dilemparnya handuk penutup tubuhnya, tampaklah tubuhnya yang cukup atletis dengan penis yang menegang, sama besar dengan punya Raymon, dia langsung menyodorkannya ke mukaku. Dengan tersenyum kuraih penisnya, kukocok sejenak sambil menatapnya, dia tersenyum. Aku mulai menciumi penis Edo, menjilatinya sekujur batang hingga ke kantong bola, cairan bening meleleh dari kepala penisnya, terasa asin tapi tak kupedulikan. Penis itu segera memasuki mulutku ketika Edward kembali duduk di sampingku, Raymon berdiri di samping Edo menunggu giliran, ternyata Edward mengikutinya, akupun menyesuaikan posisiku, jongkok di depan ketiga laki laki telanjang yang 2 diantaranya baru kukenal bebarapa jam yang lalu