Blog Archive

Popular Posts

technology-services>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-1

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

NEW10>

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Untitled-3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

3

megasahabat.COM

SahabatQQ Agen DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya.

Wednesday, April 24, 2019

Menguji Kepolosan Adik Iparku

Namaku Bambang dan biasa di panggil mas Bams oleh istri dan juga teman-temanku. Saat ini aku sudah menikah dan baru berjalan 8 bulanan belum genap satu tahun dan kami belum memiliki momongan karena istriku masih ingin berasa pacaran katanya, dan aku menghargai permintaaanya dengan cara membiarkan dia menggunakan alat kontrasepsi apalagi aku sadar kalau kami pacaran hanya selama 5 bulan.

SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Namun langsung memutuskan untuk menikah bukannya kenapa tapi aku memang menghindari diri dari permaianan adegan seperti dalam cerita seks 17 tahun di luar nikah. Usiaku baru menginjak 25 tahun sedangkan istriku 24 tahun kamipun bekerja di tempat yang sama, dan memang selama ini kami bertemu di tempat kerja ini. Karena itu banyak teman kantor kami yang sudah tahu kalau kami memang sepasang kekasih
Kini aku tinggal di rumah Via istriku bersama dengan kedua orang tuanya dan satu orang adik perempuannya Tia namanya. Dia masih seorang pelajar SMA dan sudah kelas 3, Tya seorang gadis yang pendiam juga dilihat dari wajahnya dia memang lebih cantik dari kakaknya yakni istriku. Warna kulitnya saja Via kalah dengan Tya yang memiliki warna kulit putih bersinar.

Sedangkan istriku memiliki kulit kuning langsat turun dari kulit ayahnya, sedangkan Tya nurun dari mamanya. Kedua mertuaku memiliki sebuah minimarket yang lumayan jauh dari rumah, mereka berdua mengelola sendiri tempat usaha tersebut. Jadi pulangnya selalu larut malam, karena itu mereka meminta aku dengan Via tinggal bersama mereka agar dapat membantu dalam keluarganya
Seperti halnya menyiapkan sarapan karena memang keluarga mertuaku tidak memakai jasa pembantu. Layaknya pengantin baru kamipun sering melakukan adegan seperti dalam cerita seks 17 tahun jika ada waktu, baik itu sepulang dari kantor ataupun baru dari bangun pagi. Apalagi jika malam hari tidak ada waktu yang terbuang bagi aku dan juga istriku Via dia selalu menuruti nafsu sexku yang begitu besar.

Hingga akhirnya ketika memasuki usia 4 bulan perkanikahan kami istriku sakit, entah kenapa dia selalu mengalami pendarahan yang terjadi akibat siklus haid yag tidak teratur, kami sudah konsultasi pada dokter dan hasilnya istriku harus istirahat terlebih dahulu. Akhirnya mau tidak mau aku harus berhenti dulu dari melakukan cerita sex bersamanya.

Tapi sebagai laki-laki yang memang tinggi libidonya, akupun sering ingin melakukannya tapi dengan siapa aku sendiri tidak tahu. Hingga pada suatu hari saat berada di rumah kebetulan hari itu hari minggu dan aku berada di rumah dengan Tya adik iparku. Sedangkan Via membantu mertuaku menjaga minimarket mereka, sebenarnya Tya juga sering membantu tapi saat ini dia bilang kalau akan jalan bareng temannnya.

Tapi sebelum dia pergi kami berada di teras belakang, aku sedang memperhatikan burung yang aku pelihara begitu juga Tya yang saaat itu sedang membersihkan sepatunya. Dengan pakaiannya yang mini serta super ketat membuat lekuk tubuhnya begitu jelas terlihat, sampai-sampai aku merasa kontolku ikut bergerak di dalam celana dalamku dan akupun sering mencuri pandang padanya
Aku lihat Tya berdiri akupun segera memeperhatikan burungku, dan tanpa aku sadari kaki kami saling sangkut. Tyapun jatuh tersungkur tepat di atas tubuhku, dengan sigap aku langsung memeluk tubuhnya “OOouuwww… maaf mas…” Dia terlihat malu namun tetap berada di atas tubuhku karena tanganku begitu erat memeluknya, seperti biasa kontolkupun ikut bergerak di dalam celana.

Karena aku hanya memakai celana santai jadilah kontolku begitu kentara dirasa oleh paha Tya yang menempel pada selangkanganku. Dan entah siapa yang memulai kamipun saling berciuman di lantai teras belakang itu, aku dekap erat leher belakang Tya sehingga dia tidak bisa bergerak aku lumat bibirnya dengan lembut bahkan aku mainkan lidahku dalam rongga mulutnya.

Saat itu juga aku melihat Tya mendesah “OOoouugghh.. mas.. Braaam.. jaaangaaan… aaaahhhhh… aaaaaaaahhh….” Tanganku mulai berani meremas toketnya apalagi tanktop yang dia pakai membuat toketnya seakan menantang untuk segera aku remas, Tyapun bergelinjangan dengan sedikit gerakan menarik tubuhnya dari dekapan eratku. Namun kini bukan hanya tanganku kakiku juga ikut menahan tubuhnya
Mungkin karena merasakan nikmatnya kuluman bibirku kini Tya membalas ciumanku dengan mesra juga “OOoouuuuugghh… aaaaaggghh.. sayaaang.. kitaaa..pindaah yaaaa..” Kataku berbisik pada Tya dan dia tidak menjawab, namun aku lihat dia begitu pasrah padaku dengan perlahan aku bangun lalu aku gendong tubuh Tya dan membawanya masuk kedalam kamarnya.

Di sana kami masih berdiri dan aku lepas pekaian Tya dengan lembut aku dorong tubuhnya dengan menempelkan bibirku pada bibirnya. Begitu dia rebahan di atas kasurnya saat itulah aku menindihnya “OOOOOUUUgghh… maaas…. aaaggggghh… saaakit….. aaaaagggghhh…. aaaaaaaagggghhhhh…. aaaaaagggghh.. ” Erangannya sambil menjambak rambutku.

Perlahan akupun bergerak di atas tubuhnya begitu kontolku mampu menerobos keperawanannya. Memek Tya mulai mengeluarkan darah segar dan aku tahu dia masih perawan.

Kini dia tidak lagi mengerang tetapi mendesah dengan penuh kenikmatan “OOOOOuuuuuuggghhhh… aaaaggggghh… aaaggghh.. niiikmmaaaat.. maaas… aaaaggggghhh…” Aku tersenyum mendengarnya lalu aku kecup bibirnya.

Lama kami melakukan gerakan seperti dalam cerita seks hingga akhirnya kontolku menegang dalam memek hangat Tya. Dan tidak berapa laa kemudian akupun mengerang panjang “Aaaaaggghh… aaaaggggghhh… aaaaaaagggghhhhh…. aaaaaaaggggghhh… aaaaaaggggghhhhh…… aaaaaaggggg..” Muncrat seluruh sperma dalam kontolku memenuhi lubang memek Tya yang sudah basah
Akupun memeluk erat tubuhnya dan aku cium berulang kali Tya. Diapun membalas pelukanku sambil menangis “Gimana nich mas.. Tya belum pernah melkaukan hal ini.. nanti Tyaaa… ” Aku memeluknya sambil berusaha menenangkan. Sampai akhirnya Tya terdiam lalu dia kembali menciumku, sejak itulah kami sering melakukan adegan cerita seks ini di rumah bahkan kami sering juga sewa kamar hotel. Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya



Tuesday, April 23, 2019

Susu Dari Maya

Begitu rasanya malas sekali karena pagi itu aku berangkat ke kantor pagi seklai karena banyak kerjaan yang menumpuk dan yang tidak enaknya saat berangkat di tengah jalan hujan turun deras sekali, karena tidak ingin basah kuyup jadinya aku berteduh di sekitar warung terdekat.


SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya


Ibu permisi numpah berteduh Entah gak tau aku siapa namanya saat itu, hujan mendadak turun tanpa ada pertanda mendung
“Gak apa apa dik silahkan berteduh nunggu hujan reda kalau di lanjut perjalanannya malah basah kuyup, jawab ibu pemilik warung tersebut.

“Saya pesan kopi susunya Bu, jangan banyak-banyak gulanya ya,” pintaku setelah mengambil duduk dalam warung itu. Sambil menunggu pesananku, kuamati pemandangan sekeliling warung itu.

Warung tempat kuberteduh terlihat sangat rapi dan bersih, walaupun ukurannya kecil. Sungguh, aku baru kali itu singgah disana, meskipun sehari-hari kerab melintasi jalan di depannya. Pagi itu, ada tiga orang yang turut berteduh sambil sarapan,

Kelihatannya mereka itu sopir dan kenek angkot yang pangkalannya tak seberapa jauh dari warung itu. Belum lagi kopi susu yang kupesan tiba dihadapanku, kulihat dua wanita muda masuk ke warung.

“Uhh, gila hujannya ya Fin.., untung sudah sampai sini,” kata yang berbadan agak gemuk pada temanya yang lebih langsing.
Dari penampilan mereka aku bisa menebak kalau mereka adalah sales promotion girl (SPG), dibelakang baju kaos yang mereka pakai ada sablonan bertulis Susu Siip (sengaja disamarkan), produk susu baru buatan lokal. Keduanya langsung duduk dibangku panjang tepat di depanku.

“Ini Dik kopi susunya, apa nggak sekalian pesan sarapan Dik?” ibu pemilik warung membawakan pesananku.

“Makasih Bu, ini saja cukup. Saya sudah sarapan kok,” jawabku, Ibu itu pun berlalu, setelah sempat menawarkan menu pada dua wanita muda dihadapanku.

“Hm maaf Mas, apa tidak mau coba susu kami?” sebuah suara wanita mengejutkan aku.

Hampir saja aku tersedak kopi yang sedang kuseruput dari cangkirnya, sebagian kopi malah tumpah mengotori lengan bajuku.

“Duh maaf, kaget ya Mas. Tuh jadi kotor bajunya,” wanita yang agak gemuk menyodorkan tisue kepadaku.

“Ohh, nggak apa Mbak, makasih ya,” kuterima tisue pemberiannya dan membersihkan lengan bajuku.
“Maaf, susu apa maksud Mbak?” aku bertanya.

“Hik.. Hik.. Mas ini rupanya kaget dengar susu kita Fin,” canda sigemuk, si langsing tersenyum saja.

“Ini loh Mas, susu siip. Susu baru buatan lokal tapi oke punya. Harganya murah kok, masih promosi Mas, ada hadiahnya kalau beli banyak,” si langsing menjelaskan, ia juga menerangkan harga dan hadiahnya.

Sebenarnya aku ingin lebih lama diwarung itu supaya bisa lebih lama bersama dua wanita SPG susu itu, tapi nampaknya hujan sudah mulai berhenti dan aku harus melanjutkan perjalanan karena waktunya sudah mepet & Pekerjaan dikantor masih menunggu tuk diselesaikan.

“Saya tertarik Mbak, tapi kayaknya saya harus lanjutkan perjalanan nih, tuh hujannya sudah berhenti. Emm, gimana kalau saya kasih alamat saya, ini kartu nama saya dan kalau boleh Mbak berdua tulis namanya disini ya,” kusodorkan selembar kartu namaku sekaligus meminta mereka menulis namanya dibuku saku yang kubawa.

“Oh Mas Andy toh namanya. Pulang kerjanya jam berapa Mas biar bisa ketemu nanti kalau kami kerumahnya,” si gemuk yang ternyata bernama Maya bertanya sambil senyum-senyum padaku.

“Jam empat sore juga saya sudah dirumah kok. Mbak Maya dan Mbak Wati boleh kesana sekitar jam itu, saya tunggu ya,” jawabku. Wati yang langsing juga tersenyum.

Aku kemudian membayar kopi susu pesananku dan meninggalkan warung, untuk segera menuju ke kantor. Jam 3 sore aku sudah menyelesaikan laporanku yang menumpuk, dan aku langsung pulang kekontrakanku.
Oh ya umurku saat itu sudah menginjak 28 tahun, aku coba mandiri merantau dikota kembang ini. Kuputar lagu-lagu melankolisnya Katon Bagaskara di VCD Player sambil kunikmati berbaring dikasur kamarku.

Foto Lusi kupandangi, pacarku itu sudah tiga minggu ini pindah ke Jakarta, bersama pindah tugas bapaknya yang tentara. Kayaknya sulit melanjutkan tali kasih kami, apalagi jarak kami sekarang jauh
Dan sepertinya ini takdirku, berkali-kali gagal kawin gara-gara terpisah tiba-tiba, jadi jomblo sampai umur segitu. Membayangkan kenangan manis bersama Lusi, aku akhirnya lelap tertidur ditemani tembang manis Katon.

Sampai akhirnya gedoran pintu kontrakan membangunkanku. Astaga sudah jam setengah 5 sore, aku segera membukakan pintu utama kontrakanku untuk melihat siapa yang datang.

“Sore Mas Andy, duh baru bangun ya? Maaf ya mengganggu lagi,” ternyata yang datang Maya dan Wati, SPG Susu yang kujumpai pagi tadi.

“Oh Mbak Maya dan Mbak Wati.., saya pikir nggak jadi datang. Silahkan masuk yuk, saya basuh muka sebentar ya,” kupersilahkan mereka masuk dan aku kekamar mandi membasuh mukaku.

Sore itu Maya dan Wati tidak lagi menggunakan seragam SPG, mereka pakai casual. Maya walau agak gendut jadi terlihat seksi mengenakan jeans ketat dipadu kaos merah ketat pula, sedangkan Wati yang langsing semakin asyik pakai rok span mini dipadu kaos kuning ketat.

Rumah kontrakanku type 36, jadi hanya ada ruang tamu dan kamar tidur yang ukurannya kecil, selebihnya dapur dan kamar mandi juga sangat mini dibagian belakang. Setelah basuh muka, aku menemani mereka duduk di ruang tamu.

“Wah ternyata Mas Andy ini Kerja di Farmasi ya, boleh dong kapan-kapan kita di jelasin masalah obat Mas?” Maya buka bicara saat aku duduk bersama mereka.

“Tentu boleh, kapan Mbak mau datang aja kesini,” jawabku.

Selanjutnya kami kembali bicara masalah produk susu yang mereka pasarkan. Bergantian bicara, Maya dan Wati me
Ada susu untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak usia sekolah, balita, bayi, orangtua, pertumbuhan remaja, sampai susu greng untuk menambah vitalitas pria. Nah, untuk susu penambah vitalitas pria itu, bicara mereka sudah berani agak porno dan mesum, membuat aku blingsatan mendengarnya.

“Hmm, boleh-boleh.. Saya ambil susu grengnya dua mbak, nanti kalau bagus saya tambah lagi lain kali,” aku memotong bicara mereka yang semakin ngawur.

“Nah gitu dong Mas, biar istri Mas senang kalau suaminya greng,” Wati kembali bercanda.

“Duh.. Mbak, saya belum kawin nih. Maksud saya susu greng itu saya pakai buat kerja, supaya tetap fit kalau kerja,” kataku.

Jawabanku itu membuat mereka saling pandang, lalu keduanya tertawa sendiri.

“Wah kita kira Mas sudah punya istri, ternyata masih bujang. Kok ganteng-ganteng belum laku sih?” Maya menggoda
Suasana terasa langsung akrab bersama dua SPG susu itu. Mereka pun menceritakan latar belakang mereka tanpa malu kepadaku. Maya, wanita berumur 26 tahun, dulunya karyawati sebuah bank, lalu berhenti karena dinikahi rekan sekerjanya.

Tapi kini dia janda tanpa anak sejak suaminya sakit dan meninggal, tiga tahun lalu. Sedangkan Wati, bernasib sama. Wanita 24 tahun itu, pernah menikah dengan lelaki sekampungnya, tetapi kemudian jadi janda gantung sejak suaminya jadi TKI dan tak ada kabarnya sejak 4 tahun lalu. Keduanya terpaksa menjadi SPG untuk menghidupi diri.

“Kami malu Mas, sudah kawin masih bergantung pada orangtua, makanya kami kerja begini,” kata Wati.

“Kalau Mas mau, gimana kalau saya seduhkan susu greng itu. Sekedar coba Mas, siapa tahu Mas jadi pingin beli lebih banyak?” Maya menawarkanku setelah obrolan kami semakin akrab.

Belum sempat kujawab dia sudah bangkit dan menanyakan dimana letak dapur, ia pun menyeduhkan secangkir susu greng buatku. Susu buatan Maya itu kucicipi, lalu kuteguk habis, kemudian kembali ngobrol dengan mereka.

Saat itu jam menunjuk angka tujuh malam. Lima belas menit setelah meneguk susu buatan Maya, aku merasakan dadaku bergemuruh dan panas sekujur tubuh, agak pusing juga.

“Ohh.. Kok saya pusing jadinya Mbak? Kenapa ya? Ahh..,” aku meremasi rambutku sambil bersandar di kursi bambu.

“Agak pusing ya Mas, itu memang reaksinya kalau pertama minum Mas. Mana coba saya pijitin lehernya,” Wati pindah duduk kesampingku sambil memijiti tengkuk leherku, agak enakan rasanya setelah jemari lentik Wati memijatiku.

“Nah, biar lebih cepat sembuh saya juga bantu pijit ya,” Maya pun bangkit dan duduk disampingku, posisiku jadi berada ditengah keduanya.
Tapi, astaga, Maya bukannya memijit leherku malah menjamah celana depanku dan memijiti penisku yang mendadak tegang dibalik celana.

“Ahh Mbaak.., mmfphh.. Ehmm,” belum selesai kalimat dari bibirku, bibir Wati segera menyumpal dan melumat bibirku.

Gila pikirku, aku hendak menahan aksi mereka tapi aku pun terlanjur menikmati, apalagi reaksi susu sip yang kuteguk memang mujarab, birahiku langsung naik. Akhirnya kubalas kuluman bibir Wati, kusedot bibir tipisnya yang mirip Enno Lerian itu.

“Waduh.., gede juga Andy juniornya Mas,” ucapan Maya kudengar tanpa melihatnya karena wajah Wati yang berpagutan denganku menutupi.

Tapi aku tahu kalau saat itu Maya sudah membuka resleting celanaku dan mengeluarkan penisku yang tegang dari celana. Sesaat setelah itu, kurasakan benda kenyal dan basah melumuri penisku, rupanya Maya menjilati penisku.

“Ahh.., tidak Mbak.., jangan Mbak,” kudorong tubuh Wati dan Maya, aku jadi panik kalau sampai ada warga yang melihat adegan kami.

“Ayolah Mas.. Kan sudah tanggung. Nanti pusing lagi loh,” Maya seperti tak puas, Wati pun menimpali.

“Maksud saya jangan kita lakukan disini, takut kalau ketahuan Pak RT. Kita pindah kekamar aja yah,

” aku mengajak keduanya pindah ke kamar tidurku, setelah mengunci pintu utama kontrakanku.
Sampai di kamarku, bagaikan balita yang akan dimandikan ibunya, pakaianku segera dilucuti dua SPG itu, dan mereka pun melepasi seluruh pakaiannya. Wah tubuh mereka nampak masih terawat, mungkin karena lama menjanda.

Sebelum melanjutkan permainan tadi, kuputar lagi lagu Katon Bagaskara dengan volume agak keras supaya suara kami tak terdengar keluar. Setelah itu, aku rebah dikasurku dan Maya segera mengulangi aksinya menjilati, menghisap penisku yang semakin mengeras.

Maya bagaikan serigala lapar yang mendapatkan daging kambing kesukaannya. Sedangkan Wati berbaring disisiku dan kami kembali berpagutan bibir, bermain lidah dalam kecupan hangat. Dalam posisi itu tanganku mulai aktif meraba-raba susu Wati disampingku, kenyal dan hangat sekali susu itu, lebih sip sari susu sip yang mereka jual kepadaku.
“Oh Mas, saya sudah nggak tahan Mas,” Maya mengeluh dan melepaskan kulumannya dipenisku.
“Ayo Lin, kamu duluan.. Tapi cepat yahh,” Wati menyuruh Maya.

Wanita bertubuh agak gemuk itu segera menunggangiku, menempatkan vagina basahnya diujung penisku Maya berposisi jongkok dan bless, penisku menembusi vaginanya.

“Ohh.. Aaauhh.. Mass hengg,” Maya meracau sambil menggenjot pinggulnya naik turun dengan posisi jongkok diatasku. Kurasakan nikmatnya vagina Maya, apalagi lemak pahanya ikut menjepit di penisku.

Wati yang turut terbakar birahinya segera menumpangi wajahku dengan posisi jongkok juga, bibir vaginanya tepat berada dihadapan bibirku langsung kusambut dengan jilatan lidah dan isapan kecil. Posisi mereka yang berhadapan diatas tubuhku memudahkan keduanya saling pagut bibir, sambil pinggulnya memutar, naik turun, menekan, diwajah dan penisku.
Lima belas menit setelah itu, Maya mempercepat gerakannya dan erangannya pun semakin erotis terdengar
“Ahh Mass.., sayaa kliimmaakss.. Ohh ammphhuunnhh,” Maya mengejang diatasku, lalu ambruk berbaring disamping kananku. Melihat Maya KO, Wati kemudian turun dari wajahku dan segera mengambil posisi Maya, dia mau juga memasukkan penisku ke memeknya.

“Ehh tunnggu Mbak Wati, tunggu,” kuhentikan Wati.

Aku bangkit dan memeluknya lalu membaringkannya dikasur, sehingga akulah yang kini diatas tubuhnya.

“Mass.. Aku pingin seperti Maya Masshh.. Puasin aku ya.. Meemmppffhh.. Ouhh Mass,” Wati tersengal-sengal kuserang cumbuan, sementara penis tegangku sudah amblas dimekinya.

“Ohh enakhhnya memekmu Watthh.. Enakhh ughh,”
“Engh.. Genjot yang kerass Mass, koontollmu juga ennahhkk.. Ohh Mass,” Wati dan aku memanjat tebing kenikmatan kami hingga dua puluh menit, sampai akhirnya Wati pun mengejang dalam tindihanku.

“Amphhunn Mass.. Ohh nikhhmatt bangghett Masshh..,” Wati mengecup dadaku dan mencakar punggungku menahan kenikmatan yang asyik.

“Iya Watt.. Inii untukkhhmu.. Ohh.. Oohh,” aku pun menumpahkan berliter spermaku ke dalam vagina Wati.

Setelah sama-sama puas, dua SPG susu itu pun berlalu dari rumahku, kutambahkan dua lembar ratusan ribu untuk mereka. Aku pun kembali tidur dan menghayalkan kenikmatan tadi.Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Monday, April 22, 2019

Mendapatkan Perawan Lisya di Tempat Parkir

Perkenalkan aku Deni (Nama Samaran) Sebut saja begitu. Aku saat ini berumur 19tahun. kejadian ini terjadi sekitar aku berumur 17tahun. Lisya saat itu baru berumur 16tahun. Lisya sekolah di salah satu sekolah swasta di bekasi dan dia adalah salah satu bintang kelas dan dia bisa dibilang anak mami. Kecantikannya menggoda sekali sehingga banyak laki-laki yang ingin menjadi pacarnya.

SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya




Bisa dibilang Lisya adalah PRIMADONA-nya sekolah itu? Aku pertama kali mengenal Lisya pada saat aku sedang bermain biliard di salah satu mall di jakarta utara (klp.Gading mall). Waktu itu aku ingin berkenalan dengannya tetapi aku sedikit malu- malu, soalnya cewek yang satu ini benar-benar cantik dan lain dengan yang aku liat dari biasanya
Lisya seorang cewek chinese, kulit putih, tinggi 161cm dan ukuran dada 34A bisa dibilang lumayan untuk ukuran remaja yang baru berumur 16 tahun. Aku akhirnya berkenalan dengan Lisya walau aku malu-malu setengah mati, takut ditolak eh gak tahunya aku berhasil berkenalan dengannya.

“Hai… boleh kenalan ga cewe”, sapaku dengan sedikit percaya diri. “Siapa yahhh?”, jawab Lisya. “Saya deni? Boleh kenalan ga, kamu siapa?” “Boleh kok emank siapa yang ngelarang… Aku Lisya.” “Sekolah dimana?? Tanyaku sedikit basa-basi.” “Ada deh”, Katanya sedikit manja. Akhirnya kami ngobrol panjang dan aku sedikit berani menanyakan nomor teleponnya.

Malamnya aku mencoba menelepon Lisya dan pada saat itu Lisya mengangkat teleponku. “Halo ini Lisya ya”, sapaku. “Iya..ni sapa ya”, Lisya menjawab. “Ini aku deni yang tadi siang berkenalan dengan kamu Sya”, kataku. “Oh… iya?? ada apa den?” “Engga aku cuma pingin ngobrol aja Sya… Ganggu ga?” “Engga ganggu kok den… biasa aja sama Lisya yah.”
Aku mulai membuka topik pembicaraan meskipun sedikit canggung dan tidak tahu apa yang ingin aku bicarakan. Lalu aku mulai memberanikan diri dengan menanyakan tentang kehidupan dia. “Lisya udah punya pacar?”, tanyaku. “Belum Den… dulu Lisya punya pacar tapi Lisya udah putus”, jawabnya. “Lho putus gara-gara apa sya?” “udah bosen aja”, jawab Lisya polos. “Lisya besok aku pingin ketemuan sama kamu bisa ga?”, pintaku. “Boleh kok Den… mau ketemuan dimana?” “Di MKG aja sya mau??”, tanyaku. “Boleh jam 3 sore yah pas Lisya pulang sekolah”, jawabnya.

“Ok… selamat malam Sya”, jawabku sebelum menutup pembicaraan. Besoknya jam 3 sesuai kesepakatan kami bertemu di MKG… Lisya berdandan sexy sekali pada saat itu dengan baju yang teramat sangat menggoda… Ingin sekali aku menyetubuhinya tetapi aku masih perjaka… tidak tahu caranya bagaimana ML…

Kami ngobrol panjang lebar sampai jam 6 sore sambil makan-makan… Tak terasa pada saat mau mengantarkan Lisya pulang hujan turun deras sehingga aku menetap di mobilku. Aku bertanya pada Lisya, “Mau es krim ga say?”, aku memanggil dia dengan sapaan “say”, eh ternyata dia juga balik meresponseku dengan perkataan “mau donk say”. Cuaca saat itu mendukung sekali… cuaca hujan gerimis dan pada saat itu kami berdua di mobil.

Aku membelokkan mobilku ke parkiran mobil.Lisya bertanya, “Ngapain kita ke parkiran say?” “Gak apa-apa kok say… aku cape aja”, aku mulai memandangi buah dada Lisya yang pada saat itu menggoda sekali… ingin sekali aku menjilati puting susunya itu… Lisya melihatku dan ia berkata “Ikhhh.. Deni nakal liat-lihat perabotan Lisya… bayar tauuuu!? Masa liat gratis, ga bayar”, ucapnya manja
Aku hanya bisa tertawa dan dalam hatiku aku ingin sekali mengecup bibirnya… aku mulai memberanikan diri untuk mencium mulutnya walaupun Lisya menolak tapi aku terus memaksa dan pada akhirnya dia tidak bisa mencegah aku untuk menciummnya.

Aku melumat bibirnya dengan sangat lembut dan tak disangka Lisya membalas ciumanku dengan ganasnya. Lisya bertanya kepadaku, “Deni udah pernah ML belum?” “Belum”, jawabku. “Lisya juga masih perawan Den… Lisya ga tau bagaimana caranya ML.” Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Lisya, aku mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya. Lisya malah memberikan posisi tuk memudahkan aku membuka pakaiannya.

Aku membuka branya yang warna hitam itu… WOW dada Lisya yang berukuran 34A langsung aku kulum dan Lisya berteriak kecil, “Aaachh… geli Den! Jangan cuma satu doank donk say… sebelahnya juga donk say”, aku mulai menjilati puting susu bagian sebelahnya. Lisya yang merasa bergairah mulai membuka pakaian dan celanaku. Aku pun juga membuka celananya dan kami berdua pun dalam keadaan telanjang bulat di dalam mobil.

Pada saat itu tmpt parkir sedang mendukung: tidak ada satu orang pun yang melihat kami. “Kulum kontolku donk say”, pintaku. “Lisya ga pernah ngelakuin ini satu kali pun Den”, jawabnya. “Aku juga blm pernah melakukannya Say… jadi kita sama kan”, kataku. “Iya saya coba deh”, jawabnya. Lisya mulai mengemut kontolku dan dia merasa enjoy mengemut kontolku yang berukuran 15cm.

Aku juga mengelus bibir vaginanya dengan tanganku. Dia mengerang, “emh..ehm..ehm..”, tanda dia mulai bereaksi pada sentuhan tanganku… Aku yang tidak tahan dengan vaginanya. Aku mulai membaringkannya dan langsung menjilati vaginannya. “Ouchh… nikmat bangat say,terusssss….achh..achh “, Lisya mendesahdan aku terus menjilati klitorisnya dan pada akhirnya dia mendesah tidak karuan. “Aahhhh… achhhhhh Den akuuu keluarrrr…achhh?!”, keluarlah cairan putih dengan baunya yang khas. Lisya tak mau kalah
Dia ingin mengulum kontolku. Kami melakukan gaya 69 di jok mobil belakang. Lisya mengemut kontolku dengan ganasnya. Dikocok-kocok dan diemut dengan ganas. Maklum baru pertama kali kami melakukannya. Lalu aku yang sudah tidak tahan… aku mulai menyuruhnya merebahkan diri dan mengangkat pahanya sehingga tampaklah memeknya yang merah dan menggoda itu. “Aku masukin ya say?”, tanyaku. “Iya say tapi pelan-pelan yah… Lisya masih perawan.” Aku mulai memasukan kontolku ke liang vaginanya pelan-pelan. Sulit sekali memasukan kontolku ke liang vaginanya saking rapatnya. Lisya berteriak, “Ahhh… sakiiittt Den!”.

Aku yang tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan- pelan. Lisya yang membalasnya dengan menjambak rambutku. Aku terus melakukan genjotan terhadap memeknya yang sangat nikmat itu… “Ahhhh… sakittt Den”, aku mulai mempercepatkan gerakan maju- mundur.

Lisya berteriak, “Ahhhhhhhh”, aku mengeluarkan kontolku dari memeknya dan langsung keluarlah darah segar membanjiri jok mobil belakangku. “Saay lanjut ga? Nih… aku belum apa-apa tau”, tanyaku… “Iya say lanjut aja… Lisya siap kok”, jawab Lisya. Lampu hijau nih… aku mulai memasukan kontolku ke memek Lisya lagi… Lisya sangat menikmati tusukan kontolku ke liang vaginannya. “Say…liss..ya kee…luarrr”, dan pada saat itu cairan putih itu keluar.

Ternyata dia orgasme. Cairan putih itu membanjiri kontolku yang nikmat dijepit oleh dinding dinding memek Lisya. Kontolku masih berada di dalam memek Lisya. “Kamu belum keluar Say?”, tanya Lisya. “Belum Say”, jawabku. Aku meneruskan tusukan ke memek Lisya dan Lisya terus mengerang… suara teriakannya membuat aku tambah bernafsu. “Aachh… achhh….achhhhh.achhhhhh..de…niiii km heee..batt sayyy…”, dan tiba2 Lisya mengeluarkan lagi cairan putih. Dia orgasme untuk yang kedua kalinya. “Kamu belaum keluar-keluar juga Say.
Cepat keluarin donk Say, udah malam”, pintanya. “Ok say”, jawabku. Aku mulai mempercepat gerakanku. Menggenjot memek Lisya dengan sangat cepat. “Acchh… achhh… achhhh… achhh”, Lisya mendesah menikmati setiap tusukan kontolku yang belaum pernah dia rasakan sebelumnya.

Aku yang hampir orgasme semakin mempercepat gerakan kontolku keluar masuk memek Lisya. “Sayyy… aku mau keluar nihhhhh”, ucapku. “Keluarin di luar ya say jangan didalem”, pinta Lisya. Aku akhirnya orgasme dan mengeluarkan spermaku ke dada Lisya yang lumayan besar itu. “Ccroott… crootttt…”, aku menumpahkan ke dadanya dan sebagian ke mukanya. “Thanks ya Say… kejadian ini ga bakalan aku lupain”, kata Lisya. “Sama-sama say… aku juga ga akan melupakan kejadian ini.” Akhirnya kami selesai ML dan kami memakai pakaian kami kembali.

Dan saatnya mengantarkan Lisya pulang kami sempat berciuman pada saat aku mengantar dia sampai depan rumahnya. Aku dan Lisya tidak akan melupakan kejadian dimana aku melepas keperjakaanku dan dia memberikan keperawanannya. Kami tidak berhenti sampai disitu saja.

Kami melakukannya lagi di rumahnya pada saat rumahnya sepi. Setidaknya aku dan Lisya setiap akhir weekend diisi dengan ML. Meskipun aku tidak ada hubungan apapun dengan Lisya… meskipun aku sekarang sudah menetap di Malang dan aku sudah mendapatkan beberapa pelajaran dari cewek cewek yang ada disini tapi Lisya telah memberikan pelajaran yang sgt berarti kepadakuDaftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Sunday, April 21, 2019

Semuanya Hanya Untuk Dirimu

Tangan Elvan menggerakkan-gerakkan pensilnya dengan lincah. Terbentuk sketsa gambar mobil di atas kertas putih yang dia gunakan untuk mendesain. Elvan sudah seminggu ini menggambar model-model mobil yang dipesankan oleh perusahaan otomotif dari mancanegara. Tentunya pekerjaannya ini adalah pekerjaan impiannya sejak masih duduk di bangku SMA. Dan sekarang, setelah ia berkeluarga, ia sangat bersyukur bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dari keahliannya menggambar.

SahabatQQ Agen Domino 99 DominoQQ dan Poker Online Aman dan Terpercata


Sayangnya enam bulan yang lalu istrinya meninggal akibat kecelakaan. Mobilnya menghantam sebuah truk tangki bahan bakar hingga meledak. Istrinya tak selamat dalam kecelakaan itu. Lima tahun membina rumah tangga, ia tak dikaruniai keturunan. Namun, mereka sangat bahagia. Selama lima tahun itu pula mereka menghabiskan waktu dalam penuh kemesraan. Kalau saja waktu itu dia tak mengizinkan istrinya untuk pergi ke salon, mungkin kecelakaan itu tak akan pernah terjadi
Elvan menekuk-nekuk lehernya yang pegal. Sudah lebih dari tiga jam ia duduk sambil menggambar, sampai-sampai tak terasa cangkir kopinya telah habis. Cairan kafein itu menjadi obat dikala ia dalam desakan deadline seperti ini. Konsentrasinya bisa naik berkali-kali lipat dengan cairan itu.Perutnya terasa keroncongan.

“Sayang, makan siangnya apa?” celetuknya. Dia lalu menghela napas. Dia lupa. Istrinya sudah tiada. Padahal biasanya ia melakukan itu saat hendak istirahat untuk makan siang. Elvan selama ini bekerja di rumah, jadi ia bisa seharian di rumah bersama istrinya. Kini satu-satunya teman hidupnya telah pergi.

Elvan mendengkus. Teman-teman mainnya sudah menasihatinya untuk mencari pengganti, tetapi Elvan masih belum bisa move-on. Dia masih sayang kepada Hani, sang istri. Dia beranjak dari tempat duduknya untuk menuju ke kulkas. Dilihatnya isi kulkasnya. Kosong. Ia lupa belanja. Lagi-lagi Elvan mendengkus.

Dia beringsut menuju keluar apartemen. Dia memakai sandal jepit yang ada di dekat keset. Setelah itu ia keluar dari apartemen dengan niat untuk belanja kebutuhan, sekaligus membeli makan siang. Apartemennya bukan apartemen mewah, tetapi cukup untuk tinggal sepasang suami istri dan anak kalau ada. Apartemen itu disewanya dengan menggunakan uang dari pekerjaannya, dan itu cukup bahkan ia bisa berlibur dengan gajinya.

Saat melintasi lorong, dari kejauhan ia melihat seorang perempuan menunggu pintu lift terbuka. Dia kenal gadis ini. Dia adalah anak tetangganya, namanya Yohana. Gadis ini barusan lulus tahun ini, sekarang entah ingin kuliah atau langsung kerja. Ibunya bernama Nina, seorang perempuan yang ikut usaha MLM. Setiap hari pergi pagi, pulang malam, nyaris tidak pernah ada di rumah. Nina juga adalah sahabat Hani semasa hidup, setidaknya kedua keluarga ini sangat mengenal satu sama lain
Yohana mengenakan celana jins sebetis, atasannya kaos warna putih namun lingkar lehernya kedodoran sehingga memperlihatkan bagian punggungnya yang mulus tanpa cela. Kaosnya ditutup dengan cardigan warna orange, meskipun begitu ia terlihat memakainya asal-asalan saja. Rambutnya sebahu dan kini sedang dikuncir. Ia cukup trendi untuk anak-anak seusianya.
“Mau kemana?” sapa Elvan.

“Eh, Om Elvan. Mau ke mini market, Om,” jawab Yohana. “Om sendiri?”

“Sama, mau belanja kebutuhan,” jawab Elvan.

“Bareng, yuk?”

Elvan mengangguk. Keduanya lalu masuk ke dalam lift. Yohana langsung menekan lantai basement. Lift pun menutup secara perlahan.

“Ngomong-ngomong, kamu sudah putuskan mau kuliah kemana?” tanya Elvan memulai pembicaraan.

Yohana menggeleng. “Nggak tahu, Om. Antara kuliah dan membantu mama, pilihannya berat.”

Elvan bisa mengerti posisi Yohana. Dia anak semata wayang, maka mau tak mau ia harus memilh antara dua pilihan, meneruskan kuliah dengan biaya selangit atau membantu mamanya. Pilihan yang sulit ini harus ia ambil kalau ingin tetap bisa bertahan hidup di ibu kota ini.

“Kalau misalnya kamu bisa bekerja sambil kuliah, itu lebih bagus. Tapi, bahaya untuk anak seperti kamu,” ucap Elvan.

“Bahaya kenapa, Om?”

“Biasanya, orang-orang yang menyambi kuliah dan kerja akan lebih mementingkan kerjanya. Mereka sudah kenal uang. Uang itu enak, akhirnya kuliah terbengkalai. Apalagi kamu belum punya pengalaman kerja sama sekali.”
Yohana menghela napas. Benar sekali apa yang dikatakan Elvan. Dia belum punya pengalaman kerja. Elvan melirik ke arah payudara Yohana yang membusung. Anak ini, telah tumbuh besar. Padahal dulu tidak seperti ini, tapi sekarang Yohana sudah dewasa. Dari besar buah dadanya, hingga pantatnya yang berisi sudah mengindikasikan anak ini telah masuk ke masa pubertas. Elvan menelan ludah saat tiba-tiba ia berpikiran aneh-aneh kalau-kalau Yohana tak memakai bra. Apalagi dari pundaknya tak ada sama sekali tali bra yang biasanya muncul kalau leher kaosnya longgar
“Kamu tak pakai bra?” tanya Elvan tiba-tiba.

Yohana menoleh ke arah Elvan. Menurutnya Elvan bertanya seperti itu karena peduli. Sebab, mereka sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Bahkan Yohana menganggap Elvan sudah seperti orangtuanya sendiri. Ayahnya sudah meninggal sejak dia masih kecil. Elvan dia anggap sebagai salah satu figur ayah impiannya.

“Sedang kehabisan bra, lagian kayaknya Yohana mau beli yang lebih besar lagi,” jawab Yohana dengan santainya.

“Eh, kamu mau pergi keluar sana tanpa bra? Bahaya loh, ntar kamu kenapa-napa,” ucap Elvan khawatir.

“Tenang, Om. Cuma lingkungan sini saja kok. Tidak kelayapan kemana-mana.”

“Meskipun begitu, kamu tak takut payudaramu terlihat?”

“Makanya aku pakai cardigan ini,” ucapnya sambil mengibas-ibaskan cardigannya. “Tinggal ditutup seperti ini.” Yohana memperagakan cardigannya menutupi payudaranya. Tetap saja Elvan tak terima.

“Jangan deh. Pulang sana dulu, pakai jaket!” kata Elvan menasihatinya.

“Laaah, nanggung, Om!” ujarnya.

Elvan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ya sudah, nanti mampir di pos satpam. Siapa tahu Pak Maman punya jaket. Pinjam jaketnya dulu.”

Melihat kepedulian Elvan, Yohana tersenyum manis. “Makasih, Om. Iya deh, nurut aja sama, Om Elvan.”
Elvan penasaran dengan ukuran bra Yohana. “Memangnya, berapa ukuran bra-mu?”

Yohana memperhatikan dadanya. “Terakhir kali sih 32 D. Tapi udah nggak muat. Kayaknya udah nambah jadi 34 D.” Yohana meremas payudaranya sendiri. “Coba deh nanti.”

Elvan menelan ludah. Apa Yohana tak tahu pesonanya sendiri? Gadis berusia 18 tahun ini sudah bukan lagi anak-anak. Payudaranya itu adalah salah satu daya tarik yang luar biasa. Apa dia tidak menyadarinya?

Mereka lalu keluar bersama dari lift. Dari lift Elvan mengajak Yohana untuk mampir di pos satpam, lalu meminjam jaket ke Pak Maman.

“Makasih, Om. Om baik banget. Kalau saja Om ini jadi ayahku,” ucap Yohana dengan tulus.

“Sudah, nggak usah lebay gitu!” ucap Elvan sambil menguyel-uyel kepala Yohana. Yohana merasa nyaman diperlakukan seperti itu. Mereka kemudian berjalan menuju ke mini market.
Di sebuah ruangan yang temaram, tampak seorang perempuan bertubuh seksi tanpa busana sedang berayun. Rambutnya dia biarkan tergerai, matanya menatap sayu sambil kepalanya mendongak ke atas. Kedua tangannya tampak menyandar di kedua paha sang laki-laki. Desahan-desahannya benar-benar sangat bergairah dan panas. Pinggulnya bergoyang liar, siapapun kemaluannya yang diaduk seperti itu pasti sudah tak berdaya lagi.

“Oh, aku tak tahan lagi,” ujar si pria.

Gerakan ulekan si wanita pun makin liar hingga akhirnya sang pria menegang. Tubuhnya bangkit lalu memeluk dengan erat tubuh wanita itu. Payudara si wanita tergencet di tubuhnya, sementara ia mengejat-ngejat berkali-kali. Sang wanita mengatur napasnya. Keduanya sama-sama meraih orgasme.

“Sudah?” tanya si wanita.

“Ehm, sebentar. Gua mau nikmati dulu,” jawab si laki-laki.

Si wanita tersenyum, tetapi ia tetap mendorong sang laki-laki. Laki-laki itu melepaskan pelukannya, tak menolak sang wanita yang memang ingin pergi. Dari belahan kemaluan si wanita lendir putih menetes.

“Euh, banyak banget,” ucap si wanita.

“Habisnya, sudah sebulan ini gua tahan nggak coli demi Mbak Nina,” kata si laki-laki.

“Hahahaha, sampai segitunya,” kata si wanita. “Tapi gimana? Janji tetap janji yah, join MLM.”

“Iya, ikut kok. Tenang aja, gue bakalan ikutin keluarga gua,” kata si lelaki.
“Aku harus pulang, transfer saja duitnya yah!?” kata Nina sambil beringsut pergi ke kamar mandi.

Si lelaki lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur. Benar-benar ngentot terenak yang pernah dia rasakan selain dengan istrinya. Lelaki ini bernama Haris. Seorang karyawan swasta. Dia diprospek oleh Nina kurang lebih dua bulan lalu untuk ikut MLM, akhirnya ia pun tergoda dengan tawaran Nina. Apalagi Nina akan memberikan “bonus” kalau ia mau mengajak banyak orang masuk ke jaringannya
“Cepet pulang, katanya hari ini hari ulang tahun pernikahanmu,” kata Nina dari kamar mandi.

“Iya, Mbak,” sahut si Lelaki.

“Istrimu hamil berapa bulan?” tanya Nina.

“Sudah tujuh bulan, Mbak.”

“Wah, harus kamu jaga tuh. Jangan tinggalin!”

“Iya mbak. Tentu saja, jadi suami siaga nih sekarang.”

Wajah Nina nongol dari pintu kamar mandi. “Hari ini cukup rahasia kita ya?”

“Iyalah mbak, masa’ harus jujur ama bini gua. Bisa berabe. Tapi kalau nanti dapat member lagi boleh yah?”

Nina tak menjawab. Ia masuk lagi ke kamar mandi dan suara shower pun terdengar. Nina menghela napas. Ia terkadang harus melakukan hal ini, mau tak mau. Persaingan kerja di ibu kota keras, bahkan jual tubuh pun harus ia lakukan demi sesuap nasi untuk dia dan anaknya. Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Thursday, April 18, 2019

Di Perkosa Majikanku Ketika Mijit

Dinar anak dari pembantu rumah tangga yang bermaksud membantu pekerjaan ibunya dirumah majikanya. Bukannya mendapatkan kebahagian malah dia kehilangan keperawananya karena dia diperkosa majikan lakilaki ibunya ketika dia disuruh memijat.

SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya



panggil saja aku Dinar usiaku 18 tahun baru saja lulus SMA. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, aku terlahir dari keluarga yang broken home. Orangtuaku sudah bercerai sejak aku masih duduk di bangku SMP. Aku ikut dengan ibuku sementara kedua saudaraku ikut dengan bapak. Sejak perceraian terjadi aku jarang bahkan tidak pernah bertemu dengan bapak
Ibuku bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah perumahan elit. Sejak bercerai hingga saat ini ibu bertahan bekerja di situ karena gaji yang diperoleh sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan seharihari. Ibu juga dapat menyekolahkan aku hingga lulus SMA, ibu tipe orang yang pekerja keras. Majikan ibu juga baik hati sering nitipin uang saku buat aku.

Beberapa hari ini ibu sering menginap di rumah majikan, pulang satu minggu sekali. Aku di rumah sendirian kadang juga menyusul ibu bekerja. Ibu menginap karena majikannya pergi keluar kota dia harus jaga rumah dan anak majikan ibu. Biasanya kalau tidur disana ibu dapat uang tambahan kan lumayan.
Sekarang aku udah lulus SMA ibu ingin sekali aku bekuliah namun aku menolak. Aku tidak ingin beban ibu semakin bertambah. Aku pengen bekerja membantu ibu mencari uang untuk memenuhi kebutuhan seharihari. Kalau kuliah aku kasihan dengan ibu, usia ibu yang tidak lagi muda aku takut jika dia banyak pikiran.

Aku berusaha mencari pekerjaan kesana kemari ada lowongan aku selalu berusaha melamar. Yang penting berusaha dulu banyak lowongan terutama karyawan di swalayan. Ibu mendukung aku sepenuhnya , yang penting itu terbaik buat aku. Namun selama 3 bulan tidak ada panggilan kerja aku hanya di rumah saja.

Tidak enak dengan tetangga menjadi pegangguran di rumah hanya makan tidur saja. Padahal aku sudah berusaha untuk mencari pekerjaan.

Saat itu ibu menawarkan aku untuk ikut kerja dengannya daripada di rumah. Disana aku bisa membantu ibu dan menjaga anak majikannya yang masih berumur 3 tahun. Setelah aku pikirpikir sementara aku ikut ibu saja lumayan dapat gaji sendiri. Akhirnya aku ikut dengan ibu bekerja , majikannya baik hati aku dipersilahkan untuk menginap disana.
Aku membantu ibu membersihakan rumah dan mengasuh anak balita. Jika ibu sedang sibuk aku menjaga balita itu. Ternyata pekerjaan ibu berat juga , bersihbersih rumah sebesar ini masih ngurus anak kecil. Mending aku disini aja bantu ibu terus kasihan ibu pekerjaannya banyak. Bisa istirahat kalau balitanya tidur aja
Ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya dia selalu bekerja secara profesional dan jujur. Jika malam hari aku bisa melihat ibu tertidur pulas tampak sangat lelah sekali wajahnya. Yang aku herankan majikan ibu bu Sela jarang di rumah. Selama aku disitu juga belum pernah melihat suaminya. Hanya anakanaknya saja yang aku lihat.

Mungkin mereka pekerja keras jadi jarang pulang ke rumah. Semuanya ibu yang mengatur bahkan kalau urusan makan ibu di kasih uang lebih, pokoknya udah percaya sepenuhnya sama ibu. Pernah aku tanya sama ibu tentang majikannya itu, namun ibu enggan menjawab. Aku semakin penasaran dengan keadaan rumah ini.

Bu Sela kalau pulang larut malam berngkat juga pagi buta. Ternyata dia kepala di salah satu kantor swasta sedangkan suaminya bekerja di luar kota jika pulang satu bulan sekali. Bekerja keras tetapi anak tidak begitu diperhatikan untung ada ibuku. Aku ikut ibu bekerja sudah 3 bulan aku juga diberi gaji sendiri. Lumayanlah aku bisa membeli motor buat kesana kemari.

Suatu hari aku dan ibu bersihbersih seluruh ruangan yang ada di rumah. Sementara bu Sela mengurus anaknya , bu Sela libur kerja. Dengerdenger sih suaminya mau pulang dari luar kota. Sudut ruangan manapun seua dibersihkan aku sama ibu lelah sekali. Belum lagi cucian menumpuk sangat banyak. Aku dan ibu bagi tugas supaya bisa selesai dalam waktu satu hari.

Akhirnya selesai juga pekerjaan rumah yang melelahkan itu. Seharian full bekerja tanpa ada istirahat rasanya badan kaku semua. Keesokan harinya aku bangun kesiangan ibu sudah beresberes dan memasak. Aku buruan mandi dan berdandan rapi menyambut suami bu Sela. Banyak saudara datang ke rumah untuk sekedar bertemu dengan pak Rendra suami bu Sela.
Tepat pukul 10 pagi pak Rendra datang semua menyambut dengan penuh kegembiraan ternyata bukan di luar kota melainkan di luar negeri. Pantes aja semua saudara sampai datang ke rumah soalnya jarang ketemu. Sore tiba satu persatu saudaranya pulang aku dan ibu seharian menyiapkan makanan dan mencuci piring kotor.

Semua sudah beres aku disuruh ibu untuk memperkenalkan diri dengan pak Rendra. Wajahnya serem kumis tebal badan kekar wow,

perkenalkan pak saya anaknya Bu Ida pembantu rumah tangga di rumah ini pak..

oh iya saya baru ketemu kali ini ya..

iya pak saya baru 3 bulan disini membantu ibu ucapku dengan sedikit ketakutan melihat wajah pak Rendra..
ya semoga kamu bisa bekerja dengan baik seperti ibumu..

iya pak

Aku meninggalkan ruang makan itu dan segera masuk kamar. Setelah mereka selesai makan malam aku membereskan ruangan dan kembali ke kamar untuk tidur. Pagi menjelang aktivitas seperti biasanya kembali. Pak Rendra banyak request masakan aku bolak balik ke pasar karena ada saja yang di minta. Capeknya dua kali lipat dari hari biasanya, banyak perintah keluar rumah untuk membeli sesuatu,

buk..capek aku mau istirahat
iya Dinar kamu istirahat saja dulu di kamar

pak Rendra kebanyakan perintah ya bu..

eh nggak boleh gitu, dia majikan kita jangan ngomong gitu lagi ya nak..

hmmmm..ya deh buk

Ibu kok nggak ada capeknya ya semua dilakuin dengan senang hati. Kakiku rasanya kaku semua pegel jalan kesana kemari mending aku tidur siang. Sore hari ibu membangunkan aku,

bangun nak..mandi yang bersih pakai baju yang rapi

emang mau kemana sih bu

tadi pak Rendra minta tolong sama ibu, kamu disuruh mijit di kamarnya..

aahhhhibuk aja deh..aku capek bu

dia mintanya kamu kok Dinar turuti aja biasanya dikasih uang lebih kan lumayan

Dengan terpaksa aku harus menuruti permintaan pak Rendra. Ibu belanja keluar dengan bu Sela ke supermarket. Enakan ibu jalanjalan aku harus berhadapan dengan Pak Rendra di rumah berdua aja. Aku memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamarnya, aku dipersilahkan masuk,

masukkk. Teriak pak Rendra.
Aku masuk ke kamar pak Rendra udah siap dengan posisinya. Dia sudah terbaring di ranjang dengan memakai sarung saja. Aku mendekati pak Rendra,

permisi pak, saya tadi dipesenin sama ibu untuk memijit bapak

iya ini saya sudah siap menunggumu, tolong pintunya dikunci

Aku mengunci pintu setelah itu akumemulai memijit pak Rendra. Pak Rendra tengkurap aku memijit punggung pak Rendra. Secara perlahan aku memijitnya,

lebih keras lagi Dinar

Aku memijit dengan sepenuh tenaga, dari atas hingga ke bawah. Setelah setengah jam tengkurap pak Rendra membalikkan tubuhnya. Aku betatpan dengannya wajahnya kok aneh ya, seperti memandang sesuatu. Tatapannya tajam aku semakin menunduk ketika di pandangnya. Setelah itu aku memijit dadanya yang berbulu lebat itu

Aku terkejut ketika pak Rendra melepas sarungnya, aku lihat dia telanjang hanya memakai celana dalam. Aku memijit kembali tanpa melihat bagian bawah pak Rendra yang porno.

enak sekali pijitan kamu ya, bikin bapak horny deh

Aku tidak menghiraukan perkataannya aku terus memijitnya. Lalu aku menutupi bagian bawah pak Rendra dengan selimut. Aku mengurut kakinya secara perlahan. Dia menarik tubuhku dengan keras hingga aku terbaring di tempat tidurnya. Aku semakin ketakutan setelah itu dia mencoba mencium bibirku aku mempalingkan wajahku,

jangan pakucapku dengan tegas.

Pak Rendra memaksa aku dia menciumi bibirku, badannya yang kekar itu berada diatas tubuhku. Aku memejamkan mata tidak mau memandanginya. Dia menciumi bibirku dengan penuh kegairahan. Payudaraku dia remasremas aku menolak namun dia tetap memaksaku. Kedua payudaraku diremas dengan keras,

aaaaaakkkhhh pakkkk..janganaaaakkkhhh
Kemudian aku dipaksa untuk melepas bajuku, aku tetap tidak mau. Pak Rendra melepasnya dengan sangat kasar. Aku hanya memakai dalaman saja yakni celana dalam dan bra. Payudara perawan yang masih kencang dan montok membuat dia semakin beringas. Dia menciumi leherku terasa sangat geli tubuhku bergerak saat itu.

Dia berusaha membangkitkan gairahku aku lemas dibuatnya. Payudaraku diciumi kanan kiri secara bergantian. Tangannya membuka braku dan terlihat jelas payudaraku. Putingku yang menonjol dimainkan dengan jemarinya. Dia putarputar terus sampai aku lemas.

aaaaahhhh.aaaahhhhh.oooohhhaaakkkhhpakk.

Lidahnya menjilati putting susuku secara bergantian. Aku lemas dibuatnya lalu dia menggerayangi tubuhku menciumi seluruh tubuhku. Tubuhku bergetar merinding dibuatnya. Aku sudah terbawa suasana tidak ada penolakan lagi. Aku hanya pasrah saat itu dia terus membuat aku horny. Pusarku dia ciumi hingga turun kebawah.

Dia membuka celana dalamku dan melihat memekku yang masih perawan itu. Dia mengelus memekku dari atas hingga ke bawah. Jemarinya membuka lipatan demi lipatan, lidahnya menjilati selakanganku aku mendesah dengan keras,

aaaaaaaaaaaahhhhhhhhpaaaakk.aaaaaaaaahhhhh.

Dia menjilati memekku mencari lubang kenikmatan itu. Lidahnya menjulur panjang bersiap untuk menjilati memekku kembali. Aku mengeluarkan cairan ntah cairan apa, namun dia tetap saja menjilati memekku. Jari tengahnya berusaha masuk di memekku. Aku tak tahan perlahan masuk jemari itu dan dia putarputar di dalam,

ooohhhh pak.aaahhhhhooohhh
Penis pak Rendra tegang berdiri sangat tegak, Dia mencoba menggesekgesekkan penisnya ke lubang memekku. Aku semakin horny dibuatnya,

ooohh pak.aahhhpak..oohh..aaaaaaakkkkhhhh.

Memekku yang basah membuat penis itu mudah untuk memasuki lubang kenikmatan. Awlanya hanya digesekgesekkan namun lamalama ujung penis itu masuk ke dalam memekku,

aaaaaawwwwwhhhsakit pakaaahhhhhhh.

Baru ujungnya saja aku sudah kesakitan, apalagi kalau seluruhnya masuk ke dalam memekku. Aku semakin tidak bisa membayangkan. Pak Rendra terus berusaha memasukkan penisnya ke dalam lubang memekku. Perlahan demi perlahan masuk ke dalam,

ooohhh.aaaahhhpak sakit aaaaakkkhhh.aaaakkkkkhh.

Selaput keperawananku sudah pecah dan mengeluarkan darah. Pak Rendra berhasil merenggut keperawananku. Air mata menetes saat itu, aku tahan untuk tidak menangis. Aku kesakitan pak Rendra mengalihkan dengan mengulum dan menciumi putting susuku. Kesakitan dan kenikmatan bercampur jadi satu.


Dia menekan penisnya keluar masuk dengan tekanan yang keras. Aku benarbenar tidak tahan tubuhku terus bergetar saat itu. Aku amish tidak menyangka penis yang besar itu bisa masuk seluruhnya di memekku. Pak Rendra sesekali menggoyangkan penisnya di dalam memekku. Aku semakin mendesah keras dia terus menggoyangkan penisnya,

aaahhhaaaahhhh pak.aahhhhoohhhhpak ahhhh.

Tekanan itu semakin keras aku lemas tidak tahan. Setelah beberapa menit terus menekan penisnya, pak Rendra mengeluarkan cairan dan dia semprotkan di bibirku.

cccccrrrrrrooooottttt..ccccrrrrooooottttt.ccrrrooootttt.

Cairan itu banyak dan kental membasahi mulutku aku dipaksa untuk menelan. Dengan terpaksa aku menelan cairan itu rasanya mau muntah. Kemudian aku memakai pakaian kembali dan segera pengen keluar dari kamar itu. Aku diberinya uang 200 ribu aku lari dan menangis sambil keluar kamar. Aku enggan bercerita sama ibu aku takut ibu pikiran dan tidak mau kerja lagi
Aku memendamnya sendiri aku juga bilang sama ibu kalau pengen bekerja di luar saja. Kenangan pahit itu akan menjadi kenangan yang paling melilukan bagiku. Biarlah karma yag menghukum kelakuan pak Rendra padaku.Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Aku Di Perkoasa Ramai Ramai Sampai Tidak Sadar

Gilak dalam keadaan yang tidak sadar dan kepala masih terasa pusing, aku sungguh lupa ingatan sedang apa dan dimana ternyata saat aku jalan sendirian di jalan yang sangat sepi aku di culik dan posisiku saat ini dengan tangan rasanya nyeri aku lihat ternyata tanganku terikat tambang dengan kuat, lebih kagetnya lagi pakaianku berada di sampingku ternyata tubuhku dalam keadaan telanjang bulat.
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Lalu kudengar erangan dan rintihan wanita, yang rasa-rasanya aku mengenali suara itu, saat pandanganku mulai jernih, aku melihat ternyata aku tidak sendiri di ruangan itu, di tengah ruangan ada meja kecil, dan di atas meja tersebut tampak sesosok tubuh gadis berkulit putih dalam keadaan tubuh nyaris telanjang bulat, hanya tersisa BH yang menutup payudaranya yang membukit indah, tali kutangnya telah terlepas sehingga semrawut dan menampakkan sebagian besar kulit putih mulus yang menggunung itu
Tangan gadis itu terikat di belakang punggung, meja kecil itu hanya dapat menampung punggung gadis itu, sehingga kepala gadis itu jatuh menengadah.

Di depan gadis itu tampak seorang pemuda bugil sedang memeluk kedua paha gadis itu yang tersandar di pundak kiri kanannya, sambil membuat gerakan maju mundur. Suara rintihan yang kudengar berasal dari gadis itu, samar-samar masih dapat kudengar, “Ooohh… amppunnnn… akkhh… ooohhh… jangann… jangannn… oh.. sakit..” Darahku tersirap menyadari bahwa suara itu sangat mirip Lani, atau memangkah gadis yang sedang diperkosa itu Lani? Aku tidak pernah melihat Lani telanjang, tapi tubuh indah di atas meja itu memang seperti postur tubuh Lani.

Setelah beberapa saat pandanganku semakin jelas, tampaklah bahwa gadis itu memang Lani! Sweater, kaos dalam, celana jeans, dan celana dalam Lani tampak berserakan di lantai.

Aku melihat perkosaan itu dengan marah, namun aku tak berdaya menolong karena menolong diri sendiri saja aku tidak mampu, dan entah mengapa, setelah beberapa saat melihat Lani yang tak berdaya dalam keadaan nyaris bugil, tak dapat ditahan batang kemaluanku pelan-pelan menegang keras.

Pria yang sedang memperkosa Lani terus memompa batang kemaluannya masuk ke dalam liang kemaluan Lani. Tampak Lani berusaha mengatupkan pahanya namun pria itu melebarkan kaki Lani sehingga berbentuk huruf V, dan terus memompa masuk dengan buas.

Kemudian tangannya menyentakkan BH Lani dengan kasar dan tampaklah bukit kembar Lani terpentang bebas, membusung menantang dan sangat menggairahkan, bahkan dalam posisi dada yang agak tertarik karena kepala Lani yang menengadah ke bawah.
Payudara itu masih tampak montok dan padat, pemerkosa itu terus memompa sambil tangannya meremas-remas payudara Lani itu. Tiba-tiba pintu terbuka, dan muncul sekitar 3 pemuda yang berpakaian lengkap, mereka tertawa-tawa melihat temannya sedang memperkosa Lani.

Salah satu melihat padaku dan berkata, “Eh, lihat.. pacarnya sudah bangun!” semua mata pemuda itu tertuju padaku, “Eh… liat tuh! dia ngaceng juga… mau pacarnya… tapi keduluan, si Doel sudah duluan jebolin keperawanan pacarnya, hahaha…!” Pemuda bugil yang sedang memperkosa Lani, yang dipanggil Doel itu, menyeringai. Lalu ketiga pemuda yang baru datang itu mendekatiku
“Hei Itu pacar kamu kan!” Aku diam saja, lalu satu tinju mendarat di perutku hingga perutku perih rasanya, “Kamu bisu ya? cewek itu pacar kamu bukan?” Terpaksa aku menjawab lirih dan menjelaskan kami saudara sepupu. “Oh.. kakak kamu toh… Hm.. kepengen nggak kamu kakak sendiri? Di liat dari elo sih.. elo pingin.. hahaha…” Aku marah sekali, saat itu kemaluanku telah lemas kembali karena birahiku yang tak sengaja muncul tadi telah hilang.

Doel rupanya telah selesai memperkosa Lani, ia lalu menuntun Lani yang tampak sudah lemah ke tempat kami, “Ini nih… gue mau liat kakak adik ngent*tan!” katanya tertawa, kemudian Lani ditampar dengan kuat.

Hingga Lani menangis, “Elo harus kulum tuh peler adik elo, cepat! Kalo nggak gua potong peler adik elo dan pentil susu elo!” Doel lalu melepaskan ikatan tangan Lani dan mendorong Lani ke arahku, dengan terpaksa Lani mendekatiku yang masih tergantung, kemudian dengan ragu-ragu mulutnya menyentuh ujung batang kemaluanku, walau hanya tersentuh sedikit, aku tak dapat menahan dan batang kemaluanku perlahan-lahan menegang, “Ayo makan tuh peler! cepat!”

Seorang pemuda mengeluarkan pisau lipat dari sakunya dengan sikap mengancam, terpaksa Lani mulai mengulum kemaluanku dan menggerakkannya maju mundur, sehingga batang kemaluanku mengacung dengan keras sepanjang 12 cm. “Ayo masukin batangnya ke dalam mulut sampai habis! jangan keluarin dari mulut kamu sampai gua perintahin!”

Dengan ketakutan Lani mengulum batang kemaluanku dalam-dalam dan menggerakkannya maju mundur, sehingga mulutnya yang mungil tampak penuh dan sesekali pipinya menggembung oleh kepala kemaluanku, tak berapa lama aku tak tahan lagi dan orgasme, Lani tampak kaget merasakan cairan kental dan hangat berkali-kali menyemprot kerongkongannya, namun ia tidak berani melepaskan mulutnya dari batang kemaluanku, ia berusaha membuang spermaku walau telah banyak tertelan olehnya, beberapa tetes spermaku keluar mengalir dari bibirnya.
Wah, adik elo payah banget! sudah tongkolnya kecil, cepat keluar lagi!” pemuda-pemuda itu mengejekku lalu mereka mendekat dan menjambak rambut Lani, “Elo harus liat gimana caranya!” kata salah seorang pemuda sambil menyeringai padaku.

Mereka lalu membuka baju hingga bugil, keempat pemuda yang telah telanjang bulat itu lalu menelungkupkan Lani di atas meja, sehingga payudara Lani menempel di atas meja dan Lani dalam posisi menungging, kemudian dengan buas mereka mulai memperkosa Lani secara bergantian, sehingga Lani menjerit-jerit dan melolong histeris, batang kemaluan mereka rata-rata besar dan panjang, sekitar 16 cm lebih, dan secara bergantian kemaluan-kemaluan itu mengaduk-aduk liang kemaluan Lani yang semakin lama semakin lemas. Lani disenggamai bergantian oleh mereka berempat dengan posisi gaya tersebut, kemudian mereka juga menyetubuhi Lani di atas kursi.

Sambil memperkosa Lani, mereka sesekali mengejekku. “Hei.. elo tau nggak kakak elo ini sebenarnya keenakan dient*t sama kita-kita, buktinya memiaw dia basah banget nih! ” kata pemuda yang dipanggil dengan nama Anto, ia berkemaluan paling besar dan panjang di antara mereka berempat, saat itu ia sedang mengerjai Lani.

Tangan Lani kembali diikat di belakang punggung, Anto duduk di atas kursi sementara Lani di atas pangkuannya dengan paha mengangkang dan posisi berhadapan.

Dengan posisi duduk, buah dada Lani tampak sangat menggairahkan, apalagi dengan tubuhnya yang ramping, tampak buah dadanya tergantung indah, padat dan berisi dengan putting susunya yang masih mungil dan berwarna kemerahan
Lelaki yang memperkosa Lani itu meremas-remas kedua belah payudara Lani dengan bernafsu, kadang ia mendempetkan kedua buah dada itu lekat-lekat sehingga belahan payudara Lani terbentuk indah di hadapannya.

Pemuda itu terus memperkosa Lani dengan brutal sehingga tubuh Lani tergoyang-goyang. Lani hanya dapat merintih-rintih dalam keadaan antara sadar dan tidak. Sambil terus memompa Lani, ia tertawa-tawa disaksikan teman-temannya yang tidak sabar menanti giliran, “Elo mau bukti kakak elo ini keenakan? perhatikan baik-baik nih!” ejeknya lagi padaku.

Lalu tiba-tiba pemuda itu berhenti memompa Lani, secara refleks Lani melenguh dan mulai menggerak-gerakan pantatnya sendiri agar tetap dikocok oleh kemaluan pemuda itu, “Hahaha… elo liat kan? Kakak elo ini yang minta dient*t tuh!” Pemuda itu tertawa sambil memeluk tubuh Lani, tangannya mengelus-ngelus punggung putih mulus Lani sementara buah dada Lani yang kenyal terjepit di dadanya yang berbulu.

Rupanya Lani mendengar perkataan itu, wajah Lani tampak memerah karena malu dan marah, lalu tubuhnya diam tak bereaksi, pemuda itu menjadi marah dan menarik kuat-kuat kedua buah dada Lani. Satu ditarik ke atas dan satu ditarik ke bawah bergantian dengan keras sehingga Lani menjerit-jerit kesakitan, “Dasar cewek munafik…! keenakan aja sok menderita!

Gua bikin elo orgasme dan elo nggak bisa bohong bahwa elo keenakan minta diperkosa!” Dengan bernafsu kembali pemuda itu memperkosa Lani, sesekali ia kembali menghentikan pompaannya, dan secara refleks kembali Lani ganti menggoyangkan pantatnya maju mundur, selama beberapa saat hingga Lani sadar dan dapat mengendalikan tubuhnya.

Hal itu terjadi berkali-kali, bahkan saat pemuda itu mendorong tubuh Lani hingga batang kemaluannya keluar dari liang kemaluan Lani. Secara refleks diluar kemauan Lani sendiri. Tubuh Lani kembali merapat sehingga batang kemaluan itu kembali terbenam ke dalam liang senggamanya sambil kaki Lani melipat erat seolah-olah takut lepas.

Pemuda itu semakin lama tampak semakin ganas memperkosa Lani, hingga selang beberapa saat tampak tubuh Lani berkelonjotan dan menegang, kedua kakinya mengacung lurus dengan otot paha dan betisnya mengejang, jari-jari kakinya menutup, dan nafas Lani tak teratur sambil terus merintih keras dan panjang, “Ohhh… Akkkhhh… Ooohhh…!” pemuda itu semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya membuat Lani merintih panjang.

“Ohhh… ” seluruh tubuh Lani menegang dan menggelinjang selama beberapa detik dan aku sadar bahwa Lani sedang mengalami orgasme dahsyat dan kenikmatan luar biasa. Setelah berkelonjotan sesaat, tubuh Lani tumbang dengan lemas di pelukan pemerkosanya. Pemuda itu masih terus memompa Lani yang telah lemas sambil nyengir senang dan berkata, “Hehe.. elo liat kakak elo ini… dia demen ngent*tan juga kok… hahahaha…!”

Tiba-tiba pintu kembali terbuka, dan alangkah kagetnya aku melihat begitu banyak pemuda yang masuk, sekitar 10 orang lebih, termasuk salah seorangnya adalah pria besar tegap yang menghajarku. Tanpa banyak bicara mereka ikut menikmati tubuh Lani, masing-masing pemuda itu memperkosa Lani dengan posisi yang bervariasi.

Rasanya semua posisi yang pernah kulihat di film biru telah mereka praktekkan semua pada Lani. Khusus giliran pemuda berbadan besar yang dipanggil Hary itu memperkosa, Lani tampak sangat menderita karena batang kemaluan Hary benar-benar besar dan panjang, kutaksir lebih dari 20 cm. Dalam waktu singkat tubuh telanjang bulat Lani telah mengkilap basah oleh keringat dan sperma.
Entah berapa lama Lani diperkosa hingga pingsan berkali-kali, namun mereka selalu menyadarkan Lani lagi dengan menampar dan menyiramnya dengan air, lalu kembali memperkosa dengan brutal. Aku menutup mata tak ingin melihat penderitaan Lani.

Lani yang menangis dengan air mata yang telah habis, tampak Lani sedang disodomi, di sebelahku Lani juga tengah diperkosa, payudara Lani yang padat dan ranum tampak bergoyang-goyang keras, pria di belakang Lani tanpa bosan-bosannya meremas-remas dan menarik-narik buah dada Lani dengan brutal, bagaikan memerah susu sapi.

Kini Lani diletakkan di atas lantai beralas tikar, pemuda yang sedang menggilir Lani melebarkan kaki Lani sehingga membentuk seperti kaki kodok, dengan posisi itu ia menghujamkan batang kemaluannya yang panjang dan besar keluar masuk dengan cepat dan keras ke dalam liang kemaluan Lani.

Sementara salah satu pria memaksa Lani mengulum batang kemaluannya, sehingga mulut Lani yang mungil penuh dengan batang kemaluan besar itu, kemudian pemuda yang memperkosa Lani berganti posisi, ia menduduki tubuh Lani lalu meletakkan batang kemaluannya yang panjang di antara dua bukit kembar Lani.

Tangannya mendempetkan buah dada Lani hingga menjepit batang kemaluannya yang kemudian dimaju-mundurkan. Selang beberapa saat dari batang kemaluannya menyembur sperma yang menyemprot wajah dan leher Lani, kemudian sisa-sisa spermanya dioleskan pada kedua buah susu Lani
Aku menutup mataku agar tidak melihat penderitaan Lani, tapi masih saja kudengar rintihan Lani yang semakin lama semakin lemah, gerombolan pemuda itu tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata kotor. Tiba-tiba pimpinan mereka Hary mendekat.

“Sekarang giliran elo menikmati kakak elo ini… elo kan sudah banyak belajar dari tadi! Hahaha…” lalu tubuh Lani yang telah lemah lunglai dicampakkan ke atas tubuhku, aku memeluk tubuh Lani yang telanjang bulat, sambil membelai rambutnya aku berbisik, “Tabah ya.. Ci…” walaupun aku sendiri sangat ketakutan, Lani hanya dapat mengangguk lemah sambil menangis sesunggukan.

“Hei! kalian tunggu apa? ayo ngent*tan! kita pingin liat nih… yang cewek di atas!” seru Hary sambil mengacungkan parang yang membuat kami ketakutan, Lani lalu menurut dan memasukkan liang kewanitaannya ke dalam batang kemaluanku yang memang telah menegang keras saat aku memeluk Lani dan buah dada Lani yang walaupun lengket oleh sperma, tapi terasa kenyal dan hangat menekan dadaku.

Aku serasa berada di awang-awang saat batang kemaluanku menembus kemaluan Lani yang beberapa jam lalu masih perawan, seluruh batang kemaluanku terbenam ke liang kemaluan yang sempit itu dan aku merasa batang kemaluanku dijepit dengan kenikmatan yang tiada taranya.

“Ayo kamu goyang adik elo selama dua menit! Setelah itu angkat memiaw kamu, adik elo harus masih ngaceng tongkolnya, kalo cepat keluar, mending kita potong dan masak tongkolnya buat makanan ayam!” Lani lalu mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun, aku tak dapat menahan sensasi yang tak pernah kurasakan itu, dan baru beberapa detik Lani memompa, aku telah mengalami ejakulasi dan spermaku menyemprot keluar, tidak terlalu banyak karena aku telah mengalami orgasme tadi.

Lani juga merasakan aku ejakulasi, ia kini menggoyangkan pinggulnya maju mundur agar tidak ketahuan aku telah orgasme. Lani menggunakan rambut kemaluannya yang lebat membantu untuk mengelap cairan spermaku yang meleleh keluar dari liang kewanitaannya.
Sementara batang kemaluanku yang masih berada di dalam kemaluan Lani perlahan mulai mengecil. Selang dua menit, Hary berkata keras, “Eh.. Non, angkat memiaw elo! Kita mau liat adik elo masih ngaceng nggak.. jangan-jangan elo pura-pura doang, ngaduk-ngaduk yang sudah loyo!”.

Lani menggeleng sambil menangis, “Nggakk… dia masih tegang, benar… sumpah…” Lani berusaha melindungiku. “Angkat memiaw elo gua bilang!” bentak Hary menggelegar. Lani tetap membuat gerakan maju-mundur sambil berkata, “Jangan… saya tidak bohong… ini masih tegang…” Si Hary dengan kasar lalu mendorong tubuh Lani hingga jatuh, ia tertawa melihat batang kemaluanku telah jatuh lemas.

“Hahaha.. dasar banci! Kamu masih suka berlindung di bawah ketiak kakak cewek elo ya? Tapi elo masih harus muasin kakak elo… ayo kocok dan cuci memiaw dia sama tangan elo!” Aku dipaksa merangkak mendekati Lani, Lani diperintahkan terlentang dan mengangkangkan kedua pahanya, lalu aku dipaksa memasukkan jariku ke dalam lubang kemaluan Lani dan mengocoknya.

“Hei.. kalo cuma satu jari mana puas kakak elo!” Aku lalu memasukkan dua jariku ke dalam liang kemaluan Lani, lalu atas perintah mereka kukocok-kocok liang kemaluan Lani itu dengan kuat dan cepat, sehingga Lani merintih-rintih dan kedua pahanya tampak bergetar menahan sensasi yang kutimbulkan.

Memandang Lani yang tidak berdaya itu. Perlahan kembali batang kemaluanku mengacung. “Nah.. elo ngaceng lagi akhirnya… ayo sekarang dua-duanya ngent*tan yang panas!” Aku lalu memeluk Lani sambil sesekali meremas perlahan buah dadanya, lalu aku kembali berbisik.
“Maaf ya Ci…” Lani hanya menatap kosong sambil mengangguk pelan. “Heh! Ini bukan acara gaya kura-kura! elo berdua… ayo bercinta yang panas, kalo tidak gua bikin bakpao pantat-pantat elo!” Dengan ketakutan akhirnya aku dan Lani menurut, kami lalu bergumul dengan panas di atas lantai papan itu dalam keadaan sama-sama telanjang bulat, saling merangkul dan berciuman, tanganku sesekali meremas buah dada Lani.

Sementara tangan Lani melingkari batang kemaluanku dan mengocoknya, tak pernah kubayangkan aku akan melakukan hal ini pada kakak sepupuku sendiri. Kawanan itu tertawa senang melihat kami kakak beradik bergulat dalam keadaan telanjang bulat di atas lantai.
“Hei..! ini bukan film bisu! Kalian ucapin kata-kata merangsang! Cepat..!” Terpaksa kami menurutinya, “Ohh.. saya jilat susu kakak ya? Hmmpphh… saya remas-remas ya?” kataku sambil mengulum puting susu Lani dan meremas-remasnya. elo maen sinetron ya? ngent*tan aja kata-katanya sok sopan! Dasar tolol… dan yang cewek, kalo elo diam aja nanti toket elo gua cabut dari tempatnya dan pentil susu elo gue goreng!”

Dengan ketakutan kami menurutinya, sambil terus bergumul dan saling memompa, kami terus mengucapkan serentetan kata-kata tanpa berpikir lagi, karena ngeri melihat parang Hary yang mengacung ke arah kami jika kami tidak bersuara. “Oh… gue ent*t elo, susu elo enak.. mantap… gue ent*t seharian ya, Ci?” Tanpa berpikir kukeluarkan kata-kata itu, sementara Lani juga menimpali tanpa berpikir.

“Ahh… anu elo… panjang… masukkin yang dalam… lebih cepat… ohh…” Mereka semua tertawa-tawa, Hary rupanya telah sangat terangsang melihat Lani, ia mendekat dan menjambak rambut Lani dan menarik Lani ke dalam pelukannya, “Elo liat baik-baik gimana caranya cewek!” katanya padaku.

Tubuh Lani lalu diangkatnya dengan mudah, dengan posisi berdiri ia menggendong Lani dengan mengangkat pantat Lani, terpaksa Lani memeluk leher Hary yang tinggi kekar agar ia tidak terjatuh ke belakang, lalu dengan buas Hary memompa batang kemaluannya yang luar biasa panjang dan besar masuk ke dalam liang kemaluan Lani.
Hary yang besar setinggi 180 cm lebih itu memompa Lani yang setinggi 157 cm dengan posisi itu dengan mudah. Batang kemaluannya dengan deras amblas keluar masuk ke dalam kemaluan Lani sehingga tubuh Lani terguncang hebat, buah dadanya terhentak-hentak naik turun
Tak berapa lama tubuh Lani kembali menggelinjang dan ototnya menegang, diringi dengan rintihan panjang Lani kembali mengalami orgasme hebat. Hary tidak berhenti dan belum mengalami ejakulasi, pompaannya semakin bertambah kuat. Lani semakin lama tampak semakin lelah dan lemah, sementara batang kemaluan Hary semakin hebat saja mengaduk liang kemaluannya dalam posisi berdiri.

Akhirnya tanpa dapat dicegah tubuh Lani jatuh lunglai ke belakang, pelukannya pada leher Hary lepas, Hary membiarkan tubuh Lani jatuh tetapi ia tetap memegang kokoh pinggul Lani yang sedang digoyang habis-habisan, sehingga Lani terjuntai tak berdaya.

Tangan dan rambutnya menyentuh lantai sementara tubuhnya masih tetap digendong dan liang kemaluannya disodok-sodok dengan kejam dan buas. Hary melakukannya sambil berjalan dan tertawa-tawa, sehingga Lani ikut terseret kemana ia melangkah. Setelah puas mengocok Lani dengan posisi itu, Hary lalu mengangkat pinggul Lani naik hingga ke dada. Tubuh Lani kembali terangkat dengan kepala di bawah, sehingga batang kemaluan Hary membentur-bentur punggung mulus Lani.

Hary yang mempunyai tenaga besar itu kembali menaikkan pinggul Lani hingga kemaluan Lani terhidang di depan mulutnya, dengan rakus ia melumat habis kemaluan Lani dengan mulutnya. Kemudian ia memutar tubuh Lani sehingga kini wajah Lani ditampar-tampar oleh batang kemaluannya yang besar dan sangat keras.

Hary kembali melumat kemaluan Lani dengan penuh nafsu, jari-jari tangannya juga menyodok-nyodok anus Lani yang masih terjuntai pingsan, dengan posisi ini akhirnya Hary berejakulasi, spermanya dengan deras membanjiri wajah Lani hingga ke rambut, dan menetes-netes ke lantai papan. Setelah itu kembali Lani digilir oleh teman-teman Hary yang lain, tidak perduli Lani telah pingsan dan tidak dapat bangun lagi walaupun ditampar dengan kuat dan disiram dengan air.
Setelah puas, mereka lalu mencampakkan kami ke lantai, menunggu Lani sadar kembali, lalu mereka beramai-ramai mengelilingi kami dan mengencingi tubuh kami, bahkan aku dipaksa minum air kencing mereka, sementara Hary memaksa Lani mengulum batang kemaluannya, lalu ia mengencingi Lani dengan cara seperti itu dan memerintahkan Lani menelan semua air kencingnya.

Akhirnya setelah puas lalu mereka menyekap kami, memberi sedikit makan dan minum dan baru melepas kami pada saat tengah malam tanpa memberi kami pakaian, terpaksa kami berjalan kaki tertatih-tatih pulang ke rumah kontrakanku yang berjarak sekitar 200 meter dari situ dengan keadaan telanjang bulat.

Kami mengendap-ngendap hingga akhirnya sampai, kami merasa lega, rahasia ini tetap kami pendam, selain mereka mengancam jika melapor polisi maka kami akan dibunuh, kami juga malu menceritakan pengalaman pahit ini.

Yang penting kami telah lepas dari mimpi buruk itu, sehari setelah kejadian itu aku langsung pindah rumah kontrakan ke tempat yang lebih jauh dan kami merasa bebas dari bajingan-bajingan itu.

Namun ternyata kami salah mengira, kejadian malam itu barulah awalnya, karena kejadian yang akan menimpa Lani kemudian jauh lebih brutal lagi.
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

Tuesday, April 16, 2019

Menikmati perawan Anak Jalanan

Hari-Hari terus berganti,dan tahun demi tahun sudah aku lalui. sudah 3 tahun aku hidup dan mencari nafkah dijalanan yang keras ini. selain menjadi pengamen,kini aku dan nurul sudah mendapatkan “sidejob” yaitu menjadi boneka birahi usman,sang tukang air keliling itu. ia,si usman. dia menjadi sangat ketagihan dengan badan-badan kecil kami ini.



SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya

servis mulut dan tangan kami pun,dijadikan hiburan tersendiri bagi dia. kami sering dibawa oleh dia ketempat tempat sepi untuk dicabuli disitu. dan tentu saja dengan iming iming akan dikasih sejumlah uang. usman seakan tidak bosan dengan servis kami ini. dan kami pun,sudah jadi sangat terbiasa dengan kontoy dan peju dari usman
badan kami pun lambat laun berubah,aku merasakan ada perubahan yang signifikan dipayudaraku. aku merasa payudaraku sudah sangat membesar dari ukuran normalnya sebelum sering diremas remas oleh usman,dan begitu juga dengan nurul. malahan kalau nurul bukan hanya teteknya saja,tapi pantatnya juga terlihat berubah menjadi lebih besar dan bulat. tahun ini kami berusia 15 tahun. dan karena perubahan ini juga,kami sadar bahwa mata-mata nakal lelaki sudah mulai sadar,kami bukan anak kecil lagi dan sudah siap untuk dinikmati.

pada siang itu,aku sedang mengamen sendirian,tidak ditemani oleh nurul yang pada siang itu sedang malas untuk pentas. karena pada siang itu aku pentas sendirian,aku jadi malas lama-lama. biasanya kami mengamen sampai larut malam. tapi pada hari itu aku hanya mengamen sampai jam 4 sore saja.

karena hari itu hari sabtu,jadi kemacetan dijakarta wilayah itu sedikit berkurang. akhirnya aku memutuskan untuk kembali ketempat penampungan kami yang jaraknya tidak begitu jauh dari situ. ketika aku sudah mulai masuk gedung kosong itu. banyak anak2 jalanan yang sedang ngaso atau sekedar bercengkarama disana. tpai aku tidak menemukan sahabatku,nurul. “kemana nurul ya?” pikirku dalam hati. akhirnya aku melepas lelah ditempat dimana aku dan nurul sering tidur dimalam hari,dan menyimpan gitar kecilku.
setelah energiku kembali,aku mulai mencari nurul yang tumben-tumbenan tidak ada disini,padahal biasanya kalau dia tidak ikut pentas,pasti hanya tidur disini dan gak pergi kemana mana lagi. aku mengitari gedung kosong yang kami jadikan tempat penampungan kami itu. tapi nurul tetap tidak ada.

akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke tempat penampungan dan kembali beritirahat. jam 7 malam,akhirnya nurul kembali. nurul sedikit pendiam dan tampak aneh dimukanya.

“kamu dari mana rul?” tanyaku kepada nurul ketika dia baru kembali.
“dari jalan-jalan.” jawab nurul singkat,tanpa ada menoleh sedikit kearahku.

ya sudah aku pikir,nurul sedang males cerita dan lelah kali ya sepulang jalan-jalan..dan aku pun akhirnya memutuskan untuk tidur,setelah membersihakn gitarku, hingga pada tengah malam itu,badanku digoncang-goncang oleh orang disebelahku,dengan sedikit setengah sadar,aku bangun dan melihat siapa orang yang berani mengganggu tidurku yang
sedang nyenyak ini. dan ternyata adalah nurul

“ehh,kamu rul.. kenapa sii?”tanyaku kenurul sambil menggaruk leherku yang tidak gatal. dan juga dengan keadaan setengah sadar.

“kamu ngantuk ya?? aku mau cerita deh” jawab nurul penuh harap

“nggak kok,aku baru tidur gitu-gitu aja belom lelap banget” jawabku bohong,karna takut membuat sahabatku ini kecewa.

“aku udah gak perawan ri” ngomong nurul langsung tanpa basa basi sedikittttpun.
“haa kok bisa???” tanyaku kaget kepada dia. dan akhirnya dia bercerita kenapa kejadian itu sampai terjadi dan nurul pun bercerita kepadku malam itu. dan dalam hariku “kasihan sekali sahabtku ini”
ketika siang itu ia ingin mencari makan di sebuah warteg yang ada diujung jalan,tiba-tiba ada sebuah mobil yang berisi 3 bapak-bapak berusia sekitar 40an,berseragam P*S coklat-coklat,turun dan menghampiri nurul yang sedang berjalan sendirian itu untuk menanyakan arah jalan. karena memang nurul tau jalan itu,nurul pun menjelaskan arahnya,karena memang arah jalannya sedikit membingungkan akhirnya nurul diajak untuk naik kemobil nya dan menunjukan jalannya. gadis polos 15 tahun ini pun masuk kemobil itu. mobil berjenis jeep berwarna hitam ini,melaju ketempat yang ditanyakan tadi. ditengah perjalanan dia dikasih biskuit oleh bapak P*S yang duduk dibelakang,sedangkan ke 2 temannya yang duduk didepan sibuk melihat jalanan.

“Nih Dek Biskuit dimakan” tawar bapak-bapak itu kepada nurul.
“yaudah akhirnya karna emang gw laper,gw ambil aja tuh biskuitnya” lanjut nurul menceritakan ceritanya. akhirnya nurul mengambil sebuah biskuit dari bungkus itu. dan bapak bapak itu menawarkan aku air minuman soda. karena memang nurul seret habis makan biskuit yang sudah dikasih tadi,akhirnya nurul pun meminumnya kata dia.

Setelah 15 menit,akhirnya nurul pun merasa ada yang aneh dari badannya. payudara nurul serasa ada yang meremas remas,dan berasa panas dibagian situ. dan vaginya serasa banjir dan terus berkedut kedut. dia bercerita kepadaku ketika dia melihat kearah bapak yang ada disebelahnya,bapak-bapak itu senyum-senyum penuh arti,sambil meledek nurul “kenapaa kamu sange yaaaa anak kecil??? ” tanya meledek om om itu kepada nurul yang makin lama perasaan nya semakin kacau.

“ia omm,om kasih aku apaan sii?” tanya nurul kepada om om itu..
“Cialis sama viagra udah aku campurin keminuman kamu yang tadi anak maniss.. sange kan kamu jadinyaa,aahahhaaha..” jawab om om itu menyebalkan kata nurul. dan juga nurul bercerita kalau om om yang dibelakang itu ngasih kode ke 2 temennya yang ada didepan.
“broo,daripada lamaa nyari rumah tuh pecun,mending garap yang ada dulu aja nih. udah sange nih anak”
“ahh jangan omm,saya masih kecil,jangan dipakee om,masih perawan saya ommm” nurul memelas. namun kata nurul,bukannya jawaban yang dia dapat malah grepek an di tetenya oleh om om yang disebelahnya itu. ke 2 tangan om om itu langsung saja menyergap 2 bongkahan tetek milik nurul yang masih ada dibalik bajunya.

“tetek ku abis riiii di kenyotin dan diremes sama tu orang,kurang ajar. tapi anehnya aku bukannya nolak ya,malah gelendot manja seakan aku nikmatin kerjaan tu orang,apa itu pengaruh efek obat yg dia kasih ya” lanjut nurul. aku hanya diam dan mendengarkan cerita dia.

“tuhhhh brooo,tetenyaa masih segerr brooo” om yang sedang mengerjai nurul sudah membuka dan menaikan BH nurul keatas sehingga memperlihatkan tete nya.

“ooo iaa broo,ya udah coyy cari tempat sepi aja terus kita garap gantian ni anak,anak gembel ini,kaga ada yang peduli juga”
” ya udah akhirnya mereka pergi cari tempat sepii,muter muter aja.dan selama dijalanan itu. tuh om om yang dibelakang udah nete sama ngobel gw mulu. gw sange,gw kocokin juga deh kontoy nya yang lebih gede drpd punya usman ri” cerita nurul dan nurul bercerita kahirnya mereka sampai di parkiran paling atas di sebuah gedung. dan ke 2 om om yang ada didepan tadi pindah kekursi tengah bergabung dengan om om yang tadi sudah colong start..akhirnya ke 3 om om membuka celana mereka masing masing dan antri untuk nurul oral. nurul pun mengoral mereka bergantian.

“aghhh enak banget sepongan lo masih kecil juga” ricau salah satu dari mereka. karena posisi nurul pada saat mengoral adalah menungging, maka tete nurul bergantungan dengan bebas,dan hal ini tidak disia-siakan oleh mereka semua. tete nurul diperas dan ditarik tarik putng nya seperti sapai yang sedang perah susunya. malahan ada satu om om yang sengaja kebawah nurul dan menyusu langsung ke nurull

“anjinggg brooo enak banget tuhhh netek gitu” kata salah satu om om itu.
“yoiii broo tetek anak abg,umur lo berapa heh? ” tanya om om yang sedang menyusu ke dia.
dan nurul pun menjawab “15 tahun om”

“15 tahun?? gileee body sama sepongan lo ga ada 15 tahun 15 tahunnya,ude sering lo ya?”
“belom pernah om” jawab nurul bohong sambil tetep nyepong.

akhirnya nurul dikangkangkangin oleh om yang pertama. pantat nurul dikeluarkan dari mobil dan setengah badannya tetep berada dimobil, “jangan dimasukin om,sakitt” rengek nurul, namun om yang pertama tidak peduli,dengan sedikit memaksa karena memang susah masuknya ke memey nurul. akhirnya jebol juga memey nurul. air mata keluar dari sudut mata nurul sambil bercerita.
“ahhhhh,,ahhh ahhhhh,oouchhh,hhhmmmppphhhffff” desah nurul sore itu
dan om yang pertama giat dan semangat menggenjot memek anak 15 tahun yang bulu jembutnya aja masih dikit banget “anjingggg,enakk banget memek anak 15 tahun,makan nih kontol gw. fuck you little cunt,fuck this big dick little whore” racau om om yang sedang semangat menggempur memek nurul dari belakang. dan akhirnya om om pertama itu mengoper nurul ke temennya yang duduk didalem, nurul didudukan mengahadap kedepan oleh dia.
“sebentar ya omm memek aku perihh bangett nihh,aku masih lemesss” rengek nurul. ” gak ada cerita,buruan,udah gak sabar gw ngerasain memek lo nih yang gemuk. dan akhirnya nurul pun berpacu lagi di kontoy om yang ke 2 ini.

“pook pook pokk pokkk pokk,ceplakk ceplakkk ceplakk ceplakk” bunyi pantat nurul yang beradu ke paha om yang ke 2 ini. 15 menit nurul beraksi akhirnya muncrat juga peju ni om om di pantat nurul. dan tanpa nunggu beristirahat om om yg ke 3 yang udah sangat sange melihat ke 2 temannya nunggangin anak kecil ini,langsung menarik nurul keluar dari mobil.

“gilaa riii memek gw berasa robek riii. merekaa jahattt bangett rii. gw ga dikasih istirahat sedikitpunn” cerita nurul

“tapi enak gak??” tanyaku penasaran
“enakk.rasanya lebih mantap daripada cuma dikobel sama

dan nurul pun melanjutkan ceritanya,kali ini ia diterlentangkan dia atas kap mobil oleh om ke 3 itu

“aduhh panass om disinii” “nihh pake ini aja buat alas” nurul diberikan baju daleman nurul untuk meredam panas kap mesin. dan setelah nurul sudah mengangkang di atas kap mesin,om ke 3 ini membersihkan memek nurul dengan tisu basah terlebih dahulu,darah bercampur mani terceplak di tisu basah.
“aaaaahhhhh perihhhhhh” ketika alkohol dari tisu basah menyentuh memey nurul. Setelah bersih om ke 3 ini menjilati dan mengucek ngucek memey anak 15 tahunnn ini dan nurul menjambak jambak rambut om ke 3. dan om yg pertama pun bergabung dengan menghisap dan memberi tanda merah disekitaran tetek nurul.. akhirnya om ke 3 ini memasukan rudalnya ke memey anak 15 tahun

“pppttt” memey nurul kentu ketika dimasuki oleh kontoy om yang ke 3 ini

“ceplokkkk plokkk plokkk plokkk” “agghh aghh aghhha aghhh aghhh aghhh,,ahhh ommm omm ahh aahhh ahhh ahh” desah nurul yang sedang digenjot dengan cepat dan kasar oleh om 3 itu. om yang pertama tidak tinggal diam,dia terus menggesek gesek klitoris nurul dengan jarinya. dan nurul pun orgasme untuk kesekian kalinya. setelah puas ngewe memey nurull,nurul disuruh jongkok dan ke 2 om om ini mengocok batang kemaluan mereka sampai keluar..

“ughhhhh gokil nih anak,gw sampe gemeteran gini dengkul gw ahahahaha” percakapan ke dua om om ini

“coyy buruan bersih-bersih terus pake baju,kita cabut terus,ude mau jam setengah 3 nii.. balik kekantor kita””
dan ke dua om om itu buru buru masuk kemobil bersama dengan nurul juga. namun jahatnya,nurul hanya disampaikan didepan gedung itu, memang sih nurul diselipkan uang 150 ribu sama mereka. namun kejadiann ini membuat nurul sakit dan sedih,karena tidak kepikaran oleh nurul akan kehilangan keperawannannya dengan cara seperti ini.

Nurul pun nangis denganku sepanjang malam sambil bercerita. aku hanya berusaha mendengarkan dan memahami keadaan nya tersebut.. dan aku berfikir,kalau aku gimana ya akan kehilangan keperawananku?? mudah mudah han gak sesadis dia dehh…dan aku pun memejamkan mataku, belum sampai sejam aku menutup mata,ada sebuah tangan yang membekap mulutku.Daftar SahabatQQ
SahabatQQ Agen Domino 99 Domino QQ dan Poker Online Aman dan Terpercaya